CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Satgas jelaskan alasan pemerintah tak terapkan "lockdown"
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60cf6892d049d977e6229ab0/satgas-jelaskan-alasan-pemerintah-tak-terapkan-quotlockdownquot

Satgas jelaskan alasan pemerintah tak terapkan "lockdown"

 Satgas jelaskan alasan pemerintah tak terapkan "lockdown"

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Hery Trianto menjelaskan alasan pemerintah hingga saat ini tidak mengambil kebijakan penerapan "
lockdown" atau karantina wilayah.

Hery Trianto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menjelaskan bahwa substansi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro sebagai kebijakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang berjalan selama ini sama dengan "
lockdown"

.

"Jadi jangan dibenturkan antara kebijakan lockdown dengan pembatasan kegiatan masyarakat. Substansinya sama, membatasi mobilitas masyarakat untuk menekan laju penularan," kata Hery.

Baca juga: Epidemiolog usulkan karantina wilayah di Kabupaten Kudus

Pemerintah memperpanjang PPKM mikro, 15-28 Juni 2021. PPKM mikro menggunakan acuan beleid Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2021.

Aturan itu menjelaskan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan COVID-19 di desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran COVID-19.

PPKM mikro membatasi kegiatan di tempat kerja/perkantoran, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, mengatur pemberlakuan pembatasan kegiatan restoran dan pusat perbelanjaan, mengatur kegiatan di tempat ibadah, kegiatan fasilitas umum, serta kegiatan seni, sosial dan budaya.

Hery mengatakan petugas di lapangan memperketat pelaksanaan PPKM mikro melalui operasi yustisi yang melibatkan TNI dan Polri. Petugas di lapangan memantau kegiatan dan menertibkan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Tujuannya untuk mengurangi mobilitas agar masyarakat lebih banyak di rumah. Karena faktor penularannya manusia. Jadi, kalau aktivitas manusianya dikurangi, akan menekan penularan," kata dia.

Hery menegaskan, PPKM mikro sebenarnya cukup efektif menekan laju penularan COVID-19. Belakangan, kasus positif meningkat karena beberapa hal.

Seperti, masyarakat tidak mematuhi larangan bepergian, larangan mudik lebaran. Menurut Hery, pemerintah sudah berupaya agar masyarakat tidak bepergian dan mudik, tapi ternyata banyak yang tidak mengikuti imbauan pemerintah.

Baca juga: Warga jalani karantina wilayah di Cilangkap dapat bantuan makanan

"Kasus di Kudus, kita tahu di sana ada ziarah setelah Lebaran di Sunan Muria dan Sunan Kudus, kemudian itu dianggap salah satu yang memicu penularan. Di Bangkalan juga sama, setelah Lebaran masyarakat punya tradisi berkumpul. Ketika berkumpul terjadi interaksi, terjadi risiko penularan," kata Hery.

Penyebab lainnya lanjut dia adalah varian baru COVID-19 yang diduga turut mempercepat penularan.

Dengan PPKM mikro menurut Hery kebijakan mitigasi risiko hingga tingkat RT/RW semakin mudah. Hingga saat ini ada puluhan ribu desa yang membentuk posko.

Posko aktif melaporkan perkembangan kondisi di daerah masing-masing. Efektivitas kebijakan PPKM mikro sudah terlihat sampai pertengahan Mei.

"Sehingga kita dapat data yang lebih valid tentang apa sebenarnya yang terjadi di berbagai daerah. Ketika kita bisa memetakan zona risiko hingga ke RT/RW, tentu saja itu akan semakin baik, kita semakin presisi," katanya.

Selain itu, Hery mengatakan, kebijakan mikro lockdown juga sudah diterapkan beberapa daerah. Misal, satu RT melakukan mikro lockdown karena ada lima keluarga yang terpapar COVID-19.

"Ini terjadi di beberapa daerah. Mikro lockdown sudah dilakukan sebenarnya, tapi skalanya mikro," ujar Hery.

https://www.antaranews.com/berita/22...medium=twitter

profile-picture
profile-picture
profile-picture
indramamoth dan 19 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Klai sol pintar ngomong di sini jagonya. Dan jago cari kambing hitam
Dari dulu sepertinya gak ada langkah jelas
agak susah sih kalau dimari menerapkan apa yang disebut lockdown itu, karena dari dulu udah banyak berseliweran tantangannya apa saja 😬
ini kaya kembali lagi ke diskusi tahun lalu ya gan
karena pemerentah takut perekonomian hancur total kalau di lokdong itu jawabannya malih... penguasa udah 2 periode gak mau sembarangan ambil langkah... mending penduduk gw kena korona daripada ekonomi gw hancur......
eh.......


eh.......
akhirnya lockdown juga nih daerah jawa..
intinya jg harus dipercepat vaksin..negara2 kaya usa yg vaksinnya ud banyak.. cepet nurunin angka positif kok
di kelurahan ane pengajian malem jumat emak-emak masih ada. bahkan lurahnya dateng emoticon-No Hope
Sebenarnya perlu ada lockdown. Hanya saja ada batasannya, yaitu untuk kawasan-kawasan yang masuk zona merah. Jadi bukan langsung satu provinsi di-lockdown, apalagi satu negara. Di luar sana mungkin dulu ada negara yang langsung lockdown karena kondisi mengharuskan akibat persebaran yang luar biasa di sana.

Seandainya kita bisa nurut dan nggak banyak ngeyel, bukan nggak mungkin negara ini lekas bebas dari Covid.
profile-picture
profile-picture
screamo37 dan secer memberi reputasi
mall harus bener lebi ketat..bener diitungin..jgn kaya skrg dikasi2 masuk aja..

kalo bisa tiap hari suruh kasi laporan beserta bukti cctv ke pemda...ama yg masuk didata bener sesuai ktp kaya di singapore kalo mau...
profile-picture
profile-picture
screamo37 dan secer memberi reputasi
Jadi kalo menurut ane yang namanya psbb atau ppkm atau apalah namanya itu adalah lockdown versi lite emoticon-Leh Uga
Sbnrnya bagus sih.. asal bener2 diterapkan yaa
 Satgas jelaskan alasan pemerintah tak terapkan "lockdown"
Gak kan bisa lokdon, gada dananya
Harus ditegasin bner2
Masalahny ppkm ada di pengawasan yg nihil di kawasan zona merah. Tempat ane yg zoma merah aj pd bebas keluar masuk & beraktivitas. Penyemprotan disinfektan cm ala kadarnya, dsb.
Yang berevent seperti event lebaran aja susahnya minta ampun "dikurung" apalagi tingkat nasional emoticon-Ngakak
Lockdown skala besar di sini kayaknua bakal kesulitan juga si yaa...
Temen ane yang dokter aja bilang kok, kalau mau sakit jangan sekarang, sebab rumah sakit sedang gawat2nya... Kasarnya ente mesti bener2 sekarat dulu

Bahkan orang yang positip covid tapi gejalanya ringan mpe sedang aja masih disuruh pulang kok isoman aja....
Pom bensin aja tutup
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di