CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Oh, Jadi ini Akal-akalan Orang Jakarta!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60cf037f9f2c5f2e6960f301/oh-jadi-ini-akal-akalan-orang-jakarta

Oh, Jadi ini Akal-akalan Orang Jakarta!

Oh, Jadi ini Akal-akalan Orang Jakarta!


Baru-baru ini, jagat Twitter di Indonesia diramaikan dengan istilah “akal-akalan orang Jakarta”. Lalu, apa sih sebenarnya yang mendasari warganet luar Jakarta menyebutnya sebagai akal-akalan orang Jakarta? Yuk, kita kulik lebih jauh lagi mengenai istilah ini!
 
1. Awal Mula Istilah “Akal-akalan Orang Jakarta”



Sumber : twitter.com/@closertog0d
 


        Sebenarnya, tidak ada diskusi akademik yang pernah mengangkat isu ini. Awalnya saja berawal dari salah satu platformterkenal di dunia, Twitter. Di sini, orang bebas mengemukakan pendapatnya secara terang-terangan lewat cuitan tanpa mengenal latar belakang si penulis.

         Salah satunya adalah akun dengan nama pengguna @closertog0d yang mengungkapkan keluhannya mengenai adanya standar sosial orang lain dalam berkehidupan bermasyarakat. Masalah keluarga, finansial, percintaan, dan lainnya kerap kali menjadi perbincangan, bahkan di antaranya menjadikannya tolok ukur kebahagiaan. Tolok ukur tersebut kerap kali disesuaikan dengan kehidupan perkotaan yang serba dinamis dan menuntut segalanya agar terlihat sempurna. Salah satu kota yang menjadi standarnya adalah Jakarta. Seperti halnya kota Moskow dengan kota lainnya di Rusia, barangkali dapat dilihat adanya kesenjangan yang signifikan, baik dalam pola pikir, status sosial, dan tentu saja, kondisi finansial.

 

2. Globalisasi Indonesia yang Tersentralisasi

Oh, Jadi ini Akal-akalan Orang Jakarta!


            Di tengah maraknya globalisasi di Indonesia,  kita dapat mengetahui awalnya hal-hal yang berbau “western” datangnya dari Jakarta, entah berupa smartphone  model terbaru, musik, maupun tren fashion terkini. Belum lagi dengan perusahaan-perusahaan besar yang kantor pusatnya berada di Jakarta kian memperparah sentralisasi tersebut.  

            Namun, daerah satelit yang mengelilinginya (Bodetabek) masih terdapat kesenjangan, baik dari segi infrastruktur, fasilitas sosial, maupun ruang publik. Padahal, sebagian besar tenaga kerja yang mengisi kantor-kantor di bilangan SCBD diisi oleh orang luar Jakarta. Dengan begitu, timbul pula kesenjangan sosial luar biasa di dalamnya. Seperti halnya pada berita-berita berikut.

127 Desa di Pandeglang Masih Berstatus Tertinggal (detik.com)
Problem Jalur Parung Panjang yang Tak Kunjung Selesai: Truk Parkir di Bahu Jalan, Kemacetan hingga Paparan Debu Halaman all - Kompas.com
Depok, Desa yang Gagal Menjadi Kota - Tirto.ID
Bapak-bapak di Bekasi Usir Jemaah Karena Pakai Masker, Klaimnya Perlu Diluruskan! | Asumsi

                Begitulah masalah kesenjangan yang masih berfokus pada wilayah sekitar Jakarta saja, belum membahas daerah lainnya di Pulau Jawa, apalagi di luar Pulau Jawa itu sendiri.  
 

3. Kacamata Pendatang Jakarta


Oh, Jadi ini Akal-akalan Orang Jakarta!


                Ketika pendatang Jakarta berusaha untuk mengadaptasi kondisi finansial dan gaya hidup di tengah mahalnya biaya hidup, mungkin terbesit pikiran seperti ini :


Quote:


                Sebenarnya tidak salah dan tidak juga benar. Hidup di perkotaan memang menuntut mobilitas luar biasa yang mendorong orang untuk mencoba hal-hal baru yang mungkin belum pernah ada di kota kelahirannya. Namun, perlu berkaca bahwa kebutuhan hidup jauh lebih penting daripada gaya hidup semata.
 

4. Stereotype dari Jakarta

Oh, Jadi ini Akal-akalan Orang Jakarta!

                Beberapa stereotype muncul dari Jakarta itu sendiri. Seperti halnya merendahkan kaum milenial yang belum punya rumah di usia 30 tahun, atau tentang hubungan toksik. Beberapa dari stereotype tersebut bermanfaat, namun ada juga yang merugikan. Tapi tenang, Jakarta tidak seburuk itu. Tergantung dengan keluarga dan lingkungannya yang membuat orang tersebut berkembang.
 
 
 
 
 


profile-picture
profile-picture
profile-picture
jongkicok dan 9 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Banyak yang percaya kebahagiaan semu macam hedonis ya? emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
serapionIeo dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
penyebab utamanya adalah pemerintah orde lama yang sangat jawasentris dan narsisistik..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawanari92 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
nomer 2 ngena banget sih... rasanya kayak udah siap lepas landas jadi negara maju tapi ternyata pembangunannya belum merata emoticon-Sorry
profile-picture
profile-picture
profile-picture
n.y.a dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Waa gituu yaa
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Trnyta bgtu.sbnarnya cma pmrtaan pmbangunan.klau pmbangunan rata...smua brjlan lncar
Bener sih terlalu sentral di jawa semua dan lebih dominan di jawa bagian barat

Btw LGHDTV+ itu apa???
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
jakarta oh jakarta, kota 1001 drama.. wkwkwk
Pepatah Jawa terbukti : Urip iku sawang-sinawang
profile-picture
profile-picture
darmawanari92 dan n.y.a memberi reputasi
Diubah oleh gondez2011
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ya kebanyakan berita2 di tv juga beritanya org2 jakarta padahal kalo kita keluar lihat di sekeliling kita berbeda 180'
profile-picture
n.y.a memberi reputasi
Tapi emang bener juga gan barang² dari Jakarta bisa murce² banget dibanding dikota ane 😁
Kalau bukan karena gaji di jakarta yang lumayan untuk orang kantoran , temen2 gw juga ogah kerja di jakarta , mending daerah sekitarnya , tapi gaji jakarta sama kota yg tetanggaan lumayan jauh range nya , makanya di bela2in ...
profile-picture
n.y.a memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kalau enggak gr2 gaji dan di saranin orang tua untuk keluar dari jawa tengah untuk lihat dunia aslinya ane juga males.

Entah ya mungkin di pemikiran orang tua itu ibu kota itu gemerlap semua dari sana tapi apa, walaupun dekat dengan ibu kota tapi infrastruktur, pendidikan aja ane rasa mending di jawa tengah.

Setelah ane rasain hidup di tangerang selama 2 tahun sejujurnya males banget
kl hidup terus menerus di sana .... ane rasa enggak deh,

true story bgt itu yang jalan parung panjang.

Jalur sempit tapi traffic dan kendaraan yang lalu lalang pakai jalur itu haduh ...
profile-picture
profile-picture
Gailham dan serapionIeo memberi reputasi
Diubah oleh BachtiarL
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kan sdh ada lagunya...."Siapa suruh datang Jakarta"
Di jaman Pak Harto, urbanisasi itu ditahan habis2an...tapi gubernur skrg malah mengundang
profile-picture
serapionIeo memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Jauh sebelum jaman internet, stereotype Jakarta didukung dari media berita di TV nasional juga.

Ane bisa tau ada berita pencopetan di kampung paling remote di Jakarta Barat dan jadi headline, tapi nggak ada berita yang mengangkat tabrakan kereta di radius 100 km dekat kota ane.

Yah begitulah.
Makanya ogah juga balik ke Jakarta.
Masih enak di Malang punya hehe emoticon-Genit
Diubah oleh artwing
Akal-akalan jakarta, yang benar itu kerja di jakarta bikin stress bgt bgt emoticon-Frown
hidup ini seimbang, ada kesulitan ada kemudahan.

di jkt peluang banyak, mau cari fasilitas lengkap. paling simpel aja: ongkir murah. pernah waktu dines di luar jawa mau beli sesuatu ongkirnya bisa seharga barang.

makanya orang jkt banyak yg bertahan di jkt dengan segala kesemrawutannya.
profile-picture
n.y.a memberi reputasi
ketika gaji berbanding lurus dengan yang harus ente keluarin karena sandang pangan papan disana juga mehong

itulah jekardah

emoticon-Ultah emoticon-Ultah emoticon-Ultah emoticon-Ultah emoticon-Ultah
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Gak enak di jakarta airnya kotor
profile-picture
BachtiarL memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
jakarta itu kota yang penuh dengan persaingan ketat. mulai dari tempat tinggal, kehidupan sosial, ekonomi, bisnis, kesehatan, dll.

kalau mau merantau ke jakarta harus siap modal dan mental.

modal untuk tempat tinggal dan biaya hidup selama mencari penghasilan dan usaha yang tetap di jakarta, mental untuk siap menghadapi kehidupan yang bisa dibilang keras di jakarta.

harus pandai dan mau bergaul dengan siapapun. mengenali dan memahami budaya, tradisi dan adat-istiadat dimana kita bertempat tinggal.

harus mau bekerja apapun asalkan dapat menghasilkan uang dan bisa bertahan hidup serta berkembang di jakarta. jangan gengsi, sok hidup seperti orang kaya tapi makan saja pun tak jelas setiap harinya.


emoticon-Ngakak
profile-picture
n.y.a memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kemarin issuenya 40 tahun harus punya rumah bre, wkwkwkw rame tuh twitter
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di