Kaskus

News

deniswiseAvatar border
TS
deniswise
Firli Bahuri 'Biang Kerok' di KPK? Simak Jejak Kontroversi sang Ketua
Nama Firli Bahuri tengah menjadi sorotan publik, usai tudingan-tudingan negatif tentang Ketua KPK ini mencuat dipermukaan.

Firli Bahuri kerap kali disebut ketika pada punggawa KPK yang tak lulus uji TWK kecewa oleh pimpinan mereka.

Jelas kini membuat nama Firli Bahuri banyak disoroti, kecurigaan publik atas kecurangan di dalam lembaga antirasuah pun tak dipungkiri semakin menjadi.

Sebelumnya Firli Bahuri didapuk tak akan menduduki kursi kepemimpinan di KPK, namun hasil surat suara menyatakan hal yang sebaliknya.

Firli Bahuri dipilih secara aklamasi menjadi ketua KPK periode 2019-2023 oleh Komisi III DPR pada Jumat dini hari 13 September 2019 silam.

Namun, terpilihnya Firli Bahuri menjadi ketua KPK malah membuat para anggota lembaga antirasuah itu kecewa.


Ada apa dengan Firli Bahuri? berikut jejak kontroversi sang ketua KPK yang dikutip Pikiran-Rakyat.com dari berbagai sumber.

1. Pelanggaran Kode Etik


Pada April 2018, Firli Bahuri terpilih menjadi Deputi penindakan di KPK, namun jabatannya itu hanya bertahan selama satu tahun 2 bulan.

Firli Bahuri kembali ditarik Polri ditunjuk sebagai Kapolda Sumatera Selatan pada 19 Juni 2019 silam.

Dua bulan sebelum Firli Bahuri kembali dibawah lembaga Polri, pimpinan KPK sempat meminta pengawas internal untuk memeriksanya atas dugaan pelanggaran kode etik.

Namun belum juga sidang terjadi Firli Bahuri sudah dipindahtugaskan kembali ke Polri dan kasus itu 'dengan sendirinya' dinyatakan selesai.

2. Bocornya OTT KPK

Saat Firli Bahuri menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, beberapa kasus OTT (operasi tangkap tangan) gagal dilakukan.

Dicurigai kebocoran terjadi karena ada orang yang membisikan rencana lembaga antirasuah pada target operasi.

Pada saat itu Firli Bahuri disoroti dan dilaporkan akan adanya pelanggaran kode etik.

Hal ini diungkap oleh para punggawa KPK yang sudah dinonaktifkan.

"OTT terbanyak ada di tahun Pak Firli jadi deputi," ujar Harun, penyelidik KPK.

Hal senada juga disampaikan oleh Hasan penyidik di KPK, bahkan ia mengaku menjadi salah satu orang yang melaporkan kebocoran OTT pada pimpinan.

"Kebocoran di KPK ini paling sering justru pada waktu Pak Firli jadi Deputi," ujarnya, dikutip dari YouTube Wacthdoc yang tayang pada 13 Juni 2021.

Pada saat itu baik penyidik dan penyelidik melaporkan kepada pimpinan KPK ada banyak perkara yang bocor dan gagal dilakukan.

Namun, belum sempat disidang Firli Bahuri ditarik oleh Polri.

3. Menyewa Helikopter

Pada 20 Juni 2020 lalu, tingkah Firli Bahuri jadi sorotan saat dengan sengaja menyewa helikopter untuk keluarganya.

Penyewaan helikopter itu digunakan untuk perjalanan Firli dan keluarganya dari Palembang ke Baturaja dan Baturaja ke Palembang.

Selain itu, Firli juga menyewa helikopter tersebut untuk perjalanan dari Palembang ke Jakarta pada 21 Juni 2020.

Dikabarkan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya, ICW menemukan dugaan Firli Bahuri menerima gratifikasi dalam bentuk diskon biaya sewa.

"Diketahui saat sidang etik yang digelar Dewan Pengawas KPK, Firli mengatakan bahwa total biaya sewa helikopter sebesar Rp30,8 juta," tulis ICW dalam akun Twitternya @antikorupsi pada 3 Juni 2021 lalu.

Namun berdasarkan penelusuran ICW, biaya sewa helikopter jenis yang hampir sama, dan dengan rute perjalanan Firli sebesar Rp172,3 juta sudah dengan pajak.

Sehingga dicurigai adanya pemberian gratifikasi dalam bentuk diskon biaya sewa helikopter senilai Rp141,5 juta.

Pada ssat kasus ini masih hangat terjadi, dewan pengawas (Dewas) meyatakan jika Firli melakukan pelanggaran kode etik dan memberikan sanksi ringan berupa teguran tertulis 2.

4. Pertemuan Firli Bahuri dan Pimpinan PT. Pelindo

Ketua KPK Firli Bahuri terekam sedang bertemu dengan Komisaris PT. Pelindo I, saat perkara perusahaan besar itu sedang ditangani oleh lembaga antirasuah.

Video pertemuan itu diunggah oleh Akademisi Feri Amsari pada 6 Mei 2021 lalu di Twitter pribadinya @feriamsari.

Dalam video itu Firli Bahuri mengajak anak bangsa untuk semangat dan bekomitmen dalam menghapus korupsi di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Feri Amsari pun mengaku ‘bangga’ dengan Firli Bahuri selaku ketua KPK, lantaran menunjukkan akhlak wawasan kebangsaan yang tinggi.

"Beliau dengan lemah lembut dan ikhlas tetap bersilaturahmi dengan berbagai pihak, termasuk dengan komisaris Pelindo meskipun perkara Pelindo sedang ditangani KPK," kicau Feri Amsari.

Ternyata bukan kali ini saja Firli Bahuri kepergok bertemu dengan 'seseorang'. Saat ia masih menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, Firli Bahuri diketahui bertemu dengan beberapa pejabat.

Di antaranya adalah Gubernur NTB TGH Zainul Majdi atau dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) , Wakil Ketua BPK Bahrullah dan dengan ketua umum salah satu partai politik (parpol).

5. Operasi Senyap Sebelum Menjabat

Terpilihnya Firli Bahuri sebagai Ketua KPK menjadi sebuah tamparan hebat bagi para pemerhati lembaga antirasuah.

Bahkan terpilihnya Firli Bahuri menjadi kekecewaan yang cukup berat bagi anggota KPK lainnya.

Sejumlah LSM sempat mengkritik lolosnya Firli Bahuri bahkan saat ia terpilih menjadi salah satu capim KPK.

Saat terpilihnya Firli Bahuri menjadi Ketua KPK kecurigaan atas dugaan adanya operasi senyap atau kesepatakan sebalum voting muncul.

Pasalnya saat itu seluruh anggota komisi III yang berjumlah 56 orang memberikan suaranya untuk Firli Bahuri.

Namun, kecurigaan itu tentu langsung dibantah oleh politisi PDI Perjuangan, Herman Hery.

Menurutnya terpilihnya Firli Bahuri atas dasar demokrasi, anggota Komisi III DPR bebas memilik siapa pun.

"Kalau sesuai yang disampaikan dalam fit and proper test, ya dipilih," kata dia.*

https://www.pikiran-rakyat.com/nasio...rsi-sang-ketua


Diubah oleh deniswise 19-06-2021 16:12
0
994
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan