CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Tradisi Unik Masyarakat Maluku, Menyalakan Damar di Kuburan Pada Malam 27 Ramadhan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60cd4050246ed145be33696b/tradisi-unik-masyarakat-maluku-menyalakan-damar-di-kuburan-pada-malam-27-ramadhan

Tradisi Unik Masyarakat Maluku, Menyalakan Damar di Kuburan Pada Malam 27 Ramadhan

Tradisi Unik Masyarakat Maluku, Menyalakan Damar di Kuburan Pada Malam 27 Ramadhan
Unik dan menarik, masyarakat Maluku memiliki tradisi menyalakan damar atau lilin di kuburan saat malam 27 Ramadhan


Indonesia terdiri atas 34 provinsi dengan banyak suku, bahasa daerah, adat dan kebudayaan, juga tradisi yang beragam. Semua berbaur bersatu padu dalam ke Bhineka Tunggal Ika an, satu kemerdekaan serta satu tujuan yaitu kesejahteraan.

Mempunyai tradisi dan budaya yang beragam tentu sebuah kebanggaan bagi warga masyarakat, sebab dengan banyaknya tradisi dan kebudayaan tersebut kita menjadi lebih berwarna dan kaya.

Membahas perihal tradisi dan kebudayaan kali ini ane akan membahas tentang salah satu tradisi di daerah Maluku dimana tradisi ini dapat dikatakan tergolong unik dan jarang ditemui di daerah lain GanSis.
Bahkan mungkin Agan dan Sista pun juga baru tahu bahwa ada tradisi unik seperti ini di Negara kita Indonesia.


Tradisi Unik Masyarakat Maluku, Menyalakan Damar di Kuburan Pada Malam 27 Ramadhan
sumber gambar

Tradisi Bakar Damar, adalah tradisi dari masyarakat di Maluku yang dilaksanakan pada malam 27 Ramadhan yaitu saat malam Lailatul Qadar.
Masyarakat Maluku mempercayai bahwa pada malam Lailatul Qadar ini pintu rahmat tidak hanya dibuka dan diperuntukkan bagi manusia yang masih hidup, namun juga bagi mereka yang telah meninggal dunia dan berada di alam kubur, sebab itulah masyarakat datang ke kuburan untuk menyalakan damar atau lilin dan berdoa untuk ahli kubur.

Tradisi malam 27 ramadhan pun tidak hanya berhenti di situ, setelah ikut prosesi doa bersama dan membakar damar di kuburan anak-anak juga akan melakukan pawai obor keliling kampung untuk kemudian berhenti di musholla atau masjid untuk melakukan ibadah sembahyang isya', tarawih dan tadarus Al-Qur'an.


Tradisi Unik Masyarakat Maluku, Menyalakan Damar di Kuburan Pada Malam 27 Ramadhan


Tentu saja tradisi ini sangat erat dengan nilai keluhuran ya GanSis, bukan musrik apa lagi syirik sebab mereka tidak menyekutukan Allah dalam tradisi ini, mereka berdoa kepada Allah untuk mengharapkan rahmat-Nya tidak hanya untuk mereka yang masih hidup namun juga untuk mereka yang telah meninggal dunia.

Pastinya tradisi bakar damar di makam ini sangat patut untuk dilestarikan GanSis, sebab tradisi ini mengajarkan kepada mereka yang masih hidup bahwa ada orang tua dan sanak saudara yang pernah ada dan mereka mengharap doa dari yang masih hidup untuk keringanan dosa.

Mungkin Agan dan Sista ada yang penasaran dengan tradisi bakar damar di kuburan malam 27 ramadhan tersebut?
Lihat videonya di bawah ini!


Spoiler for Bakar Damar di Kuburan:


Melihat tradisi unik ini mungkin banyak orang yang alergi dan menganggap bahwa tradisi ini musrik atau syirik GanSis, namun sebenarnya letak syirik atau musrik bukan terdapat pada kegiatan atau aktivitas melainkan terdapat pada niat.

Jika sesuatu hal dilakukan dengan niat untuk beribadah, meminta, dan mengharapkan ridho dari Allah dengan sebuah cara yang tidak menyalahi aturan maka hal tersebut bukan kegiatan syirik atau musrik, namun sering kali istilah musrik dan syirik disalah artikan karena kurangnya pemahaman akan mudah dan indahnya beragama.


Tradisi Unik Masyarakat Maluku, Menyalakan Damar di Kuburan Pada Malam 27 Ramadhan


Seperti itulah GanSis penjelasan singkat perihal video viral yang memperlihatkan pembakaran damar di kuburan pada malam 27 ramadhan.
Mudah-mudahan thread ini dapat menambah wawasan serta informasi bagi Agan dan Sista semua.

Terima kasih telas singgah, dan sampai jumpa di thread ane yang lain.


Tradisi Unik Masyarakat Maluku, Menyalakan Damar di Kuburan Pada Malam 27 Ramadhan

Penulis: @masnukho©2021
Narasi: Ulasan pribadi
Sumber gambar & referensi
1, 2, 3
profile-picture
profile-picture
profile-picture
archangela13 dan 8 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
emoticon-Matabelo wah tradisinya unik ya
profile-picture
fias17 memberi reputasi
emoticon-2 Jempol patut dilestarikan nih
profile-picture
profile-picture
Gurke dan fias17 memberi reputasi
Wah unik ya, ini harus di lestarikan jangan sampai generasi berikutnya hanya dapat ceritanya saja
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
wah baru tau ada tradisi ini, kuburannya jadi terang yaa..
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bagus sih bisa buat ajang instropeksi juga kalau ujungnya semua bakal ke situ
profile-picture
masnukho memberi reputasi
nanti dikatain bid'ah g ya? emoticon-Ngakak
profile-picture
masnukho memberi reputasi
sabodo ama kalo dikatain syirik. ini adalah tradisi kita !!!

kayak lockdown, kita punya tradisi yang mirip dan bisa diterapkan: Nyepi ! Kalo kita nyepi selama 1 bulan, bakal ngga ada covid.

emoticon-Traveller
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Persis seperti tradisi yg ada d kampung ayah saya.
Tepatnya di desa pelauw - pulau Haruku
Negeri Hatuhaha emoticon-Matabelo
Ada jg tradisi unik di sana seperti tari tenun dan cakalele sperti d blog saya

Tari tenun dan Cakalele adat Matasiri
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Diubah oleh adhityayodha
Quote:

emoticon-Matabelo bener gan, bagus banget emang

Quote:

emoticon-Ngakak udah biasa itu mah, kaum kang ngatain

Quote:

emoticon-Jempol bener banget, sayang masyarakat tuh kurang paham

Quote:

emoticon-Matabelo daerah mana itu gan kok baru denger ya
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Boleh si tapi ya inget mboh pake masker, jaga jarak juga. Apalagi 27 ramadhan itukan mau Pada mudik, ntar bawa - bawa covid lagi ke kota lain kan gak lucu.
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
...Mempunyai tradisi dan budaya yang beragam tentu sebuah kebanggaan bagi warga masyarakat, sebab dengan banyaknya tradisi dan kebudayaan tersebut kita menjadi lebih berwarna dan kaya....

Kekayaan tradisi dan budaya itu bagi orang berakal mah luar biasa itu. Sebaliknya pasti anggap hal tersebut syirik lah ini itulah, ane mah vonis tuh orang beranggapan begitu karena akalnya ga sehat atau udah kosong karena suka dijambak rambut nya sampe keTarik tuh otak nya.
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Quote:

emoticon-Jempol iya gan

Quote:

emoticon-Matabelo iya gan, padahal malah keren ya semakin banyak semakin beragam dan berwarna
Itu maluku sebelah mana gan?? Ternate, tidore, seram, buru, morotai, ambon, halmahera, sulu? Maluku pulaunya banyak gan, kadang beda pulau beda adat istiadat pulaemoticon-Ngakak
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Diubah oleh rubah007
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Nunggu kadrun bilang ini haram,sesat,bid'ah,kafir emoticon-Malu
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Tradisi tiada henti. Tradisi semakin di depan. Tradisi Satu Hati
profile-picture
masnukho memberi reputasi
emoticon-Matabelo
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Tergantung liat dari sudut pandang mana. Menurut ane kalo dilakukan untuk niat baik sih gak masalah. Lagian juga pake itungan kalender islam loh emoticon-Matabelo
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Quote:

emoticon-Jempol keren harus dilestarikan

Quote:

emoticon-Matabelo kenapa gan

Quote:

emoticon-Matabelo iya gan, dan gak ada salahnya karena emang masyarakat setempat bersih-bersih makam dan memberikan penerangan, plus berdoa bersama
2021 harusnya dah pake LED warna warni masih dapet kan esensinya dan lebih amanemoticon-I Love Indonesia
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di