CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Hancur-hancuran Produsen Sepatu Bata hingga Tutup Puluhan Toko & PHK Karyawan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60cbde9468cada5f73752b83/hancur-hancuran-produsen-sepatu-bata-hingga-tutup-puluhan-toko-amp-phk-karyawan

Hancur-hancuran Produsen Sepatu Bata hingga Tutup Puluhan Toko & PHK Karyawan

Hancur-hancuran Produsen Sepatu Bata hingga Tutup Puluhan Toko dan PHK Karyawan: Karena Tidak Menguntungkan

 Hancur-hancuran Produsen Sepatu Bata hingga Tutup Puluhan Toko & PHK Karyawan

Produsen sandang PT Sepatu Bata Tbk (BATA) menyatakan jika kondisi pandemi COVID-19 membawa dampak tersendiri terhadap kegiatan usaha perseroan. Hal tersebut kemudian membawa imbas terhadap langkah efisiensi yang ditempuh.

Direktur Sepatu Bata, Hatta Tutuko mengatakan setidaknya perusahaan telah menutup 50 toko yang tersebar di berbagai lokasi.

“Kalau tidak profitable kita tutup,” ujarnya secara daring saat paparan kinerja tahun buku 2020 pada Rabu, 17 Juni.

Hatta menambahkan, penutupan sejumlah gerai penjualan tersebut kemudian membawa konsekuensi terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK). Meski demikian, dia mengklaim jika perusahaan tidak melakukan aksi PHK besar-besaran atas penutupan toko tersebut.

“Kami tidak PHK besar-besaran, kalau (karyawan) habis kontrak tidak diperpanjang. Kalaupun PHK jumlahnya tidak banyak,” katanya.

Sebagai informasi, hingga akhir Mei 2021 korporasi multinasional asal Cekoslovakia itu disebutkan memiliki 460 gerai di seluruh Indonesia.

Adapun dari sisi kinerja, pada sepanjang 2020 Bata tercatat membukukan rugi bersih sebesar Rp177,76 miliar. Capaian itu berbanding terbalik dengan perolehan 2019 yang disebut mendapat laba Rp23,44 miliar.

Amblasnya profitabilitas entitas usaha berkode saham BATA itu tidak lepas dari menurunnya penjualan dari sebelumnya Rp931,27 pada 2019 menjadi Rp459,58 miliar pada 2020.

Secara porsi, pasar domestik masih menjadi market utama dengan bukuan penjualan Rp456,67 miliar dan ekspor Rp2,9 miliar pada tahun lalu.

Ditenggarai, lesunya kegiatan bisnis BATA tidak lepas dari tekanan pandemi yang mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat.

“Ke depan kami akan terus memanfaatkan saluran online guna meningkatkan kapasitas penjualan produk perusahaan,” tutup Hatta.

link

“Kami tidak PHK besar-besaran, kalau (karyawan) habis kontrak tidak diperpanjang. Kalaupun PHK jumlahnya tidak banyak,” katanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
koi7 dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kaskus.infoforum
Halaman 1 dari 3
biasa pergantian tahun ajaran baru sama lebaran panen dah 2 tahun ini ambyar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
prince6sky dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
bisnis sandang itu paling parah kena hantam


padahal masuk bisnis padat karya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeenanju18 dan 3 lainnya memberi reputasi
Cuma mau bilang sama produk satu ini
Model biasa saja, harganya emoticon-Gila
profile-picture
profile-picture
profile-picture
xperyod dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 18 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 18 balasan
Bukan cuma karena pandemi, tapi juga krn kalah bersaing dengan brand lokal baik dari harga maupun dari segi model dan kualitas. Sekarang selain medsos ada banyak market place sehingga mudah memasarkan produk.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan 3 lainnya memberi reputasi
model biasa standar tapi buat kualitas ane acungin jempol
sepatu formal ane pake ini awet dari jaman sebelum pandemi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
db84x3 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
Makin lama pandemi, makin banyak yg bangkrut

Yuk mudik lagi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dewars12yo dan 2 lainnya memberi reputasi
pertama karena covid, banyak mall sepi.
kedua, karena tergolong mahal juga menurut masyarakat.
profile-picture
profile-picture
secer dan knoopy memberi reputasi
Kasian produsen sepatu,,
Karena gak ke kantor dan jarang keluar rumah, saya juga gak beli sepatu,, sepatu lama masih bagus.
Udah 3 tahun lebih gak beli sepatu,,
Semoga corona segera berakhir dan orang banyak beraktivitas di luar lagi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan 5 lainnya memberi reputasi
Kualitas agak jelek.
emoticon-Leh Uga
Baru tau Bata dari Ceko. Eiger dulu kira merek asing, gak taunya asli lokal.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Dulu Bata harganya murah meriah. Sekarang mahal bingit.
Dulu mo beli sandal Bata cukup nabung uang jajan sebentar dah bisa beli tuh sandal.
Lha sekarang pakai duit gajian juga mikir2 mo beli sepatu Bata. Mahal.
Bahkan model2 lawaspun sekarang jadi mahal.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 5 lainnya memberi reputasi
Bata ternyata merk czech republic
emoticon-Ngakak
Ane udh lama ga beli sepatu karena dari rumah pakai sendal, sampe tempat kerja baru pakai sepatu biar awet emoticon-Ngakak
profile-picture
renodixx memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Model nya gitu2 aja kurang ngikuti trend jaman sekarang, kalo mau laku ikutilah trend jaman sekarang biar di beli sama bocah alay
profile-picture
secer memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
sekolah libur setahun lebih. jelas gak butuh sepatu buat sekolah. kalau sepatu buat gaul juga bukan bata
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kualitas BATA yg sekarang beda sama yg dulu....

sejak SD ane penggemar merk bata...gara2 habis dibeliin sama bokap terus ilang pas dibawa main...habis itu kaya obsesib sama Bata...beli sandal atau sepatu prioritas utama pasti Bata...sampai ane dewasa dan bahkan setelah menikah pun ane beli Bata buat couple...

tapi justru itu titik baliknya..pas masih single beli bata udah ngerasa kualitas makin menurun & cepet bgt rusak..insol mudah hancur..sol gampang retak/patah...cuma krn merk kaporit ya tetep beli aja..masih tetep ngefans, nah waktu beliin buat istri...baru itungan bulan dan jarang dipake udah rusak sandalnya..kecewa lah ya..secara penganten baru, niat nyenengin istri malah dapet pengalaman ga menyenangkan....habis itu udah putus tuntas..tas..gak beli merk ini lagi....emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zenzeiokta dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Disinilah untungnya pake karyawan kontrak, tapi sebaiknya yg di kontrak yg pendidikan dan keahliannya tinggi... kan mereka gampang cari lagi.... kalo yg sulit itu karyawan yg non skill dan minim keahlian, mau nyari kerja dimana lagi??? Gaji kecil tabungan ga punya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aluwungs dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
gue pikir sepatu merk ini itu asli indo dari cirebon eh gak taunya punya luar negeri aseng asong emoticon-Big Grin
bukannya emang belakangan Bata, ngalamin penurunan, bahkan sebelum pandemi

Bata dari dulu emang terkenal modelnya gak cakep tapi kualitas jangan tanya deh 👍👍
tapi sekarang kualitasnya jg gak sehebat dulu + modelnya 😭
Hmm sayang banget padahal Bata punya sejarah yg cukup panjang sampai pernah 'terpaksa' harus bekerja di bawah Fascist Italia dan Nazi Jerman saat Republik Ceko (dlu Ceko-Slovakia) diduduki

http://www.catchnews.com/life-society-news/dealing-with-mussolini-supporting-nazism-a-look-into-bata-s-dark-history-1477924413.html

***

Meskipun model Sepatu Bata banyakan classic look gtu tp durability nya gokil.. Sepatu Bata gw yg dlu Lem nya nggk pernah copot & sol nya nggk robek.. makanya kl nyari Sepatu Formal selain Brand Bata gw mesti riset dlu kualitas nya.. nggk semua Brand (apalagi Brand Lokal) punya standard seperti Bata
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di