CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
COVID Melonjak, Kemdikbudristek: Sekolah Tatap Muka Tetap Juli
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60ca81fe26aaaa3a7c7f5421/covid-melonjak-kemdikbudristek-sekolah-tatap-muka-tetap-juli

COVID Melonjak, Kemdikbudristek: Sekolah Tatap Muka Tetap Juli

Jakarta - Pembelajaran tatap muka (PTM) Juli nanti tetap dilaksanakan walaupun terdapat lonjakan kasus COVID-19 di beberapa daerah. Menurut Sri Wahyuningsih, Dirut SD Kemendikbudristek, pihaknya telah melakukan survei mengenai pelaksanaan sekolah tatap muka.

"Hasil survei tersebut menyebutkan bahwa 78,3% sekolah sudah melaksanakan PTM, 80,4% kepala sekolah dan komite sepakat PTM, 57,8 % sekolah melaksanakan PTM di luar sekolah, dan 42,2% tidak melaksanakan PTM di luar sekolah," kata Sri dalam webinar Bersiap Sekolah Tatap Muka Terbatas di YouTube, Rabu (16/6/2021).

Sri menjelaskan, anak-anak sudah jenuh melakukan Belajar dari Rumah (BDR). Ia juga menyebutkan bahwa dari 149.000 sekolah memiliki persoalan tidak semuanya bisa melaksanakan BDR.

"Kami melakukan pendataan ke 50 ribu sekolah di Indonesia yang ada dan 78% sudah melaksanakan PTM. Sudah satu tahun lebih melaksanakan BDR bahkan ujian nasional ditiadakan, dana BOS juga diturunkan untuk mempersiapkan fasilitas kebersihan di sekolah seperti sanitasi, dan lain sebagainya," ujar Sri.

Selain itu, survei juga dilakukan kepada siswa dan siswi bahkan dari hasil survey ditemukan anak-anak yang jenuh belajar di rumah, mengeluh capek, susah berkomunikasi, banyak sekali persoalan yang dihadapi.

"PTM harus dimulai karena sudah cukup lama belajar di rumah. Banyak hal yang harus diantisipasi saat BDR yaitu learning loss dan penguatan pendidikan karakter yang lemah," jelas Sri.

"PTM terbatas perlu diakselerasi dengan tetap menjalankan prokes, vaksinasi tendik di satuan pendidikan, blended learning. Orang tua dapat memilih anaknya untuk mengikuti PTM atau melaksanakan BDR," tambah Sri.

Sri juga menekankan kepada orang tua juga harus memahami konsekuensi dari apa yang dipilihnya. Ia juga berpesan agar satuan pendidikan wajib memenuhi beberapa hal.

Sekolah wajib memenuhi daftar periksa, mulai dari fasilitas sanitasi karena ada beberapa sekolah yang tidak memiliki fasilitas yang kurang lengkap, menetapkan kapasitas dalam kelas, dan membentuk satgas, serta memiliki layanan kesehatan.

"Sekolah wajib melakukan pendataan dalam lokasi aman, zona merah tidak boleh. PTM terbatas harus dikombinasikan PJJ. PTM terbatas diikuti oleh sebagian peserta dan dilakukan shifting. Orang tua juga wajib memberikan izin tertulis untuk anaknya bersekolah, pemerintah dalam lingkup pusat, daerah, wilayah hingga Kemenag wajib melakukan pengawasan," papar Sri.

Sementara itu, kurikulum saat PTM dapat menggunakan kurikulum khusus. Ia menjelaskan kurikulum khusus adalah penyederhanaan materi sekolah yang hanya berfokus pada capaian kompetisi dasar yang esensial, seperti di kelas rendah mengkolaborasikan bermain dan belajar.

"Mari siapkan PTM terbatas dengan penuh kehati-hatian dan keyakinan. Sehingga lost learning dapat ditekan sedini mungkin," tutup Sri.

https://www.detik.com/edu/sekolah/d-...aksanakan-juli

ketika covid agak melandai, masih bisa diterima mulai mikir tatap muka. tapi ketika covid jelas2 meledak dengan varian yang jauh lebih menular dan lebih mematikan tetap memaksakan tatap muka atas nama survey? emoticon-Gila emoticon-Gila emoticon-Gila

uda jelas siapa harus disalahkan ketika banyak sekolah jadi klaster...
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Hasil surveynya bnr, tapi klo solusinya harus PTM ya siap2 pemerintah lagi yg disalahin. emoticon-Wakaka

Belajar online sebenarnya bisa menghasilkan, tapi gak semua guru bisa menghasilkan materi yg bagus dan enak untuk diajarkan secara online, guru2 yg tua dan gaptek juga kesulitan mengajar online, guru2 ini juga sama nyalahin mendikbud krn pengajaran online dan mereka lebih milih PTM daripada pengajaran online, selain org tua murid yg nyalahin krn pemerintah ngotot PTM di masa covid-19 yg menggila kaya sekarang emoticon-Wakaka
profile-picture
galbadia memberi reputasi
Lihat 16 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 16 balasan
Yg bikin sekolah online gagal ialah guru2 tdk mengajar sesuai jadwal tiap hari..ngajar sekena nya saja, blom tentu juga ada pengajaran online tiap hari..paling2 disuruh liat tv program pembelajaran dari pemerintah..lahhhemoticon-Malu (S)
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
iya, dah kelamaan libur emoticon-Malu
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Kalo disebutin bulan Juli, yang heboh sebetulnya bukan kementerian pendidikan aja ...
Itu orang jual sepatu, tas buku ..., juga ikut heboh pula. emoticon-Big Grin
Tapi yang sibuk lagi adalah kementerian ketenaga kerjaan-perindustrian, ekonomi, kepolisian (terkait kemungkinan munculnya bibit-bibit kriminal baru, dengan pikiran yang masih fresh dan hasrat-libido besar, diperlengkapi dengan ilmu pengetahuan "terbaru"), dan catatan sipil atau KUA (emoticon-Big Grin) kayaknya.
'Ngurus hasil lulusan ...

profile-picture
andrimardi memberi reputasi
Mending hasil survey dari 78% sekolah yang sudah melaksanakan PTM berapa banyak yang akhirnya d tutup karena infeksi Covid baik guru atau murid...

Nanti biar masyarakat yang menilai sendiri sesuai data yang ada...

emoticon-Big Grin
Tidak semudah yang mbak bacotkan, pelaksanaan nya, sekolah tatap muka.
Fakta dilapangan dan logika mbah beda.
serba salah . sekolah online sama dengan tugas online , guru sakarepe dewe , murid2nya juga makin gak terkendali . sekolah tatap muka dengan kondisi begini , ya resiko penularan nya tinggi . emoticon-Ngacir
anak usia sekolah mau disuruh disiplin... my ass...

yang gede aja ga bisa diatur, apalagi yang muda...


inget, yang muda niru yang tua...
yang tua aja sebodo amat...

ditunggu ledakan kasus positif di akhir juli / awal agustus kalo beneran jadi tatap muka bulan juli...


emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
galbadia dan belial memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
LEGAL MASS GENOCIDE emoticon-Smilie
Diubah oleh garren007
Yg ribut & ribet sebenernya :

1. Kang seragam
2. Kang buku
3. Kang anter jemput
4. Kang kantin
5. Kang atk

Semua kang kang itu ya masi sodaranya pejabat kementrian pendidikan

emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka
Quote:


nah, bener....di pekalongan ada kluster sekolah karena guru yang positif tetap memaksakan diri masuk tanpa melapor gara2 takut kehilangan uang harian...37 guru di sekolah tertular karena ini orang...

Quote:


emoticon-Angkat Beer

Quote:


bener emoticon-Ngakak
Sekolah wajib melakukan pendataan dalam lokasi aman, zona merah tidak boleh. PTM terbatas harus dikombinasikan PJJ. PTM terbatas diikuti oleh sebagian peserta dan dilakukan shifting. Orang tua juga wajib memberikan izin tertulis untuk anaknya bersekolah, pemerintah dalam lingkup pusat, daerah, wilayah hingga Kemenag wajib melakukan pengawasan," papar Sri.

ya udah bener kok....knp pd protes ya...

kl zona merah ya ngga boleh...kecuali seluruh indo zona merah...protes dah tuh
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Gak jelas,
Udah, pjj dulu aja sampe semua siap.
D Sumedang PTM gak jadi, semua tetap pjj, karena covid malah naik di sini.
Kemana logikanya coba?
Ini kasus lagi naik2nya
Maksa buka sekolah tatap muka
Juga kemaren2 tempat wisata malah buka
Kamvrettttt
Katanya mau ceoat selesai
Lah ini mh malah gak konsisten
emoticon-Najisemoticon-Leh Uga


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di