CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Desainer Canva Bakal Gantikan Graphic Designer Konvensional?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60c9a244325e3923a2723420/desainer-canva-bakal-gantikan-graphic-designer-konvensional

Desainer Canva Bakal Gantikan Graphic Designer Konvensional?

Desainer Canva Bakal Gantikan Graphic Designer Konvensional?
Photo: Wikipedia


Kehadiran platform pengolah gambar asal Australia, Canva, memang bikin banyak graphic designer kepalanya pusing.

Gimana engga, banyak orang yang udah "gak butuh" jasa graphic design konvensional untuk menangani masalah perdesignan duniawi, baik itu kelas ukm hingga corporate sekali pun.

Pengalaman ts sebagai graphic designer yang udah menjajahi dunia design selama lebih dari lima tahun, memang Canva adalah bentuk epic comeback dari orang-orang suka nawar harga design dengan harga keluarga kandung.

Bayangin aja, di era sebelum Canva menyerang, untuk bikin logo kelas UKM aja seorang graphic designer bisa mendapatkan Rp100 ribu (termurah) hingga 1 juta rupiah.

Bikin Instagram post, bisa mengantongi Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per postingannya.

Angka yang lumayan bukan?
Tentu!

Tapi sayangnya, value itu bagai awan yang tertiup angin, bagai air jatuh ke tanah, dan bagai garem nyemplung ke sayur sop.

Hilang begitu aja...

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah designer Canva bisa menggantikan graphic designer konvensional?

Desainer Canva Bakal Gantikan Graphic Designer Konvensional?
Photo: Memezila



Menurut ts, hal ini masih jauh dari kata 'bisa'. Kenapa demikian? Memang Canva menyediakan jutaan aset yang keren dan gampang untuk digunakan, bahkan bagi mereka yang gak punya skill desain sama sekali.

Tapi bukan itu yang menjadi andalan untuk bisa membuat sebuah desain yang apik.

Untuk membuat sebuah desain yang masuk dalam golongan 'layak tayang', diperlukan banyak faktor, salah satunya adalah taste design dari seorang graphic designer.

Kamu pernah liat design dengan kombinasi warna yang bikin mata kamu sakit?
Atau design dengan komposisi demo 98 alias berantakan banget?

Itu adalah gambaran bagaimana seseorang men-design tanpa adanya feeling dan taste dalam mendesign.

Selain itu, faktor software pun juga berpengaruh besar. Ketika seorang graphic designer konvensional mendesign secara manual dengan Photoshop atau Illustrator, mereka bebas membuat apapun tanpa batas (tergantu kebutuhan dan kemampuan).

Tapi memang bener-bener TANPA BATAS.

Berbeda dengan desainer Canva yang cenderung bergantung pada aset yang tersedia di Canva, sisanya sih ya tinggal kreatifitasnya aja yang dikembangkan agar designnya lebih variatif.

Dua faktor itu lah yang menurut ts gak bisa digantikan oleh Canva.

Pastinya buat GanSis yang juga menggeluti dunia design konvensional pastinya setuju akan hal ini, bukan?

Terus kalau kamu bertanya, "Berarti Canva jelek dong?"
Jawabannya, engga sama sekali!

Canva platform yang menurut ts sangat amat membantu banyak orang dalam perihal design graphic.

Khususnya, bagi mereka yang butuh design tapi gak bisa membeli jasa graphic design konvensional. Baik untuk keperluan pribadi maupun komersil.

Bahkan, saat ini banyak banget konten-konten di Instagram yang dibuat dengan bermodalkan design di Canva.

Postingan jualan, akun informatif hingga akun receh pun banyak yang menggunakan Canva untuk konten mereka. Terlebih lagi, akun yang membutuhkan template Instagram untuk akunnya.

Anyway, ts pernah bikin tutorial bikin template Instagram di Canva yang mungkin kamu bisa cobain!
Linknya di sini ya!

Kesimpulannya, meski dua-duanya ada di ranah yang sama, yaitu design, kedua desainer yang beda platform ini tetap akan punya marketnya masing-masing.

Seorang graphic designer konvensional, gak mungkin nurunin harga ke harga keluarga kandung. So, kamu bisa sikat projek yang memang "Ada harga, ada kualitas".

Seorang desainer Canva, kamu bisa memanfaatkan Canva yang bisa kamu nikmati secara cuma-cuma, gak perlu deh nawar-nawar graphic designer konvensional dengan harga keluarga kandung.

Is it fair enough?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
toinxx08 dan 34 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Aset di canva premium juga harus bayar juga. Dan yang lebih penting aset aset template tersebut juga bikinan desainer profesional.

Menurut ane sih profesi desainer aman untuk 1 dekade kedepan. Terutama desainer bidang tertentu semacam logo, desain produk, clothing atau album art. Tapi kalau di masa depan setiap orang punya skill desain yasudah persaingan makin sengit aja.

emoticon-Sundul Up
profile-picture
profile-picture
profile-picture
atarack dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Ane aja klau desain pkai canva, tepatnya pkai pnya tman yg punya template canva..tnggal ganti tulisan jadi deh..

Pkai corel, nda terlalu pintar
profile-picture
a.w.a.w.a.w memberi reputasi
Tapi kayanya canva gak sedetail software desain lainnya gan
profile-picture
iskrim memberi reputasi
Canva to the rescuee deh wkwkkw
ogut punya pengalaman 10 tahun sebagai graphic designer.

mnurut ogut canva,freepik dll di mata seorang pro hanya referensi semata
di mix antra skill dan visual referensi tsb.

canva dll tidak akan mampu menggantikan seorang graphic designer officer krna setiap org berbeda-beda ketika menilai taste design dan 98% subjektif tergantung kemampuan visual masing2.
contoh 1 design yg dibuat dgn 3 opsional
ketika bos/klien memilih 1 dri 3 design tsb maka 98% penilaian subjektif bsa jdi mrka menilai krna suka krna color dll.

tdk ada yg perlu di khawatirkan
Seorang graphic designer masih mampu bertahan sampai 2-3 dekade.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
atarack dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ane pake canva, pake corel juga, pake photoshop juga, tergantung mana yang diperlukan
Man behind the gun
profile-picture
profile-picture
profile-picture
devi.jon dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh adhiet6
Post ini telah dihapus oleh KS06
Ane lumayan suka sih sama Canva, tapi agak pusing
Canva kan pake template.
Kalau buat dokumen sederhana atau post sosmed sih ok2 aja.
Tapi kalo pake desain untuk brand atau komersial kayaknya belum pas deh buat gantiin.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.w.a.w.a.w dan 3 lainnya memberi reputasi
Belon liat ana gan, coba tar ana lokit lokit dahulu emoticon-Shakehand2
Canva klo untuk template ya oke lah , klo untuk design dan gradasi sepertinya butuh touch deep lagi
Pakai template itu gak profesional, kelihatan sama dengan Orang lain dan enggak aja gitu. Sementara kalau design sendiri atau nyuruh Designer kan jauh lebih oke.
profile-picture
iskrim memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Nanya sendiri jawab sendiri
profile-picture
Mandalorian memberi reputasi
canva emang keren si, ane bikin design kaos(cuma text aja si), cv, kartu nama, opening video , thumbnail, logo online shop semua di canva emoticon-Ngakak
Canva dan software desain grafis lainnya tu cuma alat. Yg menentukan ya man behind the gunnya. Ane rasa tergantung taste desainer ya emoticon-Matabelo
profile-picture
iskrim memberi reputasi
nilai design itu bukan dari tampilan tapi konsep yg paling penting
kalau cari kualitas emang bagusnya custom sih (sewa desainer yang memang bener2x custom value-nya spesifik bisnisnya klien)

tapi kalau pebisnis baru mulai bin kantong pas-pasan canva itu solusi emoticon-Leh Uga
profile-picture
iskrim memberi reputasi
Utk org awam dibidang desain grafis, canva sgt membantu
profile-picture
iskrim memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Pernah denger soal canva ane, tapi belom pernah cobaim
profile-picture
ricrich96 memberi reputasi
Gw mah tipe donwload di freepik ganti tulisan sama maen warna. Hanya sebatas itu
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di