CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Cerita Waras (untold story)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60c35482a5d631274a00b962/cerita-waras-untold-story

Cerita Waras (untold story)

Setelah sekian lama vakum dalam dunia perceritaan, aku kembali terniat ingin berbagi cerita dan kisah hidupku.

Sebenarnya sebelum ini aku sudah pernah membuat sebuah cerita di sini. Tapi sepertinya aku tidak bisa untuk melanjutkan cerita tersebut. Maaf ya.

Jika seandainya tulisanku ini kurang menarik. Harap maklum ya gan, aku cuma lulusan TSM (teknik sepeda motor).

Tapi aku akan mencoba menyampaikan kisah ini semaksimal mungkin.

Jangan berharap ada hal menarik dari kisah ini, karena ini hanya perjalanan hidupku. Aku hanya menceritakan apa adanya saja.

Status : On going
Update setiap hari

Cerita Waras (untold story)


Quote:


Spoiler for Q&A:


Spoiler for INDEX:


Quote:

Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dims090 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24
Halaman 1 dari 5

Chapter 1 : This is the beginning!

Cerita ini berawal pada tahun 2012.

 Karena terlalu sering kecewa, diputusin, dan diselingkuhin. Aku mulai menutup hati, tidak peduli lagi dengan apa itu cinta. Sampai suatu hari, temanku mengenalkan pada seseorang, tidak dua orang kenalannya.. Yaitu dua gadis cantik, yups mereka kembar.

 Temanku ini, sebut saja namanya Galang. Dia lebih dulu mengenal mereka berdua, namun masih malu-malu untuk berjumpa secara langsung, atau main ke rumah mereka..

 "Rul, nanti malam kita ke rumah kenalanku ya. Si Kembar, mau engga? " Satu sms masuk dari Garang

 "Boleh, aku juga lagi gabut" balasku.

 "Oke ntar malam, jemput gw di rumah ya"

 "Siap" kirim

***

 Malam itu, kami berdua mencoba main ke rumah kenalan teman ku ini, si cewek kembar. Dan singkat cerita.. Kita ketemu.

 Perkenalan pun dimulai..

 Ayunda dan Ananda.. Itulah nama mereka. Kita mulai ngobrol berempat, saling bercanda dan saling bertukar kontak dan sosmed.

 Aku mungkin terlihat cuek, dan tidak ingin begitu akrab dengan Si Kembar ini. Tapi, Ayunda. Dia sepertinya mulai sering berkomentar dan berinteraksi denganku di sosmed. Kita saling balas komen, dan chatingan.

 Sebenarnya, temenku si Galang ini. Tertarik juga sama ayunda. Naksir lah intinya. Tapi malu mau bilang, insecure gitu. Aku juga kadang engga enak, karena Ayunda terlalu sering chat dan komen status ku.

 Bagaimana dengan Ananda? Dia sudah punya pacar ternyata. Dan yang jomblo hanya Ayunda saja. Katanya sih jomblo, ga tau juga. Bodoamat lah.. Tiba pada suatu hari, Ayunda mengajakku ketemuan. Kita jalan-jalan sore, pakai motor bapaknya. Haha

***

 Berawal dari jalan-jalan sore, kita sampai berlanjut ke jalan-jalan malam. Cieee..

Bersambung...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
g3nk_24 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 2 : Mendadak jadian

 Ayunda, gadis remaja 18tahun dengan tinggi 159 cm, memiliki paras yang ayu seperti namanya, dan body yang montok. Aw

 Tak jarang pandanganku selalu tertumpu pada bentuk bokongnya yang montok itu.

"waw, gede juga" batinku.. haha

 Seminggu perkenalan, saling cerita, saling chatingan di sosmed. Tibalah suatu malam, aku diajak main ke rumahnya.

Malam mingguan sobat.

 Jiwa jombloku yang sudah lama kelaparan dalam kesunyian ini pun meronta-ronta, berjingkrak-jingkrak saking senangnya. Akhirnya bisa bawa cewek cantik jalan-jalan.. Hihi


 Singkat cerita, kitapun jalan bareng.

 Meskipun masih canggung, tapi kita mulai larut dalam indahnya malam minggu. Awal berangkat duduknya jauh-jauhan, pas pulangnya makin tambah deket aja. Sampai spion lembut itu sesekali menabrak punggungku yang gagah ini..

 Malam sudah larut, jam sudah menunjukkan waktu bergantinya hari. Namun kita masih mengobrol di kursi, berdua di teras rumah. Dengan susana malam yang mulai sepi, dingin, dan gelap. Karna lampu teras sengaja dimatiin. (jangan ditiru)


 Entah karena apa, Ayunda seperti tidak ingin aku pulang.

 Tetap mendekap lenganku, dan menyandarkan kepalanya di bahuku. Kita berdua terdiam. Aku melihat layar kecil di genggaman tanganku.


01.30 AM


 Sudah bukan waktu yang wajar untuk bertamu. Aku pamit untuk pulang.

 Tapi, entah kesurupan apa. Ayunda meraih tanganku dan memelukku. Membisikkan sebuah kata

 "Kita jadian aja yah" dengan wajah yang sayu dan seperti setengah tidur. Entah karena menahan ngantuk atau apa.


 Tanpa berfikir panjang akupun membalas..

 "Iya, aku siap jadi pacar kamu"

 Itulah yang ku katakan, meskipun pada kenyataannya aku belum benar-benar memiliki rasa cinta kepadanya. Karna ini rasanya terlalu cepat untuk jadian.

 Yah, daripada jomblo. Kayanya bagus juga kalau bisa punya pacar lagi.

 Pura-pura cinta. Itulah yang kulakukan saat itu.

Bersambung...
profile-picture
g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24
gaya banget gan, pura pura cinta
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Chapter 3 : Persahabatan

05 Mei 2012

 Tanggal jadian yang sangat biasa-biasa saja, hehe. Yah sampai hari ini, aku masih ingat tanggal jadian kami.

 Kabar itupun mulai beredar cepat di sekolah. Galang, sepertinya tidak begitu bahagia mendengar kabar itu. Yah, aku tau, dia juga sepertinya menyukai Ayunda. Tapi yah, pertemanan kami tetap seperti hari-hari biasa kok.

 Aku juga punya satu teman akrab lagi, namanya Zaky. Zaky dan Galang sudah lama akrab, sedangkan aku. Aku adalah orang baru yang masuk ke circle pertemanan mereka. Kebetulan kami juga satu kelas yang sama.

 Kami seperti tiga serangkai yang tidak pernah berpisah, ke mana-mana selalu barengan. Tapi aku lebih enak temenan sama Zaky. Dia, entah kenapa menurutku sangat cocok sekali denganku. Sangat baik, dan peduli dengan teman. Tidak seperti Galang yang kadang hanya tau enak aja. Ke mana-mana nebeng, ga pernah gantian isi bensin, rokok aja suka minta.

 Bener, di masa sekolah aku sudah merokok, bahkan kami juga sering kumpul mabuk-mabukan, dan main obat-obatan. Sangat tidak dianjurkan untuk ditiru sobat.

 Aku sangat senang sekali berteman dengan Zaky ini, kita berdua cocok banget. Bahkan udah kaya sepasang kekasih (homo kali).

 Dia juga punya pacar cewe kembar juga, bahkan dua-duanya dipacarin. Eh. Adik perempuan dia juga kembar loh (ga nanya ya,,,hehe)

 Oke lanjut. Kita berdua juga sama-sama udah kerja sampingan di bengkel. Jadi nyambung banget, akrab bangetlah pokoknya.

***

25 Mei 2012

 Malam itu, aku lagi berduaan sama my hemhem di pantai. Cuma duduk-duduk kok. Tiba-tiba aku merasa ada yang aneh. Seperti firasat yang tidak baik.

 Entah bagaimana air mataku tiba-tiba mengalir, perlahan namun semakin sesak rasanya.

 Ku lihat jam baru pukul 22.45 WIB. Karna sudah tidak enak. Kami putuskan untuk pulang ke rumah.

 Sesampainya di rumah Ayunda. Tiba-tiba ada panggilan tak terjawab dari Galang. Ada juga satu pesan masuk


 "Rul, Zaky kecelakaan"
Bersambung...
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 4 : Ajal

 "Bro, gw pengen banget nonton konser ntar malam. Loe mau engga, nemenin gw?"

 "Kenapa ga bareng Galang aja Ky, hehe"

 "Males gw, ga bisa diajak kompromi. Maksud gw saling pengertian lah. Masa gw mulu yang keluar modal"

 "haha, siap bro. Tapi gw ga punya SIM nih"

 "Gampang, pake motor gw. Loe gw boncengin dah. Tenang aja. Tapi tau lah... Hehe"

 "iya bro, gw bayar ongkos nyeberang bolak balik ntar"

 Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba aja Zaky ngajak nonton konser berdua, udah kaya pasangan kekasih aja.. :v

 Sore pun tiba, kita berdua berangkat. Dan di perjalanan, kita ngobrol, cerita-cerita. Sampai pada suatu obrolan masalah pribadi dia sama orang tuanya.

 "Meskipun gw kaya ga dianggap anak, tapi gw tetap mau bales kebaikan orangtua gw"

 "Kenapa begitu Ky"

 "Gw ga mau aja, hidup dalam rasa bersalah. Dan gw juga udah niat buat ngerubah hidup gw"

 "hmm, oke"

 "Semakin lama, kita akan semakin dewasa. Dan suatu saat bakal punya kehidupan masing-masing. Sebaiknya kita engga usah lagi ngelakuin hal-hal yang tidak berfaedah lagi bro. Sudah saatnya kita berubah menjadi manusia yang lebih baik. Entah kenapa gw belakangan ini sering ingat dengan dosa-dosa gw, hehe"

***

 Tiba-tiba saja aku teringat curhatan-curhatan dia.

 Setelah membaca sms itu, aku langsung bergegas ke rumah Zaky. Tidak peduli jalanan hancur, berlobang dan berliku. Motor ini tetap kupacu seperti kuda.

 Sampai di sana, orang-orang sudah lumayan rame. Temen-temenku pada ngumpul.

 Zaky, terbaring di sana, tak sadarkan diri. Sambil menunggu Ambulance datang, kita semua hanya bisa berharap, dan berdoa semoga temen kami ini bisa selamat.

 Malam itu, aku tidak bisa tidur. Tidak ada hal lain yang ku fikirkan selain keselamatan sahabatku ini.

***

19.00 WIB

Drrtttt..!!! HP ku bergetar.
Ada panggilan

 "Hallo"

 "Rul, kamu udah tau belum? "

 "Tau kenapa? "

 "Zaky, temen kita, (sempat hening seketika) udah ga ada Rul"

 Sontak aku hanya bisa terdiam, jari jemariku lemas, waktu pun seakan terhenti. Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar. Ini bohong, ini hanya mimpi, bukan?

 Aku pun memejamkan mata, tanpa sadar air mata ini mengalir perlahan.

"innalillahi wa innalillahi rojiun" hanya kata itu yang bisa terucap dari bibirku.

 Panggilan telepon pun berakhir, sekarang aku ingin segera pergi mendatangi rumah Almarhum sahabat ku ini. Untuk melihat wajahnya terakhir kali.

Bersambung...
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 5 : Lembaran baru


Menabur bunga, menetes air di mata
Dedaun berguguran,
Aku bersedih...

Dingin hati terasa
Separuh jiwaku menghampa
Perih terbalut sepi
Melara ku sendiri

Dia t'lah pergi
Tak mungkin kembali
Dia t'lah pergi, pilukan hati

Dia t'lah pergi
Tak lagi di sisi
Dia t'lah pergi ke Nirwana



***

 Tak terbendung tangis saat kutancapkan bunga di makam itu. Kehilangan sahabat. Zaky, membuat pertemananku semakin renggang dengan Galang. Aku mulai menjauhi pertemanan. Lebih fokus ke hubungan ku dengan Ayunda.

 Sebenarnya, aku memang kurang suka dengan sikap Galang. Semakin menjadi-jadi. Tidak mau berubah, seperti ular berkepala dua yang membicarakan keburukan teman sendiri ke orang lain.

 Dan aku mulai tidak suka. Intinya aku perlahan menjauh.

***

 Tibalah masa kelulusan sekolah. Akhirnya aku lulus... Yeiiii...

Pesta kelulusan.

 Yah, seperti biasa anak lulus sekolah itu suka pawai coret-coret seragam. Seperti itu jugalah kami.

 Kebetulan aku sama Ayunda beda sekolah, tapi kita satu angkatan. Dia juga lulus, dan otomatis dong kita berdua pawai barengan.

 Kita boncengan berdua, dan menghabiskan waktu bersama di pantai. Yah tidak ada tempat asik selain pantai di sini.

 Setelah lulus, aku tidak melanjutkan kuliah tapi tetap bekerja di ahass dan diangkat jadi mekanik resmi. Karena aku sudah mulai di sana sejak prakerin, dan sekaligus kerja sampingan juga di sela-sela waktu luang.

***

 Satu bulan lebih sudah hubungan ku dengan Ayunda. Kita mulai semakin dekat, semakin intens dan sering banget jalan-jalan. Karena sudah tamat sekolah juga. Kebetulan dia juga tidak melanjutkan kuliah namun hanya bekerja di toko saja.

 Dalam seminggu, mungkin 3 atau 4 kali kita pasti keluar malam. Jalan-jalan ke cafe, ke pantai, dan ke mana aja yang bisa kami datangi.

 Karena sudah semakin mesra, tiba-tiba setan sudah mulai membisikkan godaan-godaannya.

 Fantasi liar mulai bermunculan di otakku, jujur saja sebenarnya aku masih belum pernah merasakan sex. Tapi rasa penasaranku semakin kuat. Apalagi saat melihat paha doi yang putih dan montok itu.. mppssh

 Sabar..

Bersambung...
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 6 : Mulai gila

 Pacaran itu tak kenal waktu.Seperti itulah keadaan kami saat itu.

 Malam semakin larut, semakin gila pula jari jemari ini menjelajahi setiap sisi dan sudut tubuh doi. Kami masih duduk di tempat biasa, di suatu tempat yang gelap dan sepi di bibir pantai. Hanya debur ombak, dan angin laut serta remang cahaya bulan yang menemani malam kami.

 "yank, burung aku sudah mengeras nih. coba kamu pegang ya"

 Doi cuma diam menikmati permainan tanganku, dan sesekali ku lumat juga bibirnya yang seksi itu.

 Ku arahkan telapak tangannya meraih si burung hantu laknat tak tau diri. Doi hanya diam, pasrah dan menurut saja.
Memang setan itu ternyata sangat suka menggoda orang pacaran ya?

 Hangat, dan lembut.
Itulah yang kurasakan ketika jemari indah itu menggenggam senjataku. Jari-jari itu mulai nakal, dan membuat ku merasakan sensasi yang sangat mpssh sekali saat itu. (goblok.. first time dikocokin :v)

 "yank, masukin"

 Kata-kata yang pelan itu keluar dari bibirnya, namun enak sekali kedengerannya. Itulah yang selama ini ingin kudengar sayang.

 "kamu serius yank?"

 "he emmm"

 "di sini? sekarang? Tapi aku belum pernah'

 "iya sekarang, pelan-pelan aja"

 Aku terdiam sejenak. Kupandangi sekeliling, sepertinya aman. Mwehehehe..

 Tanpa pikir panjang, kubaringkan tubuh doi, dengan beralaskan sweater ku. Ku lepaskan kain-kain penutup yang terpasang di kaki dan selangkangan gadis manis dan seksi ini. (jahat banget ya aku T_T). Bodoamat lah wkwk..

 Kubuka juga ritsleting celana dan kulepas celana ku yang menyusahkan ini, muncullah si burung hantu laknat yang kepalanya sudah siap menerobos hutan dan semak-semak. Meskipun gelap, sepertinya burung hantu tidak peduli.

 "loh kok keras yank?"

 "kan aku masih perawan, pelan-pelan jangan dipaksa"

 "aduh ga bisa"

 Berkali-kali burung ini mencoba menerobos ternyata masih saja tidak bisa. Akhirnya akupun mengurungkan niat.

 Dan setan pun kecewa..

Bersambung...
profile-picture
pulaukapok memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 7 : Perjuangan

(Warning!!! 21++) Baca dengan bijak

Bagaimana caranya? Seperti apa rasanya?
 Pikiranku penuh dengan hal-hal kotor karna membayangkan bagaimana rasanya berhubungan seks.

 Aku pun mulai melakukan penelusuran di internet tentang bagaimana cara memecahkan perawan dengan cara yang baik dan benar (ceileh).

 Kopi cappuccino dengan sebungkus rokok LA light menemani sarapan pagiku. Yah sebenarnya aku jarang sarapan sih. Ku lihat jam di layar hp. menunjukkan pukul 08.30 AM. Ada sms masuk.

 "Met pagi sayang, udah bangun lum? "sms dari Ayunda, aku pun membalas sms itu

 "Pagi juga, ini baru bangun hehe"

 Sms kita pun berlanjut sampai pada satu obrolan.

 "yank, kamu jangan mudah menyerah.. Aku pengen banget diperawanin sama kamu, hihi"

 "iya yank, ini juga lagi belajar nyari cara-caranya"

 "hmm, ntar malem bisa engga?"

 "bisa yank, bisa banget.. Aku juga udah ga tahan pengen ngerasain surga dunia itu haha"

 "aku tunggu ya ntar malem"

 "iya sayang, muachh" (ciee bacanya jangan baper)

***

 Singkat cerita, malam pun tiba.
Aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu kekasihku yang cantik itu. Sebenarnya saat itu aku lebih dominan ke rasa nafsu daripada rasa cinta. Aku tidak peduli apa pun, pokoknya malam ini harus bisa baik. Dengan aroma parfum semerbak dan rambut klimis mengkilap. Aku pun berangkat.

 Yuk cap cusss.. Ngeeeeng..

***

 Kita berdua pun tiba di suatu tempat strategis. Karna ga punya modal buat sewa kamar hotel sobat. Aku pun mulai melancarkan aksiku.

 Dimulai dengan ciuman ala kebarat-baratan, sampai adegan remas-meremas. Kuraih baju doi ke atas dan kulepaskan penutup gunung kembar yang kenyal itu dan kujilati perlahan.

 Burung hantu sudah mulai meronta ingin segera beraksi. Akupun terpaksa melepaskan dia dari dalam sangkar.

 "yank, pengen di BJ" bisikku.

 Tanpa fikir panjang, doi pun melaksanakan tugas.
Seperti kerasukan setan, kami larut dalam adegan penuh dosa.

To be continue
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 8 : First time

 Tanpa menggunakan pengaman, tanpa ada pengalaman. Aku memberanikan diri untuk berhubungan seks.

 Ku tatap wajah Ayunda yang polos itu, tanpa rasa bersalah. Akupun membuka lebar kedua kakinya. Kuarahkan senjata tumpulku ke arah vagina yang sudah mulai basah itu.

 Ku dorong perlahan, ku tarik dan dorong lagi. Dan bless, akhirnya masuk.

 Aku pun diam sejenak. Ku lihat lagi wajah doi yang sedang menangis menahan perih. Sungguh kejamnya diriku yang tidak berperasaan ini.

 Basah dan hangat, sensasi yang belum pernah ku rasakan mengalir deras hingga ke ubun-ubun.

 "lanjut engga nih"

 "lanjut aja yank"

 Aku pun melanjutkan perbuatan tidak terpuji itu, tanpa peduli akan dosa-dosa. Yang penting bisa baik!!! Itulah pikiran ku satu-satunya.

 Kami pun terbuai, larut dalam kenikmatan.

 "jangan keluarkan di dalam yank" kata Ayunda dengan rasa takut.

 Aku pun mencoba mengatur nafas. Rasa panas bercampur kenikmatan mengalir ke seluruh tubuh dan seisi kepala.

 Semakin di puncak, gunung api pun ingin segera memuntahkan lahar panasnya.

Off! Cabut dan croottttt...!! critt criit (hahaha)

 Akhirnya, aku berhasil.. Setan pun ikut bergembira, menari-nari, berjingkrak-jingkrak atas keberhasilannya menggoda sepasang anak manusia.

***

 Keringat bercucuran membasahi baju. Kami pun berpelukan, sangat erat sampai kami berdua bisa merasakan suara degup jantung masing-masing. Berdegup kencang, sangat jelas terdengar di tengah gelap dan sepinya malam.

 "yank, nanti kalau aku hamil gimana?" tanya Ayunda dengan rasa takut dan bibir bergetar.

 Aku pun mengusap rambut hitamnya yang panjang dan sesekali ku hirup aroma wangi sambil ku bisikkan kata "jika terjadi, aku pasti akan bertanggung jawab dan menikahimu"

 Itulah kata-kata yang bisa aku ucapkan untuk menenangkan dia. Meskipun dalam hati, aku juga belum siap untuk menikah.

 Iya. Kata-kata itu setengahnya adalah kebohongan.

Bersambung..
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 9 : Putus pertemanan

 Setelah kejadian malam itu, pacarku mengeluh perih saat pipis maupun berjalan. Ku sarankan untuk beristirahat saja. Aku sedikit menyesal telah melakukan hal itu, namun ku putuskan untuk mengikat hubungan ini agar aku tidak ditinggal begitu saja seperti hubunganku dengan mantan yang lalu-lalu.

 Meskipun aku belum sepenuhnya mencintai dia, tapi aku mencoba untuk membuka kembali perasaan cinta yang telah lama tertutup.

 Jujur saja rasanya aku sudah cape juga terus-terusan dipermainkan. Dan aku berharap ini adalah untuk yang terakhir.

***

 Seminggu berlalu. Hubungan kami semakin dan semakin mesra saja. Rasanya dunia ini hanya milik kami berdua. Aku sudah tidak pernah lagi ikut kumpul bareng teman-temanku. Hingga pada suatu hari. Saat itu aku sedang duduk santai sambil main facebook, ku lihat ada 1 chat, lalu ku buka chat. Ternyata itu dari Galang.

 "Bro, sekarang loe udah sombong ya" aku sedikit kaget sih bacanya.

 "Kenapa emang bro?"

 "Sekarang loe lebih pentingin cwe ya dari pada temen loe lagi. Baru punya pacar aja loe udah sombong"

 Tiba-tiba aja nih anak bikin emosi.. Aku pun meladeni.

 "gw udah males bro, kumpul mabuk-mabuk ga jelas kaya gitu lagi. Gw mau berubah menjadi lebih baik"

 "Heleh.. Nyesal gw kenalin loe sama Ayunda. Jujur aja gw ga rela kalian itu jadian"

 "Woi bro, dia itu lebih milih gw dari pada loe. Artinya loe itu bukan tipe dia"

 "Bacot lah! Urus aja tuh LONT*"

 Ini nih, kata-kata dari mulut dia yang sampai hari ini masih ga bisa aku lupain.

 Aku pun langsung berhenti meladeni, dan langsung ku blokir semua akun-akunnya.

 Entah karena mabuk atau apa, aku ga peduli. Menurut ku tidak pantas kata-kata itu diucapkan. Apalagi oleh teman sendiri.

***

 Semenjak itu, aku sudah tidak mau lagi berurusan dengan Galang. Bahkan melihat mukanya saja membuatku muak.
 Dan sampai hari ini pun, aku tidak pernah lagi menegur dan menyapa saat kami berpapasan.

To be continue...
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 10 : Nomor Baru

 Sebenarnya setelah aku meninggalkan circle pertemanan itu bukan berarti aku sudah tidak punya teman lagi. Di Bengkel, aku punya dua senior yang selalu menjadi rekan hari-hari ku. Ardi dan Mardi. Mardi ini sudah menjadi sahabat juga sampai hari ini, dia ini sudah menjadi guru sekaligus sahabat juga, dan aku sering curhat-curhat juga sama dia.

 Selain itu, aku juga masih punya circel pertemanan yang lain, namun sebelumnya emang lebih dominan berteman dengan geng pemabuk itu dibanding dengan teman-teman yang lain. Tapi setelah kejadian itu aku lebih memperluas lagi circle pertemanan ku agar pergaulanku tidak itu-itu terus.

 Tamat sekolah membuatku tidak perlu lagi memikirkan harus bangun awal, belajar dan mikirin tugas-tugas lain. Yang kupikirkan hanya siang pergi kerja, malam jalan-jalan atau main hp di sela-sela waktu kosong ku. Bahagia sekali rasanya hidup.

 Selama punya pekerjaan juga aku tidak pernah lagi harus minta uang jajan sama orang tua. Sempat kepikiran pengen ganti motor juga, karena motor yang hari-hari ku pakai juga sudah sering rusak dan mengingatkanku akan mantan-mantanku juga. Haha...

***

 Seperti biasa, setelah selesai dari kesibukan kerja. Aku selalu memeriksa hp, apakah ada chat dari doi atau mungkin dari seseorang. Dan ternyata dugaanku benar. Namun yang ngechat bukanlah Ayunda melainkan nomor baru.

 "Hi rul, gimana kabarnya" pesan pembuka dari pemilik nomor baru ini

 "Hi juga, baik. Ini siapa ya?"

 "Ini aku, Inui. Masa udah lupa, hihi"

 Karena penasaran takutnya dikerjain sama temen, akupun langsung menelpon nomor tersebut.

tuuuut...... tuuuuttt.. cekleeg

 "Hallo Rul" sapa seorang wanita dengan suara yang lembut. Bagai angin malam yang meniupkan kenangan, menusuk ke dalam memori. Aku ingat suara ini.

 Inui, seorang gadis hitam manis, dengan rambut hitam panjang. Tubuh yang tinggi dan dada yang ehmm biasa aja :v
Dia adalah mantanku dua tahun yang lalu.


Lanjut >> Spesial Chapter 10.1 Nurhidayanti
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 11 : Godaan

24°C - Mendung

06.04 AM aku penatap layar kecil di tangan kanan ku. Pagi ini sangat dingin, sangat terasa sekali di telapak kaki yang sedikit keluar, akupun menarik kakiku ke dalam selimut.. Sepertinya hari ini akan hujan. Aku masih rebahan di kasur, rasanya tubuh ini sungguh berat dan tidak bisa lari dari hangatnya selimut.

 Ku lihat ada 2 pesan masuk.

 Inui : "Selamat pagi irul~ Ayo ayo bangun😊" .

 Aku pun membalas "Pagi nui, ntar ya masih ngantuk.. hehe 😅". Send.

 Dalam hitungan detik sms aku dibales "Kangeen kamuu.. " Aku mengabaikan sebentar sms itu, karna ada pesan lain yang belum dibaca.

 Lalu pesan satunya. Ya, bisa kalian tebak. Itu sms dari Ayunda.

 "Pagi sayang.. Udah bangun belum" 05.35 AM. Sungguh tidak mungkin aku bangun jam segitu.

 Aku pun membalas "Pagi, baru bangun nih.. Masih cape😕"

 Sedetik, semenit, 10 menit. Belum juga ada balasan. Hmmm, mungkin dia sibuk, atau lagi mandi, pikirku.

 Karena suasana di rumah semakin berisik oleh suara emak-emak yang lagi ngobrol. Aku pun bergegas bangkit dari persemayaman dan segera mandi.

***

 Tiba di bengkel, seperti biasa aku mampir ke toko kopi yang ada di sebelah dan memesan segelas kopi. Aku duduk di sebuah kursi plastik dan mengeluarkan sebungkus rokok dari saku depan baju, tak lupa juga Hp butut.

 Baru ingat sms dari Inui belum ku balas. Tiba-tiba jiwa isengku muncul😏😏😏

 Aku pun membalas : "Kangen juga sama kamuuu" (kirim)

 Dalam hitungan detik lagi smsku dibalas. Hebat ya? Haha.. Lalu segera ku baca pesan itu.

 "Rul, sekarang kamu udah punya pacar lagi ya, hehe"

 "iya, baru sebulan jadian, kok kamu tau"

 "aku kan ngestalk akun kamu, hihi"

 "dih parah banget... 😅"

 "biarin😜"

 Karena habis topik obrolan aku pun stop bales sms dia. But, wait.. Dia kirim satu lagi..

 "Rul, aku punya permintaan nih" hah, permintaan apa, pikirku. Aku pun bales smsnya

 "permintaan apa tuu?"

 "Ntar malem, mau engga temenin aku jalan?"

Bersambung...
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 12 : Diam-diam

 Tentu saja aku tidak percaya begitu saja. Yah aku sudah kenal lama dengan Nui. Dia ini adalah mantan sekaligus selingkuhan ku pada masa dulu. Padahal saat itu dia juga punya cowok. Aku punya pacar, dia punya cowok. Dan kita pacaran. Lucu ya.. Kaya dongeng.

 Karena aku menganggap sms dia hanya candaan, aku pun membalas.

 "Tapi kan aku udah punya pacar nui"

 "Temenin aku belanja aja, please malam ini aja yah"

 Tiba-tiba setan pun berbisik "udaah terima aja" dan aku pun terpaksa mengiyakan😏

 "yaudah, pakai motor mu ya, ntar kalau pakai motorku pada kenal lagi kalau ada yang liat bisa berabe" kebetulan motorku emang aku cat dengan warna yang beda dari yang lain. Jadi sekali liat aja pasti tau lah itu motor ku.

***

 02.30 pm, hari masih saja mendung namun belum ada tanda-tanda akan turun hujan. Hari ini konsumen sepi. Daripada bosan, aku pun mengirim chat ke Ayunda.

 "yank, lagi apa" kirim~

cling!! Sms masuk "lagi nyantai aja, kamu lagi apa"

 "sama, kangeeen" (sungguh sms yang membosankan ya wkwkw)
Kita pun saling berbalas pesan, sampai pada satu obrolan.

 "yank, aku main ke rumah Eva ya malam ini" ucap Ayunda lewat pesan singkat itu.

 "ngapain yank?" sok penasaran.

 "kangen aja sama temen, pengen ngobrol ngerumpi. Lagipula udah lama kami ga ngobrol bareng"

 Yesss kesempatan emas!!! (dalam hatiku berkata) aku pun membalas sms itu

 "iya deh, hati-hati aja ya"

 "iya sayang😘" dan chat pun berakhir.

***

 Malam pun tiba. Aku pun menanyakan lagi ke Inui apakah malam ini dia jadi mau ku temenin jalan.

 "Nui, jadi ga?"

 "jadi, aku udh siap" nih"

 "OTW" aku pun mengeluarkan motor dari garasi dan langsung tancap gas.

 Sampai di rumah Nui, kami pun tukar motor dan jalan pakai motornya. Singkat cerita kita udah di perjalanan, dan kebetulan lewat satu jalur sama rumahnya Eva.

 Tanpa sengaja dari kejauhan aku melihat Ayunda sedang duduk di teras sambil menghadap ke arah jalan raya.

To be continue
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 13 : Hujan

 "Aduh Nui gawat, pacar ku ada di luar tuh" jujur aja aku saat itu deg-degan takut ketahuan. hehe

 "Tutup aja kepalamu pakai hoodie ini" jawab Inui sambil memasangkan penutup hoodie ke kepalaku.

 Sambil berpura-pura santai kami pun lewat di hadapan rumah Eva, dan sepertinya Ayunda memandang ke arah kami. Entahlah, apakah dia sadar atau tidak. Moga-moga aja engga ya..

***

 Setelah selesai menemaninya belanja, kami pun makan malam sebentar di cafe.

 "Udah berapa lama pacaran sama dia" Nui membuka pembicaraan.

 "Belum nyampai dua bulan, kenapa emang?"

 "Udah pernah gituan belum" Tanya Nui tiba-tiba. Aku pun berhenti mengunyah makanan dan menatap wajahnya yang seperti menggodaku

 "ya engga lah. Orang baru sebulan lebih pacaran. Gile lu" aku bohong sih

 "emang kamu ga pengen apa nyobain gituan" tanya dia seperti memancing jiwa mesum ku.

 "kek kamu pernah aja" noh gw balikin!

 Dia pun hanya membalas pertanyaan ku dengan senyum lebar di bibirnya.

 "eh, mungkin ini terakhir kali loh kita ketemu" Nui mengalihkan topik pembicaraan.

 "kenapa begitu" aku kaget aja dengar pernyataan dia.

 "ya, aku minggu depan mau ke Jogya tinggal di sana sama bapakku. Aku juga mau lanjut kuliah di sana"

 "oww, jadi selama ini bapakmu di jawa ya. Ibumu ada di mana? Kok tadi aku liat di rumah kamu sepi"

 "ibuku ada di sini, cuma dia lagi nemenin nenek di rumah sakit"

 Karena ga pengen terlalu kepo, aku pun cuma mengangguk saja. Di luar, sepertinya hari sudah gerimis petanda akan segera hujan. Tanpa berlama-lama kita pun langsung pulang.

***

 Di perjalanan, hujan pun semakin deras bersama kilat dan petir yang saling bersahutan. Tiba di rumah Nui, baju kami pun basah semua.

 "Baju kamu basah, masuk dulu ya di luar masih hujan. Aku bikinin kopi bentar ya" ucap Nui sambil mempersilakan aku masuk. Terlihat ruang tamu rumahnya yang gelap karna lampunya sengaja dimatikan. Aku pun duduk sambil menahan hawa dingin.

Bersambung~
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 14 : Tidak bisa pulang

 Ku keluarkan rokok, dompet dan hp dari saku celana ke atas meja. Semua basah, sepertinya hp ku juga kena air, aku pun langsung melepas baterai tanpa menyalakan layarnya. Lalu ku tiup-tiup saja hp itu kaya orang bego haha..

 Tak lama, Inui pun datang membawakan kopi hangat. Ternyata dia sudah mengganti pakaiannya, dengan setelan tank top putih dan celana pendek, rambutnya masih basah. Aw keliatan seksi banget deh pokoknya.

 Dia pun menghampiriku dan duduk di sebelahku.

 "baju kamu basah, lepas aja nanti aku keringkan dulu pakai pengering" sambil menaruh gelas kopi di atas meja dan wajahnya menatap pakaianku. Meskipun remang-remang cahaya lampu, namun aku bisa melihat dengan jelas kalau dia tidak pakai beha, terlihat pentilnya sedikit menyembul dari balik kaos tipis berwarna putih itu.

 Tanpa basa-basi, aku pun melepas hoodie dan kaos dalamku, hanya tinggal celana jean yang masih terpasang.

 "celananya buka juga sayang" belum sempat aku menjawab dia pun langsung melepas kancing celana dan membuka retsleting celana ku.

 "eh masa aku cuma pakai kolor doang, dingin tau" bukannya malu aku malah takut kedinginan.

 "yaudah aku ambilin handuk bentar" dia pun pergi ke kamar dan membawakan aku handuk, dan sehelai baju kaos ukuran besar, mungkin punya bapaknya.

 Tanpa berlama-lama aku pun melepas semua pakaian dan celana ku lalu memakai baju kaos gede tadi. Inui lalu membawa semua pakaianku ke belakang. Terdengar suara mesin pengering yang menderu di sela-sela derai hujan di tengah gelapnya malam.

***

 Ku lihat jam yang tergantung di ruang tamu, 12.35 sepertinya hujan masih belum reda. Kopiku pun sudah hampir habis. Di samping ku, ada Inui yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu ku, tiba-tiba tangannya mulai meraba ke dalam kaos dan menyentuh benda pusaka milik ku.

 Aku kaget, ku kira dia tidur.
Aku pun mencoba meraih tangannya, namun Inui tiba-tiba bangkit dan berdiri di hadapanku.

Bersambung😝
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 15 : Mulai berani

 "ke kamarku aja yuk" Inui menarik tanganku dan aku pun sedikit kaget sekaligus seneng mendengar ucapan itu. Tapi seketika aku sadar, motorku masih terparkir di luar rumah.

 "Nui, motorku masih di luar. Gimana kalau orang pada curiga"

 "kamu simpan aja di sana motor mu" sambil menunjuk ke arah luar rumah, dan tak jauh dari sana ada bengkel.

 Aku pun keluar, dan mendorong motorku lalu memarkirkannya di bengkel yang tak jauh dari rumah Nui. Tentu saja, di luar masih hujan deras. Setelah memarkirkan motor dan ku kunci stang, aku langsung berlari-lari kecil kembali ke rumah Nui. Namun aku tersadar dengan sandal ku. Tak perlu pikir panjang, ku simpan saja di antara susunan pot bunga yang ada di samping teras rumahnya.

 Inui sepertinya sudah menunggu ku di kamar. Aku pun menyusul dan membuka perlahan pintu kamarnya, tercium aroma wangi yang khas. Benar-benar kamar cewek banget ya. Tanpa banyak bicara, kami pun langsung berpelukan dan berciuman sambil melepas helai demi helai baju yang ada di tubuh kami.

 Benar-benar permainan Inui sangat lihai, aku tidak tau dia belajar dari mana. Aku, seorang cowok polos ini hanya bisa menikmati hangatnya sentuhan bibir dan lidah Inui yang sedang melakukan BJ. Sungguh sensasi yang sangat luar biasa.

 Inui pun mengganti posisi tubuhnya dan mulai berdiri di hadapanku, mulai jongkok perlahan dan tangannya meraih batang ku yang sudah turn on lalu mengarahkannya ke lubang kenikmatan.
 Mungkin inilah yang orang-orang sebut posisi WOT (women on top).

 Tidak butuh perjuangan yang sulit, barangku langsung bless saja masuk, sangat gampang sekali ya?
Apakah mungkin doi sudah tidak, Ah bodo amat, ga penting. Itulah pikirku saat itu.

***

 Malam semakin larut, kami pun semakin hanyut dan tenggelam dalam pekatnya nafsu sepasang anak muda yang menikmati hubungan layaknya suami istri di ranjang.

 "Braakkk!!!! " tiba-tiba terdengar suara pintu depan rumah terbuka.

To be continue..
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 16 : Terakhir

 Sontak kami berdua kaget dan menghentikan percumbuan. Inui segera mengenakan pakaiannya begitu juga aku. Aku mencoba bersembunyi di balik pintu dan sempat terfikir untuk kabur dari pintu jendela. Tapi Inui mencoba memeriksa keadaan di luar. Dia pun berjalan perlahan ke luar kamar menuju ruang tamu. Terdengar suara pintu kembali ditutup diikuti suara "ceklek...klock"

 Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah kamar, ternyata itu Inui yang balik lagi.

 "hmmpss... pintunya tadi ga kamu kunci ya" sambil menghela nafas Inui berjalan ke arah kasur dan duduk di sana sambil melihat ke arahku yang sedang ketakutan.

 Oh aku baru sadar, ternyata tadi pintunya ga aku kunci, karna angin di luar sangat kencang makanya pintu itu bisa sampai terbuka dan terhempas.

 Meski begitu, rasa takut tetap ada menghantui fikiranku. Bagaimana jika seandainya ada orang yang memergoki kami? Intinya nafsuku sudah hilang gara-gara rasa takut itu.

 Ku lihat kembali jam dinding yang tergantung di depan kamarnya. Hampir mendekati jam 2 pagi.

 "Nui, aku pulang aja ya"

 "Kok gitu sih, aku kan belum puas" Inui sepertinya tidak mau aku pulang.

 "ga, aku mau pulang aja. Lagipula hujan sudah mulai reda"

 Inui pun bangkit dari tempat tidur dan mendekat ke arahku sambil memegang kedua tangan ku "kamu yakin ga mau lanjut" bisiknya.

 "yakin" aku pun menjawab tegas, jujur saja jantungku malah semakin berdegup kencang, seolah merasakan hal buruk akan terjadi.

 Dengan wajah kecewa, Inui pun ke belakang dan mengambil pakaian ku yang sudah selesai dikeringkan. Tanpa berlama-lama lagi, aku pun membereskan pakaian dan barang-barangku. Di depan pintu, Inui kembali memelukku dan mencium bibirku. Meskipun begitu, aku sudah tidak ada rasa cinta lagi kepadanya. Dia memang mantan, tapi dia tetaplah masa laluku. Cukuplah ini terakhir kali hubungan kami, karna sekarang aku sudah memutuskan untuk tetap setia dengan Ayunda.

To be continue
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 17 : Kado ulang tahun

 Keesokan harinya, aku pun bangun kesiangan karena emang jarang sekali aku dibangunkan oleh orang tua ku. Aku pun langsung menyalakan hp yang udah selesai aku charge. Banyak sekali sms yang masuk. Ternyata Ayunda mengirimi aku sms berkali-kali.

 Yank, met bobog.
Yank, met pagi udh bangun belum.
Yank, kok ga bales.
Dan masih banyak lagi spam sms darinya.

 Karena lihai dalam mencari alasan, aku pun membalas "SBB yank. Hp aku jatuh ke air".

Clink!! sms masuk. "kok bisa yank?"

 "tadi malem aku mau masukin motor ke garasi, ternyata saku celana aku bolong alhasil hp aku jatoh di genangan air" jawabku santai.

 "terus hp kamu sekarang gpp?"

 "ini baru bisa nyala, masih ada sih sedikit bercak air yang tertinggal di layar" kebetulan sekali emang ada bercak air. Dan ini bisa jadi bukti kalau aku ga bohong wkwk.

***

 Jum'at 22 Juni 2012. Empat hari lagi adalah hari ulang tahun Ayunda. Aku bingung mau ngasih kado apa, aku sih niatnya mau ngasih mereka berdua kado yang sama. Dua hari aku mikirin kado apa yang tepat untuk hadiah ulang tahun cewek kembar, tapi ujung-ujungnya hanya baju aja yang terus kefikiran di otakku.

 Skip malam minggu. Minggu sore pun aku ke pasar buat beli baju yang cocok untuk cewek kembar. Dua jam aku keliling toko pakaian, ternyata nyariin baju yang cocok susah juga ya, takutnya mereka ga suka sama modelnya. Karena sudah kehabisan akal, aku pun minta saran sama pelayan toko yang kebetulan cewek.

(di sini aku ga bisa deskripsiin model bajunya karna aku emang ga ngerti yang begituan, intinya baju cewek lah wkwk)

***

 26 Juni 2012. Tibalah hari ulang tahun mereka. Aku pun berangkat menuju rumah pujaan hatiku dengan membawa dua buah kado yang terbungkus rapi. Sampai di sana, ternyata mereka berdua sedang duduk di kursi yang ada di teras. Jujur saja meskipun sudah dua bulan. Aku masih saja kesulitan membedakan yang mana pacarku, karena muka mereka 90% mirip banget.

To be continue~
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 18 : Kopi calon mertua

 Karena bingung yang mana pacar ku yang asli, aku pun menunggu disapa duluan. Takut salah orang. Kebetulan baju yang aku beli juga sama jadi aku pun asal kasih aja ke mereka.

 "makasih yank udah ngasih kadonya" seorang cwe berambut ikal panjang dengan dagu lancip dan senyum yang manis, menyapaku.

"oww jadi ini yang pacarku ya" ucap ku dalam hati sambil menatap ke arah wajahnya.

 "wah aku dapat kado juga ya rul, hehe makasih" satu cewe di sebelahnya juga berbicara kepada ku. Namun jika diperhatikan baik-baik, ternyata mereka punya sedikit perbedaan dari bentuk dagunya.

 "Sama-sama, aku ga tau harus ngasih apa. Jadi cuma ini yang bisa aku hadiahkan buat kalian" jawabku, sambil sesekali memperhatikan ada perbedaan apa lagi dari dua gadis kembar ini.

 "yuk masuk aja ke dalam, ga enak ngobrol di luar" Ayunda mempersilahkan masuk dan aku pun ikut aja.

 Terdengar suara motor yang berhenti di depan rumah mereka. Aku melirik sedikit ke luar, tampak dari balik kaca transparan ternyata itu pacarnya Ananda. Sepertinya mereka mau jalan-jalan.

 Tinggallah aku berdua dengan Ayunda di ruang tamu, kami berdua ngobrol dan rencananya mau pergi makan-makan ke cafe. Namun tiba-tiba datang seorang wanita berusia paruh baya membawakan segelas kopi dan meletakkannya di meja.

 "Minum rul, kopinya"

 "iya bu, ga usah repot-repot.. hehe"

 Yah, itu ibunya Ayunda. Emang dia kalau aku datang pasti dibikinin kopi. Padahal aku pengennya Ayunda yang bikinin. Huh dasar mama muda😛

 "mau jalan ke mana lagi malam ini" tanya ibunya.

 "makan-makan aja bu, ke cafe"

 "aduh mak, kepo deh sama orang pacaran" Ayunda memotong pembicaraan. Ibunya hanya tersenyum dan meninggalkan kami berdua di ruang tamu. Singkat cerita, setelah kopiku habis. Kami pun langsung berangkat.

 Malam itu kami habiskan hanya pergi jalan-jalan dan makan di cafe aja.

Bersambung...
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24

Chapter 19 : Pisah tempat kerja

 "Rul, sepertinya mulai dari sekarang kamu harus mandiri di bengkel" ucap seorang laki-laki berambut kecokelatan dengan kulit yang putih. Mardi, dia adalah sahabat sekaligus guru yang mengajariku ilmu perbengkelan saat aku mulai magang di sini.

 "kenapa emangnya, Mar?" aku sedikit kaget sih, sambil berjalan mendekati dia yang sedang duduk memperbaiki pompa oli motor.

 "aku mau buka usaha sendiri" jawabnya tanpa memandang ke arah ku dan masih asik menggosok-gosokkan gear pompa oli itu ke ampelas.

 "kapan kamu mau keluar?"

 "dua atau tiga hari lagi, malam ini rencana aku mau ngomong langsung sama bos"

 Sangat berat rasanya hati mendengar sahabat akan pergi meninggalkan aku yang masih belum begitu mahir dalam hal memperbaiki sepeda motor ini. Memang sih masih ada si Ardi, tapi aku kurang begitu suka sama orangnya yang menurutku kurang mahir dibanding Mardi dan tidak bertanggung jawab. Sering sekali motor konsumen yang usai diservis olehnya datang lagi dan mengeluh tidak puas.

 Tapi apa yang bisa aku lakukan. Hanya menerima keadaan dan terus melanjutkan hari-hari ku di bengkel tanpa sahabat yang bisa diajak curhat.

***

 Beberapa hari kemudian, aku pun membantu Mardi membersihkan toko yang rencananya akan dijadikan bengkel. Seharian kami habiskan untuk merapikan barang-barang sampai-sampai aku tidak masuk kerja pada hari itu.

 Sebenarnya letak bengkel si Mardi tidak terlalu jauh dari bengkel tempat aku bekerja. Hanya berjarak kurang lebih 2 km saja. Dan letaknya emang strategis di tengah pasar.

 Selesai berberes kami pun memesan minuman dan ngobrol melepaskan rasa penat. Di tengah-tengah obrolan, tiba-tiba hp ku bergetar. Ada panggilan dari nomor baru.

 Siapa ini? Aku pun memberanikan diri menjawab panggilan itu.

 "hallo.. ini siapa?"

 "yank, ini aku. Hp ku hilang" suara yang tak asing terdengar. Itu adalah Ayunda. Sepertinya dia mengalami nasib buruk.

 "kok bisa hilang?"

to be continue..
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan g3nk_24 memberi reputasi
Diubah oleh irulfm24
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di