CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
5 Alasan Kejayaan Pertelevisian Indonesia Memang Sudah Habis, No. 1 Penyebab Utamanya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60c0c55d3098402a8f6fe284/5-alasan-kejayaan-pertelevisian-indonesia-memang-sudah-habis-no-1-penyebab-utamanya

5 Alasan Kejayaan Pertelevisian Indonesia Memang Sudah Habis, No. 1 Penyebab Utamanya

Selamat datang kembali di thread ane gan

5 Alasan Kejayaan Pertelevisian Indonesia Memang Sudah Habis, No. 1 Penyebab Utamanya

Televisi atau tv adalah salah satu penemuan terpenting dalam sejarah peradaban umat manusia dan disejajarkan dengan penemuan roda yang sama pentingnya. TV diketahui pertama kali ditemukan pada 1920an oleh John Logie Baird. Kemudian semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Di dunia barat, televisi mencapai pada puncaknya untuk pertama kali pada 1950an dan 1960an di mana bermunculan stasiun tv dan membuat siaran yang lalu formatnya diikuti oleh stasiun tv yang sesudahnya. Di Indonesia stasiun tv yang pertama kali berdiri adalah TVRI yang berdiri pada 1962 dan baru bersiaran secara reguler pada 1970an serta puncak kejayaannya terjadi pada 1980an.

Sementara itu masa keemasan tv di Indonesia bisa dikatakan terjadi pada 90an di mana untuk pertama kalinya bermunculan stasiun tv swasta seperti RCTI dan Indosiar.

Memasuki era 2010an kualitas siaran dan acara tv di Indonesia cenderung menurun. Ketika memasuki era digital, tv di Indonesia seakan memasuki masa kegelapan karena semakin banyak orang yang lebih sering nonton konten Youtube dan platform streaming lain. Masuk akal juga sih karena sebenarnya ada beberapa alasan kenapa masa kejayaan tv Indonesia sudah habis.

1. Semakin Tergerusnya Acara Berkualitas
5 Alasan Kejayaan Pertelevisian Indonesia Memang Sudah Habis, No. 1 Penyebab Utamanya

Seperti yang disebutkan di atas, jika masa keemasan pertelevisian Indonesia terjadi pada era 90an hingga awal 2000an. Saat itu banyak sekali program berkualitas di tv nasional kita, pilihannya beragam dan tv menjadi media hiburan sejuta umat. Mulai dari sinetron berkualitas, kuis yang menghibur dan mendidik dan masih banyak sekali. Sekarang ini acara tv didominasi oleh program yang membosankan bahkan lebih sering memancing amarah. Mulai dari ftv sampai infotainment yang membahas kehidupan pribadi para selebriti.

2. Milenial dan Gen Z sudah beralih ke Streaming
5 Alasan Kejayaan Pertelevisian Indonesia Memang Sudah Habis, No. 1 Penyebab Utamanya

Tak bisa dipungkiri jika penonton setia televisi masih sangat besar namun kita juga tak bisa menampik kalau semakin banyak generasi milenial dan gen z yang hijrah ke platform digital dan menonton secara streaming karena dianggap lebih efisien serta bisa memilih apa saja yang ingin ditonton. Tidak heran, jika semakin banyak generasi muda yang sudah malas menonton tv bahkan salah satu teman ane ada yang sudah bertahun-tahun tidak pernah menonton tv lagi. Penyebabnya adalah semua informasi kini sudah ada di internet, jadi tidak seperti dulu lagi di mana tv menjadi satu-satunya media elektronik yang menjadi sumber informasi selain radio.

3.Perangkat Televisi Lebih Sering Jadi Media Perantara Hiburan Lain

5 Alasan Kejayaan Pertelevisian Indonesia Memang Sudah Habis, No. 1 Penyebab Utamanya
Bagi para milenial, gen z, serta kalangan menengah ke atas, perangkat tv mungkin lebih sering dijadikan media perantara untuk hiburan lainnya. Seperti memutar film lewat DVD, bermain konsol game, menjadikannya sebagai monitor PC, sampai menjadikannya sebagai smart tv agar bisa menonton Youtube atau Netflix agar nontonnya lebih nyaman karena layarnya yang besar.

4. Pengawasan dan Kontrol yang Kacau

5 Alasan Kejayaan Pertelevisian Indonesia Memang Sudah Habis, No. 1 Penyebab Utamanya
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang didirikan pada 2002 sebagai badan regulator penyiaran di tanah air nampaknya sering kali dijadikan kambing hitam atas kacaunya pertelevisian Indonesia. Pasalnya, lembaga ini kerap memberikan kebijakan nyeleneh mulai dari sensor yang tidak masuk akal sampai pembiaran terhadap sinetron yang berkualitas rendah. KPI benar-benar mengubah wajah pertelevisian Indonesia jadi seperti yang kita lihat sekarang. Parahnya, beberapa waktu yang lalu dengan konyolnya mereka mau ikutan nimbrung di ranah digital dengan mengawasi Youtube dan Netflix, untung tidak jadi.

5. Rating adalah tuhan
5 Alasan Kejayaan Pertelevisian Indonesia Memang Sudah Habis, No. 1 Penyebab Utamanya

Yang terakhir adalah hampir semua stasiun tv di Indonesia saat ini menjadikan rating sebagai hal yang nomor 1 dan segalanya. Maka apa yang disajikan mereka saat ini adalah gambaran selera masyarakat Indonesia kebanyakan. Yaitu acara dengan low quality. Pihak stasiun tv tentunya akan senang karena mereka hanya tinggal membuat tayangan yang asal-asalan tapi menghasilkan rating yang tinggi dan memberikan cuan yang gurih. Bandingkan dengan pertelevisian dahulu yang lebih membentuk pasar daripada menuruti keinginan pasar.

Nah gan. Itu dia sedikit pembahasan dari ane. Ada yang mau tambahin poinnya enggak? emoticon-Ngakak


Referensi:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tele...i_di_Indonesia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caduceus22 dan 32 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 6
Udh lama g nnton tv, terakhir 2016
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
masih ada jayanya, suara background klo mau tidur emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
sukakuda dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
KPI
profile-picture
freedomjustice memberi reputasi
Lingkaran setan sih.
1. KPI bikin aturan sensor yg nggak jelas. Sampai film2 kartun juga kena. Lihat aja tahun 2000an banyak anime berhenti tayang. Dragon ball, saint seiya, apa lagi ya..

2. Booming youtube, tiktok, streaming film lk21 (eh emoticon-Big Grin ). Masyarakat yg melek tekno pindah dari tv ke sini. Pemirsa tv tinggal nyisa emak2 dan orang2 kurang berpendidikan yg suka hiburan instan seperti fesbu*er, sinetron, dll.

3. Pemasukan tv kurang, mereka menekan ongkos dengan menerima acara rating tinggi saja (baca: acara sampah yg disuka penonton tv yang tersisa). Kalau sebelumnya mereka masih berusaha imbang, rating tinggi hanya di prime time. Sekarang semuanya harus rating tinggi.

4. Karena rating yg dikejar, begitu ada tayangan yg laku dijual langsung dieksploitasi habis2an. Sinetron tayang tiap hari sampai ribuan episode.

Nggak nyalahin stasiun tv sih gan. Tapi ya gimana lagi kalau penontonnya habis. Mau acara berkualitas mesti modal gede dan belum tentu profit. Misal kalau anime bagus2 tayang di tv, masih mau pada nontonkah? Atau kalian tetap nonton di kissanime yang nggak kepotong iklan? emoticon-Malu

Makanya strategi stasiun tv yg masih agak idealis (seperti net & rtv) adalah
1. Memperbanyak acara komedi meski pelawaknya itu2 aja dari sore sampai malam (net tv)

2. Muter film2 jadul satria baja hitam, sailor moon, dll dengan harapan generasi 90an mau nonton sebagai nostalgia (rtv).
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh matcha.tea.1402
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
ada pula usaha nostalgia dengan memunculkan kembali acara yang telah poluler di masa lampau, misalnya kuis, tapi konsep terbaru nya malah bikin kesal penonton yang mau nostalgia, paling banyak karena host asal comot dan kadang2 ngelawak garing
profile-picture
profile-picture
profile-picture
awan.kegelapan dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
jadi inget dulu pas SD d datengin petugas TV suruh bayar sama d kasih stiker
pernah TV d umpetin

emoticon-Ultah emoticon-Ultah emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 21 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 21 balasan
selama pasar masih berat ke acara sampah selama itu pula mereka akan terus bikin acara sampah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ianhanaka dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Semua Gara Gara Sensor gajelas KPI, acara acara berkualitas mulai dari Anime jepang kartun film film luar box office (hollywood, bollywood) berhenti tayang, bahkan dulu sempet rame film luar negeri termasuk yg di bioskop mau di banned gk boleh tayang gara gara gk bermoral + banyak kekerasan emoticon-Ngakak giliran film gk jelas macem azab suara hati istri shitnetron cinta lolos sensor emang genre ini film mendidik + bermoral ? Giliran spongebob, doraemon, naruto di sensor habis habisanemoticon-Ngakak dan sekarang Tv Gw cuma jadi pajangan ruang tamu, semua udah beralih ke streaming, Ampas Lu KPI
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ujangcodet dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
acara2 di tv chanel gratisan banyak yg gak mutu..........................nonton tv canel gratisan cuma buat nonton berita sama olahraga (bola, moptogp) doank..............................
profile-picture
mudokons memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Paling males nonton MNC Media, subtitle di halangin iklan. Padahalka dibawahnya masih lega. Dasar kadrun emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annaonymus dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
bener juga sih gan, sekarang acara televisi rasanya kayak ga asik lagi, adanya youtube udah bener bener ngerubah sudut pandang ke tv juga
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
nonton Tipi cuma acara bola aja, selebihnya No...................
emoticon-Cool
profile-picture
MUF0REVER memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Udah hampir 10 tahun kayaknya kale ya udah ga pernah lagi nonton tipi nasional.
Pas nonton TV kelihatan bet iklannya makin dikit dan dalam satu sesi jeda iklan bisa diulang beberapa kali...

Apa pemasang iklan di TV udah kurang banget ya....
profile-picture
profile-picture
jiresh dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Yabg nomor delapan bikin kaget'''
profile-picture
Gailham memberi reputasi
gak tau, gak punya tipi...
penyebab utamanya bukan penurunan kualitas sih... dari dulu juga ada setting-an, ngulik drama kehidupan, misteri, dan menuhankan rating kok hehehe emoticon-Bingung

menurut ane lebih karena alternatif hiburan yang makin beragam... sekarang kalo kelewatan di TV bisa ditonton ulang karena naik di YouTube jadi gak ada lagi tuh sensasi nungguin tayangan favorit emoticon-Sorry
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MUF0REVER dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
terakhir nonton tv (yg serius gtu ya mksdny) pas 2013. waktu itu rumah di renov terus cm punya tv 1 akhirnya tv ditaro di tempat bokap.. kalo misalkan sekedar nengok tv, tadi siang pas makan di warteg ane liat... hhh
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
tinggal nunggu pada ambyar aja nih stasiun tv.. makin hari tontonan unfaedah makin diperbanyak..
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Kl menurut ane KPI ama rating yg dominan gan... kyknya dulu ada Dep. Penerangan tp sensornya ga sengawur skr. Kl sailormoon ama seiya dtayangin skr mungkin 30 menit ngeblur smua...

Anehnya tayangan yg alay2 kaga pernah kena sensor, giliran kena tiba2 sensornya dlepas, tau knp...

Trus rating... baca d detik samplingnya cmn 2000an d 11 kota, spt ga bs mewakili mayoritas penduduk indonesia. Lgan kl cmn sgitu, datanya rentan bt d akali. Viewer yutub aja bs d beli, apalagi rating...

emoticon-Leh Uga
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Diubah oleh jazzcoustic
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di