CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
Home / FORUM / All / Female / Wedding & Family /
Mohon Doa Restu Tapi Kok Dateng Harus Bawa Amplopan?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60c007c87cacbf2f8447f1df/mohon-doa-restu-tapi-kok-dateng-harus-bawa-amplopan

Mohon Doa Restu Tapi Kok Dateng Harus Bawa Amplopan?

Mohon Doa Restu Tapi Kok Dateng Harus Bawa Amplopan?Mohon Doa Restu Tapi Kok Dateng Harus Bawa Amplopan?
Selamat pagi, siang, sore, petang, dan malam kawan - kawan kaskuser semua yang baik hati. Bertemu kembali di thread sederhana ane.
emoticon-Nyepi


Mohon Doa Restu Tapi Kok Dateng Harus Bawa Amplopan?

Bulan - bulan ini kayaknya memang musimnya orang hajatan. Ane aja awal bulan ini udah dapet 5 undangan, yang terdiri dari 3 undangan nikahan dan sisanya undangan khitanan. Kalau ane perhatikan, dari semua undangan tersebut rata - rata hampir sama formatnya. Dibagian sampul luar ada nama si empunya hajat disertai dengan kalimat mohon doa restu, lalu dibagian bawahnya ada nama ane sebagai pihak yang diundang.

Dibagian dalam, meski kalimatnya panjang dikali lebar, tapi pada intinya adalah undangan itu bermaksud mengundang kita untuk hadir dan memberikan doa restu pada waktu yang telah ditentukan. Jadi karena yang diminta hanya doa dan restu, kalau kita dateng nggak bawa apa - apa, boleh lah ya?

Sebelum membahas lebih jauh, ada sebuah cerita menarik. Jadi ane punya teman dari luar pulau, lebih tepatnya luar Jawa (tidak perlu ane sebutkan pulau mana ya). Saat dia datang ke Jawa katanya dia kaget, karena disini kalau dapet undangan, kayak semacam undangan nikah atau khitan, kita harus bawa amplop berisi uang dan diberikan nama pada amplopnya. Tujuannya memang supaya tau kalau kita datang dan memberi sumbangan kan? Tapi temen ane itu bilang kalau ditempatnya, saat memberi amplop tidak perlu dikasih nama. Karena katanya, namanya juga sumbangan ya nggak perlu tau dong siapa yang ngasih. Dari sana ane baru tau, kalau ternyata di daerah lain tradisi memberi amplop itu nggak selalu sama ya.

Kembali ke soal apakah kita wajib membawa amplop kalau diberi undangan. Emang harusnya gimana sih?

Tradisi Yang Mengakar.

Mohon Doa Restu Tapi Kok Dateng Harus Bawa Amplopan?

Karena ditempat ane tradisi ini sudah sangat mengakar kuat sebagai sebuah budaya, meski tidak ada aturan atau hukum yang dilanggar, baik hukum agama maupun hukum negara, tapi tetap saja kita akan sungkan kalau datang tanpa membawa apa - apa. Masak keliatan dateng tapi pas di cek amplopannya nggak ada. Mau ditaruh dimana muka kita kalau ntar ketemu sama yang punya hajat. Itulah alasan sebagian besar orang pasti akan ngasih angpao saat diundang dipesta nikahan ataupun khitanan. Tapi ini juga tetap tergantung pada masing - masing pribadi ya Gansis. Juga, budaya yang ada disekitar kita.

Awal Mulanya Dulu Gimana Sih?

Mohon Doa Restu Tapi Kok Dateng Harus Bawa Amplopan?

Dulunya, orang yang datang ke hajatan itu ngasihnya bukan uang, tapi perlengkapan untuk syukuran, seperti misalnya beras, gula, kelapa, mie, minyak goreng dan segala keperluan untuk syukuran. Di sebagian tempat, memberi perlengkapan syukuran seperti ini masih tetap dilakukan. Meski di sebagian besar lainnya, terutama di perkotaan, tradisi seperti ini sudah bergeser. Karena membawa barang - barang dianggap ribet, sehingga sekarang mereka menggantinya dengan memberi uang. Nah, dari sinilah awal mula kenapa saat ada undangan hajatan kita memberi sumbangan dalam bentuk uang.

Harus di Budget-in.

Mohon Doa Restu Tapi Kok Dateng Harus Bawa Amplopan?

Meski banyak orang pandai memanajemen keuangan mereka, tapi ane nggak yakin mereka membuat perencanaan untuk hal seperti ini. Padahal kalau lagi musim - musimnya, ngasih angpao undangan bisa bikin kantong kita bolong loh. Ya mungkin karena nggak setiap bulan selalu ada, makanya emang nggak di budget-in. Malahan, ada juga yang buat ngasih angpao undangan doang musti cari pinjeman dulu.

Nggak Mau Rugi.

Mohon Doa Restu Tapi Kok Dateng Harus Bawa Amplopan?

Prinsip memberi sumbangan untuk membantu meringankan beban si empunya hajat lama - lama luntur. Malahan ada yang punya prinsip, kalau dateng ke acara nikahan nggak mau rugi. Kalau nyumbangnya 100 ribu ya paling nggak yang dimakan harus senilai 100 ribu, atau kalau bisa lebih. Apalagi kalau acaranya prasamanan, kalau perlu semua dicobain, semua diambil nggak peduli ntar kemakan atau nggak. Yang penting kita nggak rugi.

Berharap Kembali.

Mohon Doa Restu Tapi Kok Dateng Harus Bawa Amplopan?

Udah nggak mau rugi, tapi masih berharap kembali, bahkan kalau bisa kembalinya lebih banyak. Itulah ya g dianut sebagian orang. Kenapa ane tahu? Karena ane melakukan survey kecil - kecilan di kalangan teman - teman dekat ane. Rata - rata mereka berharap uang angpao yang sudah mereka sumbangkan bakalan kembali minimal sama atau bahkan lebih besar saat nantinya mereka gantian punya hajat.

Tradisi dan budaya setiap tempat tentu saja berbeda. Begitu juga dengan niat masing - masing pribadi saat memberikan angpao undangan. Misalnya dalam hal memberi nama pada amplop angapo. Ada yang sekedar berharap agar si empunya hajat tau kalau dia datang sehingga memberinya nama. Ada pula yang niatnya agar nanti si empunya hajat mengembalikan uang sumbangannya senilai yang ia sumbang.

Kalau Gansis, gimana sih budaya yang ada disekitar kalian? Dan gimana juga Gansis menyikapi undangan doa restu tapi harus bawa amplopan? Dan perlukah memberi nama pada amplop angpao kita? Silakan tinggalkan jejak di kolom komentar ya..

Mohon Doa Restu Tapi Kok Dateng Harus Bawa Amplopan?

Mohon Doa Restu Tapi Kok Dateng Harus Bawa Amplopan?

Disclaimer : Asli tulisan TS
Referensi : Ini dan Ini
Sumur Gambar : Om Google




Mohon Doa Restu Tapi Kok Dateng Harus Bawa Amplopan?

profile-picture
profile-picture
profile-picture
betiatina dan 24 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5
Spoiler for Yang tertulis di undangan:


Spoiler for Yang terbaca:




Bikin pesta, tapi ngarep untung...
emoticon-Cape deeehhemoticon-Cape deeehh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hendratmo300390 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh junaedi1982new
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Iya bener, Ngasih nama di amplop itu tujuan nya supaya besok kalo di pemberi punya hajat, si penerima bisa/harus membalas dg nominal yg sama atau lebih besar.
Itu udah aturan yg berlaku di lingkungan gw.

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
rausanvikri dan powerpunk memberi reputasi
Diubah oleh a2team
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
ini yang salah..
Adat tradisional masih pada ngasih beras kok sesuai tradisi (terutama adat batak, masih bawa Tandok (cari sendiri di google itu apaan) itupun biasanya keluarga dekat doang.

kenapa sekarang2 pada ngasih amplop, karena para tamu pengen simplenya..bawa2 beras ke kondangan jg rada ribet sih..

tapi itu yang jd salah kaprah sama pengantin2 muda jaman kiwari, jd kebiasaan dan amplop jd hal wajib. kalo pengen untung ya jgn nikah.. dagang Uduk aja...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tuhanparadewa dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh 1.3.3.1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ajang berbagi kebahagiaan berubah menjadi ajang bisnis jual makanan prasmanan yang dibalut dengan acara resepsiemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mubafirs dan 4 lainnya memberi reputasi
Mending kek dulu pake kado.. Kesannya lbh sbgai bingkisan pernikahan semata
profile-picture
profile-picture
suka2kamu dan powerpunk memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
mungkin kalo yg nggak ngamplop abis salaman bisa diarahin langsung pintu keluar, nggak bisa ke tempat prasmanan emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
broer_ipen dan 2 lainnya memberi reputasi
ngak selalu ada yang hajatan sama sekali ndak sediakan tempat orang ngasih amlop dan juga ndak berharap orang ngasih...
profile-picture
powerpunk memberi reputasi
kalo dulu ngasi amplop isi 3rebu mah gak masalah gan gak bakal ketauan dari siapa, kalo sekarang dicatetin dan dinomerin amplopnya emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
jedvaj dan powerpunk memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
sebenernya ga harus sih.
ane kalo kondangan juga liat2 sapa yg ada acara. kalo temen deket banget kasih merah2, kalo yg biasa aja biasanya kasih ijo udah cukup. toh yang penting ikhlas ngasih n udah kasih penghormatan datang ke acaranya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jedvaj dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Tradisi mengakar sih klo gue blg

Malah katanya klo km di undang di hotel X, maka baiknya angpo nya seharga buffet di hotel X tersebut....

Jadi klo temen ente pesta di hotel mulia..siapin angpo lah setidaknya 500-800rb kli ya....
dulu sih segitu , g tau skrg..mulia kan hotel termulia...



profile-picture
profile-picture
satyagilang dan powerpunk memberi reputasi
krn doa ngga bisa dipake buat belanja.
profile-picture
profile-picture
Gurke dan powerpunk memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Makanan prasmanan gak enak,siap2 aja jadi bahan gibah
profile-picture
powerpunk memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
harus? who says?
NAMANYA ITU BISA DI AJAK GANTIAN
jadi lahan bisnis om kalo sekarang, ngasih amplop 50rb dapet kresek sembako 30rb jadinya untung 20rb emoticon-Ngakak
klo ane pribadi, tetap aja ngasi amplop, tapi isi nya kan terserah kita, mo 10ribu kek, amplop juga namanya 😁
berapa tahun lalu ane nikah, udah wanti2 ke vendor pembuat undangan utk jangan sampai kecetak simbol2 hadiah dicoret dan angpao tidak dan sejenisnya, sampai ada itu logo ane gak mau bayar biaya undangannya. maaf bukan berarti ane kaya, hanya saat ngundang niatnya untuk berbagi hari bahagia, sukur2 yg dateng kasi ucapan dan mendoakan yg baik2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
satyagilang dan 4 lainnya memberi reputasi
ane jg sempet mikir gitu, jatuhnya nanti ngak ikhlas
klo misalnya ada si A ngamplop ke kita sekian jd suatu hari kita harus balikin senilai si A ke kita.

kalo kata ane ya klo mau ngasih2 aja, ngak usah mnta dibalikin, begitupun sebaliknya.
tp ya itulah, udah mnjadi aturan yg tak tertulis di masyarakat,
profile-picture
jedvaj memberi reputasi
Ini namanya local wisdom gan...tujuan yg pling utama adlah sedekah dri yg hajat kepada tamu yg datang..lama dan lama lama kelamaan malahh berubah dri tradisi awalnya sedekah menjadi semisal bakti sosial dri tamu ke yg hajat..bgtulah mnurut asumsi pribadi ane
profile-picture
kempez memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
wah kalo soalan balik modal ane ga kepikiran tu gan, mengingat ane selalu amplopan polos trus ya ga banyak2 juga... 😅

tapi yg ane kadang2 mikir, ngapain ngamplopin orang pesta kan dia lagi hambur2in uang...😁😁😁
laen kalo acara orang meninggal atau jenguk orang sakit gitu...

doa restu emang harapan dari empunya hajatan gan, kalo amplopan atau kado itu partisipasi undangan.. bawa boleh, ga bawa ya harus bawa..🤣
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di