Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

selldombaAvatar border
TS
selldomba
Kabareskrim soal Helikopter Firli: Jangan Tarik-tarik Polri
Kabareskrim soal Helikopter Firli: Jangan Tarik-tarik Polri

Jumat, 04/06/2021 13:39
Kabareskrim beralasan pihaknya tengah fokus dalam menangani masalah penanganan pandemi virus corona (Covid-19) dan pemulihan ekonomi nasional saat ini.
Ketua KPK, Firli Bahuri. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan mengembalikan dokumen informasi mengenai dugaan penerimaan gratifikasi Ketua KPK, Firli Bahuri yang diadukan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) pada Kamis (3/6).
Dewan Pengawas KPK sebelumnya diketahi telah memutuskan Dia dijatuhi hukuman ringan berupa teguran tertulis II yang berlaku selama enam bulan.

"Sudah ditangani Dewas KPK, nanti kami limpahkan saja ke sana," kata Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Jumat (4/6).



Namun demikian, dia tak merincikan lebih lanjut alasan pihaknya tak melanjutkan perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut. Agus mengatakan bahwa pihak kepolisian tak ingin ditarik-tarik dalam kisruh yang tengah terjadi di lembaga antirasuah tersebut.

Baca juga: Polri Dalami Pengaduan ICW soal Dugaan Gratifikasi Firli
Jenderal bintang tiga itu mengatakan bahwa pihaknya tengah fokus dalam menangani masalah penanganan pandemi virus corona (Covid-19) dan pemulihan ekonomi nasional saat ini.

"Mohon jangan tarik-tarik Polri. Energi kita fokus kepada membantu percepatan penanganan pandemi COVID-19 berikut dampak penyertanya," tambah dia lagi.

ICW menduga bahwa Firli mendapat diskon besar-besaran dari vendor yang menyewakan helikopter lantaran terkait dengan suatu kepentingan tertentu.

"Kami mendapatkan informasi bahwa harga sewa yang terkait dengan penyewaan helikopter itu tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Firli ketika sidang etik dengan Dewas," kata peneliti ICW Wana Alamsyah kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (3/6).

Menurut Wana, salah satu Komisaris dari PT APU yang memberikan penyewaan, sempat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi Meikarta yang ditangani oleh KPK pada 2018 saat dirinya menjabat sebagai Deputi Penindakan. Dalam hal ini, helikopter itu disewakan seharga Rp7 juta untuk satu jam pemakaian.

Baca juga: Firli Minta Anggaran KPK 2022 Ditambah Rp403 Miliar
Firli mengaku menggunakan helikopter tersebut dalam waktu empat jam. Artinya, ada sekitar Rp30,8 juta yang dibayarkan oleh Firli kepada penyedia layanan helikopter tersebut.

Namun demikian, Wana mengatakan bahwa pihaknya menduga harga tersebut tak sesuai dengan yang seharusnya. Pihaknya mencoba mencari data sekunder melalui penyedia jasa penerbangan lain untuk helikopter jenis yang sama

"Bahwa harga sewa per jamnya, yaitu US$2.750 atau sekitar Rp39,1 juta. Jika kami total, itu ada sebesar Rp172,3 juta yang harusnya dibayar Firli," ucapnya.

(mjo/ain)

https://www.cnnindonesia.com/nasiona...ik-tarik-polri

Kalo si Firli dah pensiun sih oke Polri ngemeng kek gitu maklum... Kalo si Firli masih aktif sih ya pasti ketarik lah mau nolak juga gak mungkin. Apa perlu disebut Oknum
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Woy Bipang2 Kumpul neh. Belain si Firli, Si Firli gw injek2 di trid ini neh
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
imaginaerumAvatar border
nomoreliesAvatar border
ZedcoolAvatar border
Zedcool dan 2 lainnya memberi reputasi
3
948
6
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan