CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Berdarah-darah, Utang Garuda Indonesia Bertambah Rp1 Triliun Tiap Bulan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60b8db48b2ccfa6ab14cf89b/berdarah-darah-utang-garuda-indonesia-bertambah-rp1-triliun-tiap-bulan

Berdarah-darah, Utang Garuda Indonesia Bertambah Rp1 Triliun Tiap Bulan

Sumber: Ayo Semarang

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Buruknya kondisi keuangan PT Garuda Indonesia sudah terjadi sejak lama. Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, menyebut persoalan memburuknya kondisi keuangan Garuda diakibatkan banyak faktor.

Mulai dari tingginya biaya penyewaan pesawat dari perusahaan penyewa pesawat atau lessor, jenis pesawat yang terlalu banyak yaitu mulai dari Boeing 737-777, A320, A330, ATR, hingga Bombardier sehingga efisiensi menjadi bermasalah. Sampai ke faktor banyaknya rute yang diterbangi tapi tidak menguntungkan.

Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 3 Juni 2021, Tiko sempat menyebut rute-rute penerbangan internasional yang selama dijalani Garuda terbukti memberikan dampak negatif bagi perusahaan. Tak heran, ucap Tiko, Menteri BUMN Erick Thohir meminta Garuda untuk fokus menggarap pasar domestik yang selama ini memberikan keuntungan.

"Sebelum Covid pada 2019, (penerbangan) dalam negeri itu untung tapi yang luar negeri rugi," ujar Tiko dinukil dari Republika.

Tiko mengatakan Garuda kembali dihadapkan pada persoalan baru saat pandemi yakni adanya perubahan pengakuan kewajiban yang mana operational lease yang sebelumnya dicatat sebagai operating expenditure (opex) atau biaya operasional, kini dicatat sebagai utang.

"Maka yang tadinya utang di kisaran Rp20 triliun menjadi Rp70 triliun yang secara PSAK (pernyataan standar akuntansi keuangan) diharuskan dicatat dalam kewajiban membuat posisi Garuda secara neraca itu insolvent karena antara utang dan ekuitas tidak memadai untuk mendukung neraca," ucap Tiko.

Oleh karena itu, lanjut Tiko, restrukturisasi harus mampu menurunkan utang Garuda sebesar 1 miliar dolar AS hingga 1,5 miliar dolar AS dari total utang yang sebesar 4,5 miliar dolar AS atau sekira Rp70 triliun.

"Secara sederhana kalau Ebitda Garuda 250 juta dolar AS, secara kondisi keuangan yang normal rasionya harus enam kali lipat menjadi jadi 1,5 miliar dolar AS, di atas itu Garuda tidak akan mampu going concern karena tidak akan mampu bayar utang-utangnya," ungkap Tiko.

Di hadapan anggota DPR, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan akan melakukan negosiasi keras terhadap lessor-lessor atau pemberi sewa ke Garuda Indonesia yang sudah masuk dan bekerja sama dalam kasus yang dibuktikan koruptif. Erick Thohir mengatakan sejak awal Kementerian BUMN meyakini salah satu masalah terbesar di Garuda Indonesia mengenai lessor.

Di Garuda ada 36 lessor yang memang harus dipetakan ulang, mana saja lessor yang sudah masuk kategori dan bekerja sama di kasus yang sudah dibuktikan koruptif.
"Ini yang pasti kita bakal standstill, bahkan negosiasi keras dengan mereka," ujar Erick.

Namun ia juga mengakui bahwa ada lessor yang tidak ikut atau terlibat kasus yang terbukti koruptif.
"Tetapi pada hari ini kemahalan mengingat kondisi sekarang, itu yang kita juga harus lakukan negosiasi ulang. Beban terberat saya rasa itu," kata Erick Thohir.

Manajemen Garuda, kata Erick, harus melakukan negoisasi keras dengan lessor yang bekerja sama dalam sejumlah kasus koruptif sebelumnya. Sementara untuk lessor yang tidak terkait dengan kasus, Erick mendorong manajemen untuk mengajukan negosiasi ulang.

Beban kedua terbesar Garuda, ucap Erick, ialah model bisnis. Erick meminta Garuda berani mengubah model bisnis pascapandemi dengan fokus menggarap pasar penerbangan domestik. Toh, kata Erick, selama ini 78% penumpang Garuda disumbang oleh pasar domestik, sementara 22% sisanya baru diisi penumpang penerbangan internasional.

"Kita negara kepulauan yang mestinya lebih baik domestik untuk (penerbangan) luar negeri cost sharing saja karena banyak negara harus ekspansi (penerbangan internasional) karena negara cuma satu pulau, kita tidak perlu seperti itu," ucap Erick.
Erick juga menyoroti kebijakan yang acapkali berubah dan tidak menguntungkan Garuda Indonesia. Oleh karena itu, Erick telah berbicara dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait optimalisasi bandara dan rute penerbangan dalam negeri di Indonesia.

"Kita sudah banyak bicara dengan Menhub dan beliau mendukung bagaimana nanti bandara-bandara di Indonesia ya memang tidak semuanya bisa open sky untuk pesawat asing," ungkap Erick.

Terlebih, ucap Erick, di tengah kondisi pandemi saat ini yang sangat rawan apabila semua bandara dibuka untuk penerbangan internasional. Erick mencontohkan Amerika Serikat dan China yang hanya membuka beberapa bandara untuk penerbangan internasional, sementara untuk rute-rute domestik diharuskan menggunakan maskapai dalam negeri.

"Nanti dari bandara titik yang dibuka itu bisa menyebar ke banyak kota tapi untuk dalam domestik hanya Garuda atau penerbangan swasta (yang diperbolehkan)," kata Erick menambahkan.

Erick menegaskan pula mempertahankan ribuan karyawan Garuda Indonesia agar tetap berada di perusahaan maskapai pelat merah tersebut. Garuda Indonesia tercatat memiliki utang 4,9 miliar dolar AS atau setara Rp 70 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar Rp1 triliun setiap bulan karena terus menunda pembayaran kepada pemasok.

Perusahaan memiliki arus kas negatif dan utang minus Rp41 triliun. Tumpukan utang tersebut disebabkan pendapatan perusahaan yang tidak bisa menutupi pengeluaran operasional.

Berdasarkan pendapatan Mei 2021 Garuda Indonesia hanya memperoleh sekitar 56 juta dolar AS dan pada saat bersamaan masih harus membayar sewa pesawat 56 juta dolar AS, perawatan pesawat 20 juta dolar AS, bahan bakar avtur 20 juta dolar AS, dan gaji pegawai 20 juta dolar AS.

Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda  (Sekarga) Tomy Tampatty meminta internal perusahaan dapat melakukan renegosiasi dengan lessor dan creditor secara maksimal. Hal tersebut tertuang dalam opsi penyelamatan Garuda Indonesia versi Sekretariat Bersama Karyawan Garuda.

"Hal ini (renegosiasi yang maksimal) karena menyangkut alat produksi atau pesawat," kata Tomy, Rabu 2 Juni 2021.

Tak hanya itu, Tomy menegaskan, negara juga harus membantu menjamin semua upaya Garuda Indonesia. Khususnya dalam melakukan restrukturisasi dan renegosiasi dengan lessor, creditor, dan vendor.

Tomy mengatakan, internal Garuda Indonesia juga harus melakukan pembenahan internal. "Di antaranya mengevaluasi semua kontrak dengan pihak vendor untuk kepeningan efisiensi," ujar Tomy.

Dia menambahkan Garuda Indonesia juga harus melakukan upaya maksimal dalam pengelolaan potensi revenue. Khususnya dari lini bisnis kargo, pengelolaan gudang kargo, charter flight, corporate account, dan pendapatan lainnya.

Serikat Karyawan Garuda (Sekarga), Asosiasi Pilot garuda (APG), dan Ikatan Awak Kabin Indonesia (Ikagi) tergabung dalam Sekretariat Bersama Karyawan Garuda Indonesia yakin Garuda Indonesia dapat diselamatkan.

Saat ini serikat pekerja juga sudah menyampaikan opsi penyelamatan perusahaan kepada presiden, kementerian terkait, dan lembaga terkait lainnya.
"Kami yakin Garuda indonesia bisa keluar dari permasalahan saat ini dan ke depannya menjadi flag carrier yang sustain dan growth," kata Tomy.

Tomy mengharapkan, opsi yang serikat pekerja tawarkan dapat diterima dan dilaksanakan oleh negara. Hal tersebut demi menyelamatkan Garuda Indonesia sebagai aset Indonesia.

"Jika opsi yang kami tawarkan diterima oleh negara, kami yakin bahwa bantuan dana talangan yang dibutuhkan hanya untuk kepentingan modal kerja selama masa pandemi Covid-19," ungkap Tomy.

Dia juga yakin, jika pandemi Covid-19 berakhir serta penerbangan kembali normal, serikat pekerja optimistis kinerja Garuda indonesia akan membaik. Dengan begitu dapat memberikan deviden untuk negara.

Salah satu opsi yang diusulkan serikat pekerja Garuda yakni mengevaluasi kebijakan rute penerbangan dari internasional. Tomy mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari opsi penyelamatan Garuda Indonesia versi serikat pekerja.

"Negara harus meninjau kembali kebijakan open sky policy," kata Tomy.

Dia mengatakan saat ini penerbangan maskapai asing di Indonesia sudah terlalu bebas. Bahkan menurunya maskapai asing secara leluasa terbang di rute penerbangan destinasi domestik.

"Seharusnya jika negara benar mendukung flag carrier Garuda Indonesia, semua konektivitas dalam negeri harus dilakukan oleh Garuda Indonesia," jelas Tomy.

Dia menambahkan, seharusnya negara juga mewajibkan semua instansi pemerintah, TNI, Polri, dan lembaga negara yang menggunakan APBN dalam perjalanan dinasnya menggunakan Garuda Indonesia. Hal tersebut dapat dilakukan sesuai anggaran perjalanan dinas dengan harga tiket yang ada.

Menteri BUMN Erick Thohor menyebut industri penerbangan seluruh dunia terdampak sangat parah akibat penurunan jumlah pergerakan orang selama pandemi. Erick mencatat jumlah rata-rata kapasitas penumpang di bandara seluruh Indonesia hanya sebanyak 15 persen, setelah sempat naik ke angka 32 persen beberapa waktu lalu. Tak hanya industri penerbangan, moda transportasi lain seperti kereta api pun mengalami tekanan serupa yang hanya mampu mencapai 15 persen sampai 20 persen dari total kapasitas.

"Industri penerbangan mau yang punya pemerintah atau swasta sangat teddampak. Tentu kita tidak boleh menutup diri atau berdiam diri, kita harus melakukan terobosan, harus melakukan perbaikan, tidak mungkin didiamkan," ujar Erick saat jumpa pers di kantor Kementerian BUMN, Rabu 2 Juni 2021.

Source: Republika.co.id
Editor: Adib Auliawan Herlambang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Tuipis dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Udah bubarin aja BUMN emoticon-Cape d...
profile-picture
ATR42 memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
1 T tiap bulan itu gimana ceritanya? Direksi udah ganti berkali-kali dari zaman Rini Es Bon2 sampe zaman Erick T. Komisaris sudah ganti juga. Mau apalagi?
profile-picture
ATR42 memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Apa kabarnya kasus penyenlundupan harley dan brompton serta pergundikan disana? Sudahlah sudah dibubarin aja sih bagusnya... keburukan yg kemaren2 aja ga niat buat dibenerin kok.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaldi.sarpin dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
tu baru utang gruda drun
blom yg laen yaemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
skull18 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Jangan ditahan!
Kalau memang pailit adalah solusi
Laksanakan!


Sekali sakit berat
Bakal membebani cara pengambilan keputusan selamanya!

Bilang ke lessor dan kreditor
Ane bubarin
Atau diskon besar2an utang ane!

profile-picture
profile-picture
profile-picture
secer dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Quote:


terus kitak2 bakal sangel liat punggung lu yg di bekam??

emoticon-Najis emoticon-DP

mungkin lupis yg sangek emoticon-Leh Uga
profile-picture
lupis.manis memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Itu perusahaan penghambur duid ato perusahaan carik duid ?emoticon-Bingung
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Hebat 1 T per bulan. emoticon-Leh Uga
Sudah "keberatan" nama kyknya...nama Garuda terlalu berat untuk disandang...baiknya sih ganti nama Emprit Kaji Indonesia emoticon-Cool
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bayangkan semua BUMN mentalnya kek Gini leha leha males mikir Karena yakin pasti dibail out gmn g bangkrut ini negara?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kranevitter dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Anggaran pegawai gede banget, gak sebanding sama omzet, kalau hukum retail swasta ya simplenya tutup toko yg sudah tekor dan pengurangan pegawai

Berat juga ini permasalahan Garuda
profile-picture
ATR42 memberi reputasi
salah anies eks fpi kadrun hti + pegawai kpk yg tidak lolos twk
Udah bubarin aja klo merugi terus, kan bukan x ini negara talangin garuda

Masi banyak swasta nasional yg mau masuk rute garuda di domestik
profile-picture
ATR42 memberi reputasi
bayangin aja, nombokin nya pake duid apa kalo bukan duid hasil ngutang

tapi katanya buzzeRp ma ebong rasio utangnya negara ini masi aman

utang produktif katanya

produktif ndasmu emoticon-Blue Guy Bata (L)

emoticon-Leh Uga
Utang apa aja tuh banyak amatemoticon-Cape d...
capek2 nerbangin pesawat, bukannya untung malah nombok
mending modalnya beliin bitcoin ama ethereum
harganya anjlok pun masih banyak yg mau beli

tinggal nunggu sabar aja to the moon..hehe
profile-picture
ATR42 memberi reputasi
Jangan lupa pakai betadin emoticon-Big Grin
Ga usah dramalah covid disalahin jelas2 sebelum covid korupnya gila2an di garuda cb cek petinggi2 garuda sama kpk hartanya ud puluhan triliun semua
profile-picture
profile-picture
Kranevitter dan ATR42 memberi reputasi
Garuda=Biar tekor asal kesohor emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di