CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / Wedding & Family /
Mana yang Lebih Baik? Bertahan Demi Anak Atau Mencari Kebahagiaan Untuk Diri Sendiri?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60b860a945c943601f1a2d74/mana-yang-lebih-baik-bertahan-demi-anak-atau-mencari-kebahagiaan-untuk-diri-sendiri

Mana yang Lebih Baik? Bertahan Demi Anak Atau Mencari Kebahagiaan Untuk Diri Sendiri?

Mana yang Lebih Baik? Bertahan Demi Anak Atau Mencari Kebahagiaan Untuk Diri Sendiri?

Menikah, merupakan salah satu hal yang diinginkan oleh semua perempuan dan laki-laki. Termasuk Agan dan Sista kan? Tapi, menetapkan hati untuk melangkah menuju pernikahan bukanlah suatu hal yang mudah, sekalipun kamu sudah memiliki pacar alias calon pasangan yang akan dinikahin.

Menikah bukan lah suatu hal yang mudah untuk dijalani, GanSis. Ga hanya bermodalkan cinta saja, tapi perlu banyak hal yang harus kalian persiapkan sebelum menikah. Eitss, yang perlu disiapkan di sini bukan hanya sekadar gedung, catering, pakaian pengantin, dan hal-hal lainnya yang berhubungan untuk acara pernikahan yaa, tapi Agan dan Sista juga harus siap secara fisik, mental, dan keuangan dari masing-masing mempelai untuk menjalani kehidupan pasca menikah.

Jika Agan dan Sista tidak siap secara fisik, mental, atau keuangan tapi tetap memaksakan untuk menikah, takutnya malah memicu hubungan rumah tangga yang tidak harmonis hingga berujung pada perceraian, GanSis.

Agan dan Sista pasti ga mau kan kalau pernikahan kalian berujung pada perceraian?

Mana yang Lebih Baik? Bertahan Demi Anak Atau Mencari Kebahagiaan Untuk Diri Sendiri?

Kehidupan rumah tangga itu tidak ada yang selalu baik-baik saja GanSis, pasti kalian akan mengalami yang namanya pasang surut. Nah, kalau Agan dan Sista tidak siap untuk dalam menghadapi hal tersebut, malah bisa memicu pertengkaran dan pemikiran untuk “bercerai” bisa saja terlintas dalam benakmu.

Lalu, ketika rumah tanggamu dilanda masalah, visi misi pernikahan sudah berubah, dan kamu tidak merasa bahagia bersamanya, apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan memilih untuk bercerai?

Tapi, apakah semudah itu untuk mengatakan cerai?
Bagaimana dengan anakmu?


Mana yang Lebih Baik? Bertahan Demi Anak Atau Mencari Kebahagiaan Untuk Diri Sendiri?

Ingat GanSis! Banyak hal loh yang harus kalian pertimbangkan sebelum memutuskan untuk mengambil langkah cerai. Tak hanya Agan dan SIsta sebagai suami dan istri saja yang mengalami dampak dari perceraian, tapi anak-anakmu juga pasti akan merasakan dampaknya. Terlebih jika sang anak masih kecil dan masih belum mengerti masalah yang terjadi. Nantinya, hal ini hanya akan menyisakan banyak pertanyaan-pertanyaan dari pikiran anak yang masih polos.

Jadi, bagaimana langkah yang tepat? Apakah lebih baik bertahan demi anak? Atau bercerai dan mencari kebahagiaan untuk diri sendiri?

Kita coba bahas yuk!

Mana yang Lebih Baik? Bertahan Demi Anak Atau Mencari Kebahagiaan Untuk Diri Sendiri?

Ketika rumah tangga dilanda masalah, keluarga-keluarga yang sudah dikaruniai anak biasanya lebih memilih untuk mempertahankan keluaga kecilnya atas nama sang anak. Bahkan tak jarang, orang-orang terdekat pun memberi saran yang sama, “Coba dipikir-pikir lagi, deh. Kasian kan anakmu kalau tumbuh dalam keluarga yang ga utuh.”. Fiona Bennett, seorang konselor hubungan asal Australia pun mengatakan hal yang sama bahwa pasangan-pasangan yang sudah memiliki anak lebih banyak memilih mempertahankan keutuhan rumah tangganya demi sang anak, meskipun kondisi hubungan ayah dan ibunya sudah tidak harmonis.

Sekalipun keputusan ini ditanya kepada sang anak, pasti tidak ada anak yang menginginkan keluarga yang hancur. Setiap anak pasti ingin tumbuh bahagia dalam keluarga yang lengkap. Tentunya dengan kondisi yang harmonis juga ya, bukan hanya lengkap dengan ayah dan ibu tapi setiap hari dipenuhi dengan keributan.

Tapi, apakah bertahan merupakan hal yang tepat untuk dilakukan?
Apakah benar hal ini adalah yang terbaik untuk orangtua dan anaknya?


Mana yang Lebih Baik? Bertahan Demi Anak Atau Mencari Kebahagiaan Untuk Diri Sendiri?

Di sisi lain, banyak juga yang mengatakan bahwa mempertahankan pernikahan demi anak bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Mempertahankan hubungan dengan alasan anak sama saja menjalani kehidupan yang tidak jujur. Kenapa? Karena ini berarti kedua orangtuanya lebih memilih untuk menutupi masalah yang terjadi di hadapan anaknya dan tidak berani menghadapi masalah yang ada. Psikolog anak, Kimberley O’Brien justru lebih menganjurkan para orangtua untuk menjelaskan kondisi pernikahannya yang sudah tidak bisa dipertahankan secara jujur kepada sang anak.

Mungkin banyak yang berpikir, memaksakan rumah tangga yang sudah rapuh bisa membantu anak agar tumbuh dengan baik. Tapi, kalian sadar ga sih, kondisi emosional (depresi) orangtuanya yang “terpaksa” hidup berdampingan ternyata juga bisa memengaruhi tumbuh kembang sang anak loh. Yap! Ketidakbahagiaan yang dirasakan orangtuanya secara tak sadar akan ditularkan kepada sang anak dan membuat sang anak memiliki masalah emosi. Hal ini terbukti melalui riset National Research Council dan The Institute of Medicine pada tahun 2009, yang mengatakan bahwa anak yang hidup dalam keluarga dengan pernikahan yang tidak bahagia akan memiliki masalah emosi dan kepercayaan diri. Kondisi tersebut menjelaskan bahwa pura-pura hidup bahagia justru bukan lah solusi untuk masalah di keluarga kecilmu. Berpura-pura bahagia nyatanya hanya akan menyiksa batin dan menambah masalah lain.

Tenang aja, anak juga bisa hidup bahagia kok meskipun orangtuanya sudah bercerai. Asalkan orangtua tetap memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anaknya. Bercerai itu mengakhiri hubungan antara suami dan istri, bukan antara ayah dengan anak atau ibu dengan anak. Oleh karena itu, sudah seharusnya orangtua tetap menjaga komunikasi dan berkomitmen untuk selalu memenuhi hak anaknya.

Jadi apakah benar bercerai dan mencari kebahagiaan untuk diri sendiri itu lebih baik?

Mana yang Lebih Baik? Bertahan Demi Anak Atau Mencari Kebahagiaan Untuk Diri Sendiri?

Yap! Banyak yang berpendapat kalau mempertahankan kehidupan rumah tangga yang sudah tidak sehat bukanlah hal yang tepat. Daripada menyiksa batin dengan menjadikan anak sebagai alasannya, perceraian mungkin adalah jalan yang lebih baik. Hal yang terpenting adalah meyakini dalam hati dan percaya bahwa perceraian bukanlah sebuah tragedi dan bencana besar. Bercerai memang bukan suatu hal yang mudah, tapi memaksakan hidup dalam keidupan yang tidak bahagia lah yang bisa disebut sebagai tragedi. Karena kehidupan yang seperti ini hanya akan menyakiti dirimu sendiri.

Ingat! Kebahagiaan dalam diri itu penting banget loh! Bagaimana caranya kita bisa memberikan cinta dan kasih sayang kita untuk sang anak, jika kitanya sendiri tidak bahagia dan tidak tau cara mencintai diri sendiri. Jadi, sebelum mencintai anak-anakmu, cintailah diiri kamu sendiri.

Mana yang Lebih Baik? Bertahan Demi Anak Atau Mencari Kebahagiaan Untuk Diri Sendiri?

Itu dia beberapa pandangan oranng-orang tentang perceraian, apakah lebih baik bertahan atau mencari kebahagiaan untuk diri sendiri. Semuanya tentu ada pro dan kontranya dan setiap keputusan tentunya kembali lagi kepada pertimbangan dari masing-masing pasangan.

Kalau menurut Agan dan Sista sendiri mana yang lebih baik?
Bertahan demi anak atau mencari kebahagiaan untuk diri sendiri?



SUMBER
SUMBER
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reanuraeni dan 43 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh hayosayasiapa
Halaman 1 dari 7
Simple aja sih.. gimana mau ngebahagiain orang lain yaa kalo diri sendiri aja ga bahagia?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reanuraeni dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 23 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 23 balasan
Klo ane sih apapun kondisinya, akan coba bertahan tapi klo sudah tidak dihargai dan di cintai ane milih tuk pergi...


Karna rumah tangga itu berdua,sama" Ngadepin segala halnya.klo berjuangnya sendirian cape sendiri makan ati terus"an pergi jauh lebih baik...gpp egois demi kebaikan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pakisal212 dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh irmawidjaya
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Sulit menjawabnya...kalau hanya demi anak hati gak bahagia juga susah. kalau demi kebahagiaan diri tapi anak gak bahagia juga salah......
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Simple aja sih klo gw,klo dia setia gw akan bertahan dalam susah dan senang.
Tapi klo dia udh mendua apapun alasannya gw akan pisah

Pengkhianat g ada maaf bagi gw
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lsenseyel dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 15 balasan
Selagi masih bisa bertahan, bertahan. Kalo sudah tidak bisa lepaskan. But, Whatever the condition, a child is a child.
profile-picture
profile-picture
nosmotor dan irmawidjaya memberi reputasi
Kayanya kalau untuk tumbuh kembang anak, emang baiknya pilih jalan masing masing ya gan
Hmm agak sulit yaa.. mencoba dipertahankan dulu sih tapi kalo alasannya karena selingkuh ya lebih baik ga usah di pertahanin karena hal tsb pasti akan berulang. Kebahagiaan diri sendiri juga perlu sih
profile-picture
profile-picture
pakisal212 dan irmawidjaya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Mbayanginnya berat banget, tapi emang g bagus juga sih memaksakan hubungan, meski alasannya anak
profile-picture
pakisal212 memberi reputasi
Anak anak dimana mana selalu jadi korban broken home ya gan.
Tapi kalo bisa contohlah keluarganya gempi wkwk
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Diri sendiri yang bahagia anak juga akan bahagia, tapi ga tau deng
Masalah bertahan demi anak juga biasanya yg terjadi adalah anaknya yg kemudian jadi korban, mentalnya kena, lihat ortu gak akur tiap hari dll
profile-picture
damel88 memberi reputasi
Keluarga utuh tapi orang tua sering berantem juga ga bagus untuk anak. Ya sama saja malah lebih kena ke mental karena banyak omongan yang gak pas didengar untuk anak, apalagi kalau ada kdrt.
Bertahan buat anak tidak menjamin keharmonisan rumah tangga ya gan
profile-picture
damel88 memberi reputasi
tergantung situasi dan kondisi.. ya sebelum nikah wajib dipahami bahwa nikah tanggung jawabnya besar
bercerai = anak dikorbankan... gak bercerai = semua dikorbankan.. pesannya, jangan semudah itu mengambil keputusan utk kimpoi tanpa persiapan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
maprett dan 2 lainnya memberi reputasi
Anak bakal jadi korban, tapi hubungan yg udah g sehat gitu juga g baik, selama g ada yg diubah emoticon-Frown
profile-picture
pakisal212 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Nah itu yang bingung, ane gatau sih gimana rasanya, dan semoga ngga ngerasain posisi gitu sih hahaha
profile-picture
pakisal212 memberi reputasi
Kalau menurut ane pribadi mah milih bertahan demi anak karena apa karena kalau sampai kita bercerai malah justru membuat anak jadii salah jalan dalam menghadapii dan meraih cita cita mereka.dan bisa bisa kasihan sama anak kalai sudaj gede jadi merasa malu mempunyai orang tua yang broken home
Serba dilematis emang ,tapi demi anak kalo kitanya gak bahagia juga jadi ga sehat
Mending cari kebahagiaan diri dan anak juga, ane yakin kalo kalian bahagia, anak juga akan bahagia, begitu pula sebaliknya
kalo udah melibatkan anak situasinya jadi lebih ribet sih.. kebahagiaan diri sendiri itu penting tapi pasti mikir dampaknya ke masa depan anak emoticon-Sorry
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di