CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[CURHAT] MANAJER di PHK covid-19, sekarang jadi TUKANG CARI SAMPAH
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/609357072cb62125c06773f1/curhat-manajer-di-phk-covid-19-sekarang-jadi-tukang-cari-sampah

[CURHAT] MANAJER di PHK covid-19, sekarang jadi TUKANG CARI SAMPAH

NOTE: Thread ini adalah kisah nyata dari sahabat TS. Nama dan lokasi disamarkan demi privasi narasumber. Komentar akan dibalas narasumber bila ia berkenan 24 jam setelah thread di release. 


Selamat pagi, siang, sore dan malam semua teman teman kaskusers.  :welcome

Tidak terasa, beberapa hari lagi kita akan menyambut hari Lebaran. Sebelumnya, ijinkan TS kutilkuda mengucapkan selamat menyambut hari raya Lebaran bagi seluruh kaskusers yang merayakannya. emoticon-Stick Out Tongueertamax

Semoga semua dalam lindungan Tuhan, sehat dan kembali suci di hari yang penuh berkah. Seperti biasa, TS kutilkuda kembali menceritakan kisah nyata dari narasumber yang sudah ngobrol maupun DM TS. Ane seneng banget kalau ada yang curhat dan cerita, karena jujur dengan cerita dan kisah hidup dari narasumber, ane jadi bisa belajar banyak hal mengenai hidup. Dan dari sinilah ane mengerti istilah “Belajar untuk Hidup”. Jadi, ane juga berharap dengan di release nya thread kisah nyata dan curahan hati ini, bisa memberikan suatu pembelajaran dan makna hidup bagi semua kaskusers. :belumtidur:banggapakebatik:batik


Nah, kali ini ada sebuah curahan hati dari temen ane. Jujur ane prihatin dan menangis saat melihat kenyataan yang terjadi. Tetapi sekali lagi, inilah hidup. Hidup harus terus berjuang dan doa, agar kita bisa menjalani semua kenyataan hidup. Karena kita tidak tahu, apa yang akan terjadi di masa depan. Selamat membaca, jangan lupa cendol dan komentar yang rame ya.

 :semangat
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Perkenalkan namaku Surya. Aku dulunya seorang manajer di sebuah perusahaan garment yang cukup besar di daerahku. Perusahaan tempat ku bekerja ini memproduksi barang barang impor, dan aku sudah bekerja cukup lama disana. Usiaku saat ini 34 tahun, dan aku telah bekerja di perusahan tersebut selama lebih dari 10 tahun. Aku sangat bangga dan bersyukur atas pekerjaan yang Allah berikan kepadaku. Berkat aku bekerja disana, aku bisa menghidupi kebutuhan hidupku. Aku bisa memberangkatkan umroh almarhum ibuku, memenuhi kebutuhan keluargaku, memperbaiki rumah, dan membeli mobil. Alhamdullilah, penghasilan dari bekerja di perusahaan ini sangat cukup dan bahkan lebih untuk memenuhi kebutuhan aku dan keluargaku.

Oya, aku juga sudah menikah dan tinggal bersama istri di rumah mertuaku. Mertuaku sangat menghargaiku karena melihat karir dan kepribadianku yang bagi mereka sangat cocok dan sesuai dengan impian mereka. Tetangga-tetangga juga menilai bahwa keluarga kami termasuk dalam golongan menengah ke atas. Mertuaku seorang pengusaha dalam bidang hiburan. Ia memiliki orkes musik dan biasa manggung di berbagai tempat. Kehidupan kami memang sangat tercukupi. Tetapi sayangnya, kami tidak mempersiapkan diri mengenai masa depan. Ya, kami terlalu boros dan lupa bahwa menabung itu penting.

Akhirnya terjadilah pandemi covid-19 yang sampai saat inipun belum selesai. Bahkan, ini adalah lebaran kedua di masa pandemi. Seperti yang kalian tahu, banyak perusahaan bangkrut, usaha dan bisnis lumpuh. Dan itu semua menimpa kami. Semua dimulai dari meninggalnya ayah mertua. Ayah mertua terkena covid setelah manggung di acara pernikahan yang melanggar protokol. Beliau pulang-pulang merasa kelelahan, dan istirahat di rumah. Dua hari beliau demam dan tak kunjung sembuh, badan melemah dan nafas mulai sesak. Singkat cerita, setelah dibawa ke rumah sakit ternyata memang positif covid.

Aku, istriku, dan ibu mertua kehilangan indra penciuman dan perasa selama 3 minggu tak kunjung pulih. Dan ayah mertua pun harus berpulang kepada Allah setelah satu bulan tidak ada kesembuhan melawan covid-19. Perekonomian keluarga mulai hancur di tahun lalu sepeninggal ayah mertua. Ibu mertua yang dulu hanya seorang ibu rumah tangga, mulai kebingungan harus bagaimana mencukupi kebutuhan dan membayar cicilan. Semua nya sekarang bergantung pada ku. Hanya aku yang bekerja. Aku harus mencukupi kebutuhan ibu mertua, anakku yang masih balita, istriku, dan juga orang tuaku yang ada di kampung halamanku.

Ternyata covid-19 masih saja menjadi sumber malapetaka dalam keluargaku, dua bulan setelah ayah mertua meninggal di bulan Juli 2020 lalu, sekarang aku yang harus mengalami masalah baru. November 2020, gajiku mulai dipotong 40%. Bayangkan saja, aku harus mengatur sebegitu rumitnya keuangan ini. Aku jual mobilku, aku jual beberapa perabotan ayah yang masih ada untuk dijual. Karena memang tidak ada satupun orang dirumah yang bisa meneruskan usaha ayah. Kami jual itu untuk memenuhi kebutuhan. Sambil berjalan tertatih-tatih, kami bertahan menghadapi kesulitan ini.

Kesialan ternyata masih bersahabat dengan kami, Januari 2021 akupun di PHK. Pabrik kami tutup, dan bangkrut. Pabrik dengan produksi yang besar ini pun tutup juga tak kuat menghadapi masalah kerugian impor yang terbatas ini. Aku menjadi stress dan tidak tahu harus berbuat apa. Melihat anak menangis karena gak bisa jajan, makan di rumah yang dulunya lengkap 4 sehat 5 sempurna, sekarang berganti menu jadi nasi dan telor sepanjang minggu atau nasi dan indomie satu bungkus untuk bertiga. Hancur remuk semuanya. Handphone, laptop, keyboard ayah, perhiasan dan semua yang bisa di jual, kami jual. Remuk dan hancur.

Lalu aku mencoba mengumpulkan sampah yang bisa didaur ulang yaitu botol air mineral dan kardus. Aku beli dari tetangga dan mencari di sampah-sampah. Lalu aku dan istri kumpulkan, dan jual di pengepul sampah. Aku juga menjadi reseller kecil-kecilan barang bekas seperti sweeter bekas yang harganya 10 ribu. Aku lakukan semua demi jalannya hidup ini. Ibu mertua ternyata tidak bisa bertahan dengan kenyataan ini, sehingga ia hanya mengeluh dan menceritakan kegagalanku kepada tetangga-tetangga. Mereka selalu menggibahi aku dan istriku. Aku dicap sebagai pria gagal, miskin dan membuat gaduh dalam rumah tangga.

Mereka berkata saat aku lewat, “ya ampun, dulunya manajer sekerang tukang gosek sampah, cari kardus”. “begitulah bu, kalau dulunya sok kaya”, ujar ibu satunya. Ibu mertua juga sering menyindirku,”apa tidak bisa cari kerja lain, kok jadi tukang sampah, mau jadi apa nanti anakmu? Cari kerja yang bagus dong”.

Kuping panas, otak panas, hati meledak dan jiwa berontak. Itulah yang kualami ini. Aku sudah tidak tahan dengan omongan mereka. Tetapi aku mencoba terus bekerja demi mendapatkan uang, dan aku juga terus mencari pekerjaan baru demi kehidupan yang lebih baik.

Semoga kalian semua yang terkena dampak covid-19 bisa diberi ketabahan dan semangat dalam menjalani hidup. Manusia boleh berkata apa, tetapi kalau Allah yang berkehendak semua pasti ada jalanNya.

Tetap semangat, kawanku.

 

Surya, Jakarta.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 13 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
yah nasi sudah jadi bubur gan , mau digimanain tetep aja nyinyiran , hinaan , cacian pasti ada.

Seenggaknya sekarang agan tau disekitar agan banyak orang *sorry bermuka dua, mereka memuji ketika agan lagi di atas dan bisa menguntungkan mereka, tapi ketika agan terpuruk yah bisa agan nilai sendiri seperti apa.

Susah sih mau kasih masukan apa ,karena udah kaya gini kejadiannya.
mau ga mau kudu mantepin hati, tetep usaha apapun itu asal tidak menyimpang (kriminal).

Tetep semangat mas , yg dibawah mas masih banyak.
Bersyukur dan Berusaha , Semoga diberi kelancaran & Kesehatan buat semua nya.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
hjk2000 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
emoticon-Jempol emoticon-Jempol emoticon-Jempol emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kalo.lagi di atas jangan sombong.
kalo lagi di bawah jangan putus asa.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Tetep ssmangat ganemoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
semangat gan , ane jadir juga harus mikir bangun keuangan
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Thanks gan sharingnya.. Smoga mnjadi pmbelajaran bg smua pihak.
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Saya juga terdampak gan.....dulu kerja di perbankan skr salesman......, Ente gak sendirian gan.....emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ya nih jd kepikiran ane jg kalo ampe ngalamin hal yg sama, apa yg bisa ane lakuin ya?

Nyinyiran tetangga emang dahsyat gan. Ga tanggung2, tanpa malu, lgsg menghakimi tanpa tau mslh nya apa, bagaimana perjuangan yg udah dilewati, dll.

Yg penting skrg, jgn memperdalam minus nya ya gan.. hindari utang.. minimalisir pengeluaran, apalagi pinjol.. jgn sekali2 ya gan. Sambil pelan2 cari solusi mau dagang apa..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annaonymus dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ya kalo otang yg doyan nya gibah mau kaya digibahin miskin juga digibahin ngga ada yg bener buat mereka
Kaya
Situkang gibah tuh orang banyak duit nya korupsi kali ya atau piara tuyul hahahhaa

Miskin
Kasian tuh orang miskin idupjya susah banget pamalas sih ngga mau usaha atau kerja keras.

Intinya kalo hobi menggibah mau merah mau hitam mau biru semua dia gibah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fredielogan14 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Jadi pelajaran gan, nabung itu penting, punya usaha sampingan jg penting

1. Udah coba lamar kerja lagi? Coba aja apply di jobstreet, jobsdb dll..apply aja sebanyak2 nya, toh cuma upload CV..
Biasanya kelas manajemen beda2 dikit pekerjaan nya..
Misalnya manajemen proyek pembangunan jalan beda2 tipis sama manajemen proyek pembangunan gedung..
Ya mungkin gak langsung jd manajer lagi, mungkin aja cuma jd spv..

2. Emang ayah mertua gak punya anak buah?
Kan ada alatnya, suruh aja anak buah nerusin usahanya..ente tinggal bagi hasil yg proposional sama dia..
Sambil ente pelajarin dari dia gmn handle pekerjaan tsb

Sebenernya banyak sih yg mau ane tanyain, tp susah kalau diketik..lebih enak face to face curhat mah emoticon-Big Grin

Tp siapa tau ini jalan pembuka..siapa tau nanti nya jual beli sampah/barang bekas nya malah sukses, punya alat daur ulang sendiri dll
Nanti yg nyinyir pasti jd penjilat, minta kerjaan..emoticon-Big Grin

https://regional.kompas.com/read/202...page=all#page2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trengginasz dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
sebelumnya, terima kasih atas curhat nya gan.. setidaknya bisa menjadi pelajaran untuk kita semua tentang pentingnya menabung dan berbesar hati atas perkataan orang lain.

Dampak dari pandemi covid ini mungkin berimbas ke hampir semua orang terutama untuk urusan dapur dan perut. Dari pandemi ini juga ane belajar untuk lebih menghargai keuangan ane dan istri.

Sebenernya masalah agan cukup kompleks namun sepertinya byk yg bernasib sama, PHK memang jaman skr byk yang tidak bisa dihindari.. dan perkara rumah tangga memang sangat kompleks sekali gan. Bukan bermaksud mengajari, namun konsen pertama ketika ane nikah dulu adalah tidak tinggal bersama org tua (ortu kandung maupun mertua). Setidaknya secara mental kita lebih sehat, dan pastinya akan lebih mandiri. Meski harus memulai dari kos2 an pun ane dlu merelakan itu dan berjuang sampai bs minimal sewa apart / cicil rumah tapak, setidaknya mertua kita akan lebih respek ketimbang bangun tidur sampai mau tidur lagi kita masi diperhatikan orang tua. Dan utk problem tetangga ane rasa biarkan saja gan.. mereka bebas berpendapat... agan jg bebas utk cuek dan tidak perduli terhadap perkatan mrk. Biar suatu saat kalo agan bs bounce back dan punya usaha, barang kali gilirang mrk yg ngemis2 ke agan utk pendapat pekerjaan.

just my 2 cents..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
tenang dah biasa dlm hidup ini siklus naik turun, hadapi aja, yg penting tekun dan yakin
ingat apapun rintangan yg menghalangi di depan jgn takut utk terus maju!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldean1605 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Dalam kondisi seperti itu, kata; “Sabar ya, Pak”, “Semoga bisa dijadikan pelajaran”, “Selalu berusaha ya, Pak”, berhamburan keluar dari mulut orang-orang disekitar. Emang ga gampang ngelakuinnya, tapi ya untuk sekarang bisanya seperti itu.

Ane bukannya bermaksud mengajari, tetapi dalam kondisi kayak gitu, coba deh tanya sama diri sendiri; “Selama tiga bulan kedepan mau ngapain?” Kenapa tiga bulan? Karena tiga bulan adalah waktu rata-rata untuk keberhasilan dalam mengubah sikap/kondisi.

Mantan Manajer, kan? Sering 'mengkarbit' bawahan yang performa kinerja mereka ambrol, kan? Kadang-kadang dalam hati melihat mereka kayak gitu, sering kesal dan berucap; “Sabar kan ada batasnya.”

Nah posisikan diri seperti mereka yang pernah dikarbit. Pasti Manajer pernah denger dong istilah Performance Improvement Plan (PIP)? yang biasanya juga sebagai landasan untuk 'mengusir' bawahan apabila kinerja mereka tetep ambrol meski telah dikasih treatment PIP.

Coba deh PIP-kan diri sendiri. Tetapkan sebuah tujuan dalam 3 bulan kedepan dan itu harus tercapai. Toh misalkan ga tercapai, ada dampak yang signifikan dalam diri. Inget metode S.M.A.R.T.

Memang sih, paling enak kalau ada orang lain yang mengawasi. Seolah-olah yang mengawasi sedang memberikan coaching. Jadi biar lebih 'objektif' dan bisa mengawasi si mantan Manajer ini.

Sekali lagi, bukan bermaksud menggurui. Hidup terus berjalan mau orang itu sibuk meratap-ratapi nasib atau berusaha mengubah keadaan.
Banyak sebetulnya yang pengen ane tanya dan bahas. Cuma ane nya males ngetik 😅
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bonita71 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
penyebab utama krn penjualan apa gmn gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cunbibab dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
@kutilkuda1202
Dari dulu isi kontennya emang kaya gini.. memancing provokasi..

[CURHAT] MANAJER di PHK covid-19, sekarang jadi TUKANG CARI SAMPAH
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
‏‏‎
‏‏‎
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Diubah oleh Mie88888
Klo melihag usia ente masih punya peluang di dunia karir kok gan, apalagi pengalaman sudah lebih dari cukup. Coba sambil apply online,mungkin Allah ada kasih rezeki disitu. Jangan menyerah pokoknya
Ga dapet pesangon?
Terima kasih atas sharingnya Gan.

Jangan lupa berdoa, perbaiki hubungan dgn yang diatas. Mungkin ini cara Yang Di Atas, agar Agan deket kembali dgn Sang Pencipta.

Mohon maaf jika kurang berkenan. 🙏🏾🙏🏾
Emang ga punya saudara gan? Yang bisa buat bantu kerja. Misal punya family yang di luar negeri. Kalau nyari kerja di indonesia susah gan kalau ga punya koneksi. Mending kerja di luar negeri aja. Saya aja yang lulusan UI dulu nyari kerja susahnya minta ampun. Alhamdulillah sekarang jadi pns. Kalau saya tebak agan angkatan kuliah 2004, lulus tahun 2008.
Kalau ga coba jualan makanan yang gampang. Somay, bakso, mi ayam. Bubur ayam. Kalau jualan deket perkantoran atau pasar yang traficnya rame lumayan.
profile-picture
Cunbibab memberi reputasi
Diubah oleh aditcj123
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di