CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bahagia Anaknya Dilamar, Setelah Itu Syok Mendengar Kata Mualaf
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/607be54f44cade74227c4b31/bahagia-anaknya-dilamar-setelah-itu-syok-mendengar-kata-mualaf

Bahagia Anaknya Dilamar, Setelah Itu Syok Mendengar Kata Mualaf

Bahagia Anaknya Dilamar, Setelah Itu Syok Mendengar Kata Mualaf
Muhammad Yunus  Rabu, 14 April 2021 | 12:51 WIB
Bahagia Anaknya Dilamar, Setelah Itu Syok Mendengar Kata Mualaf
Armanto dan Asrina melakukan akad nikah di KUA Kecamatan Pondidaha / [telisik.id]
SuaraSulsel.id - Tiga tahun menjalin asmara. Asrina dan Armanto memutuskan untuk menikah. Meski tidak direstui oleh orang tua Asrina.
Asrina (20 tahun) warga Desa Wawolemo, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Melangsungkan pernikahan di KUA Kecamatan Pondidaha. Demi cintanya kepada Armanto, Asrina memilih memeluk Agama Islam.
Mengutip dari telisik.id -- jaringan suara.com, pernikahan digelar secara sederhana di KUA Kecamatan Pondidaha, Asrina terlihat tertunduk sedih. Sesekali mengusap air matanya di saat penghulu mempertanyakan kebulatan hatinya untuk menjadi mualaf. Dan melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya Armanto.
Pernikahan itu tidak dihadiri ayah dan ibu kandungnya yang telah melahirkan dan membesarkannya. Pernikahan tersebut hanya disaksikan oleh kakak laki-lakinya, Ondong, yang terus berada di sampingnya.

Asrina mengaku telah menyampaikan kepada kedua orang tuanya mengenai pernikahannya ini. Orang tuanya menyambut dengan bahagia rencana pernikahan anak bungsu dari enam bersaudara itu.
Namun orang tuanya langsung terdiam. Ketika mengetahui Asrina akan berpindah agama. Bagai disambar petir, kedua orang tuanya menentang keras. Mereka bersumpah tidak akan mengurus Asrina lagi.
"Semula kedua orang tua saya sangat senang ketika saya menyampaikan bahwa ada yang mau melamar saya. Karena saya anak bungsu. Tapi setelah saya sampaikan bahwa selain dilamar, saya juga akan hijrah atau menjadi mualaf, orang tua saya langsung terdiam dan menentang hubungan kami. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak mau mengurus saya lagi. Dan saya merasa terbuang dari keluarga," ujarnya sambil mengusap air mata.
Asrina pun bulat mengucapkan dua kalimat syahadat. Kemudian menyerahkan perwaliannya kepada Ismail Saranani. Penghulu di Kantor Kecamatan Pondidaha.
Akad nikah berjalan lancar. Meski Armanto harus mengulang beberapa kali ijab kabulnya.


Dalam nasehat perkimpoian yang disampaikan Ismail Saranani, kepada Armanto Ia berpesan agar bertanggung jawab penuh kepada istrinya baik secara ekonomi maupun batin.

"Yang terutama masalah agama, karena istrinya seorang mualaf yang butuh bimbingan dalam pelaksanaan salat dan mengaji. Apalagi menjelang memasuki di bulan suci Ramadan ini. Dan apapun langkah keputusan yang telah diambil oleh istrinya hari ini adalah mutlak hak dia dan tidak dipengaruhi oleh siapa pun," ungkapnya.

https://sulsel.suara.com/read/2021/0...ar-kata-mualaf
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan Cucigosok memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
kasian orang tuanya, anaknya bakal seperti kisah bu ely


Ely sesenggukan mengisahkan ibunya yang sakit, “Kasihan Nenek. Umurnya mungkin enggak lama lagi tapi dia harus ngalamin ini."

Ibunya, yang ia panggil Nenek, berusia 80 tahun. Dua tahun terakhir Nenek sakit-sakitan. Kepayahan berjalan. Kakinya ngilu. Pinggangnya nyeri. Beberapa kali masuk rumah sakit, dokter cuma bilang penyakitnya adalah penyakit orang tua.

Nenek memutuskan tinggal bersama Ely, anak bungsunya. Nenek menjual rumahnya karena enggan tinggal sendiri dan kesepian. Membagi hasil penjualan rumah-memuat-kenangan-lebih-dari-50-tahun kepada empat anaknya, menyisihkan sedikit untuk disimpan—jaga-jaga buat pesta pemakaman.

Ely menyambut Nenek dengan gembira, betapapun keputusan itu jauh lebih kompleks dari kelihatannya.

Pertama, ia harus minta izin suaminya—dan ini bukan perkara mudah. Nenek dan suami Ely tidak terlalu akur meski mereka terlihat bertegur sapa saat tinggal di satu atap.

Kedua, Nenek beragama Kristen, sementara Ely dan keluarganya beragama Islam. Ini perkara lebih kompleks. Selain kepada suami, Ely harus mengantongi izin tiga saudara kandungnya yang beragama Kristen. Singkat cerita, Nenek tinggal bersama Ely selama enam-tujuh bulan, sebelum konflik itu datang.

Ely cekcok dengan suaminya. Sang suami yang religius merasa risih dengan mertua beda agama. “Mungkin dia juga masih dendam karena pada awal-awal pernikahan kami sering dapat perlakuan enggak enak dari Nenek," kata Ely.

Nenek yang tahu diri akhirnya pamit ke rumah abang Ely.

Sayangnya, hubungan Ely buruk dengan abangnya. Jadi, ia cuma beberapa kali mengunjungi Nenek terutama ketika ibunya dibawa ke rumah saudaranya yang lain.

Sejak memutuskan pindah agama pada usia 20 tahun, dan sebentar lagi merayakan usia ke-49 pada tahun ini, perjalanan spiritual Ely bukanlah bak jalan tol yang mulus melainkan seperti air laut—bergelombang; pasang dan surut.

Sebelum masuk Islam dan menikah, Ely kabur dari rumah, dua tahun tak pernah bertemu Nenek sampai anaknya pertama Ely berusia enam bulan.

Meski akhirnya berbaikan, permasalahan beda agama sering memantik konflik. Pada awal-awal pernikahan, suaminya melarang Ely berlama-lama jika bertandang ke rumah Nenek. “Enggak baik. Kita sudah beda agama. Nanti ibadahmu susah, makanmu juga mesti dijaga," kata Ely, mengulangi nasihat suaminya bak doktrin bertahun-tahun.

Konflik itu tak cuma antara Ely dan orang terdekatnya tapi dengan batin sendiri. Satu dekade kemudian, anak sulungnya pernah menemukan Ely pingsan sehabis salat magrib. Ely selalu menangis sampai lemas, tak sadarkan diri, bingung bagaimana mendoakan mendiang ayahnya yang baru saja meninggal.

Ayah mertua Ely yang seorang muslim pernah berkata doa seorang muslim tak akan sampai kepada orang selain Islam.

Ely gelisah. Sulit membayangkan ayahnya yang Kristen akan diperlakukan sebagaimana keyakinannya yang baru memperlakukan orang selain Islam. Ely meyakini ayahnya orang baik. “Dia pendiam, enggak pernah marah. Orang paling lemah lembut," kata Ely.

Secara spiritual, ia meyakini janji-janji Allah dalam Alquran dan, demi menenangkan diri, ia percaya Tuhan itu Mahabaik.

Kegundahan spiritual itu lama dipendamnya. Ia takut bertanya kepada ustaz atau ustazah karena cemas mendengar jawaban yang tak ingin didengarnya. Maka, diam-diam, ia meyakini “Tuhan itu Mahabaik." Menyerahkan urusan sampai-atau-tidaknya doa yang ia panjatkan untuk mendiang ayahnya kepada Tuhan semata.

https://tirto.id/kisah-pindah-agama-kegelisahan-iman-itu-normal-efSK


@wiskey31
@zulink
@yeytothesouz

sungguh indah, damai dan sejuk keluarga bu ely emoticon-Big Grin

malin kundangwati emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
xinq dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Server ruko MLM ini selalu gitu.....didepan bilang hargai perbedaan, toleransi blablabla, tapi pas anaknya sendiri memilih iman yg berbeda, langsung gak dianggap anak.
profile-picture
jerrystreamer1 memberi reputasi
Diubah oleh banteng.budug
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
tuh kaan, kena sosis.emoticon-Ngakak (S)
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
asal jangan mau diajak ngewe bidadari
Diubah oleh ssdestroyer
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Gimana kalok kebalikannya, misalnya ada non kaper murtad jadi kaper :

Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ortunya takut baca di berita anaknya mledukin diri
profile-picture
slider88 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
The punishment of apostasy is DEATH

emoticon-Takut
profile-picture
jerrystreamer1 memberi reputasi
Agama adalah salah satu sumber perpecahan, udah, itu aja emoticon-Blue Guy Smile (S)


























































emoticon-Ngacir
profile-picture
gargantuar89 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
mualap lagi mualap lagi emoticon-Marah

emosi sekali kulihat banyak yg mualap emoticon-Marah emoticon-Mad

emoticon-excitedSouz scream emoticon-Marah



astagaY emoticon-Christmas
profile-picture
profile-picture
jerrystreamer1 dan banteng.budug memberi reputasi
dimualapin aje.. daripada lahir koq tapir.. emoticon-Belgia
profile-picture
Sadhunter memberi reputasi
Hidup itu pilihan...

lu mau pilih jalan yang landai,.. curam.... semua pilihan ada di tangan lu

yang kampret klo elu yang milih, terus mewek2 dan masalah2 elu trus di jadiin konsumsi publik dan publik pun terbelah ada pro dan kontra...

So, masalah elu, pilihan elu, derita elu, bahagia elu, nikmati sendiri,.. emoticon-fuck
profile-picture
jerrystreamer1 memberi reputasi
emoticon-Leh Uga
Memilih agama apapun itu hak mereka.

Permasalahan dalam hal beragama itu hanya kemampuan hidup berdampingan
Kalo pengen liat sifat asli kristen. Liat apa komentar mereka di thread begini. ngaku2 toleran, hargai perbedan, tapi aslinya ya kayak orangtua narasumber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yeytothesouz dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
ada sepupu gw masuk kristen ikut suaminya.......sekeluarga besar ane sih dingin diam-diam aja, tapi dah putus hubungan sama tuh sepupu gak ngontak2 lagi, diam2 bae gak kek ortu sultra ini yang kebakaran jenggot habis kesamber petir
profile-picture
profile-picture
Sadhunter dan yeytothesouz memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Mau mualaf kek mau murtad kek,ke sorga gak bisa boncenganemoticon-Ngacir
profile-picture
jerrystreamer1 memberi reputasi
semoga istiqomah

emoticon-Salaman emoticon-Salaman
Filosofi "CINTAILAH APA ADANYA" is FUCKING BULLSHIT.
Nikah lalu kena pindah agama "CINTA ITU ADA APANYA" is FUCKING DAMN RIGHT.
Asrina sudah memilih pilihannya, semoga Istiqomah selalu..
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di