CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
Home / FORUM / All / News / ... / Citizen Journalism /
Cek Dan Ricek Istilah Kriminalisasi Ulama Yang Meresahkan Masyarakat.
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6074a8f542dac128a3748a69/cek-dan-ricek-istilah-kriminalisasi-ulama-yang-meresahkan-masyarakat

Cek Dan Ricek Istilah Kriminalisasi Ulama Yang Meresahkan Masyarakat.

Cek Dan Ricek Istilah Kriminalisasi Ulama Yang Meresahkan Masyarakat.Cek Dan Ricek Istilah Kriminalisasi Ulama Yang Meresahkan Masyarakat.
sumber foto

Quote:


Suatu hari, ane berbincang dengan kawan ane di sebuah warung kopi.
Kawan ane bercerita bahwa sekarang ini banyak terjadi kriminalisasi ulama.
Lalu ane bertanya kepadanya, berapa banyak yang katanya Ulama di kriminalisasi.
Dia langsung mencontohkan kasus-kasus yang menimpa duo Habib di Jakarta dan sekitarnya.
Lalu ane bertanya kembali ada yang lain selain duo tersebut.
Dia menjawabnya beberapa kasus di daerah yang berbeda.
Lalu ane kalkulasikan tidak sampai 10 orang yang katanya Ulama tersandung kasus pidana.
Kemudian ane katakan bahwa Indonesia punya ribuan Ulama yang tersebar di seluruh Indonesia dan hampir semuanya baik-baik saja, tidak masuk ruang Pengadilan.

Kemudian ane tanya dengan beberapa pertanyaan lagi.

Ada nggak ulama di kota kita yang berurusan dengan hukum..?

Ada nggak di daerah Aceh dan Sumbar yang jelas sekali daerahnya sangat religius, Ulamanya di kriminalisasi oleh aparat hukum ?.


Kejadian di atas adalah contoh kecil tentang hoax kriminalisasi Ulama yang terjadi di masyarakat dan menurut ane perlu di luruskan isu kriminalisasi Ulama ini.
Di penjelasan di atas sudah di jabarkan arti kriminalisasi.
Sebagai rakyat awam, ane menilai bahwa arti kriminalisasi yang mungkin di pahami masyarakat bahwa kriminalisasi itu adalah seseorang yang tidak bersalah namun di tangkap dan di proses secara hukum negara.

Namun benarkah opini seperti itu..?

Quote:


Di atas adalah cuplikan berita sebuah kasus penganiayaan oleh sekelompok orang.
Korban di pukuli hingga harus di rawat di Rumah Sakit.
Peristiwa ini sangat jelas mengandung unsur pidana.
Quote:


Bisakah kasus di atas ini di sebut kriminalisasi Ulama...?

Quote:


Seperti yang kita ketahui, di setiap negara mana pun mempunyai produk hukum dalam mengatur rakyatnya dan apabila melanggar akan di kenakan sanksi sesuai dengan produk hukum negara tersebut.
Kemudian bila bicara peradilan negara, maka kita tau bahwa setiap warga negara mempunyai status yang sama di hadapan Pengadilan.

Lalu pertanyaannya, dimanakah letak kriminalisasinya....?

Korbannya jelas bahkan hingga di rawat di Rumah Sakit.
Pasal hukum yang di langgar juga sangat jelas.
Proses hukumnya juga sangat jelas, ada Pengacara pelaku yang membela,ada Jaksa yang menuntut hukuman beserta bukti-bukti yang mereka punya dan ada Hakim yang memutuskan suatu perkara hukum.

Lalu ada pembelaan yang mengatakan bahwa kenapa Si B di tangkap dan di kasuskan, akan tetapi Si A kog tidak di tangkap.
Ini bukan ranahnya kriminalisasi tapi lebih bicara tentang keadilan dan itu berbeda lagi babnya.
Bila Si B di tangkap karena kasus pencurian namun Si A yang juga mencuri tapi tidak di tangkap,Apakah serta merta menghilangkan perbuatan melawan hukumnya...?

Jelas tidak, keduanya sama-sama bersalah dan sama-sama melawan hukum.
Jadi istilah kriminalisasi tidak bisa di lekatkan karena mereka berdua sama-sama mencuri kog.
Namun bila narasinya kog hukum tidak adil !.
Barulah benar narasinya akan tetapi tetap perlu objektif melihatnya.
Karena proses Pengadilan harus di sertai bukti-bukti yang cukup dan menyakinkan.
Sekalipun selama ini di dunia hukum memang kadang terjadi yang namanya ketidakadilan.

Bijaklah dan smartlah membedakan peristiwa kriminalisasi dan peristiwa ketidakadilan.
Jangan sampai kita di buat kacau oleh narasi dan hasutan kriminalisasi Ulama.
Jangan karena segelintir orang berstatus mentereng kemudian membutakan mata dan pikiran kita.
Jangan sampai kita ikut tercebur oleh hoax yang pastinya menjadi fitnah berbuah dosa berat, hanya karena sebuah gelaran status yang di sandangnya.

Presiden,Menteri,Ulama,Pendeta dan lain-lainnya hanyalah sebuah kalimat yang memposisikan manusia dengan dunia yang mereka geluti.
Tetap mereka manusia yang tak lepas dari dosa dan kekurangan.

Sebutkan satu manusia jaman sekarang yang bersih dari dosa dan tidak punya kekurangan sedikit pun...?

Tidak akan bakal ada hingga kiamat nantinya.emoticon-Cool

Mari kita bersama #HansipHoax di forum kaskus,mencoba melawan hoax dan mencerdaskan banyak orang,bahwa sesuatu yang salah dan apabila mengarah ke hoax harus di luruskan.

Karena yang namanya fitnah pasti membawa kerusakan nantinya.
Jangan mudah menuduh sesuatu lalu menjadi hoax di tengah masyarakat.
Hoax dan fitnah pada dasar sama saja hanya istilah hoax adalah istilah fitnah kekinian doang alias jaman now.
Terlebih kental unsur religinya yang sangat sensitif bagi banyak rakyat Indonesia.
Pahamilah apa yang kau ucapkan agar tidak akan ada hoax di antara kita tentang isu kriminalisasi Ulama.
Jangan mudah dan cepat menyimpulkan sesuatu karena ucapan seseorang tentang adanya kriminalisasi Ulama tanpa memahami peristiwa sebenarnya dan cek dan ricek kembali di media berita yang terpercaya lainnya.
emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agusrezapratam4 dan 43 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh simsol...
Halaman 1 dari 4
Post ini telah dihapus oleh KS06
lancelot tanpa pedang
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Heboh ajaa sih.. kalo salah ya salah yaa.. malaj kriminalosasi.. heboh ajaaa
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Quote:


Quote:


tau salah dan punya malu kunci utamanya menjadi manusia yg baikemoticon-Perancis
profile-picture
blezzernet memberi reputasi
Kalau menurut ane, kalau salah melanggar hukum, siapapun ya harus diproses, kalau ga salah ya ga boleh diproses
profile-picture
profile-picture
simsol... dan samsol... memberi reputasi
tolong hilangkan stigma OKNUM dulu baru ngomongin yang laen...
di Indonesianesia itu agama bisa berubah wujud menyesuaikan keadaan, kalo terpojok salah bisa jadi oknum kalo benar baru itu bagian/kumpulan/kepercayaan/dsb yang bersangkutan... itu benar...

sedangkan kalo polisi meras, ulama berkata kasar, bahkan teroris takbir... itu oknum boss... oknum itu.... stigma ngeles bajaj yang mulai melekat di hati endognesia emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
simsol... dan 2 lainnya memberi reputasi
Sayang nya gak ada yg berani modalin petrus ya. Senapan sniper tuh mahal bro.
profile-picture
profile-picture
simsol... dan samsol... memberi reputasi
WOW WOW, JADI ISTILAH YG TEPAT APAAN ?
profile-picture
profile-picture
simsol... dan samsol... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kelompok sana buzzernya lebih ganas, memainkan isu agama yg membuat rakyat terpecah belah emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
simsol... dan samsol... memberi reputasi
panjang ulasannya. CTRL + D dulu lah.
profile-picture
profile-picture
simsol... dan samsol... memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Fanatisme membuat org merasa paling benar yang lain salah. Ane sering jumpa org2 kek gini kl lg nongkrong di warkop 3 ribuan. Kalo ulama mrk tersandung kasus ama polkis pasti mrk bilang kriminalisasi, polkis thogut lah, rejim dzolim lah dll. Tapi kl mrk kalah debat ngeles nya cem bajaj sampe gosipin tetangga yg anu lah dll
emoticon-Leh Ugaemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
simsol... dan 2 lainnya memberi reputasi
Istilah tsb bukan tanpa tujuan, sedikit demi sedikit menggiring menuju ulama adalah undang2 yg hidup...klo kejadian, misal si bapak ulama ga suka sama 1 orang atau golongan lain dengan dasar subjektif, bapak ulama tsb bisa mengeluarkan maklumat yg harus disetjui dan dijalankan sama masyarakat non ulama
profile-picture
profile-picture
simsol... dan samsol... memberi reputasi
naaah ini bagus nih buat dibaca
jadi biar jangan asal make istilah kriminalisasi ini dan itu
harus dipahami dulu maknanya
profile-picture
profile-picture
simsol... dan samsol... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ane penasaran klo ulama bahkan sekelas Syekh di Timteng, terutama Saudi, apakah jg di hukum aparat jika membuat rusuh/provokator/bikin meresahkan?emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
simsol... dan samsol... memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Susah gan, pegawai di kantor ane aja ada yg kemakan cuci otak ginian, terus sekarang jadi musuhin kami yg doyan komen kelakuan habib jijik dan beberapa bulan kemaren memilih keluar dari kantor ane... Sebelum keluar sudah Berani ngebantah aturan kantor demi habib jijik, kaya bolos kerja cuma demi jemput bibib, atau ikut acara2 212 yg ga mutu itu... Dari hasil ngobrol sama orang kaya gini, ane simpulkan mereka ini udah mandang habib kaya tuhan/dewa, entah kenapa bisa kepancing emosi terus marah besar kalau denger habibnya disindir atau digosipin... Susah paham ane juga gan... Kaya matanya buta ketutup tai ga isa liat the real problem yg diperbuat habibnya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
simsol... dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
emoticon-Leh Uga
awas mereka biasa memutar balikan fakta...
profile-picture
profile-picture
simsol... dan samsol... memberi reputasi
klo dari kasus yang itu gambaranya sih itu udah termasuk kekerasan.
profile-picture
profile-picture
simsol... dan samsol... memberi reputasi
Narasi tolol kadrun sok pintar yaitu kriminalisasi ulama
Selalu diulang-ulang setiap hari
Kebohongan yang diulang terus-menerus lama kelamaan akan menjadi kebenaran
profile-picture
profile-picture
simsol... dan samsol... memberi reputasi
Icelump samfah feradaban
emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
Sadhunter dan samsol... memberi reputasi
Kalo otak udah cuci bakal bersih dari noda dan noda2 yang lain ga mungkin masuk, buat yang paham aja
profile-picture
profile-picture
simsol... dan samsol... memberi reputasi
Diubah oleh sambapos
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di