CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[ Cerita Horor ] Imah Leuweung
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6071cc6d363d4029f71af749/cerita-horor--imah-leuweung

[ Cerita Horor ] Imah Leuweung - TAMAT

Spoiler for Makhluk di Pohon Beringin Asrama:


      


[ Cerita Horor ] Imah Leuweung



Spoiler for "Imah Leuweung":




Spoiler for "Urutan Cerita ":


Versi cetak..
Spoiler for "Versi Cetak:









profile-picture
profile-picture
profile-picture
gajah_gendut dan 39 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh setta
Halaman 1 dari 4
Nice...dilanjut lagi gan, bagus nih
profile-picture
profile-picture
setta dan aan1984 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Jejak heula kang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wilm4hope dan 2 lainnya memberi reputasi
Imah leuweng = Rumah Hutan
profile-picture
setta memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
E.N.D ...ENaknya Diterusin
profile-picture
setta memberi reputasi
O iya.. cerita ini pernah saya kirim ke podcast bagi horor , dan udah dibacain juga di sana.. kalo ada yg males baca dan lebih suka ngedengerin bisa mampir ke podcast bagi horror di spotify
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jokopenceng dan 2 lainnya memberi reputasi
ni bakal lanjut gak
profile-picture
setta memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kang... Ieu carita teh aya lanjutanna teu? Asa ngagantung
profile-picture
profile-picture
wilm4hope dan setta memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Layak dilanjutkan mas bro
profile-picture
setta memberi reputasi
Lanjut ya gann....

[ Cerita Horor ] Imah Leuweung

IMAH LEUWUNG

(Tumbal Pertama)


“Mirah .. di rumah gak?” suara seorang anak memanggilku dari depan rumah ,
“iya gas, kenapa?” Jawabku,

Itu Bagas satu-satunya teman seumuranku di kampung ini , Beberapa tahun setelah belanda meninggalkan kampung ini , banyak warga yang memilih untuk meninggalkan kampung, dan mencari kesejahteraan dari sebuah negara yang telah merdeka ini.

“Ke kebun karet yuk.. !” ajak Bagas.
“Ayuk2! “ Jawabku dengan semangat
“Buk , Aku main ke kebun karet dulu ya!” Pamitku pada ibu .
Tanpa menunggu balasan dari ibu , aku berlari menghampiri bagas dan segera berlari menuju kebun karet.

Ini memang keseharianku , bermain di kebun karet dan kadang membantu ibu merawat kebun.
Sekolah? Haha… itu Cuma untuk anak-anak juragan yang punya uang, dan itu saja sangat jauh dari kampungku ini.

Untuk mencapai kebun karet , kami harus keluar perkampungan dan melewati hutan jati, barulah setelah itu kita mencapai perkebunan karet milik Pak Gumelar , seorang pengusaha asal kampung kami juga.

Rumput yang pendek dan sekumpulan pohon karet yang tersusun rapi selalu bisa memukauku , selain aku bisa berlari-lari sepuasnya , kadang aku juga memainkan getah karet hasil sadapankun sendiri.

“Bagas , mirah… hati-hati jangan sampai jatuh “ ucap seorang pria mengingatkan kami.
Itu adalah kang wira , salah satu pekerja kebun ini.
“Iya Kang!” jawabku sambil meneruskan permainan.
...


“aduh..!” suara Bagas memecah konsentrasiku.

“mirah.. tolong!”

Aku berlari menghampiri bagas dan mendapatkan dia terperosok di jurang kecil di pinggir perkebunan.

Segera aku mencari galah untuk membantu bagas keluar dari jurang itu .
Memang sedikit lama, tapi akhirnya bagas bisa naik dengan selamat.
Tapi.. tanpa terasa langit mulai memerah menandakan sedikit lagi akan semakin gelap , Kamipun bersiap untuk pulang.


“Kamu sih gas, pake jatuh segala…. Kemaleman kan” keluhku
“maaf , gak sengaja kok itu… tenang aja aku tetap hafal jalan kok walau gelap” jawabnya.

Untuk pulang ke rumah , kami harus melewati hutan jati sejauh beberapa kilometer. Ini juga jalur yang digunakan oleh pekerja saat akan kembali ke kampung. Di tengah hutan itu juga telah disediakan rumah singgah untuk para pekerja, untuk sekedar istirahat atau menginap.

Hari semakin gelap, suasana tidak lagi menyenangkan seperti tadi siang.
Suara hewan-hewan malam mulai terdengar dan membuatku ketakutan.
“ gas , tungguin.. serem nih” keluhku .

“tenang, habis dari sini ada pohon jati besar .. ga jauh dari situ nanti ada rumah singgah, disana pasti ramai” cerita bagas.

Aku menurut saja , semoga benar apa kata bagas.
Kami semakin masuk ke tengah hutan , semak-semak tinggi mulai mengganggu jalan kami.
Namun perkataan bagas benar , ada sebuah rumah disana.

Sebuah nyala lampu petromax menerangi teras rumah itu , kuharap ada orang disana.
Kami menaiki teras dan mengetuk pintu .
“Punten! “ teriak bagas.

Namun hanya suara angin malam yang berhembus yang terdengar.

“Punten!” aku ikut berteriak.
Namun tak ada gunanya , sepertinya sudah tak ada orang lagi di rumah ini..

Angin dingin tiba-tiba bertiup , dan aku tak lagi mendengar suara hewan-hewan malam. Nyala api petromax di teras mendadak menghilang , dan aku mulai merasa tidak nyaman..

“ini ada yang tidak beres” pikirku

Aku menoleh ke arah hutan , setiap gerakan ranting-ranting di hutan membuatku semakin ketakutan.

“Mirah…itu apa? “ Ucap bagas dengan suara yang gemetar.

Sesosok tangan dengan daging yang sudah tidak utuh
mencoba keluar dari dalam tanah tak jauh dari tempat kami berdiri.
Sontak aku menangis sejadi jadinya.

Tidak hanya satu , tangan itu muncul semakin banyak dari dalam tanah dan mulai mengangkat tubuhnya.

Aku tak lagi berani menoleh , yang ku ingat makhluk-makhluk itu tidak memiliki wajah yang utuh lagi. Hanya tengkorak dan sedikit daging dan kulit tersisa di wajah dan tubuhnya.

Aroma busuk yang menyengat muncul dari makhluk –makhluk ini .

“lari gas.. lari…” teriaku sambil menangis
“kemana… ? mayat hidup itu udah ada di sekeliling rumah ini” jawabnya.

Aku melihat cahaya redup dari dalam rumah , spontan aku mendorong pintu rumah dan ternyata tidak terkunci.

Segera kami berlari masuk , menutup dan mengunci pintu dari dalam.
Apa yang terjadi? Kami berada di sebuah rumah di tengah hutan, dengan puluhan mayat hidup mengelilinginya. Semoga ini Cuma mimpi .

“gimana mir.. aku takut” ucap bagas.
Aku mengintip dari jendela , tidak ada satupun makhluk itu yang mendekat ke dalam rumah.
“ga ada yang mendekat gas.. semoga disini aman” ucapku sambil terisak.

Hampir satu jam kami menunggu , yang ada hanya keheningan dan isak tangis kami yang hampir reda.

“Brak!!!” tiba-tiba seperti ada suara pintu yang dipukul dengan keras.

Sontak kami kaget dan lari ke dalam . Aku yakin makhluk yang mencoba menerobos rumah bukanlah salah satu dari mayat hidup tadi.

Karena.. Tidak ada yang sebesar itu diantara mereka.
Kami berlari ke dalam , mencoba mencari tempat yang aman dari jangkauan makhluk-makhluk di luar sana.
Aku teringat nyala lampu redup yang terlihat dari luar ..

“tadi ada nyala lampu gas, coba cari… “ perintahku ke bagas.
“Di sana Mir… “ teriak bagas sambil menunjuk ke sebuah ruangan dengan nyala lampu yang redup.

Aku segera berlari ke sana, berharap akan ada seseorang disana.
“Srakkk… “ aku mendengar suara dari belakang
Bagas tidak mengikutiku.

“Arrgh… Miraaah!” teriak bagas
Bagas terjatuh , sesuatu menyeretnya ke belakang…
Aku mengejarnya, namun sebelum aku sampai aku terhenti .. kakiku bergetar lemas..
Sesosok makhluk dengan rambut panjang menutupi seluruh tubuh, darah yang hampir tak berhenti mengalir dari matanya menggenggam erat kaki bagas dan menahan tubuhnya.
“lari mirah!!! “ Teriak bagas.
“Tapi…” jawabku ragu.
“Lari!! Cari pertolongan!” teriak bagas yg terdengar menahan tangisanya.
Aku berusaha keras mengangkat kakiku , menyeretnya sekuat tenaga untuk ke sumber cahaya itu.

Ruangan itu seolah menyambutku , aku berlari memasuki ruangan , ternyata cahaya itu berasal dari 3 buah lilin.

Aku mendekat , namun ada yang aneh di sini, tidak Cuma lilin.. ada juga bunga-bunga sesajen dan kemenyan yang sudah dibakar.

Aku bingung dan mencoba keluar lagi , namun sebelum sempat menoleh , pintu tertutup dengan sendirinya.

Sesosok bayangan bergerak, ada orang di belakangku.
Sebuah kekuatan besar menahan tubuhku untuk menoleh ,

Tak satupun bagian tubuhku dapat digerakan. Aku merasa lemas ..
Sebuah perkataan terdengar sebelum aku kehilangan kesadaran…

...
...
“hapunten, ieu mangrupikeun pangorbanan anu kuring janji”
….





Tetesan air yang jatuh di wajahku membangkitkan kesadaranku, aku mencoba mengenali dimana aku saat ini. Hanya hutan dengan pohon-pohon hitam yang berada di sekeliling tempat ini.
“Grrrrrrr…..”
Terdengar suara raungan mendekat , aku tak mampu menahan air mataku.

Aku meraba ke sekitar , ada tangan seseorang.. aku meraihnya berharap dia menjelaskan di mana aku saat ini.

“tolong…” ucapku sambil menarik orang disampingku.
Namun bukan seseorang yang terbangun, melainkan sebuah tangan yang telah terlepas dari tubuhnya.

Aku menangis sejadi-jadinya , suara makhluk itupun semakin mendekat.
Aku mencoba berdiri , namun makhluk itu berhasil menemukanku..

Besar… tanganya menggenggam tubuh-tubuh manusia yang tidak utuh, seluruh tubuhnya penuh darah yang kurasa berasal dari tubuh-tubuh yang berserakan di sini.

“Tolong…. Bagas… Ibuuuu” teriaku sambil berlari sekuat tenaga
Namun makhluk itu terlalu cepat , sapuan tanganya menghentikan kakiku hingga aku harus menyeretnya untuk terus berlari.

“Apa sudah tidak ada harapan lagi .. “ pikirku
Wajah dengan penuh darah, dengan bola mata yang menggantung berhenti tepat di depan wajahku.

Tangan besar berayun , dan aku tahu itu bermaksud mencabik-cabik tubuhku.
Namun sebelum itu terjadi , sesosok makhluk lain muncul di hadapanku.
Menahan tangan makhluk besar itu dan menutupi tubuhku..

Hei.. aku tau makhluk itu, Sesosok makhluk dengan rambut panjang menutupi seluruh tubuh dan darah yang hampir tak berhenti mengalir dari matanya..

Itu makhluk yang menahan Bagas tadi..

“Lari….” Ucap makhluk itu dengan suara yang mencekam.

Aku tidak tahu apa yang terjadi , yang bisa kucoba hanya berlari.. berlari.. dan berlari…
Namun kali ini tidak hanya pohon hitam yang ada disekitarku , Sebuah pohon beringin besar seolah memanggilku ke sana.

Aku berlari menuju tempat itu, namun dari belakang terdengar suara ranting-ranting yang tersapu benda besar.

Kurasa makhluk tadi tidak bisa menahan raksasa ini.
Tak perlu menunggu lama, tangan makhluk itu berhasil mencapai tubuhku.

Namun aku terus berlari , hingga akhirnya aku melihat tubuhku mencapai bayangan pohon beringin itu.

Benar…

makhluk itu tidak mengejarku lagi…
Dia hanya melihatku tanpa berani mendekat , bahkan hanya untuk ke bayangan pohon ini..

Seolah kecewa, makhluk itu berteriak.. mengamuk dan mencabik-cabik potongan-potongan tubuh yang masih di genggamnya.

Cukup lama, sampai akhirnya Makhluk itu meninggalkan pohon beringin ini.

Aku mencoba kembali berjalan sekedar ingin bersandar di bawah pohon ini.

Namun ada yang aneh.. aku berjalan , tapi mengapa seolah aku tidak berpindah tempat.

dan… mengapa aku bisa melihat tubuhku sendiri..
….
...
Tanpa kepala…






Hai… Aku mirah , ini desa Sukmaraya sebuah perkampungan yang cukup padat, dengan pemandangan yang selalu membuatku rindu,

yaitu sebuah pohon beringin besar yang selalu bisa dilihat dari sudut manapun kampung ini.

Aku suka dengan pohon beringin ini , karna didekatnya aku merasa nyaman seolah tidak akan ada bahaya selama aku ada di sini.

Aku senang di sini, sebuah sekolah dan asrama di bangun di sini, jadi aku bisa melihat anak-anak seumuranku bermain di sini. Tapi hanya beberapa saja yang bertemu denganku, dan tidak banyak yang bisa lama-lama bermain, hihi… mungkin karna aku sedikit berbeda dengan mereka.

Karena aku harus membawa kepalaku dengan tanganku , agar tidak terjatuh…
Kesepian? Gak juga...

Ada seorang teman yang sering mengunjungiku ,
dulu dia seumuran,
tapi sekarang dia sudah lebih berumur dan terlihat cukup berkharisma dengan rambutnya yang mulai memutih.

Nah itu dia datang ..
Kenalin sahabat terbaiku,

Namanya.. “Bagas Kuswara”



(To be Continued)

















profile-picture
profile-picture
profile-picture
gajah_gendut dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
subskreb dlu klo rutin update
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan setta memberi reputasi
Bagas sebagai tokoh apa di cerita inu nanti???
profile-picture
setta memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
updatenya setiap hari apa gan?
profile-picture
setta memberi reputasi
Diubah oleh suryakarta
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Udah pada duduk gelar tikar
profile-picture
setta memberi reputasi
Amankan Pejwaaann... Hidup premiuuumm hehehe emoticon-Hammer2
profile-picture
setta memberi reputasi
nitip kolek
profile-picture
setta memberi reputasi
Kapan update lg bre??
profile-picture
setta memberi reputasi
gelar tiker nunggu update
profile-picture
setta memberi reputasi
sambil nunggu update... bisa dengerin youtubenya podcast bagi horor

profile-picture
profile-picture
profile-picture
goblinslayer88 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh setta
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Suskreb dlu nih gan, dinantikan lanjutan ceritanya
profile-picture
profile-picture
suryakarta dan setta memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ninggalin jejak sambil nunggu update
profile-picture
setta memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di