Kaskus

News

tribunnews.comAvatar border
TS
tribunnews.com
Cerita Mie Ayam Pocong di Solo: Diisukan Pakai Pesugihan, Kini Selalu Ramai Pembeli
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Azhfar Muhammad Robbani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Mie Ayam Pocong Tugu Lilin di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan adalah satu dari sekian kuliner yang terkenal di Kota Solo.

Selain rasanya yang lezat dan manis, ada hal lain yang menarik perhatian.

Mie Ayam Tugu Lilin Pajang sempat diisukan menggunakan persugihan ‘Pocong’.

Cerita Mie Ayam Pocong di Solo: Diisukan Pakai Pesugihan, Kini Selalu Ramai Pembeli
Suasana pembeli di warung Mie Ayam Pocong di Jalan Joko Tingkir, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Sabtu (3/4/2021). (TribunSolo.com/Azhfar Muhammad)


Tak heran, Mie Ayam Tugu Lilin Pajang sering disebut sebagai Mie Ayam Pocong sehingga terdengar menyeramkan.

Mie Ayam Pocong yang merupakan salah satu tempat makan istimewa bagi penikmat mie bisa menjadi referensi bagi siapa saja.

Cerita Mie Ayam Pocong di Solo: Diisukan Pakai Pesugihan, Kini Selalu Ramai PembeliPemilik warung Mie Ayam Pocong, Nardi berpose di Jalan Joko Tingkir, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Sabtu (3/4/2021). (TribunSolo.com/Azhfar Muhammad)

Baca juga: Nama Seram Ada Kata Hantu, Ini Alasan Pemilik Bikin Nama Warung Mie Ayam Pocong Tugu Lilin Solo

Baca juga: Warung Mie Ayam di Klaten Ini Ikut Tergusur Tol Solo-Jogja, Meski Belum Dibayar, Sudah Mulai Pindah

Pemilik Mie Ayam Pocong, Nardi Wiyanto mengaku warungnya sempat diisukan oleh pesaingnya menggunakan pesugihan pocong.

“Iya dulu ada pesaing mie ayam ini sempat membuat kabar burung, katanya ada ini ada pesugihan pocong,” cerita dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (3/4/2021).

Bahkan isu tidak benar itu, membuat dirinya sempat terpuruk, karena pelanggannya rontok dan warung menjadi terganggu.

“Penurunan pembeli itu sempat ada tapi ya sebentar,” ujarnya.

Semenjak itu, Nardi berinisiasif untuk mengubah nama mie ayam jualannya menjadi Mie Ayam Pocong.

“Untuk isu itu tidak bena, tapi saya karena terlanjur dikenal hal mistis sekalian saja ubah namanya,” ujarnya.

“Ternyata ketika saya mengubah namanya malah jadi ramai pengunjung, mungkin ini rezeki kami,” tambahnya.

Disamping itu, Nardi mengatakan memiliki cerita lain dibalik nama Mie Ayam Pocong.

“Dulu saat masih banyak pemburu hantu, ternyata para pemburu pernah melihat pocong di pohon sekitar berjualan saya,” ungkapnya.

Meskipun demikian, dirinya mengaku tidak percaya sepenuhnya apa yang dikatakan oleh para pemburu hantu tersebut.

“Yang penting sekarang Alhamdulillah laris terus,” pungkasnya.

Nama Unik Mie Ayam Pocong

Jalan-jalan ke Kota Solo tidak lengkap rasanya jika tidak mencoba berbagai kulinernya.

Di antaranya, Solo terkenal dengan kuliner mie ayamnya yang lezat, nikmat dan murah meriah.
Tak seperti warung biasanya dengan nama standar, ada mie ayam di pinggiran Kota Bengawan bermama unik bahkan 'menyeramkan'.

Kenapa seperti itu?

Ya, namanya menyematkan nama hantu yakni pocong.

Nama lengkap warungnya yang berada di persimpangan Tugu Lilin, jalan Joko Tingkir, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo adalah 'Mie Ayam Pocong Tugu Lilin-Pajang'.

Pemilik Mie Ayam Pocong, Nardi Wiyanto mengaku warungnya telah berdiri sejak 1996.

“Sudah 25 tahun saya berjualan mie ayam di sini, awalnya ya hanya sedikit pengunjung tapi lama-lama ramai,” terang dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (3/4/2021).

Ia mengisahkan, perjalanan bisnisnya sebagai penjual mie ayam berawal dari gerobak kecil hingga memiliki dua orang karyawan saja.

“Sekarang Alhamdulillah ramai, sekarang saya memiliki 8 karyawan,” ujarnya.

Nama Mie Ayam Pocong ia dapatkan karena iseng agar mengundang rasa penasaran dan banyak pengunjung untuk mencicipi mie ayamnya.

Baca juga: Harapan Selvi Ananda : Soal Stunting, Pernikahan Dini & Pendidikan Pra Nikah Disosialisasikan Masif

Baca juga: Pesona Selvi Ananda, Meski Tampil Sederhana, Tampak Anggun saat Hadirii Penghargaan Duta Genre Solo

“Awalnya Mie Ayam Tugu Lilin, karena letaknya di dekat area Tugu Lilin, namun setelah beberapa bulan saya iseng untuk mengganti nama menjadi Mie Ayam Pocong,” aku dia.

Meskipun nama tampak ngeri bikin orang merinding, tetapi justru menjadi rezeki dan mengundang banyak pembeli.

Tak tanggung-tanggung dia menyebut setiap hari bisa menjual 300-350 mangkok mie ayam.

“Pendatangnya dari mana-mana, warga lokal, luar kota, food vloger, artis pokonya dari mana-mana,” ujarnya.

“Misalnya ada Surya Saputra, Ria SW udah tiga kali didatangi artis,” jelas dia.

Baca juga: Potret Mie Ayam Unik Nan Murah di Kerjo Karanganyar, Ternyata Hanya Rp 7 Ribu Dapat Satu Wajan

Baca juga: Warung Mie Ayam di Klaten Ini Ikut Tergusur Tol Solo-Jogja, Meski Belum Dibayar, Sudah Mulai Pindah

Sejak puluhan tahun berjualan, pada tahun 2010 menjadi masa di mana warungnya berjaya.
“Pada 2010, sehari habis 45-50 kg berarti 450 porsi setiap hari,” katanya.

Meski laris dan sukses dengan bisnis mi ayam tersebut, namun hingga saat ini Mie Ayam Tugu Lilin tidak membuka cabang di manapun.

Dibanderol dengan harga Rp 10 ribu dan disajikan menu tambahan lauk pendamping.
“Ada ceker, kepala, ampela ati, usus, tahu dan kerupuk yang ambil sendiri,” katanya.
"Hanya buka pukul 13.00 - 21.00 WIB," aku dia.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com
 dengan judul Cerita Mie Ayam Tugu Lilin Solo : Sempat Diisukan Pakai Pesugihan, Pemilik Lantas Namakan



0
456
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan