CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Penelitian Membuat Kota Impian Untuk Tikus !! oleh Prof John Calhoun.
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6044af63be26aa232774bbe2/penelitian-membuat-kota-impian-untuk-tikus---oleh-prof-john-calhoun

Penelitian Membuat Kota Impian Untuk Tikus !! oleh Prof John Calhoun.

Penelitian Membuat Kota Impian Untuk Tikus !! oleh Prof John Calhoun.


Menurut aganwan / aganwati, apa itu Utopia (Surga Dunia) bagi Tikus? jika kita melihat dari Penelitian Prof Calhoun dari 1950 sampai 1970, Utopia (Surga Dunia) bagi tikus yaitu Makanan yang Tak Terbatas, Tempat tinggal yang nyaman sesuai suhu yang dibutuhkan tikus untuk berkembang biak dan juga Rumah yang dirancang khusus untuk Tikus penelitian tersebut. Tikus tersebut awalnya baik - baik saja sampai suatu ketika terjadi Overpopulasi yang menyebabkan bencana yang menyeramkan bagi Tikus. Dalam penelitian tersebut, pertama - tama Callhoun memasukkan sepasang tikus kedalam Utopia buatan (diibaratkan seperti surga dunianya tikus). Bagi yang belum tahu, periode kehamilan tikus adalah kurang lebih 21 - 24 hari dan juga tikus melahirkan 10 - 12 anak dalam satu kali melahirkan dan bisa hingga 17 kali dalam setahun. Bayangkan dalam satu tahun berapa tikus yang lahir jika kita juga mengalikan anak - anak tikus tersebut !!!!


Awalnya tikus - tikus tersebut hidup dengan damai dan sejahtera sampai dengan masa Buruk tiba. Sekumpulan tersebut mengalami over populasi yang mengakibatkan Utopia tikus tersebut penuh dengan tikus. Setiap detik, menit, jam tikus tersebut harus berdesakan dengan ratusan bahkan ribuan tikus lainnya. Perilaku tikus menjadi berubah, disebabkan banyaknya populasi tikus dan kurangnya stock makanan. Perilaku tikuspun menjadi berbeda - beda antara tikus satu dengan tikus lainnya. Karena semakin banyak Populasi Tikus maka semakin banyak juga makanan yang dibutuhkan tikus. Tikus - tikus dalam utopia tersebut berubah perilaku psikologisnya. Ada yang karena kekurangan makanan jadi menyerang tikus lainnya, ada yang bingung kesana - kemari mencari makanan, yang tikus merasa berkuasa sehingga menyerang tikus lainnya untuk mendapatkan makanan. Karena banyak tikus yang saling bertarung untuk mendapatkan makanan, para ibu tikus (tikus perempuan) menjauh dari keramaian tersebut sejauh mungkin (sejauh - jauh paling ya berapa meterlah orang Utopianya saja tidak terlalu besar.


Terkadang juga Ibu Tikus menjatuhkan CINDIL (Bayi Tikus) ketika sedang dibawah kabur. Nah bayi tersebut biasanya dimakan oleh Tikus yang sudah gila karena kekurangan makanan. Beberapa Populasi tikus juga mengalami Stress. Populasi Tikus yang Stress dipanggil oleh profesor Calhoun dengan sebutan "The Beautiful" seperti sudah kehilangan nafsu. Mereka berkumpul untuk bersembunyi dari kericuhan tikus di suatu tempat entah tikus jantan maupun tikus betina tetapi hanya makan, tidak melakukan hubungan, tidak berkembang biak, tidak bertarung atau melakukan apapun bahasa jawanya "NJEGIDEG" atau "Madang Ngising Turu". Saat populasi berkurang dikarenakan Si Tikus saling bertarung satu sama lain, hanya tikus Polulasi "The Beautiful" yang selamat tetapi Populasi tersebut kehilangan tingkah laku untuk bersosialiasi, termasuk berkembang biak (atau bahasa Alusnya Ng*ntot) atau merawat bayi - bayi tikus mereka.

Bisa disimpulkan dari Eksperimen Professor Calhoun bahwa semuanya jika tidak Balanced pasti akan kacau juga. Itulah perbedaan manusia dengan Tikus. Manusia bisa mencegah Overpopulasi misalnya KB atau tembak luar eh maaf maksud saya 2 anak lebih baik. Contohnya lagi demi mengatasi Overpopulasi, di India dan China (no. 2 dan no. 1 penduduk terpadat sedunia) membakar jenazah guna mengurangi penggunaan lahan yang digunakan sebagai kuburan. Tikus berbeda dengan manusia, hanya makan tidur sudah. Sedangkan Manusia lebih kompelks karena dianugerahi Kecerdasan dan Kebebasan berpendapat. Okelah gan, terima kasih sudah berkunjung ke Thread saya ini gan. Sampai jumpa. Enjoyy

Nb : Untung Jurnal tentang Prof Calhoun disanggah oleh Profesor lainnya dikarenakan manusia tidak bisa dibandingkan perilakunya dengan tikus. 

Sumber : 
Journal of Social History dengan Jurnal milik John Calhoun yang berjudul "BEHAVIORAL SINK"
dan juga youtube perilaku tikus di dalam Utopia dokumentasi : Disini Gan

profile-picture
profile-picture
profile-picture
b4perman dan 29 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh prata34
Halaman 1 dari 3
haduhh .. sampe segitunya emoticon-Hammer2
profile-picture
kiara8 memberi reputasi
hmm.. tembak diluar emoticon-Recommended Seller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ari.elsa20 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Dua anak itu bukan acuan tetap. Bila sikon ekonominya tidak memungkinkan, 1 anak.
profile-picture
profile-picture
badbironk dan MemoryExpress memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
tumpukan sampah adalah surga bagi tikus emoticon-Najis
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kota impian buat tikus
Chicago Puncaki Daftar Kota dengan Populasi Tikus Terbanyak di AS
https://www.kompas.com/global/read/2020/10/18/190712970/chicago-puncaki-daftar-kota-dengan-populasi-tikus-terbanyak-di-as.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
natokh02 dan 2 lainnya memberi reputasi
emang tikus termasuk hewan yg cepet berkembang biak..
hewan mmng begitu
Penelitian Calhoun seenggaknya memberikan gambaran mengenai bahaya overpopulasi. Ini bisa aja dijadiin acuan buat manusia, secara genetik dan perilaku manusia ga jauh beda sama tikus.
Kalo ini dibiarkan manusia juga bisa mengalami masalah seperti bencana di surga tikus tadi. Sekarang populasi manusia udah mau mencapai puncaknya, yg diperkirakan sekitar di tahun 2100, sebelum akhirnya stagnan dan menurun. Sekarang jg udah banyak perilaku manusia yg menunjukkan perilaku the beautiful ones.
Tapi ya untungnya manusia punya kemampuan untuk menyelesaikan masalah ini di masa mendatang, sementara tikus spt yg ts bilang tadi. Seenggaknya ada langkah2 preventif untuk mencegah kiamat manusia akibat overpopulasi.

Kalo yg peneliti lain, jonathan freedman, masalah hancurnya surga tadi bukan karena overpopulasi, tapi lebih karena interaksi manusia yg kelewat jenuh. Saban hari kita ketemu orang2 itu aja ga ada variasi di sebuah lingkungan terisolir.

O ya gan, mau koreksi kalo di percobaan tsb tikus2 sama sekali ga kekurangan makanan. Di videonya jg disebutkan kalo selama peningkatan populasi, makanan dan minuman ditambahkan di beberapa titik. Yg bikin para tikus berserk itu karena overcrowding.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dregqueen
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Tikus berdasi jauh lebih berbahaya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Masalah kuburan keknya gak ada pengaruh. Kuburan Cina secara ukuran justru lebih gede ketimbang kuburan orang sini.

Di Jakarta krisis makam lebih karena pandemi sebenarnya. Banyak korban meninggal, lokasinya harus khusus. Wajar pasti cepat penuh. Solusi makam tumpang juga udah lama dilakuin, dan ampe sekarang gak ada gejolak khusus yang bikin demo berjilid-jilid.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kesimpulannya jangan asal main tebas aja.. pakai caps dong.. emoticon-Ngakak
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Disini kita bisa tau kalau ngentu juga harus ngotak emoticon-Hammer2
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Menarique
Jadi Solusi overpopulasi harus tembak diluar dong? 😅
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Tikus yg mengasingkan diri bisa disebut dengan Hikikomori atau neet. Orang tersebut ada lho jangan kira emoticon-Big Grin

Sementara tikus yg kelaparan bisa kita sebut gelandangan atau si kismin. Tikus yg kaya ya penguasa atau politikus emoticon-Cool
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Setidaknya memberikan gambaran atau garis besar, seperti ini jika over populasi. Walaupun tidak 100% karena manusia memiliki akal
Kalo gk ada professor lain yg nyanggan, guw mau nyanggah berdasarkan banyak faktor,, manusia sangat beda dengan tikus,(walaupun ada beberapa manusia juga yg kelakuannya kayak binatang),
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Thread yang chilling, tetapi memberikan cukp insight 'mencentil' kepada manusia, great
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Ada ada sajaemoticon-Ngakak
Waspada overpopulasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di