CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Pertemuan dan pertemnan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6044599c1c3bf131ce6c006c/pertemuan-dan-pertemnan

Pertemuan dan pertemnan

Malam makin larut, sebuah kafe pada sapta ibukota yg buka malam hari, baru terlihat geliatnya. kim baru saja datang & eksklusif memasuki kafe itu, dia melihat poly pengunjung pada dalam, dia tengak tengok mencari loka duduk yg kosong, akhirnya dia dapatkan.
kim memperhatikan berdasarkan kejauhan gadis anggun yg sedang membawa minuman buat pelanggan. Ketika si gadis melewatinya, dia tersenyum. “Hai Abangku, kemana aja? Kok baru keliatan!” tanya si gadis yg ternyata telah mengenalinya pula menggunakan senyum. “Biasa lah, terdapat urusan…” katanya. “Minum apa? Biasa…?” tanya si gadis. Di jawab menggunakan anggukan kim. “Oke, tunggu ya…”. Ia berlalu menaruh minuman dalam pelanggan pada pojok ruangan, sehabis itu dia mengambilkan minuman pesanan kim.
“Ini minumannya, Abang ganteng…” istilah si gadis sembari memberikan minuman pada atas meja. “Kok kelihatan gundah sih? Kenapa?” si gadis memandangi kim. Ia merogoh kursi & duduk pada kimping kim. Ia memang telah mengenal kim semenjak mini & dia memahami sekali paras saudara tertua sepupunya itu jika sedang gundah, niscaya kini ini terdapat yg sedang dipikirkan. Dan umumnya nanti dia yg dijadikan loka curhat kegalauannya.

rina, gue mau udahan kima tante Win…” kim berkata. “Ooh… terdapat perkara menggunakan tante Win…” gadis bernama rina manggut-manggut. Dia memandang sekeliling, beliau nir mungkin mendengarkan kakak sepupunya curhat kini , ceritanya niscaya akan panjang & kini dia wajib lanjut bekerja. “Gue bakal lanjut denger cerita lo Bang, akan tetapi ngga kini , gimana kalo besok relatif sore gue ke loka lo, besok gue off kerja… oke?!” rina bergerak berdasarkan kursinya. “Smile dulu dong Abang ku”, goda rina sebelum akhirnya dia berlalu. kim tersenyum. Senyum rina memang paling mampu bikin hatiku terhibur, batin kim.
Hari ini kim mengaku sakit & biar nir masuk kerja. Sore hari, kim baru bangun berdasarkan tidurnya, waktu rina baru saja datang pada kamar kos kim. rina mengetuk pintu & membuka pintu kamar kos kim, yg pintunya nir dikunci. rina melihat kim pada sisi loka tidurnya. “Hey Bang, baru bangun yah? Nih gue beli martabak selera gue, lo jua niscaya senang deh…!” tanpa wajib dipersilakan masuk rina masuk ke pada. Ia pribadi duduk lesehan pada lantai yg dialasi karpet tebal & meletakkan bawaannya pada lantai. “He-emm… bentar deh, gue mandi dulu” kim yg masih terlihat relatif kusut bergerak ke kamar mandi.
Wangi segar harum deodoran spesial laki-laki mengisi ruangan sesudah kim keluar berdasarkan kamar mandi & harumnya hingga ke hidung rina. rina mengarahkan matanya ke sosok lelaki itu. Lelaki itu terlihat segar menggunakan rambut yg masih basah acak-acakan & dia jua belum berbaju, hanya bercelana pendek saja. Jantung rina berdebar. Ia senyum-senyum melihat pemandangan itu, terakhir kali dia melihat kim misalnya itu semasa mereka pada kampung, dulu mereka & sahabat-sahabat lain tak jarang sekali main pada sungai, kim masih Sekolah Menengah Atas & masih kurus, ketika itu rina masih SMP, hmm… gagah sekali kakak sepupunya itu kini , pungkasnya pada hati.

kim berdiri pada depan cermin & merapikan rambutnya. rina mencuri-curi pandang. Dalam hati terdalam rina, dia memang menyukai lelaki itu semenjak lama. Selain mereka bersaudara, kim jua merupakan sahabat berdasarkan kecil, tempat tinggal mereka pada kampung memang berdekatan & interaksi persaudaraan famili akbar mereka terbilang baik & erat, kakek kim & nenek rina merupakan abang adik. kim lelaki yg baik, rina memahami benar itu. Saat dirinya diberhentikan berdasarkan pekerjaan & kesulitan menerima pekerjaan lagi, lelaki itu merekomendasikan pada pemilik kafe buat mendapat rina bekerja pada loka itu. Walaupun awalnya dia relatif takut lantaran wajib bekerja malam, akan tetapi kim rinaakinkannya bahwa dia akan aman, lantaran dia kenal benar menggunakan bos pemilik kafe & para pelayan jua para ‘preman-preman’ pada sana. kim yg mencarikan loka kos untuknya tidak jauh berdasarkan tempatnya bekerja kini . kim jua berjanji segera akan mencarikan pekerjaan yg lebih baik buat rina.
Orangtua kim sebenarnya merupakan termasuk famili berada pada kampung mereka. Selama ini mereka hanya memahami kim pada Jakarta buat bekerja, akan tetapi orangtuanya sendiri hanya memahami kim menjadi pegawai pada perusahaan swasta. Setelah lulus kuliah kim memang merantau ke Jakarta & bekerja. Tiga tahun hayati pada Jakarta, dia bertemu menggunakan sahabat kuliahnya dahulu, kim dikenalkan menggunakan sahabat lain yg hobi menghamburkan uang, punya gaya hayati yg glamor, & dekat menggunakan kehidupan malam. Dari situlah dia mengenal tante Win, perempuan yg usianya 18 tahun pada atas kim yg merupakan ‘sahabat dekat’ kim semenjak 3 tahun belakangan. Ia seseorang perempuan lajang yg sukses pada karir & nir punya harapan buat menikah, dia hanya ingin bermain-main menggunakan kim & kim jua memahami itu, lantaran dia jua nir pernah berfokus menggunakan perempuan itu, dia hanya ingin hayati serba gampang & dimanja sang uang tante Win, lantaran gajinya menjadi staff pada perusahaan yg nir terlalu akbar tidaklah relatif memenuhi gaya hidupnya mengikuti sahabat-temannya; party, nge-gym pada loka elit, perawatan layaknya cowok metropolis, membelanjakan pacar-pacarnya yg lain, dll.
Selain tante Win yg jadi kekasih tetapnya, membisu-membisu kim memang mempunyai poly kekasih, hanya buat bersenang-senang, ya… perempuan mana yg nir akan tertarik dalam kim, dia mempunyai seluruh yg diinginkan perempuan , wajah rupawan, tubuh atletis, & dia jua dikenal nir segan-segan menaruh hibah yg mahal. Ah… kim, batin rina. Ia sebenarnya prihatin & kasihan menggunakan kim. Sudah berulang kali rina menasihati kim supaya menyudahi segala petualangannya & hayati normal. rina selalu memikirkan bagaimana bila famili akbar mereka mengetahui kelakuan kim pada Jakarta? Terlebih lagi bila orang sekampung memahami…? lantaran selama ini cuma dia yg memahami & dia selalu menutup-nutupinya.
kim telah berpakaian, kaos bergambar & nir berlengan dipilihnya buat suasana santai. rina membisu-membisu memperhatikan otot-otot lengan kim yg kokoh & ditorehi tato, dia pribadi membayangkan nyamannya pada dekapan lelaki itu. rina buru-buru menggelengkan kepalanya, menepis pikiran liar pada kepalanya. Ia memahami kim hanya menganggapnya menjadi adik.

kim duduk lesehan pada depan rina kemudian merogoh sepotong martabak yg pada bawa rina. Baru 2 kali gigitan, dia bangkit lagi. “Oiya, gue ambil minum dulu..” dia berjalan menuju lemari pendingin & merogoh 2 botol frestea dingin. Mata rina tidak tanggal memperhatikan kim. “Bang, kemaren lo bilang mau apa? Mau udahan kima si Tante? Ada angin apa?” kim telah pulang duduk pada hadapan rina, merogoh rabat ke 2 martabak yg pada bawa rina. “Gue bosen menggunakan hayati gue rina… gue capek, akhir-akhir ini gue mulai mikirin apa yg udah lo omongin ke gue”, kim sembari mengunyah martabaknya. ”Gue ngga sanggup begini terus, umur gue udah 28 tahun, gue jua pengen hayati normal & suatu waktu punya famili kayak temen-temen gue yg lain…” dia habiskan rabat terakhir martabak pada tangannya.
“Udah ngomong kima si Tante belom? Kalo beliau ga mau gimana?” rina meneguk minumannya. “Belom sih, makanya gue minta pendapat lo… soal beliau mau apa ngga, itu soal gampang” “Gue sih seneng banget Bang ngedengernya, keputusan lo udah bener… lanjutin lah niat lo itu…, selesainya itu dari gue temen-temen lo yg kini ditinggalin aja”. “Iya rina, walaupun mungkin ngga segampang itu ya, akan tetapi pelan-pelan gue akan berusaha rina, tekad gue udah bertenaga buat berubah… semoga sanggup ya rina”. rina meng-amini nya.

“Ngomong-ngomong rina, lo sendiri belum terdapat niatan nikah?, calon yg dulu itu kemana?” “Udah ke bahari Bang… he.. he… he beliau punya cewe lain” “Kasian Ade kakak…” kim mengacak-rambang rambut rina. rina tersipu dibuatnya.
“Tau ga rina, telah 3 malam ini gue mimpiin lo terus, kenapa ya?” “Emang mimpi apa bang? Gegara mikirin rina kali… kimpe kebawa mimpi begitu?” rina mengekeh. “Iya jua kali, niat gue buat berubah gini emang kan lantaran lo rina, lo ga bosen-bosen ingetin gue, gue seneng lo masih mau nganggep gue menjadi sodara… makasih ya rina… engga tau kalo yg lain rina… paling-paling famili & saudara lain akan menghujat gue kalo memahami gue yg sebenarnya…” “Jangan ngomong gitu Bang, lo kan niat mo berubah…” rina menghibur.
Tak terasa 3 tahun sudah berlalu. Tak poly berubah dalam interaksi kim & rina, masih akrab layaknya teman, saudara atau saudara tertua adik. rina nir lagi bekerja pada kafe malam. Rasa cintanya dalam kim masih kima, nir pernah dia isyaratkan atau dia ungkapkan. Di sisi lain, kim menentukan nir mempunyai pacar lagi & semakin ulet bekerja, hingga-hingga disela-sela saat luangnya dia pakai buat mencari uang tambahan. Hingga dalam suatu masa kim mendapati rina sedang menangis…
“Kenapa rina” kim menatap paras rina menggunakan lembut. “Bapak maksa gue buat nikah… mau dijodohin, takut gue jadi perawan tua pungkasnya, terus pungkasnya jua tetangga kita pada kampung makin acapkalikali bergunjing, si Mar udah mau punya anak 3, masak kakaknya belom nikah jua!” “Sabar ya…” hibur kim. “Hmm… mau ngga gue kenalin kima cowok yg berfokus pengen nikah?” “Siapa? temen lo? gue ngga tau deh Bang!!” rina hanya tertunduk lesu “Jangan murung begitu…” kim menghapus air mata rina. “Coba liat dulu orangnya, tampan kok, nih gue punya fotonya…” kim merogoh ponsel menurut saku celananya. “Mau liat ga nih? Udah usang jua beliau jomblo & kini ini pungkasnya siap nikah…” “Mana?” rina mendekatkan kepalanya dalam layar ponsel yg dipegang kim, dia bertanya-tanya & ingin memahami foto yg dimaksud.
“Ini fotonya!… gimana… tampan kan?” kim menampakan foto dirinya sendiri dalam rina. “Becanda aja lo Bang!” rina tertawa getir. “Ini berfokus ade sayang,” kim mengatakan menggunakan nada bicara & raut paras berfokus. Ia mengeluarkan sesuatu menurut saku celananya. “Maukah rina menikah menggunakan kakak… & mendapat kakak apa adanya?” kim memperlihatkan sebuah cincin bermata biru. rina masih belum percaya.Pertemuan dan pertemnan
profile-picture
profile-picture
aryanti.story dan bukhorigan memberi reputasi
nice.
profile-picture
Karimake.akuna memberi reputasi
wewwwwww
profile-picture
Karimake.akuna memberi reputasi


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di