CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jokowi Legalkan Investasi Miras, MUI Berikan Tanggapan Menohok
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/603b99a1544134283410a5e1/jokowi-legalkan-investasi-miras-mui-berikan-tanggapan-menohok

Jokowi Legalkan Investasi Miras, MUI Berikan Tanggapan Menohok

Jokowi Legalkan Investasi Miras, MUI Berikan Tanggapan Menohok

Jokowi Legalkan Investasi Miras, MUI Berikan Tanggapan Menohok

Suara Kebijakan Presiden Joko Widodo yang menetapkan minuman keras (miras) sebagai daftar positif investasi (DPI) menuai banyak kecaman.

Kekinian, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis memberikan pesan menohok terkait legalisasi investasi industri miras.

Melalui akun Instagram miliknya, @chololnafis, ia dengan tegas menyatakan melegalkan izin investasi minuman keras atau miras hukumnya haram.

Cholil menegaskan, melegalkan kebijakan investasi miras sama halnya dengan mendukung peredaran miras di Indonesia, meskipun hanya diberlakukan di beberapa provinsi di Indonesia.


"Termasuk yang melegalkan investasi miras itu sama dengan mendukung beredarnya miras, maka hukumnya haram," kata Cholil seperti dikutip dari Suara.com, Minggu (28/2/2021).

Menurut Cholil, jika negara melarang peredaran miras maka seharusnya juga melarang investasi miras di Tanah Air.

Alasan kearifan lokal dinilai oleh Cholil Nafis tak bisa digunakan untuk menghalalkan legalitas investasi miras.


"Tak ada alasan karena kearifan lokal kemudian malah melegalkan dalam investasi miras, itu merusak akal pikiran generasi bangsa," tegasnya.

Cholil mengutip hasil penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut ada lebih dari 3 juta orang meninggal akibat miras pada 2014. Angka kematian tersebut lebih banyak dari jumlah kematian akibat Covid-19.


Ia juga menyebut dalil haram meminum miras hingga bukti kriminalitas terjadi akibat miras banyak ditemui.


"Sudah jelas mudharatnya lebih banyak dari manfaatnya. Buat apa pemerintah melegalkan investasi miras?" ungkap Cholil.

Cholil Nafis menyerukan untuk menolak kebijakan investasi miras tersebut diberlakukan untuk semua umur.

"Tolak miras dan dukung RUU jadi UU pelarangan miras untuk semua umur. Bismillah," tukasnya.

Investasi Industri Miras

Presiden Jokowi telah menetapkan industri minuman keras masuk dalam Daftar Positif Investasi (DPI) mulai 2 Februari 2021.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Penanaman modal baru hanya dapat dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, yakni Provinsi Bali, Provinsi Nusa Ternggara Timur (NTT), Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya serta kearifan lokal.


Nantinya, penanaman modal tersebut juga akan ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarkan usulan gubernur.


----++++----

Sayang ormas laskar tukang demo sudah dibubarkan emoticon-Belgia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
servesiwi dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh andika.1stravel
Miras dilarang karna mabok ?? Lah yang mabok agama sampe menggal orang ngeledukin diri kagak dilarang juga klo cuma ngeliat efek terburuk yang diakibatkan ????
profile-picture
profile-picture
profile-picture
servesiwi dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Mendukung ulama yg mengolok olok sembahan agama lain juga haram lho.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mr.ainz dan 13 lainnya memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Sudah lama bangsa ini jdi munapik,melarang tapi banyak beredar minuman keras.
Ane lebih setuju miras di atur di wilayah2 tertentu.
Psk juga haram tapi buktinya ...emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
SuaraLagita dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Tolak miras!!
Krn ane iri ga bisa menikmati emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ambarawan dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Yang lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya itu ya jelas2 MUI.

Negara yg melegalkan alkohol sekarang sudah sampai ke Pluto.

Sedangkan MUI terus2an menghambat perkembangan kecerdasan rakyat Indonesia dengan kekangan doktrin konyol mereka.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ssxun91 dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Teriak teriak tolak miras...

Giliran ada yg punya saham miras ente pada pura pura ga lihat...

emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
SuaraLagita dan 7 lainnya memberi reputasi
Pada heboh bgt yak masalah miras ini..
Padahal kan kalo emang ga boleh ya ga usah dibeli..
Pemprov dki dari dulu juga udah punya saham angker kan? Kok itu ga pernah diributin??

Lagian tolak lelgalisasi miras dll, kan miras emang ga ilegal toh..
Yang ilegal paling ya yang dijualnya diem2 doang ato oplosan..
Kalo emang ilegal itu bapak2 didewan yang suka minum2 udah ditangkepin atuh harusnya --"..

Di malaysia yang penduduknya mayoritas muslim juga legal tp yang ras melayu ga boleh beli emoticon-Stick Out Tongue.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
SuaraLagita dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Ngomong apa aja udah ga ngefek. Periode terakhir ga ada beban. Kadrun lewat, investasi jalan terus.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
servesiwi dan 7 lainnya memberi reputasi
Mestinya kl bicara data wajib ada pembanding nya
Kl dikatakan byk org tewas akibat miras ya tunjukin juga data org tewas akibat baca manual book terbitan padang gurun

Membaca manual book itu jg haram hukumnya

emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pilemon889
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di