CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kisah Menyedihkan Simeurante, Budak Jawa di Aceh yang Dirantai oleh Belanda
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/603894594d549030901ca201/kisah-menyedihkan-simeurante-budak-jawa-di-aceh-yang-dirantai-oleh-belanda

Kisah Menyedihkan Simeurante, Budak Jawa di Aceh yang Dirantai oleh Belanda

Kisah Menyedihkan Simeurante, Budak Jawa di Aceh yang Dirantai oleh Belanda

INDONESIATIMES - Di era penjajahan Belanda, banyak kisah sejarah yang menarik untuk dibahas. Salah satunya yakni kisah menyedihkan yang dialami simeurante.

Untuk membantu serangan ke Aceh pada saat itu, ratusan pekerja paksa atau budak dikirim dari Jawa. Belanda menyebut mereka beer atau beeren. Sementara orang Aceh menyebutnya simeurante atau orang-orang yang dirantai. 

Melansir melalui tayangan video dichannel YouTube Indo Info, dikisahkan jika para budak Jawa itu didatangkan untuk membantu aksi militer mereka. Menyedihkannya, para budak baik laki-laki maupun perempuan dibawa ke Aceh dalam keadaan dirantai satu sama lain.

Kisah hidup mereka yang miris dan menyayat hati, mengiringi sejarah perjalanan bangsa Indonesia ini. Kala itu, pemerintah Kerajaan Belanda mendeklarasikan perang dengan Kerajaan Aceh pada hari Rabu, 26 Maret 1873. 

Maklumat itu dibacakan dari geladak kapal perang Citadel van Antwerpen yang berlabuh di antara Pulau Sabang dan daratan Aceh. Pernyataan perang itu lantas dilanjutkan dengan aksi nyata sebulan kemudian yakni Senin, 6 April 1873.

Mayor Jenderal JHR Kohler bersama pasukannya mendarat di Pante Ceureumen, Ulee Lheue. Sejak itulah perang Aceh pun dimulai. 

Selain membawa ribuan tentara asli Belanda bersama tentara bayaran dari Eropa, dan daerah lain, Belanda juga menyertakan lebih 1.000 budak dari Pulau Jawa. Di mana 220 orang diantaranya merupakan perempuan. Mereka inilah yang disebut dengan beer atau beeren. Sementara orang Aceh menyebut simeurante. 

Para budak ini harus melakukan pekerjaan-pekerjaan berat, tak sedikit dari mereka yang meninggal karena keletihan dan kelaparan. Dari semua budak tersebut yang paling menderita adalah pekerja paksa yang bertugas mengangkut logistik. 

Mereka harus membawa berbagai perbekalan militer di garis depan peperangan dan karenanya mereka sering jadi korban dari setiap pertempuran. Tapi tak seperti para prajurit, mayat para budak ini seringnya dibiarkan begitu saja. 

Kalaupun ada yang mengurus, kuburan para simeurante ini dibuat seadanya. Malah dalam pertempuran di hutan-hutan Aceh mayat mereka dibiarkan menjadi santapan binatang buas. 

Dapat dikatakan di tiap sudut rimba Aceh terdapat kuburan budak-budak Jawa ini. Sementara para budak yang mendapat bagian pembangunan infrastruktur seperti pembangunan rel kereta api atau jalan bisa sedikit bernafas lega. Hal itu dikarenakan mereka terbebas dari risiko peperangan. Kendati demikian bahaya tetap mengancam nyawa mereka, entah karena penyakit, kelaparan atau terkena ranjau yang dipasang para pejuang Aceh. 

Belanda tak pernah mengingkari keberadaan para budak asal pulau Jawa ini, karena dilibatkan dalam perang Aceh. 

Pasukan Belanda menyebut mereka dengan batalion merah sesuai dengan warna pakaian yang mereka pakai. Kadang disebut juga batalion ke-19 karena mereka berada di luar 18 batalion pasukan yang telah ada. 

Yang membedakan adalah mereka sama sekali tidak terlatih dan dipersenjatai. Koran terbitan Rotterdam Belanda De Nieuwe Ritterdamsche Courant pada edisi Januari 1883 menulis laporan tentang budak-budak Jawa yang dirantai ini. 

Koran tersebut memuji para budak tersebut sebagai orang-orang pembuat sejarah karena kontribusinya dalam membangun infrastruktur. Melakukan pengangkutan barang, ikut serta dalam ekspedisi ke daerah-daerah pedalaman yang keras.

Membangun Diva dan penginapan, baik bagi para prajurit maupun perwira Belanda di medan perang. 

Untuk menjaga semangat kerja para budak ini, Belanda mengiming-iminginya dengan sejumlah imbalan. Mulai dari hadiah sebatang rokok, pakaian bekas, hingga pengurangan hukuman bahkan dibebaskan dari status budak bagi mereka yang bersedia menjalankan tugas-tugas berat. Bahkan bagi mereka yang mau melakukan tugas-tugas yang melibatkan pertaruhan nyawa. 

Salah satu contoh heroisme para budak ini adalah saat sekitar 150 pasukan Belanda dikepung pejuang Aceh di bivak wilayah Meureudu. Seorang budak asal Madura diminta untuk mengantarkan surat permintaan tambahan pasukan dari bivak Panteraja. Budak itu lantas berlari menerobos kepungan pejuang Aceh melewati hutan dan mengarungi 3 sungai. 

Esok harinya ia baru sampai di Pantaraja dengan tubuh letih dan penuh goresan duri. Setelah menyerahkan surat kepada komandan marsosi di Panteraja tersebut, ia pingsan kelelahan.

Berkat petunjuk surat tersebut, Belanda segera mengirim 8 brigade marsose menuju Meureudu dan memukul mundur pejuang Aceh yang mengepung tempat tersebut. Sebagai imbalan atas keberhasilan membawa surat itu, budak tersebut diberi semangkuk coklat roti dan seiris daging. 

Sungguh imbalan yang sangat tidak setara dengan risiko yang ia lewati. Namun budak tersebut terhitung masih beruntung, karena lebih banyak dari teman-temannya yang tidak diketahui lagi keberadaannya, tak tercatat nasibnya, atau tak diketahui kuburnya. Guna mencegah pemberontakan para budak serta memudahkan pengawasan mereka, Belanda juga menerapkan politik adu domba di antara mereka.

Beberapa orang dari budak-budak itu diberi posisi sebagai mandor atau pengawas dengan sedikit kelebihan fasilitas dan kelonggaran. Mereka diberi wewenang menghukum teman mereka sendiri dan mengawasi kinerja rekan-rekan mereka.

Termasuk menangkap para budak yang curang, seperti membuang beban saat dalam perjalanan atau mencuri cadangan makanan.

Sumber : Malang Times 

https://www.malangtimes.com/baca/644...i-oleh-belanda
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 9 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Sesuai dengan sumur...malang nian
profile-picture
profile-picture
servesiwi dan selldomba memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Lah kenapa gak sekalian dikirim ke suriname saja kok ke aceh yah..

😕
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan selldomba memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Makanya jangan mau dijajah belanda, sama inggris masih mendingan, tuh liat singapura maju hasil jajahan inggris !
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan selldomba memberi reputasi
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 15 balasan
kalo dulu namanya simeurante.
Kali aja ada yang merupakan moyangnya cebong bin kodok

kalo sekarangnya namanya cebong komunis buzzerp lucknut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
corobikang dan 12 lainnya memberi reputasi
Dijajah bngsa sendiri lebih menyakitkan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
JANGAN LUPAKAN REKBER BLACKPANDA

REKBER TERBAIK & TERPERCAYA DUNIA - AKHIRAT


Kisah Menyedihkan Simeurante, Budak Jawa di Aceh yang Dirantai oleh Belanda
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan reep1000 memberi reputasi
kayak gini ht???

profile-picture
profile-picture
profile-picture
braaivlees dan 2 lainnya memberi reputasi
Lah kok naik hot trit dari BP?
Makin gak jelas standar HT di kaskus

emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
braaivlees dan 2 lainnya memberi reputasi
Jadi di adu gitu gan, java vs aceh
Hmmm, menarik jg
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
India bekas jajahan Inggris juga. sekarang produsen insinyur, juga banyak pemerkosa, dan produsen vaksin no 1 di dunia.

penduduknya akan melebihi China pada thn 2025
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Miris bgt ya kisah budak jawa pada masa perang aceh waktu itu.. Gak kebayang sih gimana perasaan mereka yg menjadi budak.. Pasti lebih memilih mati daripada hidup dengan penuh penderitaan begitu
profile-picture
profile-picture
Shyesun.pucha dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Mungkin mereka dijual ama raja2 mereka sendiri
...mungkin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kranevitter dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Baca sejarah Indonesia dulu selalu saja ada unsur hiperbola emoticon-Busa
Dijajah 350thn, modal bambu runcing, kerja rodi emoticon-Busa
profile-picture
profile-picture
braaivlees dan Shyesun.pucha memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ane pahami resapi dalam-dalam dulu gan

emoticon-Cool
Ini seharusnya ke forsex gak nih emoticon-Salah Kamar
profile-picture
braaivlees memberi reputasi
Ngeri juga yak perbudakan jaman penjajahan 😱😱😱
Apalagi sampai di rantai gitu
Kok miris, tidak memanusiakan banget ya para penjajah dulu emoticon-Matabelo
bule barat kulit putih keturunan eropa itu memang bajingan

jangan lupa negara-negara yg pernah menjajah Indonesia
kebanyakan adalah negara bule barat kulit putih keturunan eropa
https://travel.detik.com/travel-news/d-5362168/daftar-negara-negara-yang-pernah-menjajah-indonesia
profile-picture
serapionIeo memberi reputasi
Mantap
profile-picture
braaivlees memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kenapa sih situs-situs ini tidak ada yang mengecek terminologi "budak" itu apa hanya demi judul bombastis emoticon-Nohope


Belanda menghapuskan perbudakan di Hindia Belanda satu dekade sebelum perang Aceh dimulai.


Simeurante ini bukan budak statusnya (secara resmi) karena mereka diupah oleh Belanda untuk bekerja di Aceh. Masalahnya upah mereka dibayarkan ke mandor yang sewenang-wenang dan hanya dicairkan setelah masa kerja mereka selesai untuk mencegah mereka kabur dari pekerjaan mereka dan membantu orang Aceh di perang. Ini juga alasan kenapa mereka dirantai; untuk mencegah ada pembelot ke Aceh. Kuli-kuli yang dibawa Belanda ke Sumatra lainnya tidak ada yang dirantai seperti di Aceh karena tidak ada perang di Deli, Bengkulu atau Lampung.

Tugas utama kuli-kuli Jawa ini adalah membuka perkebunan, terutama kopi di Aceh dan membangun jalan raya/spoorweg untuk Belanda, bukan untuk diperbantukan di perang.

Apakah perlakuan Belanda ke simeurante ini pantas? Tentu tidak, mereka diperlakukan rendah dan semena-mena, dipaksa bekerja di bawah kondisi menyedihkan dan di bawah bahaya. Upah tidak dibayarkan secara proporsional dan kontribusi mereka dilupakan.

Apakah lalu mereka otomatis jadi budak? Tidak, terlepas dari mereka digaji, setelah mereka menyelesaikan kontrak mereka, mereka boleh menetap di Aceh dan melanjutkan pekerjaan ke maskapai Belanda atau difasilitasi kembali ke Jawa, banyak mereka lalu membaur ke etnis setempat (Aceh, Gayo).

Berhenti memperendah literasi negara Malang Times emoticon-fuck3
profile-picture
syahrr01 memberi reputasi
Dgn imbalan..Sebatang rokok,pakaian bekas,semangkuk roti coklat dan seiris daging..
emoticon-Mewek
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di