CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengembang Wisata Gugat Warga karena Dirikan Musala, Larang Azan & Pengajian
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/603884bd43325f01c9780386/pengembang-wisata-gugat-warga-karena-dirikan-musala-larang-azan-amp-pengajian

Pengembang Wisata Gugat Warga karena Dirikan Musala, Larang Azan & Pengajian

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 4
framingnya menyulitkan umat untuk beribadah, tidak toleransi, tidak menghargai dll.. semoga ga dibawa ke framing melawan islam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lamseng dan 2 lainnya memberi reputasi
Jemur pakaian di depan rumah aja dilarang di perumahanku..emoticon-Cape d...
Diubah oleh ivanind
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Peruntukan tanah nya sesuai kah?
Ada imb kah?
Bagaimana dg fasos fasum pengembang? Sdh mengakomodasi kebutuhan tempat ibadah kah?
Ga boleh seenaknya sih, baik kedua belah pihak
Bagus kalo ke pengadilan
Kita liat bgmn hukum bertindak
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
Deket tempat ane nih...banyak penghuni klasternya yg mabok agama emoticon-Wkwkwk

Besok bangke pengembangnya disuruj mandi sendiri emoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 2 lainnya memberi reputasi
Muke Gile Bray
selamat hari kebalikan
Kampret juga warganya, kasus legal urusan perizinan dan tata guna lahan jadi diseret ke arah pelarangan ibadah. Dengan cara begini nantinya pengembang akan diposisikan jadi musuh umat Islam. Padahal pelarangan ibadah, dan sejenisnya itu pasti dilakukan demi mencegah operasional bangunan yang belum selesai izinnya.

Dari beberapa kejadian, seringkali bangunan pada akhirnya diizinkan beralih fungsi dari izin pemakaian awalnya dengan melakukan "pemaksaan" secara halus seperti dipakai dulu yang pada akhirnya jadi kebiasaan dan berujung menuntut alih fungsi bangunan atau ruangan. Sudah sering begini kejadiannya dimana-mana. Dari aula, atau ruangan serba guna akhirnya beralih fungsi jadi musala atau mesjid karena dibiarkan dipakai untuk kegiatan itu. Pemilik lokasi biasanya mengalah karena khawatir diributkan sebagai musuh umat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 2 lainnya memberi reputasi
3km, cluster

emang kerasa jauh ya?
apa di situ macet, jadi buat sirkel sendiri deket rumah emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
secer dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Yg penting urus imb nya saja.
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Wkwk

Bangun musala di cluster

Padahal kalo diliat dari harga tanah 1.6 miliar
Artinya menengah ke atas

Goblok bener

Masa bangun musala di dalam cluster

Jelas lah digugat developer

Onta berduit tp goblok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 3 lainnya memberi reputasi
wah wah waah gimana tuh
Laskar emoticon-BelgiaPengembang Wisata Gugat Warga karena Dirikan Musala, Larang Azan & Pengajian
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan galuhsuda memberi reputasi
coba tanya plan pengembangnya gmn, apa bakal ada musola, taman, atau fasum2 lain?
kan semua ada tata caranya, ada aturannya,
ini juga masih bisa di biacarain, jgn jadi kaum tanah tohan, mentang2 urusan ibadah semuanya jadi semau2 kelompok sendiri doank.
Last car kmn?

Take beer
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Padahal udah bayar 1,6 M emoticon-Bingung

Ada udang di balik bakwan kah?
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
cuma gegara mau bangun mushola aja sampe sebegitu rumit permasalahannya.. ane mah gak terlalu paham soal beginian.. jadi cuma nyimak aja..
Belum ber IMB
Kalau di cluster yang sama ada yang bangun tempat ibadah dari agama lain boleh nggak yah ?
Yg gw heran kasus spt ini, bumbu2nya gak pernah lupa, dilarang azan, dilarang pengajian, menghalangi ibadah...blablabla... jadinya sesat budi.

profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Ya ikut aturan aja gt
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Halaman 3 dari 4


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di