CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Anak Meninggal-Istri Lumpuh, Pria Ini Polisikan RS di Semarang
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/602be5c52f82f030ce22e885/anak-meninggal-istri-lumpuh-pria-ini-polisikan-rs-di-semarang

Anak Meninggal-Istri Lumpuh, Pria Ini Polisikan RS di Semarang

Anak Meninggal-Istri Lumpuh, Pria Ini Polisikan RS di SemarangSemarang - Jevry Chrisian Harsa (24) warga Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, melaporkan sebuah rumah sakit (RS) di Semarang ke Polda Jateng terkait dugaan malapraktik. Jevry berupaya mencari keadilan atas kelumpuhan sang istri usai melahirkan anak pertama mereka.
Jevry yang ditemani kuasa hukumnya, menceritakan awal mulai sebelum sang istri, Ningrum Santi (23), lumpuh.

Kuasa hukum Jevry, Iput Prasetyo Wibowo, mengatakan pada 27 Mei 2020 Jevry dan Ningrum di sebuah rumah sakit di Jalan Pandanaran, Semarang, untuk mempersiapkan persalinan dan kemudian diminta menginap.

"Kamis, 28 Mei 2020 sekitar pukul 12.00 WIB pasien atas nama Ningrum Santi menjalani operasi caesar di RS Hermina. Sekitar satu jam kemudian klien kami mendapatkan kabar istrinya mengalami henti jantung. Berdasarkan keterangan klien kami, henti jantung itu disebabkan oleh tindakan penyuntikan yang dilakukan tim dokter," kata Iput saat memberikan keterangan kepada wartawan di Semarang, Selasa (16/2/2021).

Saat itu, lanjutnya, Jevry dipersilakan melihat kondisi bayi laki-laki yang baru saja dilahirkan istrinya. Namun menurut Jevry, saat itu bayi terlihat kesulitan bernapas dan sudah membiru.

"Atas kondisi tersebut, pihak rumah sakit membawa istri klien kami dan bayi untuk menjalani perawatan secara intensif di ICU/NICU," ujarnya.

Pada Jumat (29/5) pagi, sang bayi meninggal dunia sedangkan Ningrum koma dan tidak sadarkan diri di ICU. Kondisi itu berlangsung selama tiga bulan hingga akhirnya Ningrum sadar, tapi kondisinya lumpuh.

"Selama tidak sadarkan diri, istri klien kami atau pasien mengalami penurunan daya tahan tubuh, tidak mampu menggerakkan tubuh atau lumpuh, penyusutan massa otot, serta perlambatan kemampuan otak. Informasi ini disampaikan oleh dokter," ujarnya.

Pada 31 Desember 2020, pihak rumah sakit meminta agar Ningrum bisa dirawat di rumah sekaligus untuk mengganti suasana. Iput menjelaskan pihak rumah sakit berjanji akan melakukan kunjungan dua kali seminggu, namun ternyata hanya seminggu sekali.

"Sekarang bahkan dua minggu sekali," tegasnya.

Jevry berusaha mencari keadilan dengan mengadukan ke Polda Jawa Tengah dengan dugaan malapraktik dan mengajukan gugatan. Hal itu dilakukan karena mediasi tidak menghasilkan titik temu, pihak pasien belum tahu penyebab kematian bayi, dan juga kelumpuhan Ningrum berdampak pada perekonomian keluarga karena Jevry jadi tidak bisa meninggalkan istrinya itu.

"Selama menjalani perawatan di rumah maupun rumah sakit, pihak kuasa hukum sudah melakukan upaya mediasi namun tidak ada titik temu," jelasnya.

Sementara itu, Jevry berharap istrinya bisa sembuh karena sebelumnya tidak memiliki penyakit bawaan apapun. Selain itu selama pemeriksaan kandungan, kondisi bayi dan istrinya sehat.

"Semenjak istri saya lumpuh, saya tidak bisa bekerja, istri saya juga tidak bekerja. Biaya yang dikeluarkan selama ini sekitar Rp 250 juta. Saya berharap istri saya bisa sembuh," ujar Jevry bergetar sembari memegang foto istrinya yang terkulai di kasur.

Upaya pengaduan ke Polda Jateng dilakukan bulan Juni 2020. Saat dimintai konfirmasi, Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah Asep Mauludin mengatakan kedua belah pihak sudah dimintai keterangan untuk bekal penyelidikan dan gelar perkara.

"Kita masih penyelidikan, sudah beberapa bulan kan ini. Sudah ada yang kita mintai keterangan. (Pihak rumah sakit dimintai keterangan) Iya sudah. Rangkaian kegiatan penyelidikan baru hasilnya untuk gelar nanti," kata Asep saat dihubungi wartawan via sambungan telepon hari ini.

Sementara itu, pihak rumah sakit melalui humas belum merespons saat dimintai konfirmasi via pesan atau panggilan telepon hingga malam hari ini. Ketika mencoba konfirmasi ke rumah sakit, ternyata tidak bisa menemui siapapun dan hanya berhenti sampai petugas keamanan.

https://news.detik.com/berita-jawa-t...-di-semarang/2

Masalahnya belum jelas...ane cuman berdoa semoga sang istri bisa pulih seperti sedia kala dan RS harus bertanggung jawab sepenuhnya pemulihan iniemoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fc88 dan 49 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh extreme78
Halaman 1 dari 5
Kalau masalah malpraktek dokter atau rumah sakit di indonesia .. susah brooo .. cari keadilan ..





Sering kejadian kayak gini ... emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lampuah dan 26 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
Baguslah dibawa ke pengadilan biar terang benderang
Semoga kasusnya bisa diselesaikan dengan seadil-adilnya
Jika memang malpraktek ya RS harus ngasi biaya ganti rugi emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
46awang dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
semoga ini berhasil
profile-picture
profile-picture
furion87 dan extreme78 memberi reputasi
Diubah oleh neptunium
emoticon-Bingung pan kudu jadi bahan percobaan yg misik nuwbi
Klo lsng lihay yak ndak ada, klean blom punyak. Minim inpestor jongos nakes dlu 5M, bru dpt yg udah agak lihay, pernah bantu2 jadi bidan kelahiran.
emoticon-Bingung gk modal kok carik selamat, ck.. ck.. ck..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
calais103 dan 27 lainnya memberi reputasi
Lihat 37 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 37 balasan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EvoltoCiao dan 36 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh PROSAV
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
wah ngeri juga
gara-gara operasi cesar bisa panjang gini ya
Nah!
Kasus kayak gini nih, cocok buat ngetes lembaga Peradilan di Indonesia.
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Bener ini dibawa ke pengadilan. Mencurigakan sih kalo tiba2 lumpuh begitu. Lagian rs juga ingkar janji soal kunjungan ke rumah
profile-picture
hajigabin memberi reputasi
surem itu , turut bersimpati aja emoticon-norose
Ya ampun kasian banget emoticon-Frown
Semoga cepet ketemu apa penyebabnya dan selesai masalahnya emoticon-Frown
Mana masih muda2 itu... suaminya sabar dan semangat terus ya
profile-picture
interisti.krc memberi reputasi
ini mirip ama yg gw alamai, untungnya bini gw sadar , anak pas keluar napasnya satu2, di bantu sama apa tuh, hancur gw pas lihatnya , dengar2 bini gw 2x disuntik, suntik pertama pas mau operasi kesakitan, di tambah dosisnya, ngak sadar 1 hari lebih , anak hampir hilang, masuk nicu di kaburator, kebetulan pas gw mau pulang pagi gw lihat suster suntik2 anak gw, menangis2 , kesal gw lihatnya, gw runding ama ortu gw, anak mau gw keluarkan, kalo hidup nasibnya, krana ngak tahan lihat anak kayak kelinci percobaan, di ruma 2 atau 3 hr bagus kondisi anak, dijemur aja, di rs jadi kelinci percobaan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
freakonme99 dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 15 balasan
Suara IDI gak kedengaran kalo kasus dugaan mal spt ini ..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lutfimostwanted dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Selama Idih pakai jiwa korsa membabi buta yah nih kasus nggak bakal kemana-mana. Endingnya bisa ketebak

sekarang banyak kok Bumil sehat disuruh lahirin cesar padahal resikonya lebih gede dari lahirin normal. Di kota Ane ada tuh rumah sakit bersalin kayak gitu, semuanya diarahin cesar. Nyari untung besar. Tapi yah itu tadi, duit nggak berkah, nih rumah sakit nggak bisa berkembang juga konon hampir bangkrut (kabarnya banyak yg kapok, yg dah pernah lahiran disana, Anak kedua dan berikutnya nyari rumah sakit laen)

Sekarang RS itu kalah ama rumah sakit2 baru yang mau jadi rumah sakit rujukan BPJS, cepet banget berkembangnya. Dan karena hidup dari pasien BPJS mereka kasih servis bagus buat pasien BPJS, prosedur nggak bertele2 macam Rumah sakit2 besar. Dan kalau dapet pasien yang bayar sendiri malah disaranin untuk ikut BPJS, hehe.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
secer dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 16 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 16 balasan
IDI mana nih emoticon-Kagets kudu turun tangan.

Kasian ane liatnya koma 3 bulan coy.. anak meninggal tanpa tahu alasannya. emoticon-Frown sedih dengernya.
Hermina lagi
Rumah sakit "perampok" ituu mah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
46awang dan 4 lainnya memberi reputasi
turut bersimpati, apalagi udah abis uang banyak emoticon-linux2
kalau sempat jantung berhenti, itu supply oksigen ke otak sempat berhenti juga. Jadi ada kerusakan jaringan syaraf, fungsi kognitif.
Udah pernah lihat istri teman kejadian seperti ini, kasihan gan, betul2 lumpuh total, setelah 1 tahun diterapi juga cuma bisa gerakin leher/kepala, mirip robot gitu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulermaboq dan 9 lainnya memberi reputasi
swasta byk yg malprktek

ane pilih yg negri aj lah
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Sebenernya secara medis bisa lumpuh krn resiko bahkan 2 2nya meninggal aja bisa emoticon-Smilie ga bakal menang tu kasus emoticon-Smilie
kasus kasus malpraktek, itu harus diviralkan, baru bisa ada setetes harapan dilirik satu pahlawan bidang hukum , kalaupun ada. terus saja diviralkan, siapa tahu 10-20 tahun kemudian akan ada satu yang mau belain
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di