husnamutia
TS
husnamutia
Untukmu Su, Yang Selalu Di Hatiku


Untukmu
Su
yang selalu di hatiku

Su
Malam telah melewati angka dua belas saat aku terjaga. Kau tak ada di sampingku. Bantal dan selimut ini telah dingin menunggumu berbaring. Kau masih terjaga duduk terkantuk-kantuk di ruang tengah.

Su
Aku tidak akan menanyakan kabarmu seperti kebanyakan surat pada umumnya. Karena hanya melihat dari kejauhan, mata memerah dan kepalamu sesekali terangguk-angguk cukup menjadi jawaban kau tengah lelah. Namun kau masih bertahan demi menyelesaikan setumpuk pekerjaan agar mendapat tambahan uang belanja bulanan.

Su
Aku yang paling tahu bagaimana dirimu. Arti senyuman, tatapan juga gestur tubuhmu dalam setiap gerakan.
Butir-butir keringat di kening, meluncur dan pecah di bahu adalah bukti seberapa keras kau berusaha membahagiakan. Meski tiada emas permata yang kau beri, tetapi saat jungkir balik kau berusaha menafkahi adalah bukti pertanggung jawaban.

Su
Pernah aku marah, jengah dan lelah atas kehidupan yang terasa tidak adil. Kemudian kutemukan bahwa kau adalah penyebab semua penderitaan.
Namun, kau justru tersenyum menerima segala tuduhan. Kau merengkuhku dalam pelukan dan mengajarkan kesabaran. Hingga aku luluh, pasrah dan kita menjadi saling merengkuh.

Su
Masih ingatkah waktu itu? Saat kita terjebak pada situasi tak enak. Dalam mobil sempit, nyaris kita terjepit. Namun dengan egois aku meluruskan badan dan kaki. Tak peduli kau kesusahan menopang, aku tertidur pulas di pangkuan. Kau juga tak mengeluh tentang pegal-pegal di tubuh. Itu hanyalah contoh kecil bagaimana kau memperlakukanku sebagai ratu.

Aku tahu, kau tak mengingat itu, tetapi aku mengerti dan memahami dari sikapmu. Kau begitu mencintai meski tanpa kata-kata manis dan romantis.

Su
Jangan tanya mengapa aku menulis surat untukmu. Aku hanya mengungkapkan apa yang kurasa dan meraciknya sedikit di kepala. Ah, ternyata lebih mudah meracik bumbu dan memasak dari pada berolah kata.

Su
Aku ingin aku dan kamu selamanya menjadi kita.
Seperti cahaya dengan terang
seperti air dengan hujan
dan seperti, seperti hal lain yang lekat dan rapat tak tersekat.

Su
Cukup sekian suratku. Semoga cinta kita tak pernah sekian meski tubuh kita telah terbungkus kain kafan. Keikhlasan kita untuk saling mencintai dan menerima berawal dari bismillah terucap saat kau menghalalkan hubungan. Semoga terikat rasa saling sayang hingga kelak kita ke janah.
Aamiin

Meski tak terucap cinta terungkap lewat sikap.

yang mencintaimu apa adanya

tak perlu kusebut nama sekadar menghindu aroma kau tahu siapa aku

Ruang Cinta
Malam, 14 Februari 2021



Puisi Untukmu, Su

Pada Selembar Kertas

pada selembar kertas inginku bercerita
tentang memberi tanpa diminta
seperti cahaya memberi terang pada gulita

tentang menerima tanpa terpaksa
seperti tanah menerima basah dari derasnya hujan yang jatuh

tentang menjawab sebuah pertanyaan
seperti rumus menjawab soal

tentang sebab menjadi akibat
seperti api menjadi terbakar

tentang tulisan pada kertas
seperti aku dan kamu yang selaras
menjadi cerita di selembar kertas

Puisi dari hati untukmu, Su



Spoiler for Puisi untukmu Su:



Opini pribadi
Gambar Pixabay edit by Quotes
Diubah oleh husnamutia 15-02-2021 00:12
Rainbow555ika775tien212700
tien212700 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
1.3K
49
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan