- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Ekonomi DKI Tahun 2020 Minus 2,36 Persen, Lebih Parah Dibanding Nasional 2,07 Persen
TS
physch00
Ekonomi DKI Tahun 2020 Minus 2,36 Persen, Lebih Parah Dibanding Nasional 2,07 Persen
isnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan IV/2020 masih terkontraksi atau minus 2,14 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year).
Di sisi lain, Buyung menambahkan, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta masih terkontraksi minus 2,36 persen selama Januari hingga Desember 2020 (year-to-date). Penghitungan itu dihasilkan dari perbandingan dengan tren pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada Januari hingga Desember 2019.
“Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta itu minus sebesar 2,36 persen” tuturnya.
Baca Juga : Pertumbuhan Ekonomi Minus Pertama Kali Sejak 1998. BPS: Indonesia Tak Sendiri
Secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada sepanjang 2020 tumbuh minus 2,07 persen.
Realisasi ini anjlok dibandingkan 2019 lalu yang tumbuh 5,02 persen. Kontraksi ekonomi ini dipicu oleh pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat.
Pertumbuhan ini sejalan dengan proyeksi pemerintah yang berada di kisaran minus 2,2 persen hingga minus 1,7 persen. Namun, pertumbuhan ini berada di bawah ekspektasi yang dipasang oleh Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB) yang sama-sama memperkirakan Indonesia akan tumbuh minus 2,2 persen.
Pertumbuhan minus 2,07 persen lebih baik jika dibandingkan negara tetangga Singapura yang tumbuh minus 5,8 persen ataupun Filipina yang terkontraksi -9,5 persen.
Bahkan, Amerika Serikat mengalami pertumbuhan minus 3,5 persen dan Uni Eropa minus 6,4 persen. "Indonesia tidak sendiri. Pandemi ini betul-betul menyebabkan kontraksi yang sangat buruk di berbagai negara," ujar Kepala BPS Suhariyanto.
https://www.google.com/amp/s/m.bisni...ebih-baik-dari
Dapat penghargaan setara bill gates kah abud kntol? Akankah abud sontoloyo ngutang lagi abud kayak tahun lalu 11 Triliun ke pusat. Puji2 kerang anus kntl!
Di sisi lain, Buyung menambahkan, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta masih terkontraksi minus 2,36 persen selama Januari hingga Desember 2020 (year-to-date). Penghitungan itu dihasilkan dari perbandingan dengan tren pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada Januari hingga Desember 2019.
“Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta itu minus sebesar 2,36 persen” tuturnya.
Baca Juga : Pertumbuhan Ekonomi Minus Pertama Kali Sejak 1998. BPS: Indonesia Tak Sendiri
Secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada sepanjang 2020 tumbuh minus 2,07 persen.
Realisasi ini anjlok dibandingkan 2019 lalu yang tumbuh 5,02 persen. Kontraksi ekonomi ini dipicu oleh pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat.
Pertumbuhan ini sejalan dengan proyeksi pemerintah yang berada di kisaran minus 2,2 persen hingga minus 1,7 persen. Namun, pertumbuhan ini berada di bawah ekspektasi yang dipasang oleh Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB) yang sama-sama memperkirakan Indonesia akan tumbuh minus 2,2 persen.
Pertumbuhan minus 2,07 persen lebih baik jika dibandingkan negara tetangga Singapura yang tumbuh minus 5,8 persen ataupun Filipina yang terkontraksi -9,5 persen.
Bahkan, Amerika Serikat mengalami pertumbuhan minus 3,5 persen dan Uni Eropa minus 6,4 persen. "Indonesia tidak sendiri. Pandemi ini betul-betul menyebabkan kontraksi yang sangat buruk di berbagai negara," ujar Kepala BPS Suhariyanto.
https://www.google.com/amp/s/m.bisni...ebih-baik-dari
Dapat penghargaan setara bill gates kah abud kntol? Akankah abud sontoloyo ngutang lagi abud kayak tahun lalu 11 Triliun ke pusat. Puji2 kerang anus kntl!
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
1
492
9
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan