Kaskus

News

tribunnews.comAvatar border
TS
tribunnews.com
Ferdinand Hutahaean Benarkan Nama Dalang Kudeta Sejak Dulu, Benar Ada Nazarudin?
TRIBUNWOW.COM - Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengakui kebenaran adanya gerakan ambil alih Partai Demokrat.

Bahkan, Ferdinand menyebut gerakan tersebut sudah ada sejak lama.

Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube tvOneNews, Selasa (2/2/2021).

Sebelumnnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan adanya gerakan yang ingin mengudeta posisinya.

Ferdinand Hutahaean Benarkan Nama Dalang Kudeta Sejak Dulu, Benar Ada Nazarudin?Cuitan politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik, Senin (1/2/2021). Rachland menyebut Moeldoko berbohong pada publik. (Twitter @RachlandNashidik)

Baca juga: Sebut Kudeta Demokrat Persoalan Internal, Djarot: Menunjukkan Kelemahan seorang Pemimpin

Baca juga: Pesan Marzuki Alie ke AHY soal Isu Kudeta Demokrat: Tidak Usah Cengeng, Mau Surati Pak Jokowi

Terkait hal itu, Ferdinand lantas menyebut kali ini bukanlah titik puncak gerakan tersebut.

"Saya tidak melihat ini titik puncak karena gerakan ini begitu-begitu saja dari dulu," ucap Ferdinand.

"Dan nama yang disebut di situ, para terduga ini menurut saya sejak dulu tidak punya kapasitas dan tidak punya kapabilitas untuk menggelar sebuah upaya pendongkelan AHY sebagai ketua umum."

Ferdinand mengaku sudah mengetahui gerakan ini sejak lama.
Tak hanya itu, menurut dia, beberapa dari lima nama pelaku yang disebut Demokrat memang benar adanya.

Ferdinand Hutahaean Benarkan Nama Dalang Kudeta Sejak Dulu, Benar Ada Nazarudin?

Baca juga: Marzuki Alie Minta AHY Mundur jika Tak Bisa Buktikan Nama-nama yang Dituduh Terlibat Kudeta Demokrat

Baca juga: Akui Kedekatan Moeldoko dengan SBY, Rocky Gerung Sarankan Masuk Demokrat: Jangan Ambil Partai Orang

"Iya betul nama-nama terduga ini, masih sama dengan yang dulu," ujar Ferdinand.

Baca selengkapnya >>>>>

0
406
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan