CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Alay Yang Dipakai Tes Corona Rp15 Ribu Diklaim Banjir Order
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60014e91c342bb0bd74d255e/alay-yang-dipakai-tes-corona-rp15-ribu-diklaim-banjir-order

Alat Yang Dipakai Tes Corona Rp15 Ribu Diklaim Banjir Order

Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan alat tes Corona, GeNose kebanjiran order. GeNose adalah alat deteksi Corona (COVID-19) lewat embusan napas yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Order yang sudah diterima, dijelaskannya melebihi kapasitas produksi. Untuk itu dirinya meminta industri yang terlibat dalam produksi GeNose bisa meningkatkan kapasitasnya.

"Dari sisi industri mohon dipastikan selain kita bisa memenuhi order yang sudah datang, yang saya tahu jauh di atas dari kapasitas produksi sekarang, namun kita harapkan kapasitas produksinya bisa segera mengejar," kata dia dalam webinar, Jumat (15/1/2021).

Dirinya juga mengingatkan kepada industri yang memproduksi GeNose untuk benar-benar menjaga kualitas dari produk yang nantinya akan didistribusikan ke masyarakat, mengingat akurasi dari alat ini akan sangat menentukan keberhasilan.

"Jadi, jangan sampai alat tersebut kemudian entah karena kesalahan dalam produksi atau kesalahan dalam pemeliharaan kemudian memberikan hasil analisa yang salah. Ini yang betul-betul harus diperhatikan," ujarnya.

Bambang menjelaskan produksi alat tes Corona melibatkan beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan UGM. Namun, Bambang tak menyebutkan secara rinci siapa saja perusahaan yang dimaksud.

"Dari sisi dunia usaha nanti tentunya akan diwakili oleh beberapa perusahaan yang sudah bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada untuk melakukan produksi massal dari GeNose tersebut," tambahnya.

Sebelumnya Bambang mengatakan satu kali tes Corona dengan alat tersebut hanya perlu biaya Rp 15 ribu. Rinciannya, biaya itu digunakan untuk operatornya, energinya, dan plastik khusus sebagai media pengecekan napas.

"Perkiraannya per pemeriksaannya itu, kalau dihitung sama operator, listrik, dan lalu plastiknya Rp 7-8 ribu rupiah, maka perkiraannya per satu tes itu sekitar Rp 15 ribu aja. Jadi ini murah dan akurat," jelas Bambang dalam sebuah webinar, Jumat (11/12/2020).

https://finance.detik.com/berita-eko...m-banjir-order

Wah ini...murah bingit dan akurat...katanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
akudanme dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh GembelzBikerz
Klo ada biaya paten/hak cipta, tengkulak, sertifikat ini itu ga jd sgtu lg harganya emoticon-Turut Berduka
Alay?
emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
GembelzBikerz dan haroldjordan memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Tunggu nih alat dipesen negara2 yg korupsinya rendah macam singapur, norway
profile-picture
cPOP memberi reputasi
sudah berapa ribu kali test?
Bentar lagi keluar versi KW nya, lebih murah emoticon-Hammer2
beneran efektif ga ni? entar kasusnya kayak kalung antivirus buatan kementan
Diubah oleh amatir91
Sayang harus pake operator, coba klo bisa tes secara mandiri kan lbh simpel. Tp klo beneran akurat ane angkat jempol 👍
Ini klikbait amat judul nya..


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di