Kaskus

Entertainment

NegaraTerbaruAvatar border
TS
NegaraTerbaru
Nahdlatul Ulama Dukung Komnas HAM atau FPI?
Spoiler for Guntur Romli:


Spoiler for Video:


Pada 8 Januari 2021 lalu, Komnas HAM telah memaparkan temuannya atas investigasi kasus penembakan laskar FPI. Komisioner Komnas Ham Choirul Anam mengatakan ada aksi baku tembak yang terjadi antara laskar FPI dengan aparat sejak Hotel Swiss-Bellin Karawang sampai Pintu Masuk Tol Karawang Barat Km 49.

Choirul menjelaskan, sebelum ada peristiwa saling baku tembak, pihak laskar FPI yang mengawal Rizieq Shihab menyadari ada kendaraan yang mengintervensi dengan memaksa masuk rombongan mobil. Demi mengalihkan manuver mobil aparat, 2 dari 6 mobil yang mengiringi Rizieq menghalau pergerakan mobil aparat, sementara 4 mobil terus melaju.

Setelah menghalau mobil petugas, kedua mobil laskar FPI sebenarnya telah mengambil jarak yang jauh. Namun kedua mobil itu justru menunggu mobil aparat yang sempat bermanuver.

Komnas HAM juga menyampaikan bahwa mereka telah menguji jenis senjata yang digunakan laskar ormas pimpinan Rizieq Shihab itu. Bersama Pindad dan ahli balistik serta perwakilan masyarakat sipil, Komnas HAM menyimpulkan bahwa senjata yang digunakan FPI merupakan senjata rakitan.

"7 Barang bukti yang diduga bagian dari proyektil peluru dinyatakan 2 barang bukti bukan bagian dari proyektil dan 5 barang bukti merupakan bagian dari proyektil. Dari 5 proyektil tersebut, sebanyak 2 proyektil identik dengan senjata rakitan," ujar Choirul.

Sumber : Merdeka[Investigasi Komnas HAM Temukan Anggota FPI Gunakan Senjata Rakitan]

Temuan Komnas HAM menunjukkan bahwa benar adanya penyerangan dan penembakan yang dilakukan terlebih dahulu oleh laskar FPI. Sungguh kontradiksi dengan pernyataan pihak FPI selama ini yang mengatakan bahwa mereka tidak memiliki senjata api.

Sebelumnya, Sekretaris FPI Munarman membantah para anggota laskar khusus membawa senjata api dalam pengawalan dan bentrok dengan aparat di Tol Jakarta – Cikampek KM 50. "Fitnah itu, sama sekali bukan (senjata api milik laskar khusus)," tutur Munarman pada 7 Desember 2020 lalu.

Munarman menambahkan tidak ada satu anggota pun yang dibekali senjata api maupun tajam dalam pengawalan.

Sumber : Alinea [FPI bantah laskar khusus bawa senjata api]

Namun kenyataan ternyata berkata lain. Komnas HAM telah jelas-jelas membuktikan bahwa laskar FPI melakukan penembakan terhadap aparat. Terkait hal tersebut, aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Mohamad Guntur Romli mempertanyakan kapan aparat dapat segera menangkap Munarman.

Adapaun alasan dirinya mempertanyakan hal itu karena Munarman telah menyampaikan berita bohong atau hoaks. “Dia bikin hoax Laskar FPI tdk bawa senpi, diculik & disiksa polisi,” kata Guntur Romli menjelaskan.

Sumber : Pikiran Rakyat [Beda Versi dengan Temuan Komnas HAM, Guntur Romli: Kapan Munarman Ditangkap? Dia Bikin Hoaks]

Ucapan dari tokoh pemikir NU Guntur Romli tersebut agakanya menunjukkan pandangan darinya sebagai kelompok NU yang intelektual terhadap kasus penembakan laskar FPI. Bahwa baik Munarman dan FPI seolah sengaja menebarkan kabar bohong untuk mendapatkan simpati masyarakat.

Hingga saat ini pun pihak Rizieq Shihab masih membantah dan mendeskreditkan investigasi dari Komnas HAM. Salah satu Tim advokasi korban Laskar FPI, Hariadi Nasution bahkan menganggap jika Ketua Komnas HAM sudah berubah menjadi juru bicara dari para pelaku pelanggaran HAM yang masih berkeliaran bebas.

Sumber : Tribunnews [Sebut Tidak Ada Pelanggaran HAM Berat, Tim Advokasi Laskar FPI Kritik Komnas HAM]

Bukankah Komnas Ham telah memasukkan kategori peristiwa penembakan laskar FPI sebagai pelanggaran HAM oleh aparat? Namun bukan pelanggaran HAM berat. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik pada 14 Januari 2021 mengatakan yang termasuk ke dalam kategori pelanggaran HAM berat punya sejumlah indikasi yang harus terpenuhi. Salah satunya, rencana pembunuhan yang terstruktur dan terkomando dengan baik.

Sementara, dalam peristiwa penembakan laskar FPI yang terjadi adalah saling baku tembak setelah sebelumnya mobil pengawal Rizieq Shihab sengaja menunggu mobil petugas untuk kemudian diserang. Padahal mobil laskar tersebut telah jauh meninggalkan mobil aparat.

Sumber : Sindonews [Matinya 6 Anggota FPI Pelanggaran HAM Berat, Komnas HAM: Kami Tak Menemukan Indikasinya]

Dengan kata lain, Komnas HAM telah independen dan objektif dalam merampungkan hasil temuannya. Hal itulah yang dilihat oleh tokoh NU Guntur Romli. Agaknya dia paham jika Munarman dan para simpatisan Rizieq sengaja mengambil momen tersebut untuk mengambil simpati publik agar Komnas HAM dapat tertekan dan dianggap tidak independen.

Oleh karena itu, ada baiknya NU sebagai organisasi turut memberi dukungan kepada Komnas HAM. Sebab mereka sebenarnya telah melakukan investigasi secara objektif, bahkan telah memantau berbagai bukti dari ribuan video terkait peristiwa tersebut. 
Diubah oleh NegaraTerbaru 15-01-2021 21:43
0
923
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan