CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ffe2243af7e9329691448c4/katanya-tanah-kita-tanah-surga-kok-malah-impor-kisah-dibawah-tapak-pemburu-rente

Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente



Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente

Kebutuhan pangan di Indonesia sejak dulu selalu saja tidak ada data valid, berapa kebutuhan yang ada di masyarakat. Berapa komoditas produksi lokal, yang jelas mafia pangan semakin menggurita.

Apalagi bagi orang politik kebijakan impor pangan selain mendikte pasar adalah cara untuk mendapatkan uang dengan cepat. Tidak adanya blueprint pada kualitas pangan, menjadikan kualitas dari hasil pangan Indonesia kalah dengan produk hasil impor.

Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente

Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente

Bagaimana kebijakan pemerintah saat ini? Mau berpihak pada rakyat atau memihak para pemburu rente?

Kita semua tahu kasus impor pangan daging sapi yang dilakukan oknum PKS, fee dipungut dari setiap kg daging yang diimpor total fee bisa mencapai milliaran rupiah. Tentu saja itu digunakan untuk mendanai parpol, bukan tak mungkin kasus-kasus seperti ini masih ada tapi berlindung di balik parpol yang berkuasa. Atau seperti monopoli di kasus Benur, itu juga menjadi permainan para elite politik untuk mendapatkan keuntungan.

Lucunya lagi kebijakan impor ternyata tidak dapat menekan harga di pasar, padahal dalih para pejabat dibidang pangan selalu menyuarakan nyanyian yang sama. Apa benar demand di masyarakat meningkat? Atau hanya akal bulus untuk dapat fulus?

Di petani lokal sendiri harga jual tak ada kenaikan yang signifikan terhadap harga pangan yang melonjak tinggi di pasaran, permainan timbun menimbun barang sepertinya sudah menjadi cerita usang.

Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente

Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente

Sepertinya Indonesia sudah dibawah tapak para pemburu rente, mungkin kamu masih awam dengan kata ini sedikit akan saya ceritakan dengan singkat kisah si pemburu rente yang semakin makmur di negara yang selalu menghormati para pejabatnya yang korup.

Di tahun 1950 ada keinginan pemerintah membesarkan pengusaha pribumi, dari inisiatif itu lahirlah Program Benteng yang digagaa oleh Sumitro Djojohadikusumo sebagai menteri perdagangan.

Pengusaha lokal ini diberikan lisensi untuk impor agar bisa menjadi pengusaha yang kuat, tangguh serta sukses nantinya dimasa depan, tapi lisensi itu malah diaewakan ke pengusaha tionghoa dan pengusaha lokal tinggal duduk manis dapat cuan.

Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente

Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente

Otomatis pengalaman pengusaha Tionghoa semakin pintar dalam melakukan impor, walau keuntungan harus dibagi dua. Saat itu ada istilah Ali - Baba, Ali mewakili pengusaha Pribumi sedangkan Baba mewakili pengusaha Tionghoa. Inilah kisah pertama kali pemburu rente di Indonesia.

Sejak saat itu para pemburu rente semakin kuat permainannya dari masa ke masa, munculnya orde baru membuat persekongkolan semakin mekar dan subur. Ketika anak-anak Suharto terjun ke dunia bisnis, para perburuan rente semakin tak terkendali, di setiap bisnis pasti ada perburuan rente.

Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente

Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente

Di zaman reformasi perburuan rente masih aktif, maka banyak pejabat terkena kasus korup karena hal ini. Sebab sang pemburu rente bisa saja adalah pejabat yang berkuasa dan mengatur kebijakan, atau pengusaha yang memiliki koneksi politik ke para penguasa.

Kekuatan dana dan memiliki pengaruh yang besar mereka ini sangat sulit untuk digoyahkan, siapa yang berani menyerang mereka, maka tak segan mereka juga akan menyerang balik.

Bisa dibilang pemburu rente merupakan pengusaha dengan lisensi khusus, bisa memonopoli, dan juga diberikan fasilitas dari pihak penguasa tujuannya menghambat pelaku lain masuk pasar. Atau bisa saja pejabat yang dengan segala kemudahannya akhirnya memperdagangkan kekuasaan demi memperoleh keuntungan bisnis, dan persaingannya pun tidak sehat.

Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente

Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente

Kasus Setya Novanto adalah pemburu rente masa kini yang berhasil melakukan negosiasi perpanjangan kontrak karya Freeport Indonesia untuk mendapatkan fee.

Pemburu rente ini yang merusak negara, selalu berlindung dibalik nama rakyat tak segan menjilat para penguasa, berada di balik kekuasaan dan memiliki jaringan yang kuat. Untuk melakukan kebijakan yang membawa nama kemakmuran rakyat padahal untuk kemakmuran diri mereka dan kelompoknya di bawah naungan politik. Mereka selalu berbicara demi negara padahal mereka sebenarnya adalah predator negara.

Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente

Bagaimana cara memberikan efek jera pada kaum pemburu rente? Silahkan tanyakan pada rumput yang bergoyang, see u next thread.

emoticon-I Love Indonesia

Katanya Tanah Kita Tanah Surga, Kok Malah Impor? Kisah Dibawah Tapak Pemburu Rente

"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2020
referensi : klik, klik, klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star


profile-picture
profile-picture
profile-picture
emineminna dan 30 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Halaman 1 dari 2
Karena import adalah proyek
Proyek ada fee ..
Fee buat nambah kekayaan tikus berdasi

Ini jalur resmi ya
Belom korupsinya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
materaitempel dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Husnudzon dulu

Indonesia tu mayoritas di jawa.
Lebih mudah & murah impor dibanding ngambil dari pulau2 lain.
Karena tu dibangunlah jawa.
Pembangunan di jawa menarik investor.
Investasi menarik penduduk.
Balik lagi ke atas.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
juniorjack dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh nontonyukahhh
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Demikianlah yang terjadi di negeri ini, semuanya berabe kalau dalam pemburu rente. Maka dari itu bisa dikondisikan untuk reset total gan. Sehingga bisa terjadi keadilan dan kemakmuran sejati di negeri ini dan seluruh dunia.
profile-picture
profile-picture
masfuad2015 dan pulaukapok memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lebih dulu ..., bedain antara niat pengin 'nggebuk orang .. dan niat agar produk dalam negeri bisa terserap pasar (dengan keuntungan yang memadai, dan sewajarnya).

Beda niat-tujuan, beda pula aturan main/juklak ...

Kalau niatnya itu agar produk dalam negeri bisa terserap pasar ..., solusinya sebetulnya mudah banget ...
Kerjasama, dan bukannya malah petentang-petenteng merasa diri yang paling benar atau semacamnya. Karena untuk kerjasama, butuh teman yang bisa diajak kerjasama.
Teman, yah ... Bukan ular dalam selimut, atau orang yang bisa nikam dari belakang, atau yang doyan selingkuh ....

Dari teman itu bikin grup/kelompok pertemanan. Produknya (yang mana berupa kebutuhan pokok) itu "didistribusikan" disana. Sebisa mungkin, kelompok itu juga punya usaha atau bekerja dalam beragam jenis.
Dan diupayakan untuk saling mendukung, gotong royong (dan bukan cuma pada masalah kematian aja).

Itu bukan cuma internal dalam kelompok pertemanan itu aja, tapi juga untuk kerabat yang mungkin berminat untuk produk bersangkutan. Begitu pula teman dari teman ...
Tapi jangan dirupakan sebagai/dengan sistim MLM.
Yang ingin dicapai disini adalah kesejahteraan bersama dari anggotanya, bukan kesejahteraan orang di level tertinggi.

...
Itu bisa dirupakan sebagai koperasi (serba usaha), kalau ingin dilembagakan.
Dan sebisanya, barang yang didistribusikan, bukanlah barang mewah atau non kebutuhan pokok. Alasannya ? Pikir sendiri lah ...




Diubah oleh bingsunyata
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Film porno HD aja masih impor dari jepang, gimana mau maju ...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
edmonds dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Sedih ngeliatnya kalo para pejabatnya macam penjahat semua kek gini, mereka ini masih punya hati nurani atau nggak sih, kenapa g mau negara ini maju dan mandiri pangan sendiri, sedih bre liatnya
Tenang presiden kebanggaan dunia pasti bisa mengatasinya
emoticon-Baby Boy 1
Semua "atas nama rakyat" emoticon-Bingung
Data pembandingnya yg kanan tahunnya lebih banyak jelas lah lebih banyak. Think smart
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Tinggal tunggu waktu aj bray Indonesia dsoftware ulang/dreset total, entah oleh manusia2nya, alamnya, atau lngsung oleh Tuhannya emoticon-I Love Indonesia
profile-picture
rivan memberi reputasi
Betul tanahnya surga..tapi yg jadi masalah kan penduduknya. Masalah pertanian kita itu antara lain :
1. Petani praktis kita diisi angkatan tua, jarang regenerasi.
2. Kita ga kurang ahli pertanian, tapi ahlinya ga tertarik terjun langsung ke daerah. Banyak yg kerja di sektor lain.
3. Insentif pemerintah banyak tp nyampenya bukan ke petani kecil.
4. Impor melibatkan proyek dgn fee besar yg instan utk para pelakunya. Dibandingkan memperbaiki nasib petani itu lama dan fee nya ga jelas.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dennyfw dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kunci nya itu swasembada sambil bertahap kurangi impornya. Pertumbuhan penduduk = pertumbuhan kebutuhan penduduk yang harus diimbangi dan diiringi dengan ketersediaan kebutuhan bahan pokoknya. Impor hanya menambal kekurangan sebagian kecil kebutuhan nasional, bukan lagi sebagai sandaran utama.
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Karena keran impor di negara ini dikondisikan terbuka sangat lebar.. regulasinya pun dibuat supaya dpt menguntungkan negara dan oknum yg bermain di dalamnya....emoticon-Traveller
KUNCINYA DI PENDUDUK INDONESIA!!!

ngimpi mau swasembada macam2
bila jumlah penduduk terus meningkat
tambah lagi mindset yg salah
jangan kaget kalau utang negara naik parah
profile-picture
liong_san memberi reputasi
Doa rakyat yg didholimi pasti terkabul
Proyek import jadi bancakan emoticon-Takut, semoga aja kelak orang-orang kayak gt bener-bener disikat habis, tapi apa bisa emoticon-Matabelo
Menurut saya sih, ngga mungkin kita menghilangkan import.

Manusia tambah banyak = kebutuhan pangan dan lahan bertambah.
Jumlah lahan itu tetap, sedangkan lahan itu terbagi menjadi lahan huni dan lahan produksi. Pilih salah satu saja, kalau mau lahan huni semakin banyak (seperti yang terjadi saat ini), lahan produksi berkurang.

Balik lagi, kalau jumlah manusia bertambah otomatis demand (permintaan) meningkat sedangkan supply tetap (dan bahkan menurun). Parahnya kalau sampai terjadi kelangkaan karena demand yang terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan supply, harga barang menjadi mahal. Bisa bayangkan kalau bahan pangan pokok harganya naik berkali-kali lipat? Kita harga cabai dan bawang meroket saja sudah teriak-teriak, gimana harga gula, beras, dll?

Di sinilah peran negara untuk mengatur dan menjaga keseimbangan. Itulah salah satu alasan kenapa negara melakukan impor. Kalau pernah mendapatkan pelajaran ekonomi, permintaan dan penawaran, pasti paham. Intinya ya balik lagi buat kita. Ngga cuma itu, impor itu secara tidak langsung menjaga kerjasama diplomatik.

Itu baru sebagian sudut pandang kecil dari negara gan. Belum lagi kalau kita memandang hal yang lebih detail. Contohnya seperti masalah rantai distribusi (tengkulak) yang terlalu panjang, produksi bahan pangan yang menurun, persebaran geografis lahan layak tanam dan huni (ngga semua tempat bisa dijadikan lahan produksi dan lahan huni).

Dari pengalaman saya KKN di Boyolali, petani beras itu untungnya sedikit karena banyak jenis hama, harus rajin dipupuk, perawatannya rewel, dan untungnya tidak seberapa dibandingkan dengan produk pertanian lain. Dan kita makanan pokoknya nasi. Bisa dibayangkan yang terjadi selanjutnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dennyfw dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Bagus ini beritanya. Yg lebih aneh negara dikelilingi lautan. Tapi...garam impor. Seru gak tuh 😂
liat di yutub,banyak vidio2 orang2 china dengan bangga nya mereka akan hasil bumi yg berkualitas.dari anak2 sampe orang tua lho yg dividio itu,berarti kebanggaan mereka udah lintas generasi.
di negara kita ada yg kaya gitu?
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Gemah ripah loh jinawi sudah nggak berlaku lagi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di