CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Aku dan Pengalaman Ghaibku
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ffc9df3af7e93456d7aed51/aku-dan-pengalaman-ghaibku

Aku dan Pengalaman Ghaibku

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 3
Ijin mendirikan gubuk sambil nunggu kelanjutannya..
profile-picture
profile-picture
rinandya dan aan1984 memberi reputasi
radak telat ni updatenya agan sekalian,ada kerjaan dari kantor yg bikin gbsa pegang kompie. Sabar yaa emoticon-Wowcantik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 3 lainnya memberi reputasi
Ternyata di kamar mas Hadi ada kecoa, Mas Hadi ini sangat benci kecoa. Bagi dia kecoa yang bisa terbang adalah NAGA yang yang kabur dari legenda dan dongeng.

Spoiler for HALU:


Back to story.

Ternyata di kamar mas Hadi ada bau yang wangi sekali, hidung ini seakan enggan lepas dari wangi tersebut. Hawa yang dingin dan senyap membuat bulu kuduk ini merinding, baunya menyebar hingga keluar kamar.


“Nahkan, baru ditantang dikit aja udah berani nyamper kesini” Kata mas Hadi menggerutu.
“Mas ini bau apa mas, kok baunya wangi banget ya?”
“Kan di sekitar kosan kita gada bunga, dan baru malam ini lho baunya tuh.” mulutku ini ga berenti nyerocos aja dari tadi. Entah akunya yg takut atau emang akunya yang bloon.
Jujur aku masih belum bisa menerima dengan akal sehatku kejadian di rumah bu Ita, ditambah lagi sampe kosan bukannya rasa kantuk yg kudapat malah bau yang semerbak wangi tajam menusuk ke arah hidung tanpa memberi ampun sedikitpun.

Mas dani pun akhirnya sampai juga ke kamar, dan yang kacau kata pertama yang keluar dari mulut mas Dani adalah “Oi di, gw tau lu jomblo lama, tapi yang g perlu sampe nyembunyiin kunti di kamar lah.” Mas Dani tertawa sambil mengejek mas Hadi, sedangkan aku? nalarku belum sampai ke arah situ, aku mirip kaya anak kecil yang lagi kebelet boker. Diam, berkeringat, mematung tanpa sepatah kata.

Masa bodoh, kutinggalkan mereka berdua. Aku memilih untuk pergi perlahan menuju kamarku. Logikaku blm bisa menerima semua keadaan ini.

Jujur, bagiku hantu itu memang ada. Masa kecilku pun sudah tidak asing dengan hantu. Adalah satu dua kejadian yg aku alami ketika aku berada di kota kelahiranku. “Tapi ini jakarta, ini tahun 2019, ini adalah tahun dimana teknologi sangat maju dan generasi milenial mulai muncul.” kataku dalam hati membuat idealisku sendiri.

Kupaksakan mata ini terpejam, berharap aku segera mendapat jawaban dari segala pertanyaan yang ada di kepalaku ini.
Spoiler for spoiler:
.

“Zra, bangun woi. Lu ngantor kagak?”
“Iya mas, aku ngumpulin nyawa dulu.” Jawabku dengan mata masih terpejam.
Butuh sekitar 15 menit buat aku mengumpulkan nyawa. Beruntung aku di bagian back office, masuk kantor layaknya orang kantor pada umumnya. Di dunia hotel ada namanya shift early morning, biasanya yang dapat shift ini adalah anak F&B Product dan F&B Service. Mereka masuk sekitar jam 4 pagi, bayangin klo gw yg kebo ini keterima di bagian operasional, yakin deh ga sampe sebulan udah dipecat kayaknya.

Selama perjalanan ke kantor entah mengapa kurasakan mas Hadi dan Mas Dani tumben menjadi pendiam. Biasanya mereka berdua ini paling berisik perihal cari sarapan sebelum menuju kantor. Terbawa dengan suasana, akhirnya aku pun ikut diam seribu bahasa selama perjalanan ini.

Siang harinya.

“Loh udah jam 12 aja.” gumamku dalam hati. Kerjaan yang monoton ditambah dengan otak yang masih terngiang kejadian semalam membuatku lupa waktu.
Ting..Ting! Muncul notif dari grup whatsapp. “Le,makan siang diluar yuk. Ada yang pengen kutanya.” kata Bu ita di grup itu. Entah kenapa bu Ita seneng banget panggil kami le, mirip dengan panggilan kakak kepada adiknya di kampungku.
“Cuss bu berangkat,hari ini EDR tidak menarik.” Kata mas Dani.
“Ayuk bu, mayan siapa tau ketemu gadis belia di luar sana.” saut mas Hadi.
Spoiler for FYI:


Dengan sigap kami berempat berkumpul di Basement dekat dengan mobil mas Dani dan kami pun berangkat ke warung padang dekat dengan kantor kami.
“Dan,soal semalem. Jadi siapa yang tega ngirim santet itu?”
“Eemm, Dani bingung bu gimana jawabnya. Mungkin Hadi bisa ngejelasin bu.”
“Lu kebiasaan amat ya, bagian yang ga enak selalu gw aja yg dijadiin tumbal.”
“Udahlah Di ga usah kebanyakan bacot, ceritain aja hasil diskusi kita semalem.”
“A*g emang lu Dan. Jadi gini bu,yang ngirim itu setelah kami lacak semalem,yang ngirim itu si ..”
“Si siapa Di?” tanya ibu Ita penasaran.
Aku mirip anak kecil yang nemuin hal baru dari rasa penasarannya, diam dan konsentrasi penuh mendengarkan percakapan mereka.

“Yang ngirim itu, Bu Riri bu.” kata mas Hadi pelan tapi mantap.
Bu ita terdiam seakan ga percaya,terlihat beliau mengernyitkan dahinya.
“Ohh, pantes tadi Riri ngomong gitu,cuma gw kira apaan jadi gw bodo amat.”
“Nanya apaan emang bu?” Tanya kami balik penasaran.
“Pagi bu Ita,sehat bu Ita?” kata bu Ita sembari menirukan percakapan dia dengan Bu Riri.
“Loh bukannya itu wajar bu?” tanyaku ke bu Ita.
“Biasa cuma Pagi Bu, lha ini tumben pake bonus sehat segala.” jawab bu Ita.

Ternyata semalam mas Dani dan Mas Hadi tidak berhenti disitu saja. Mereka berdua berusaha membersihkan aura negatif yang menempel di diri mereka dan di aku juga. Tidak lupa mereka juga “memagari” aku dan kamarku. Mereka mencari info siapa yang melakukan santet itu.

Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah,siang ini Bu Ita dapat oleh-oleh somay dari Bu Riri yang katanya beliau bawa dari Kampungnya.
“Entah kenapa gw liat itu somay g tertarik,biasanya gw liat somay pasti langsung laper.” Kata bu Ita.

“Ya bagus bu,untung belum dimakan.” Sahut mereka berdua serius.
Percakapan panjang lebar ini membuatku paham sedikit tentang masalah ini, bisa kusimpulkan Bu Riri membenci bu Ita. Beliau memang sering kena omel bu Ita disaat jam kerja karena tingkah laku dan kebodohannya. Ya aku sedikit mengerti masalah bu Ita suka ngomel ke Bu Riri, karena di grup gibah kami selalu membicarakan kedekatan bu Riri dengan salah satu orang yang cukup penting di kantor kami. Aku cukup yakin, rasa sakit hati dapat membuat orang gelap mata dan melakukan hal diluar nalar kita.
Bersambung...


Spoiler for FYI PENDING:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.rizzky dan 15 lainnya memberi reputasi
mantap, ditunggu om lanjutannya. emoticon-Betty (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 2 lainnya memberi reputasi
Seru euy emoticon-Wagelaseh

Semoga segera di lanzoet emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ourleb dan 2 lainnya memberi reputasi
Numpang sebat duls
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
Quote:

ditunggu ya gan hehe

Quote:

terima kasih gan.

Quote:

beuh ada senior disini emoticon-Wowcantik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 2 lainnya memberi reputasi
nyimak gan.. ijin nenda nunggu part lanjutan
profile-picture
profile-picture
keroppy15 dan rinandya memberi reputasi

Meminta Tumbal ( Dani POV )

Perkenalkan namaku Dani. Aku bekerja di salah satu hotel di daerah jakarta. Ini adalah kantorku yang kesekian kalinya. Di dunia hotel sudah sangat wajar beberapa kali pindah,bukan karena kita tidak betah atau apa tapi karena untuk jenjang karir yang lebih baik. Di dalam dunia hotel pun hal gaib sudah tidak asing lagi. Mulai dari ada suara wanita tertawa,anak kecil berlarian hingga sugus berdiri di ujung lorong. Jadi jangan heran terutama untuk anak malam jarang mau shift malam sendirian,harus kuat mental soalnya.

Bagi gw sendiri, dunia gaib udah gw kenal sedari kecil. Bukan,gw bukan anak indigo. Gw bisa dikarenakan faktor keturunan dari keluarga nyokap. Dan gw sendiri ga pengen disebut anak indigo. Bukannya apa-apa, tapi gw emang bukan seperti anak indigo pada umumnya.

Singkat cerita, gw baru masuk ke salah hotel yg lg merekrut Pre-Opening Team. Masuk ke hotel Preop itu ada enak dan ga enaknya, enaknya kita menjadi staff ( bukan jadi DW atau Casual ), sedangkan ga enaknya adalah kita tiap hari kerjaannya bersih-bersih untuk persiapan Opening. Gw masuk 6 bulan sebelum Grand Opening, jadi keadaan hotel masih sangat kacau. Hotel gw lumayan tinggi, dan gw pernah ke lantai atas pake tangga darurat tanpa penerangan yang layak. Cuma modal lampu hp untuk penerangan.

Pada suatu hari gw, Ipul, Yusup dan Angga diminta untuk melakukan cleaning di restoran lantai 17. Oh iya, Ipul, Yusup dan Angga adalah anak Preop yg masuknya barengan sama gw juga.

“Pul,sup,dan. Turun yuk dah mau jam makan siang ini.” kata angga kepada kami.
“yuklah, laper gw udahan. Kerja mulu mati nanti kita.” candaku.

Kami pun mulai membereskan alat dan segera bersiap untuk turun. Tapi apesnya penjaga gondola yang dipersiapkan untuk kuli proyek udah break duluan sebelum waktunya. Gw coba teriak dari atas supaya yang di bawah denger,tapi cuma pada ngeliat terus pada cabut.

“bangke, pura2 ga denger tu orang.” gerutuku kesal.
“terus gimana ni kita turunnya?.” Angga mulai bingung.
“ gaes,gw laper ni.” kata yusup tiba-tiba.
“ya anjim kita juga laper lontong.” kita serentak emosi.
“dahlah tangga aja daripada ga turun kita.” kataku.

mereka bertiga terlihat lemas begitu dengar kata “lewat tangga”. Ya gw tau lewat tangga itu capek,tapi daripada kita mati kelaparan.

Turunlah kami berempat,dengan penerangan dari flash hp ditambah lagi pengapnya di dalam situ membuat suasana cukup menakutkan. Gw cuma berharap apa yg gw takutin ga akan terjadi di perjalanan ini. ga sampe 5 menit,ketakutan gw pun menjadi kenyataan. Di ujung tangga lantai 15 terlihat sosok cewek membungkuk membelakangi gw. Gw tau ini bukan orang proyek, rasa lapar blm bikin otak gw jadi tolol.

Gw diem aja berlagak gak ada apa2,gw suruh anak2 buat lebih cepat lagi jalannya. Apesnya,ternyata si ipul ga sengaja kakinya menendang sosok itu. Gw baru tau setelah sampai di basement, tiba2 ipul menunduk dan menangis. Gw kira dia abis dapat berita sedih dari keluarganya atau bijimana.

“Huuu...huuuu huuuu.”
“pul,lu kenapa pul? ada masalah apa pul?”
“huu huu,sakiiittt. sakiiitt…”


Haa?? sakit? ga beres ini ga beres. Ini bukan ipul ini gw yakin.

“sakiitt. tolong sakiitt. aku sakitt. Khii hii hiii hiii.”

Tiba2 suara tangisan ipul menjadi lengkingan ketawa yang keras, bulu kudukku pun seketika berdiri semua.

“Aku mau anak ini, aku mau. Tumbal,aku mau anak ini jadi tumbalku.”

Gw yg kaget seketika langsung reflek mengusap dahi ipul dan menggerakan tangan seperti membuang batu. Seketika Ipul pun jatuh tersungkur lemas. Dari kantin yang terletak di ujung basement gw denger ada teriakan anak2 cewe. Gw segera bergegas kesana,ternyata para HOD ( manajer ) dan beberapa orang megangin salah satu anak Preop ( kita sebut saja namanya Linda ). Salah seorang dari mereka membuka youtube dan mencari ayat kursi. Diletakanlah hp tersebut di sebelah telinga Linda sembari tangan dia mengusap-usap jidat Linda sampai terbentuk garis berwarna merah.

Gw yg udah setengah sadar ( sedikit lelah setelah membantu Ipul ) merasa emosi tiba2. Gw deketin kerumunan itu, gw berada di sebelah Linda dengan lantangnya gw bilang

“ lu tau ga siapa gw? lu tau ga hah?!”
“ Aku mau anak ini,anak ini akan kujadikan tumbal karena dia telah mengusik aku.”


Di tengah kepanikan yang terjadi, mas Raka ( salah satu orang kontraktor ) mengalami kesurupan juga.

“anji** 1 aja belum beres udah ada lagi 1 yg masuk.” kataku dalam hati.
“tolong anak itu, cepat tolong anak itu sebelum dia dibawa ke alam lain. Dia akan dijadikan tumbal jika terlambat.” kata mas Raka yg sedang kesurupan.
Gw kaget bukan kepalang ternyata yg masuk di mas Raka berusaha memberi tahu gw untuk segera bertindak.
“oke gw urus,lu mau keluar sendiri apa gw yg keluarin? kasian ni orang.” kataku.
Tak lama kemudian dia keluar dan mas Raka pun tersadar.

Kondisi Linda mulai meresahkan, Linda mulai mencakar diri sendiri dan berteriak tak karuan. Yusup dan Angga gw minta untuk memegang erat Linda. Gw udah lelah basa-basi dengan hal beginian,drpd gw repot2 ngmg buat ni setan keluar dr Linda mending gw tarik dia secara paksa. Gw berdiri di dekat Linda, gw pegang kepala Linda. Dengan satu hentakan nafas, gw tarik dan gw buang apa yg menempel di Linda. Linda pun menjadi tenang dan pingsan seketika. Gw yg masih blm bisa tenang, entah kenapa secara spontan berlari ke mushola basement.

“sekali lagi ada kejadian kaya gini,jangan harap gw akan diem aja! Mau perang ayok perang sekalian!"

Setelah gw teriak seperti itu,sekujur tubuh gw lemes. Setelah keadaan agak kondusif akhirnya gw mulai cerita apa yang terjadi dari perjalanan gw diatas sampai apa yang masuk ke dalam Linda. Gw liat ada 1 orang pemuda di seberang gw megangin tisu yg nempel di hidung daritadi. Gw heran dan gw nanya dia kenapa,ternyata dia mimisan karena pengaruh energi negatif dari setan yang masuk ke dalam tubuh Linda tadi. Iya, orang yg mimisan itu bernama Hadi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.rizzky dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Mantap bang ts cerita nya, semangat ya update nya emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
amayku dan 3 lainnya memberi reputasi
Mantap ceritanya gan.. monggo dituntaskan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Semoga lanjut trus sampe tamat yah
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan rinandya memberi reputasi
Awal Mula kenal Hadi pasti nih, dari kejadian kesurupan masal emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan rinandya memberi reputasi
Nitip tenda musim ujan
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
monggo dilanjut gan
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
Quote:

siap gan makasih dukungannya emoticon-Angkat Beer

Quote:

ditunggu ya gan,suasana lg ga kondusif emoticon-Takut

Quote:

siap gan,sampe sekarang masih berlanjut tapi beda pelaku emoticon-Mewek

Quote:

yoi gan,awal pertama berjumpa dirinya emoticon-Ngakak

Quote:

nunggu suasana agak kondusif dlu gan,hawanya lagi aneh ni emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan yunie617 memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Nju njut njutt.... Mantap ceritanya
profile-picture
profile-picture
bauplunk dan agahigh memberi reputasi
Ijin diriin tenda gan
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan aan1984 memberi reputasi

Part 4

Sorenya sepulang kantor kami berkumpul di kantin. Aku, mas dani, dan mas hadi sedang sibuk bahas cewek unyu di IG. Datanglah bu Ita membawa sekotak tupperware dan 1 bungukusan.

“Beuh makanan nih.” Kataku.
“Wah rejeki anak kos nih,mayan hemat buat tanggal tua.” Sahut mas Dani.
“Apaan tuh bu? Kok kayaknya menarik itu.” Mas Hadi mulai penasaran.
“Ini lho ada cemilan tadi, lumayan buat temen kopi di sore hari kaya gini.” Kata bu Ita.

Kita yang penasaran sama isi tupperware itu pun mulai tidak sabar untuk membukanya, tanpa komando mas Dani langsung membuka buat mengobati rasa penasarannya.

“Lah somay?”
“Iya Dan somay yang tadi di kasih bu Riri. Gw ngerasa aneh,biasa siomay keliatan seger ini malah kelihatan macam berlendir g sehat.”
Terang bu Ita kepada kami.
“Lu coba cek lah Dan, itu lihat banyak semut hitam ga jelas di somay itu.” Kata mas Hadi setelah memastikan siomay itu melalui mata batinnya.
“Alah bodo amat, digoreng aja dulu. Nanti sebelum dimakan dibersihkan dulu. Lumayan ini buat tanggal tua kaya gini. Hemat ego Di.”

Gw setuju dengan mas Dani. Lumayan makanan gratis ditengah tanggal tua yang menuntut kita untuk berhemat demi dapat menyambung hidup. Dan alasan lainnya adalah, gw ga paham dengan obrolan mereka di mobil perihal somay ini. Gimana sih caranya makanan yang nyata fisiknya di depan mata bisa kena sesuatu tak kasat mata? Khayalan seperti apa itu.

Mas Dani pun meminta penjaga kantin untuk menggoreng siomay tersebut. Kami sibuk bercanda sembari menunggu siomay tersebut. Suara tawa kami sesekali terdengar cukup jelas oleh karyawan lainnya. Aku yakin pasti pada heran, bercanda apa kita dengan Bu Ita wakil dari GM kami ini sampai bisa gitu lepas tawanya.

“Ini mas somaynya,masih banyak itu dibelakang.” kata mba rini penjaga warung kantin kepada kami.
“Iya mbak, makasih yo mbak. Pisan tambah es teh e siji yo mbak.” kata mas Dani.

Sebelum menyantap siomay tersebut mas Dani terlihat seperti berdoa dan tangannya berada diatas siomay itu. Sesekali kulihat mas Dani menarik napas dalam-dalam ,menahannya sebentar, lalu menghembuskannya perlahan. Kulihat mas Dani sangat fokus dalam hal ini, seperti sudah lama mendalami dan mempelajari hal itu. Di dalam hatiku ada perasaan yang jarang sekali kurasakan. Aku mau belajar ke mas Dani.

“Ayo zra, di, makan ni somay mumpung masih anget. Tapi khusus bu Ita nonton aja ya, repot nanti kalo bu Ita makan.” celetuk mas Dani sambil tertawa.

Bu Ita cuma geleng-geleng lihat kelakuan kami. Beliau berharap kami aman saja tanpa terkena masalah dari hasil makan somay tersebut. Beliau ini selalu minta maaf kepada kami jika terkait soal hal ghaib yang menyangkut dirinya. Mirip dengan salah satu pemain di bajaj bajuri. [I]“Maaf yo le aku ngerepotin kalian terus.”[/I]

Malam harinya hatiku gusar sekali, perasaanku sangat tidak enak semenjak pulang dari kantor tadi, atau semenjak aku selesai makan somay lucknut itu? Badanku terasa pegal, hatiku terasa gundah gulana, kepalaku terasa pusing, dan perut ini mual sekali rasanya. Tak jarang aku ke kamar mandi siap siaga karena takut muntah di dalam kamar.

“Ini kenapa sih a*g,tumben banget kaya gini. Terus ini kenapa ya kok kamar rasanya ada yang jagain dan matanya menatap ke aku terus. F*ck bangetlah jadi g tenang, ini juga tumben banget mas Dani sama Mas Hadi di kamar aja g keluar. Biasanya paling rajin ngetok kamar buat ngajak ngerokok.”

Hatiku benar-benar kalut dan bikin ga bisa berpikir tenang, antara takut akan sesuatu atau aku khawatir dengan keracunan makanan.

Kuberanikan diriku keluar kamar menuju kamar mas Hadi yang berada di sebelahku.

“Mas, mas Hadi.” kuketuk pintu kamarnya perlahan.

Kuketuk berulang kali tapi tak ada jawaban, aku mulai berpikir aneh-aneh. Apakah mas Hadi pingsan atau mati karena somay tersebut? Aku semakin yakin ini somay bukan karena kekuatan gaib, tapi karena somay ini sudah pasti basi. Aku kembali ke kamar dan mengambil hp yang sedari tadi sedang ku charge. Kutelpon lah mas Dani,berharap dia ada di kamar.

“Halo mas dan,ada di kamar ga? Aku kesana ya, perasaanku dari tadi ga enak nih.”
“Sini aja zra, ini juga si Hadi daritadi ada disini kok.”

“Oh oke.” kututup telepon.
“Oo lha asw.” makiku dalam hati.

Aku bergegas menuju kamar Mas Dani yang terletak di lantai 2, kuketuk pintu ketika aku sampai depan kamarnya. Kubuka pintu dan aku kaget, Mas Hadi ada disana dengan muka yang sangat pucat sekali. Kulihat Mas Dani sedang berusaha melakukan sesuatu kepada mas Hadi. Mas Dani terlihat seperti melakukan gerakan orang menyeka badan. Aku cuma diam dan no comment, ku perhatikan dengan seksama apa yang dilakukan mas Dani.

“Mas Dan, aku pengen belajar biar bisa kaya kamu mas.”

Bersambung...


Spoiler for FYI:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Yans.Venzy dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
update dikit gakpapa gan, asal rutin sehari sekali emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan saphirreponny memberi reputasi
Halaman 2 dari 3


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di