CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Aku dan Pengalaman Ghaibku
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ffc9df3af7e93456d7aed51/aku-dan-pengalaman-ghaibku

Aku dan Pengalaman Ghaibku

Prolog.
cerita ini dibuat dan ditulis hampir mirip dengan karakter gw di dunia nyata,mohon maaf jika ada salah kata yg tidak baik tertulis di sini.

Part 1

Jakarta, kota tujuan para pencari kemakmuran. Semua orang dari daerah berlomba-lomba ke jakarta untuk meraih kesuksesan. Masih melekat di benak setiap insan, “jika ingin sukses aku harus kerja di jakarta”. Ya,itulah alasan kenapa gw sekarang ada di Jakarta.

Perkenalkan nama gw azra, tinggi 180 cukup atletis lah meski perut sedikit terlihat membuncit. Sudah 2 tahun gw menginjakkan kaki di jakarta, kota harapan untuk menjadi bagian dari masyarakat metropolitan. aku bekerja di dunia perhotelan,jujur aku buta sekali seperti apa itu dunia perhotelan. Banyak yg bilang kerja di hotel bisa membuat cepat kaya dan banyak duit, banyak yg bilang juga kerja di hotel dapet shift malam itu apes. 

Lulus kuliah dan mencoba mengadu nasib di jakarta,ga nyangka modal nekat dan ilmu pas2an malah membuatku terdampar di dunia hotel. Jauh dari harapanku yg membayangkan bekerja di perusahaan bonafide.. 

Tak kusangka juga, jika tempatku bekerja ini bakal membuatku tersadar bahwa Jaman yg modern seperti tahun 2019 ini aku dipaksa untuk mempercayai hal klenik itu ada. Yap benar,ini akan menjadi awal petualanganku dengan klenik dan bertemu dengan orang2 yg paham dengan hantu,santet dan sejenisnya itu apa.

Singkat cerita, sudah 6 bulan aku bekerja di salah satu hotel *4 di kawasan jakarta pusat ( akan disamarkan demi kebaikan ). Beruntungnya ,bisa dibilang aku ini orangnya supel,bisa ngikut alur obrolan sekitar dan mudah membaur kemana aja. Jadi jangan heran kalo bisa becanda sama siapa aja. Setiap jam makan siang gw selalu ngumpul dengan gerombolan gw, ngebahas bermacam hal mulai dr ghibah hingga bertukar pikiran. Mas Dani dan Mas Hadi adalah mentor yang membuat gw agar tidak seperti domba yang tersesat. Di dalam kumpulan gw itu,ada salah 1 atasan gw yg cukup di hormati sama semua karyawan dan bahkan manajer sekalipun segan ma dia. Gw biasa manggil beliau ibu ita, pinter otaknya dan lembut hatinya serta tutur katanya.

Pada suatu malam tiba2 ada notif dr grup watsapku yg berisikan ibu ita, mas Dani dan Mas Hadi. Ga pernah sekalipun gw menyangka notif ini akan membalikan dunia gw dan segala pemahaman gw. Dan dari sini gw jadi tau bahwa Mas Dani adalah anak indigo dan mas Hadi juga punya kemampuan supranatural.

“Dan, didalam tas gw tiba2 ada bunga. Padahal ini tas seharian di dalam mobil,gw baru balik dari kondangan nih ma laki gw dan tas ini di mobil terus karna gw bawa pouch”. Seru bu Ita.
TRINK! Suara notif lagi dr bu Ita. “Lucunya lagi ni bunga bisa gerak,padahal gada angin di kamar gw.” Kata bu Ita sembari mengirim file video di grup tersebut. 

Gw masih nyoba buat menangkap kemana arah pembicaraan dari bu Ita,gw ulang2 terus tu video sembari gw perhatiin dengan seksama jangan sampe ada yg kelewat. “an*g,bisa gitu tu bunga.” Kataku dalam hati.

Sekitar 15menit kemudian Mas dani muncul. “bu, dirumah ga? Aku kesana ya mau ambil itu bunga. Gila itu yg kirim bunga.” Kata Dani.

“kirim? Maksud lu ada yg iseng ngirim gw ginian?”. Tanya bu Ita kepada Dani. Dani pun mulai menjelaskan bahwa bunga itu adalah semacam bagian dr santet yg dikirim ke bu ita. Bu Ita kaget bukan kepalang,beliau bingung siapa yg mengirim itu dan punya maksud tujuan apa.

“hah santet? Apa itu aj* di jaman uda globalisasi dan modern kaya gini”. Gumamku dalam hati.
Tiba2 pintu kamar terketok,kubuka pintunya dan sudah ada Mas Dani serta Mas hadi yg sudah bersiap untuk pergi kerumah Bu ita. Oh iya,kebetulan aku 1 kosan dengan mereka. Di dalam mobil,mas Dani pun menceritakan padaku klo bunga itu hanya bagian kecil dari santet. Mas Hadi pun menambahkan, setelah beliau menerawang tadi ternyata ada orang yg benci dan iri dengan kesuksesan bu Ita. 

Orang ini iri kenapa bu ita yg selalu dihormati,kenapa bukan dia padahal secara posisi dia memegang salah 1 posisi yg ckup penting di kantor kami. Masih tidak masuk ke akal sehatku darimana mas Hadi bisa tau secara rinci seperti itu. Logikaku menyimpan banyak pertanyaan kepada mas Hadi,tapi melihat situasi dan Mas hadi yg drtd berusaha fokus di dalam mobil, ku urungkan niatku untuk bertanya.

30menit berlalu dan kami telah sampai di rumah ibu Ita di daerah Jaktim. “bu,kami sudah sampai bu di depan rumah ibu”. Kataku pada bu ita lewat telpon. Tak lama suami bu ita turun dan membukakan pintu. Kami pun masuk ke rumah,seperti sudah paham kondisinya Mas Dani dan Mas Hadi segera mengikuti suami bu ita ke kamar. 

Sesampainya di kamar,mas Dani mengeluarkan kain putih dari sakunya. Aku yg awam Cuma bisa diam dan bertanya “buat apa kain putih itu? niat amat ngantongin kain putih gitu dari rumah. Emg gabisa pake kaos biasa gitu?” gumamku dalam hati.


Mas Dani meletakkan tangannya diatas bunga tersebut,menutup mata dan mulutnya terlihat mulai membacakan sesuatu. Gerakan tangannya sangat teratur dan unik sekali,tiba2 tangan kirinya menutup bunga tersebut dengan kain putih itu. Dia duduk bersila dan memejamkan mata. Sedangkan mas Hadi daritadi kulihat dia hanya menutup mata dan diam saja di dekat pintu kamar. 

Aku,suami bu ita, dan bu Ita hanya terdiam menyaksikan mereka berdua. Tiba2 mas Dani mengambil bunga tersebut dan dimasukan kedalam tas. “dah bu, dah beres bunganya aku bawa ya”. Kata mas dani ke bu ita.
“jadi bunga apa itu? Kenapa bentuknya seperti itu?” tanya bu ita kepada mas dani.

Jadi bu,bunga ini adalah ...



Spoiler for bunga:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 31 lainnya memberi reputasi
Part 2

“Jadi bu, bunga ini adalah kiriman dari orang yang gasuka sama ibu” kata mas dani sedikit canggung. Menurutku ini tidak masuk akal sama sekali,atas dasar apa coba mas dani bisa bilang itu kiriman? bisa aja itu bunga ga sengaja ada disitu,atau bisa saja dia ngomong begitu supaya bu ita takut. Menurut bu Ita kejadian ini aneh dan lucu baginya, karena menurut beliau dia sempat beberapa kali mengecek isi dalam tas itu sebelum bepergian keluar rumah.

Bu Ita memang memarkir mobilnya di bawah bawah ketika mampir ke suatu tempat,tapi tas itu tetap berada di dalam mobil. “lha tas ini lho emg kubawa pergi,tapi ga kubawa keluar mobil. Ya masa iya itu bunga bisa ajaib masuk ke dalam tas,orang aku sempat ambil dompet dan bunga itu belum ada.” Kata ibu Ita masih tidak percaya dengan keadaan yang dia alami saat ini. Mas hadi yang semenjak datang tadi hanya diam tiba2 dia batuk sangat keras tanpa henti,matanya memerah dan tubuhnya terlihat sangat lemas sekali.

“mas,kamu kenapa mas?” tanyaku kaget. Mas Hadi cuma bisa geleng kepala disertai batuk yang sangat hebat sekali. Suami Bu Ita pun segera memberikan segelas air putih kepada Mas Hadi, di minumnya air itu sambil menenangkan diri. Mas dani pun datang menghampiri,dia membuka tangan kirinya ke punggung belakang mas Hadi. Seperti gerakan memijit tapi di akhir gerakan dia kaya membuang sesuatu ke arah langit-langit rumah.

“dah dah,makanya toh kalau mau ngecek itu pageran badan dulu. Kena slepatan kan kamu tadi?” canda mas Dani sambil tersenyum kecil. Semua orang yang di ruangan itu tertawa, aku pun tertawa. Tapi dibalik tawaku timbul banyak sekali pertanyaan orang awam. Itu apa? tau dari mana mas Dani kalau mas Hadi kena efek dari kiriman itu? Bagaimana bisa mas Hadi melakukan pengecekan siapa pengirim bunga tersebut?. Ya tuhan, apa yang terjadi di depan mataku ini?

Mas Dani mulai menjelaskan kepada Bu Ita beserta suami maksud dari bunga dikirimkan itu apa. Mas Dani menjelaskan bahwa bunga ini memiliki energi yang sangat negatif sekali. Tujuan dan maksudnya adalah supaya kondisi jasmani bu Ita terganggu, dengan kata lain bu ita akan mengalami sakit2an yang sangat parah sekali.

“moon maaf bu sebelumnya, bunga ini emg ditujukan kepada ibu. Dan energi bunga ini lebih mengarah ke alat kelamin ibu.” Kata mas Dani. Bukan kepalang kagetnya bu Ita akan kata2 dari mas Dani,beliau tidak kuasa lagi untuk menahan air matanya. “dek dani,klo boleh tau sebenernya bunga ini dari mana dikirimkannya?” tanya suami bu Ita.
“bunga ini dikirim dari salah satu kerabat ibu di kantor pak .”
“siapa itu nak?”
“mohon maaf pak,untuk sementara ini saya blm bisa memberi tahu namanya karena takut suudzon.” Kata mas Dani.

Aku hanya bisa terdiam melihat keadaan ini, aku tidak habis pikir kenapa ada orang yg bisa tega melakukan itu kepada bu Ita. Beliau sangat baik sekali, bahkan jika diluar sana banyak atasan yang tidak mau bergabung dengan bawahan ketika jam makan siang atau ketika lg ngerokok bareng, Bu ita bukanlah orang seperti itu. Hati dia terlalu lembut, tutur kata dan perilakunya sangat baik kepada semua orang. Aku cuma bisa terdiam dan mendengarkan mereka yang sedari tadi serius membahas masalah ini. Iri hati ini, aku tidak bisa membantu banyak dan hanya terdiam …

Jam menunjukan pukul 23.00 , dan setelah dirasa aman kami pun mulai untuk berpamitan kepada bu Ita beserta suami.
“jangan khawatir bu,untuk rumah sudah aku pagerin insyaallah aman bu.” Kata mas Dani.
“tenang bu aku akan selalu mantau ibu dari jauh.” saut mas Hadi tidak ketinggalan.
“tenang bu,aku yg ngawasin mereka biar melek semalaman.” candaku.
serentak pun mereka semua tertawa karena candaanku.

Di perjalanan arah pulang, entah kenapa suasana di mobil menjadi berbeda. Lebih tepatnya suasana di sekitarku. Hati ini gelisah tak menentu,seperti ada yg memperhatikan sepanjang perjalanan. Di depan mas Hadi dan mas Dani pun cuma diem saja,mata mereka fokus melihat kedepan. Aku terlalu takut untuk membuka omongan, padahal banyak pertanyaan yg sudah siap lompat dari ujung mulut ini.

“Aelah bang**t, ini kenapa sih daritadi ngikut kita mulu. Mau ngajak perang apa gimana sih ini?” teriak mas Hadi. Aku yg drtd sibuk mainan hp seketika kaget denger mas Hadi marah2.
“mas kenapa mas? bikin kaget aja kenapa sih?” tanyaku ke mas hadi.
‘ini lho ra, lu ga ngerasa apa di mobil ini hawanya sangat aneh.”
“iya sih mas,ini dari tadi aku mau nanya. Kukira cuma perasaanku aja.”
“udah lah di, balikin aja itu yang drtd ngikutin kita di belakang. Itu dia ngikutin kita semenjak kita keluar dari rumah ibu.”
“yaudalah, kuajak ribut sekalian aja itu dukun yg ada disana!”

Mas Hadi terlihat sangat emosi,aku yg gak tau apa2 cuma bisa diam ga berani tanya karena mood sudah gaenak banget.
Tiba2 lagi mas Hadi berteriak.
“baliko kono rausah sok2an ngajak ribut cok!” ( kembali sana gausah sok2an ngajak berantem ).
Aku shock dengan keadaan ini…

setelah menempuh perjalanan selama 1 jam akirnya sampelah kami di kosan, mas Dani pun memarkir mobil dan kita sepakat akan sebats dulu di kamarku.
Ketika aku membuka kamar, mas Hadi yg kebetulan kamarnya disebelahku berteriak di dalam kamar.
Rupanya di kamar Mas Hadi terjadi sesuatu...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enz076 dan 18 lainnya memberi reputasi
Ternyata di kamar mas Hadi ada kecoa, Mas Hadi ini sangat benci kecoa. Bagi dia kecoa yang bisa terbang adalah NAGA yang yang kabur dari legenda dan dongeng.

Spoiler for HALU:


Back to story.

Ternyata di kamar mas Hadi ada bau yang wangi sekali, hidung ini seakan enggan lepas dari wangi tersebut. Hawa yang dingin dan senyap membuat bulu kuduk ini merinding, baunya menyebar hingga keluar kamar.


“Nahkan, baru ditantang dikit aja udah berani nyamper kesini” Kata mas Hadi menggerutu.
“Mas ini bau apa mas, kok baunya wangi banget ya?”
“Kan di sekitar kosan kita gada bunga, dan baru malam ini lho baunya tuh.” mulutku ini ga berenti nyerocos aja dari tadi. Entah akunya yg takut atau emang akunya yang bloon.
Jujur aku masih belum bisa menerima dengan akal sehatku kejadian di rumah bu Ita, ditambah lagi sampe kosan bukannya rasa kantuk yg kudapat malah bau yang semerbak wangi tajam menusuk ke arah hidung tanpa memberi ampun sedikitpun.

Mas dani pun akhirnya sampai juga ke kamar, dan yang kacau kata pertama yang keluar dari mulut mas Dani adalah “Oi di, gw tau lu jomblo lama, tapi yang g perlu sampe nyembunyiin kunti di kamar lah.” Mas Dani tertawa sambil mengejek mas Hadi, sedangkan aku? nalarku belum sampai ke arah situ, aku mirip kaya anak kecil yang lagi kebelet boker. Diam, berkeringat, mematung tanpa sepatah kata.

Masa bodoh, kutinggalkan mereka berdua. Aku memilih untuk pergi perlahan menuju kamarku. Logikaku blm bisa menerima semua keadaan ini.

Jujur, bagiku hantu itu memang ada. Masa kecilku pun sudah tidak asing dengan hantu. Adalah satu dua kejadian yg aku alami ketika aku berada di kota kelahiranku. “Tapi ini jakarta, ini tahun 2019, ini adalah tahun dimana teknologi sangat maju dan generasi milenial mulai muncul.” kataku dalam hati membuat idealisku sendiri.

Kupaksakan mata ini terpejam, berharap aku segera mendapat jawaban dari segala pertanyaan yang ada di kepalaku ini.
Spoiler for spoiler:
.

“Zra, bangun woi. Lu ngantor kagak?”
“Iya mas, aku ngumpulin nyawa dulu.” Jawabku dengan mata masih terpejam.
Butuh sekitar 15 menit buat aku mengumpulkan nyawa. Beruntung aku di bagian back office, masuk kantor layaknya orang kantor pada umumnya. Di dunia hotel ada namanya shift early morning, biasanya yang dapat shift ini adalah anak F&B Product dan F&B Service. Mereka masuk sekitar jam 4 pagi, bayangin klo gw yg kebo ini keterima di bagian operasional, yakin deh ga sampe sebulan udah dipecat kayaknya.

Selama perjalanan ke kantor entah mengapa kurasakan mas Hadi dan Mas Dani tumben menjadi pendiam. Biasanya mereka berdua ini paling berisik perihal cari sarapan sebelum menuju kantor. Terbawa dengan suasana, akhirnya aku pun ikut diam seribu bahasa selama perjalanan ini.

Siang harinya.

“Loh udah jam 12 aja.” gumamku dalam hati. Kerjaan yang monoton ditambah dengan otak yang masih terngiang kejadian semalam membuatku lupa waktu.
Ting..Ting! Muncul notif dari grup whatsapp. “Le,makan siang diluar yuk. Ada yang pengen kutanya.” kata Bu ita di grup itu. Entah kenapa bu Ita seneng banget panggil kami le, mirip dengan panggilan kakak kepada adiknya di kampungku.
“Cuss bu berangkat,hari ini EDR tidak menarik.” Kata mas Dani.
“Ayuk bu, mayan siapa tau ketemu gadis belia di luar sana.” saut mas Hadi.
Spoiler for FYI:


Dengan sigap kami berempat berkumpul di Basement dekat dengan mobil mas Dani dan kami pun berangkat ke warung padang dekat dengan kantor kami.
“Dan,soal semalem. Jadi siapa yang tega ngirim santet itu?”
“Eemm, Dani bingung bu gimana jawabnya. Mungkin Hadi bisa ngejelasin bu.”
“Lu kebiasaan amat ya, bagian yang ga enak selalu gw aja yg dijadiin tumbal.”
“Udahlah Di ga usah kebanyakan bacot, ceritain aja hasil diskusi kita semalem.”
“A*g emang lu Dan. Jadi gini bu,yang ngirim itu setelah kami lacak semalem,yang ngirim itu si ..”
“Si siapa Di?” tanya ibu Ita penasaran.
Aku mirip anak kecil yang nemuin hal baru dari rasa penasarannya, diam dan konsentrasi penuh mendengarkan percakapan mereka.

“Yang ngirim itu, Bu Riri bu.” kata mas Hadi pelan tapi mantap.
Bu ita terdiam seakan ga percaya,terlihat beliau mengernyitkan dahinya.
“Ohh, pantes tadi Riri ngomong gitu,cuma gw kira apaan jadi gw bodo amat.”
“Nanya apaan emang bu?” Tanya kami balik penasaran.
“Pagi bu Ita,sehat bu Ita?” kata bu Ita sembari menirukan percakapan dia dengan Bu Riri.
“Loh bukannya itu wajar bu?” tanyaku ke bu Ita.
“Biasa cuma Pagi Bu, lha ini tumben pake bonus sehat segala.” jawab bu Ita.

Ternyata semalam mas Dani dan Mas Hadi tidak berhenti disitu saja. Mereka berdua berusaha membersihkan aura negatif yang menempel di diri mereka dan di aku juga. Tidak lupa mereka juga “memagari” aku dan kamarku. Mereka mencari info siapa yang melakukan santet itu.

Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah,siang ini Bu Ita dapat oleh-oleh somay dari Bu Riri yang katanya beliau bawa dari Kampungnya.
“Entah kenapa gw liat itu somay g tertarik,biasanya gw liat somay pasti langsung laper.” Kata bu Ita.

“Ya bagus bu,untung belum dimakan.” Sahut mereka berdua serius.
Percakapan panjang lebar ini membuatku paham sedikit tentang masalah ini, bisa kusimpulkan Bu Riri membenci bu Ita. Beliau memang sering kena omel bu Ita disaat jam kerja karena tingkah laku dan kebodohannya. Ya aku sedikit mengerti masalah bu Ita suka ngomel ke Bu Riri, karena di grup gibah kami selalu membicarakan kedekatan bu Riri dengan salah satu orang yang cukup penting di kantor kami. Aku cukup yakin, rasa sakit hati dapat membuat orang gelap mata dan melakukan hal diluar nalar kita.
Bersambung...


Spoiler for FYI PENDING:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.rizzky dan 15 lainnya memberi reputasi

Meminta Tumbal ( Dani POV )

Perkenalkan namaku Dani. Aku bekerja di salah satu hotel di daerah jakarta. Ini adalah kantorku yang kesekian kalinya. Di dunia hotel sudah sangat wajar beberapa kali pindah,bukan karena kita tidak betah atau apa tapi karena untuk jenjang karir yang lebih baik. Di dalam dunia hotel pun hal gaib sudah tidak asing lagi. Mulai dari ada suara wanita tertawa,anak kecil berlarian hingga sugus berdiri di ujung lorong. Jadi jangan heran terutama untuk anak malam jarang mau shift malam sendirian,harus kuat mental soalnya.

Bagi gw sendiri, dunia gaib udah gw kenal sedari kecil. Bukan,gw bukan anak indigo. Gw bisa dikarenakan faktor keturunan dari keluarga nyokap. Dan gw sendiri ga pengen disebut anak indigo. Bukannya apa-apa, tapi gw emang bukan seperti anak indigo pada umumnya.

Singkat cerita, gw baru masuk ke salah hotel yg lg merekrut Pre-Opening Team. Masuk ke hotel Preop itu ada enak dan ga enaknya, enaknya kita menjadi staff ( bukan jadi DW atau Casual ), sedangkan ga enaknya adalah kita tiap hari kerjaannya bersih-bersih untuk persiapan Opening. Gw masuk 6 bulan sebelum Grand Opening, jadi keadaan hotel masih sangat kacau. Hotel gw lumayan tinggi, dan gw pernah ke lantai atas pake tangga darurat tanpa penerangan yang layak. Cuma modal lampu hp untuk penerangan.

Pada suatu hari gw, Ipul, Yusup dan Angga diminta untuk melakukan cleaning di restoran lantai 17. Oh iya, Ipul, Yusup dan Angga adalah anak Preop yg masuknya barengan sama gw juga.

“Pul,sup,dan. Turun yuk dah mau jam makan siang ini.” kata angga kepada kami.
“yuklah, laper gw udahan. Kerja mulu mati nanti kita.” candaku.

Kami pun mulai membereskan alat dan segera bersiap untuk turun. Tapi apesnya penjaga gondola yang dipersiapkan untuk kuli proyek udah break duluan sebelum waktunya. Gw coba teriak dari atas supaya yang di bawah denger,tapi cuma pada ngeliat terus pada cabut.

“bangke, pura2 ga denger tu orang.” gerutuku kesal.
“terus gimana ni kita turunnya?.” Angga mulai bingung.
“ gaes,gw laper ni.” kata yusup tiba-tiba.
“ya anjim kita juga laper lontong.” kita serentak emosi.
“dahlah tangga aja daripada ga turun kita.” kataku.

mereka bertiga terlihat lemas begitu dengar kata “lewat tangga”. Ya gw tau lewat tangga itu capek,tapi daripada kita mati kelaparan.

Turunlah kami berempat,dengan penerangan dari flash hp ditambah lagi pengapnya di dalam situ membuat suasana cukup menakutkan. Gw cuma berharap apa yg gw takutin ga akan terjadi di perjalanan ini. ga sampe 5 menit,ketakutan gw pun menjadi kenyataan. Di ujung tangga lantai 15 terlihat sosok cewek membungkuk membelakangi gw. Gw tau ini bukan orang proyek, rasa lapar blm bikin otak gw jadi tolol.

Gw diem aja berlagak gak ada apa2,gw suruh anak2 buat lebih cepat lagi jalannya. Apesnya,ternyata si ipul ga sengaja kakinya menendang sosok itu. Gw baru tau setelah sampai di basement, tiba2 ipul menunduk dan menangis. Gw kira dia abis dapat berita sedih dari keluarganya atau bijimana.

“Huuu...huuuu huuuu.”
“pul,lu kenapa pul? ada masalah apa pul?”
“huu huu,sakiiittt. sakiiitt…”


Haa?? sakit? ga beres ini ga beres. Ini bukan ipul ini gw yakin.

“sakiitt. tolong sakiitt. aku sakitt. Khii hii hiii hiii.”

Tiba2 suara tangisan ipul menjadi lengkingan ketawa yang keras, bulu kudukku pun seketika berdiri semua.

“Aku mau anak ini, aku mau. Tumbal,aku mau anak ini jadi tumbalku.”

Gw yg kaget seketika langsung reflek mengusap dahi ipul dan menggerakan tangan seperti membuang batu. Seketika Ipul pun jatuh tersungkur lemas. Dari kantin yang terletak di ujung basement gw denger ada teriakan anak2 cewe. Gw segera bergegas kesana,ternyata para HOD ( manajer ) dan beberapa orang megangin salah satu anak Preop ( kita sebut saja namanya Linda ). Salah seorang dari mereka membuka youtube dan mencari ayat kursi. Diletakanlah hp tersebut di sebelah telinga Linda sembari tangan dia mengusap-usap jidat Linda sampai terbentuk garis berwarna merah.

Gw yg udah setengah sadar ( sedikit lelah setelah membantu Ipul ) merasa emosi tiba2. Gw deketin kerumunan itu, gw berada di sebelah Linda dengan lantangnya gw bilang

“ lu tau ga siapa gw? lu tau ga hah?!”
“ Aku mau anak ini,anak ini akan kujadikan tumbal karena dia telah mengusik aku.”


Di tengah kepanikan yang terjadi, mas Raka ( salah satu orang kontraktor ) mengalami kesurupan juga.

“anji** 1 aja belum beres udah ada lagi 1 yg masuk.” kataku dalam hati.
“tolong anak itu, cepat tolong anak itu sebelum dia dibawa ke alam lain. Dia akan dijadikan tumbal jika terlambat.” kata mas Raka yg sedang kesurupan.
Gw kaget bukan kepalang ternyata yg masuk di mas Raka berusaha memberi tahu gw untuk segera bertindak.
“oke gw urus,lu mau keluar sendiri apa gw yg keluarin? kasian ni orang.” kataku.
Tak lama kemudian dia keluar dan mas Raka pun tersadar.

Kondisi Linda mulai meresahkan, Linda mulai mencakar diri sendiri dan berteriak tak karuan. Yusup dan Angga gw minta untuk memegang erat Linda. Gw udah lelah basa-basi dengan hal beginian,drpd gw repot2 ngmg buat ni setan keluar dr Linda mending gw tarik dia secara paksa. Gw berdiri di dekat Linda, gw pegang kepala Linda. Dengan satu hentakan nafas, gw tarik dan gw buang apa yg menempel di Linda. Linda pun menjadi tenang dan pingsan seketika. Gw yg masih blm bisa tenang, entah kenapa secara spontan berlari ke mushola basement.

“sekali lagi ada kejadian kaya gini,jangan harap gw akan diem aja! Mau perang ayok perang sekalian!"

Setelah gw teriak seperti itu,sekujur tubuh gw lemes. Setelah keadaan agak kondusif akhirnya gw mulai cerita apa yang terjadi dari perjalanan gw diatas sampai apa yang masuk ke dalam Linda. Gw liat ada 1 orang pemuda di seberang gw megangin tisu yg nempel di hidung daritadi. Gw heran dan gw nanya dia kenapa,ternyata dia mimisan karena pengaruh energi negatif dari setan yang masuk ke dalam tubuh Linda tadi. Iya, orang yg mimisan itu bernama Hadi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
a.rizzky dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan

Part 4

Sorenya sepulang kantor kami berkumpul di kantin. Aku, mas dani, dan mas hadi sedang sibuk bahas cewek unyu di IG. Datanglah bu Ita membawa sekotak tupperware dan 1 bungukusan.

“Beuh makanan nih.” Kataku.
“Wah rejeki anak kos nih,mayan hemat buat tanggal tua.” Sahut mas Dani.
“Apaan tuh bu? Kok kayaknya menarik itu.” Mas Hadi mulai penasaran.
“Ini lho ada cemilan tadi, lumayan buat temen kopi di sore hari kaya gini.” Kata bu Ita.

Kita yang penasaran sama isi tupperware itu pun mulai tidak sabar untuk membukanya, tanpa komando mas Dani langsung membuka buat mengobati rasa penasarannya.

“Lah somay?”
“Iya Dan somay yang tadi di kasih bu Riri. Gw ngerasa aneh,biasa siomay keliatan seger ini malah kelihatan macam berlendir g sehat.”
Terang bu Ita kepada kami.
“Lu coba cek lah Dan, itu lihat banyak semut hitam ga jelas di somay itu.” Kata mas Hadi setelah memastikan siomay itu melalui mata batinnya.
“Alah bodo amat, digoreng aja dulu. Nanti sebelum dimakan dibersihkan dulu. Lumayan ini buat tanggal tua kaya gini. Hemat ego Di.”

Gw setuju dengan mas Dani. Lumayan makanan gratis ditengah tanggal tua yang menuntut kita untuk berhemat demi dapat menyambung hidup. Dan alasan lainnya adalah, gw ga paham dengan obrolan mereka di mobil perihal somay ini. Gimana sih caranya makanan yang nyata fisiknya di depan mata bisa kena sesuatu tak kasat mata? Khayalan seperti apa itu.

Mas Dani pun meminta penjaga kantin untuk menggoreng siomay tersebut. Kami sibuk bercanda sembari menunggu siomay tersebut. Suara tawa kami sesekali terdengar cukup jelas oleh karyawan lainnya. Aku yakin pasti pada heran, bercanda apa kita dengan Bu Ita wakil dari GM kami ini sampai bisa gitu lepas tawanya.

“Ini mas somaynya,masih banyak itu dibelakang.” kata mba rini penjaga warung kantin kepada kami.
“Iya mbak, makasih yo mbak. Pisan tambah es teh e siji yo mbak.” kata mas Dani.

Sebelum menyantap siomay tersebut mas Dani terlihat seperti berdoa dan tangannya berada diatas siomay itu. Sesekali kulihat mas Dani menarik napas dalam-dalam ,menahannya sebentar, lalu menghembuskannya perlahan. Kulihat mas Dani sangat fokus dalam hal ini, seperti sudah lama mendalami dan mempelajari hal itu. Di dalam hatiku ada perasaan yang jarang sekali kurasakan. Aku mau belajar ke mas Dani.

“Ayo zra, di, makan ni somay mumpung masih anget. Tapi khusus bu Ita nonton aja ya, repot nanti kalo bu Ita makan.” celetuk mas Dani sambil tertawa.

Bu Ita cuma geleng-geleng lihat kelakuan kami. Beliau berharap kami aman saja tanpa terkena masalah dari hasil makan somay tersebut. Beliau ini selalu minta maaf kepada kami jika terkait soal hal ghaib yang menyangkut dirinya. Mirip dengan salah satu pemain di bajaj bajuri. [I]“Maaf yo le aku ngerepotin kalian terus.”[/I]

Malam harinya hatiku gusar sekali, perasaanku sangat tidak enak semenjak pulang dari kantor tadi, atau semenjak aku selesai makan somay lucknut itu? Badanku terasa pegal, hatiku terasa gundah gulana, kepalaku terasa pusing, dan perut ini mual sekali rasanya. Tak jarang aku ke kamar mandi siap siaga karena takut muntah di dalam kamar.

“Ini kenapa sih a*g,tumben banget kaya gini. Terus ini kenapa ya kok kamar rasanya ada yang jagain dan matanya menatap ke aku terus. F*ck bangetlah jadi g tenang, ini juga tumben banget mas Dani sama Mas Hadi di kamar aja g keluar. Biasanya paling rajin ngetok kamar buat ngajak ngerokok.”

Hatiku benar-benar kalut dan bikin ga bisa berpikir tenang, antara takut akan sesuatu atau aku khawatir dengan keracunan makanan.

Kuberanikan diriku keluar kamar menuju kamar mas Hadi yang berada di sebelahku.

“Mas, mas Hadi.” kuketuk pintu kamarnya perlahan.

Kuketuk berulang kali tapi tak ada jawaban, aku mulai berpikir aneh-aneh. Apakah mas Hadi pingsan atau mati karena somay tersebut? Aku semakin yakin ini somay bukan karena kekuatan gaib, tapi karena somay ini sudah pasti basi. Aku kembali ke kamar dan mengambil hp yang sedari tadi sedang ku charge. Kutelpon lah mas Dani,berharap dia ada di kamar.

“Halo mas dan,ada di kamar ga? Aku kesana ya, perasaanku dari tadi ga enak nih.”
“Sini aja zra, ini juga si Hadi daritadi ada disini kok.”

“Oh oke.” kututup telepon.
“Oo lha asw.” makiku dalam hati.

Aku bergegas menuju kamar Mas Dani yang terletak di lantai 2, kuketuk pintu ketika aku sampai depan kamarnya. Kubuka pintu dan aku kaget, Mas Hadi ada disana dengan muka yang sangat pucat sekali. Kulihat Mas Dani sedang berusaha melakukan sesuatu kepada mas Hadi. Mas Dani terlihat seperti melakukan gerakan orang menyeka badan. Aku cuma diam dan no comment, ku perhatikan dengan seksama apa yang dilakukan mas Dani.

“Mas Dan, aku pengen belajar biar bisa kaya kamu mas.”

Bersambung...


Spoiler for FYI:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Yans.Venzy dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
radak telat ni updatenya agan sekalian,ada kerjaan dari kantor yg bikin gbsa pegang kompie. Sabar yaa emoticon-Wowcantik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 3 lainnya memberi reputasi
Mantap ceritanya gan.. monggo dituntaskan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:

ditunggu ya gan hehe

Quote:

terima kasih gan.

Quote:

beuh ada senior disini emoticon-Wowcantik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 2 lainnya memberi reputasi
Seru euy emoticon-Wagelaseh

Semoga segera di lanzoet emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ourleb dan 2 lainnya memberi reputasi
mantap, ditunggu om lanjutannya. emoticon-Betty (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 2 lainnya memberi reputasi
ditunggu updatenya gan 🤙
profile-picture
profile-picture
profile-picture
PapinZ dan 2 lainnya memberi reputasi


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di