CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
Jepang Riset Buat Satelit Dari Kayu, Malaysia Riset Kulit Nanas, Kita Riset Heaven
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ff7ceebaf7e9339bb334452/jepang-riset-buat-satelit-dari-kayu-malaysia-riset-kulit-nanas-kita-riset-heaven

Jepang Riset Buat Satelit Dari Kayu, Malaysia Riset Kulit Nanas, Kita Riset Heaven

Jepang Riset Buat Satelit Dari Kayu, Malaysia Riset Kulit Nanas, Kita Riset Heaven
Foto: technologue.id

Selamat pagi buat para Kaskuser, semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT, dan dijauhkan dari segala penyakit dan dimudahkan mendapatkan rejeki. Perkembangan teknologi di era digitalisasi memang menjadi perhatian besar dunia dalam menemukan suatu hal yang baru. Namun, perkembangan teknologi harus juga bisa ramah lingkungan guna menjaga kestabilan bumi dari tumpukan sampah yang terbuat dari besi atau baja.

Baru-baru ini riset penelitian yang dilakukan ahli dari Malaysia berhasil mengembangkan cara untuk mengubah serat daun nanas menjadi sebuah bahan baku, namun kulit nenas biasanya dibuang begitu saja karena dinilai tidak memiliki harga jual atau sampah pertanian. Akan tetapi, daun nanas ditangan para ahli dari negeri Jiran berhasil mengubah daun tersebut menjadi bahan utama dalam pembuatan drone untuk pengganti bahan plastik yang biasa digunakan sebelumnya.

Penelitian ini dipimpin langsung oleh Prof. Muhammad Sultan dosen Universitas Putra Malaysia (UPM), mereka menciptakan penggunaan daun nanas untuk jangka panjang, penelitian sampai saat ini tetap berkelanjut untuk mendapatkan hasil riset yang lebih baik. Ide ini tercipta karena rajuman tas dari bahan baku daun nanas yang sudah dikeringkan, dan daun ini bisa banyak didapatkan dari petani nanas di wilayah Hulu Langat, Malaysia.

Profesor M. Sultan juga menyampaikan dalam sebuah wawancara ketika acara pameran penelitiannya, jika ia berhasil mengubah daun nanas menjadi sebuah serat yang kuat dan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan peralatan luar angkasa. Dan saat ini riset tetap berfokus hanya pada bagan drone saja, dan mungkin akan disampaikan lebih lanjut tentang perkembangannya jika sudah berhasil menguji kualitas untuk bagan pesawat antariksa.

Jepang Riset Buat Satelit Dari Kayu, Malaysia Riset Kulit Nanas, Kita Riset Heaven
Foto: semangat45.co

Hasil riset serat daun nanas ini menunjukkan hasil yang cukup signifikan ketika drone diterbangkan, hasilnya adalah drone lebih memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan yang terbuat dari bahan plastik. Jika drone rusak atau terjatuh di sebuah tempat yang sulit di lalui misalnya hutan belantara atau air, maka secara alami bagan drone yang terbuat dari biokomposit dapat terurai dengan sendirinya.

Keunggulan menggunakan daun nanas juga dapat menghemat biaya perakitan, ringan, dan ramah lingkungan. Penelitian juga dilakukan pada serat daun nanas untuk masa terurainya pada tanah, jika tanahnya lembab lamanya mungkin sekitar seminggu jika tanah kering mengandalkan kelembaban malam hari sekitar dua mingguan.

Dalam uji coba penerbangan drone yang terbuat dari biokomposit ini mampu terbang sampai ketinggian sekitar 1000 meter dan daya tahan terbang di udara sekitar 20 menit. Profesor menyebut untuk durasi daya itu merupakan hal teknis saja, karena itu tergantung kapasitas baterai yang jadi permasalahan keseimbangan drone ini di ketinggian itu masih di teliti.

Jepang Riset Buat Satelit Dari Kayu, Malaysia Riset Kulit Nanas, Kita Riset Heaven
Foto: davablog.com

Para peneliti berencana membuat drone yang lebih besar dari sebelumnya, agar mampu menampung muatan lebih besar, yang diantaranya pemasangan sensor, kamera dan lampu kedip. Petani sangat berharap penelitian ini berhasil karena petani akan mendapatkan tambahan penghasilan dari penjualan daun nenas. Dan juga akan berpengaruh pada dunia jika inovasi ini berhasil dikembangkan apalagi mampu menjadi bahan baku peralatan antariksa.

Di balik untuk kebutuhan teknologi ramah lingkungan, ternyata secara tidak langsung dapat menguntungkan para petani nanas di kemudian hari. Saya sendiri sangat berharap penelitian ini sukses karena akan mampu menggantikan bahan plastik untuk peralatan sementara.



Referensi: reuters.com - Malaysian team turns pineapple waste into disposable drone parts
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Junmai92 dan 27 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 6
kita riset mobil siluman ESEMKA




yang terbaik aja lah untuk negaraku tercinta ini
mantap dong gan kita meriset apa yang negara lain belum bisa riset emoticon-Wow
yg jelas TS nya riset membandingkan-bandingkan dengan yg lainemoticon-Wakaka .....makanya berkarya woy
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
kita beli produk negara" yg risetnya udah selesai,
riset di negara kita ga didukung,
Kita mah tinggal impor aja kalo barangnya udh uji layak dipasarkan gan 😁
Kita riset nothing hehehehehe
Indonesia : halal gak nih? 😅
Riset pelem porno?? Jago endonesah majhhh !!!
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ga bakalan lama klo dri kayu nanti juga di gigitin rayap
Keren nih kalau makin banyak pengembangannya
Gabut a
Kita masih ributin suku dan agama gan,
terima aja disalip sama Vietnam dan Myanmar nanti.
Yang penting masuk surga gan
profile-picture
Sambelterasi052 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Jd inget... Dulu ada insinyur Indonesia bikin pesawat, 'disia-siakan' negara ini. Dulu ada orang Indonesia expert utk 5g, 'disia-siakan'
negara ini. Dulu ada orang Indonesia bikin mobil listrik, 'disia-siakan' negara ini.
semoga aja negara ini bisa menghasilkan penemuan yang berguna untuk masa mendatang
Post ini telah dihapus oleh KS06
Jadi yg heaven mana nih?
emoticon-Big Grin
Yang ngandelin bahan dari alam memang biasanya lebih murah, tapi kalau permintaan tinggi biasanya yang jadi korban adalah lingkungan dan masyarakat lokal, kalah ama korporat.
Risetnya tentang luas surga dan pembagian kavling ya emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
Sambelterasi052 dan pengelanamaya memberi reputasi
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di