CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ff7268ef0bdb2755401dc14/tangisan-pahlawan

TANGISAN PAHLAWAN

TANGISAN PAHLAWAN


Assalamualaikum..
Selamat datang di coretan gw..
Ini hanyalah cerita fiksi,,bukan kenyataan..yah meskipun ada beberapa yg nyata sih..hehe
Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh , tempat, dan kejadian-kejadian yg ada dicoretan ini..
Terima kasih telah mampir disini..
Selamat membaca..

TANGISAN PAHLAWAN


TANGISAN PAHLAWAN

AWAL MULA
Malam itu, kupaksakan kaki melangkah dengan cepat,, tak perduli dengan nafas yg terengah-engah, keringat mengucur deras ditubuhku..lari..terus lari.. tak perduli semak belukar yang menghadang, aku berlari menerjang.
Sesekali menoleh kebelakang, masih terlihat kilatan cahaya mengikuti, 2,,3,,4.. 4 cahaya dari lampu senter ikut berlari mengejarku.
Duugg..!!..”sial..!” desisku pelan sambil berusaha berdiri..
Entah dimana ini, hanya ada pohon dan semak belukar. Cahaya bulan yg menerobos dahan pepohonan membantuku melihat apa yg ada didepanku, tapi aku tak melihat akar pohon yg mencuat keluar dari tanah dan menyandung kakiku..
Bruukk...!! aku tersungkur dengan muka menghantam tanah lebih dahulu. Dapat kurasakan sesuatu mengalir dikepalaku,, dengan perlahan, ku paksakan tubuhku berdiri, tapi diri ini tak sanggup lagi berdiri. Kebetulan ada pohon besar disampingku, aku bersembunyi disana. Sambil mengatur nafas, kuseka luka dikepala.
“siaall..lari kemana dia..?” ku dengar seseorang bersuara. Mereka disini, dapat kudengar suara langkah kaki dan nafas mereka yg memburu. Kurapatkan tubuhku kepohon sambil menahan nafas..”jangan lihat,,jangan lihat..” ucapku dalam hati.
“kita berpencar..!” diiringi langkah kaki ke 4 penjuru..
“selamat..” kataku dalam hati..setelah agak lama mereka pergi, aku berdiri, kemudian pergi dengan langkah kaki terseok-seok, sepertinya kakiku terkilir akibat tersandung tadi.
Sampailah aku di sebuah bangunan yg tak terurus, kaca-kaca pecah berserakan dimana-mana, rumput liar melekat erat di dinding bangunan yg sepertinya bekas kantor desa, karena ku lihat disana ada tiang bendera yg masih berdiri dengan kokoh.
Aku berjalan menyusuri pinggiran kantor, dibelakangnya ada sumur, tanpa pikir panjang, segera ku lempar ember kemudian ku tarik perlahan talinya. Ku minum air yg ada diember, kemudian ku basuh muka dan darah yg mulai mengering.
Huuu...!! Huuu..!! huuu...!!
Telingaku mendengar suara tangisan seseorang, tangisannya sendu menyayat hati, ku dengarkan lagi, sepertinya suara itu dari depan, tanpa ragu kudatangi suara itu.
Benar saja, saat kulihat didepan sana ada seseorang yg sedang menangis di dekat tiang bendera. Pakaiannya seperti wanita dengan pakaian jawa. Ia duduk ditanah sambil memegang sebuah kain.
“mbok,,mbok kenapa..?” tanyaku setelah mendekat kepadanya.
Bukannya menjawab pertanyaanku, dia malah menangis lebih keras.
“mbok,,mbok kenapa..?”tanyaku lagi, kali ini dia mengangkat kepalanya, wanita paruh baya itu perlahan mengangkat tangan sambil menunjukan kain yg dipeganngya tadi.. dapat kulihat, yg dipegang itu bukanlah kain biasa, tapi kain dengan 2 warna. Merah dan putih. Hanya saja sudah usang dengan sedikit kekuning-kuningan.
“ada apa dengan bendera ini mbok,,? Dan mbok ini siapa..?” tanyaku dengan heran
“saya,,saya sedih..dulu saya membuat bendera ini dengan tangan sendiri, saya jahit perlahan, dengan harapan bendera ini dapat menyatukan kami menghadapi penjajah..”ucapnya sambil terisak..”tapi, setelah negeri ini merdeka, kalian lupa akan pengorbanan kami..kalian seenaknya mengotori negeri ini..”teriaknya sambil kembali menangis..
“mbok,,udah mbok,,” kataku sambil mengusap punggungnya perlahan. Wanitu itu masih menangis, sambil mendekap dan mencium bendera. Kebingungan melandaku, siapa wanita ini, kenapa dia ada disini, dan tempat apa ini..? seribu pertanyaan memenuhi otakku, belum terjawab satu, datang lagi suara tangisan yg menyayat kalbu. Kulihat sekeliling, tapi tak ada siapa pun. Saat aku menoleh kesebelahku, wanita itu hilang. Bagaimana mungkin, ia tadi disini, disampingku.
Kebingunganku menjadi-jadi, apalagi saat kulihat ternyata wanita tadi telah berada di depan bangunan, kemudian ia masuk menembus gelapnya malam. ku ikuti, jujur, rasa penasaranku mengalahkan takutku. Ku langkahkan kakiku memasuki ruanganan tak berpintu, gelap, pengap, membuat nafasku sesak, tanganku meraba-raba dinding tembok.
Di sebuah ruangan, nampak cahaya yg keluar dari sana, dan disanalah asal suara yg ku dengar tadi. Setelah berada didepan pintu yg terbuka, ku lihat seseorang menangis dengan posisi duduk sambil memeluk lutut. Wanita itu berbeda dengan yg sebelumnya. Bajunya putih, seperti pakaian perawat. Rambut panjangnya terurai menyentuh lantai.
Dengan ragu,ku paksakan kaki menghampiri. Begitu sampai didepannya, ia mengangkat kepala. Aku terkejut, mundur selangkah, Pucat pasih wajahya, matanya menatap kearahku, ia menangis, tapi tak ada air mata yg keluar.
“kamu siapa...??” jawabku gemetaran.
“hiks..hiks..aku..aku..” jawabnya sambil menyeka matanya yg kering “ aku adalah perawat, dulu aku membantu tentara yg terluka dimedan perang. “ tangisnya kembali pecah. “kau,,kau telah melupakan perjuangan kami” katanya sambil menunjuk mukaku. Kebingunganku menjadi-jadi, tadi ada ibu-ibu yg menangisi bendera, sekarang ada perawat yg menangis sambil marah-marah. Sebenarnya, ada apa ini..?? kupejamkan mata ini, berharap semua ini hanya mimpi.

DOSA
Agak lama aku memejamkan mata, hanya kegelapan yg kurasakan, suara pohon yg tertiup angin, dan suara hewan malam terdengar jelas di telingaku. Tak lama, suara itu menghilang, sunyi.. kubuka mataku, tepat didepanku, dimana wanita tadi berada, telah berganti menjadi sesosok lelaki yg menakutkan. Aku terkejut dan terjatuh.
Darah menetes keluar dari lehernya, membasahi baju dan celana, mukanya koyak-koyak bak dimakan hewan buas. Telinganya hilang sebelah, matanya kosong sebelah. Dia menatapku tajam..
“kau...!! kau sampah busuk..!!” teriaknya sambil berjalan menghampiriku. Bughh..!! sebuah tendangan mendarat diperutku. “uhuk..uhuk’” aku terbatuk-batuk, rasa nyeri diperutku membuatku tak sadar meneteskan air mata.
“siapa kau..??apa salah ku..?” tanyaku sambil menahan sakit.
“kau tak perlu tau siapa aku “ jawabnya sambil menginjak-injak tubuhku dengan sepatu ala militer.
Ingin aku berontak, tapi rasa nyeri di perut dan kepalaku membuatku terkulai tak berdaya. Cukup lama aku disiksa, sampai akhirnya ia terhenti sambil tertawa. Entah apa maksutnya.
Aku bersandar didinding, menahan sakit di sekujur tubuhku.. “bunuh saja aku..” kataku disela tawanya.
“mati terlalu baik untukmu..hahahaha..” jawabnya sambil tertawa. “apa salahku,,?” jawabku sambil menatapnya dalam-dalam.
“bajingan sepertimu tak akan tau sadar dengan apa yg telah kau lakukan” jawabnya sambil menjambak rambutku “cuihh..” ludahnya mengenai luka dikepalaku, luka akibat jatuh dihutan tadi.
“ kau lihat luka ini..?” katanya sambil menunjukan luka dileher yg hampir putus “ luka ini adalah pengorbananku untuk negeri ini..” kemudian ia menunjuk matanya “lubang ini, tak berisi. Kau tau kenapa,,? Ini adalah satu tiket menuju surga,,hahaha..” aku hanya membatu, suaranya menggelegar bak halilintar.
“ aku tau siapa kau, kau hanyalah bocah kemarin sore yg berlagak menjadi penguasa. Tahukah kau..? tanpa kami, kau tak akan bisa menikmati kehidupanmu..” kini ia duduk dikursi yg sedari tadi ada di pojok ruangan, tepat didepanku.
“tak terhitung nyawa melayang demi negeri ini, tua muda, miskin kaya, pria wanita. Mereka semua mati demi kemerdekaan negeri ini. Tapi kau melupakan semua usaha kami. Kau injak-injak merah putih demi egomu sendiri”. Plakkk!! Sebuah tamparan mendarat dimukaku. Aku terkejut. Bukan karena tamparannya, melainkan kata-katanya. Bagaimana dia tau..?
sekelebat masa lalu teringat di benakku, kala itu ada konser band favoritku. Pengaruh minuman keras membuatku tak bisa menjaga emosiku, hingga akhirnya perkelahian terjadi. Ada seseorang yg membawa bendera merah putih yg diikat pada sebuah tongkat, dan tongkat itu mengenai badanku. Bendera tadi jatuh dan terinjak-injak olehku. Tapi aku tak perduli dan manghajarnya.
“kau ingat sekarang..?” tanyanya membuyarkan lamunanku. “lalu bagaimana dengan pelecehan dimakam itu. Disebuah nisan, kau menyiramkan minuman haram. Apa kau ingat itu..?”..buakk!! kali ini kakinya bersarang didadaku. “ugh..” dadaku sesak, namun sebuah gambaran kembali melintas.
Dulu, setelah pulang sekolah aku bersama beberapa teman-temanku berpesta miras di dekat kuburan. Entah karena apa, aku menyiramkan minuman itu ke nisan yg tak bernama sambil tertawa.
“apa maumu..?” kataku sambil memegang kaki mahluk itu.
“sudah kukatakan kepadamu, mati terlalu baik untukmu..” ucpanya sambil melayangkan tinju di wajahku, tak hanya itu, kursi yg didudukinya ikut menghantamku.
Darah kembali mengucur dari kepalaku, tidak hanya itu, hidung dan mulutkupun mengeluarkan cairan itu. Terkapar lemah tak berdaya, entah berapa lama ia menyiksaku. Kali ini, ia duduk di dadaku. “bagaimana jagoanku..?” ejeknya sembari menepuk pipiku.
“m..a..a..f” ucapku terbata-bata. “hahahahaha...enak sekali bicaramu..”kembali dia menghajarku.
Tangan dan kakiku telah mati rasa, wajahku berwarna merah, sama merahnya dengan lantai dan dinding tempat aku disandarkan. Dengan tenaga sisa, ku coba bicara “ma-af..a.ku..sa..lah..” ucapku sambil meneteskan air mata, bahkan air mataku berubah menjadi darah.
“kau masih muda, masih panjang perjalananmu. Seharusnya kau gunakan waktumu untuk berbuat baik. Bukan malah menyia-nyiakan masa mudamu. Apa jadinya negeri ini jika semua generasi penerus sepertimu??” ucapnya sambil memandang rendah diwajahku “ku beri kau pilihan, tebus kesalahanmu atau kau disini selamanya..”.
“be..ri..a..ku..ke..sem..patan..” suaraku pelan, tapi masih terdengar olehnya..” ikut aku..” katanya sambil mengangkat tubuhku, dapat kulihat dengan mata yg terbuka sedikit, di sana ada sebuah pintu yg mengeluarkan cahaya putih menyilaukan. kemudian dapat kurasakan tubuhku dilempar ke arah pintu. Tapi saat hampir masuk kepintu, tiba-tiba ada sesuatu yg menarikku kedepan, menjauhi cahaya itu.
“belum saaatnya..” ada seseorang disana, tapi bukan dia yg menghajarku habis-habisan, dan kemudian gelap..”mungkin inilah akhirku..” kataku sambil menutup mata.

MONYET
Seperti biasa, adzan subuh membangunkanku serta seluruh penghuni asrama. Ini adalah tahun kedua gw disini. Yup..gw sekolah di ponpes modern di suatu kota kecil di wilayah sumatera selatan. Oh ya,,nama gw bayu segara, entah mengapa ortu gw memberikan nama itu. Padahal gw lahir dan besar di pegunungan, mungkin ortu gw menyukai pantai, hehe.. Gw aslinya dari desa yg agak jauh dari sini. Desa gw berada dibawah kaki gunung. Tepatnya diperkebunan teh milik BUMN. Gw bisa disini gara-gara ortu pengen gw insaf. Padahal gw gak nakal-nakal amat sih,,Cuma minggat sama tawuran doang wktu smp. hehe
“ji,,bangun..subuh” gw bangunin sohib ane, namanya aji satria. Tapi masih aja molor nih anak.. ya udah, gw tinggal ambil wudhu. Waktu balik kekamar masih aja ngiler ni anak.
“ ji,,ustad somat ji..”
“hah..!!”ucapnya bangun sambil nyari ustad somat, salah satu ustad killer disini.
“wkwkwkwk..”gw ketawa sambil keluar kamar.
“ sial lu..” katanya setelah sadar gw kerjain..wkwkwk
Asrama gw gabung ma masjid, jadi dibelakang masjid ada kamar-kamar kecil yang dipisah ma triplek, mirip ma biling warnet. Wkwk..disini, kita sekolah seperti sekolah lain, pagi pelajaran umum, sore sampe malem pelajaran agama. Namanya juga ponpes, jdi ya banyak ngajinya.
Selain sma, disini juga ada smpnya, jadi kek sekolah satu atap. Jdi cewe cowo bisa ketemu, gak kek ponpes yg misahin cwek ma cwok. Bukan berarti ni ponpes abal-abal yak..meski siswa/i smanya dikit, tpi siswa/i smpnya banyak. Soalnya disni smp nya dah negri, bukan swasta.
Setelah sholat subuh, pengajian dimulai. Ada yg belajar kitab, ada yg hafalan surat al-quran, ada juga yg tidur lagi. Kek gw. Yg lain belajar ngaji gw balik ke kamar tidur lagi. Sama kek sohib gw aji.
Jam 6.30, gw bangun, langsung ambil anduk, mandi. Sialnya air di kamar mandi habis, terpaksa mandi disumur.
“sekalian ambilin gw ji” kata gw saat liat aji bawa piring. Disini ada dapur umum, jadi dah ada yg masak buat sluruh siswa/i. 1 hari 3x makan. Pagi, siang, malem. Jadi gak perlu repot-repot masak.
Sepertinya hari ini keberuntungan belum berpihak ma gw, tdi mau mandi aernya abis, skrg mau makan, sayurnya abis..hadehh..nasip..nasip..alhasil gw pergi kesekolah dengan perut keroncongan. Untung aja gw gk sendirian, ada sohib ane yg ikut kelaparan, siapa lagi klo bukan aji..wkwkwk
Dulu, sekolah gw ini aslinya kuburan cina. tpi kuburannya dibongkar, dipindah, dan diubah jadi ponpes. Selain masjid, ada juga bangunan kelas, asrama, dan kantor. Tapi itu ada diatas masjid. Bukan diatapnya ye,,jadi sekolah gw ni seperti bukit yg di ratakan. Tingkat pertama itu dekat jalan lintas sumatera, tingkat 2 tempat orang nongkrong, ke3 lapangan basket, ke 4 masjid, dan ke5 sekolah. Jadi kalo mau sekolah harus naik turun tangga. Lumayanlah,,olahraga..wkwkwk
Sampe dikelas blum ada guru, gw ma aji lgsg kebangku paling belakang. Biasa, biar gk ketahuan klo tidur dikelas..hehe. gak lama setelah gw duduk, bel berbunyi, waktunya belajar. Tpi gw ma aji sibuk sendiri, soalnya semalem aji dateng bawa komik baru,,yuhuuu..
Gw ma aji sehoby, sama-sama suka baca komik. Dulu gw Cuma baca buku bobo ama donald duck, semenjak kenal ma ini anak, gw jdi suka baca one piece, naruto, fairy tail, dll. Dah banyak koleksi kita ber2.
Pukul 12.00 bel berbunyi, waktunya isoma (istirahat, sholat, makan). Seluruh siswa/i langsung keluar kelas, menuju asrama/masjid. Saat mau turun, ada cewe yg lagi duduk2 di bawah pohon kertas.
“kak..”sambil nyengir
“ui”
“ada salam..”masih nyengir
“waalaikumsalam”
“beneran kak..”
“dari siapa..?”
“dari mbak ratna” ketawa ngakak
“hadeh..nih anak ngmg paan sih..”kata gw kesel , males amat siang-siang gini dengerin nama man-man gw.
“hehe..beneran lho kak..”
“bodo amat” kata gw sambil ninggalin tuh anak.
Namanya puji lestari, kelas 2 smp. Bisa dibilang dia pentolan disini. Selain rupanya, otaknya juga Pinter ngaji, nyanyi, ceramah, kaligrafi, di sekolah juga dapet juara trus. Tpi ya bodoh amat dah, amat aja gk bodoh..wkwkwk
Selesai sholat, gw langsung ngacir kedapur, ngantri nasi+sayur. Gw ambil banyak-banyak soalnya tdi pagi gak dapet jatah. Sekalian ngambilin si aji. Udah tu balik kekamar, makan.
Seperti biasa, hari sabtu pelajaran disekolah Cuma nyampe jam 12, sisanya free, soalnya banyak yg pulang kekampung klo hri sabtu.
“lu gak pulang bre..?” aji
“gak, males gw balik..lu balik gak..?”
“gak juga. Ntar malem kekosan temen gw aja yuk..?”aji
“dimana..?”
“dibawah..”
“okslah..gw ikut..eh..tpi ntar ada ngaji lagu..”
“alah,,sesekalilah..”
“okslah..” kata gw sambil pergi keluar asrama.
Gw duduk dideket pintu asrama, ngadem sambil baca komik. Saat gw lihat keatas, ada orang yg sedang duduk diatas pohon. Gw perhatiin keknya gw kenal tu anak. Yup..dia lestari!!
“ooiiii...monyeeettt...!!!turun...!!!”gw teriakin juga tuh anak. Masa cewe naek-naek pohon. Mana sendirian lgi. Gak beres amat dah..
“ogah...wekkk..!!” wiwit
“gw panggilin somad, mampus lu...”
“biarin..panggil aja..”
“lah,,ngelunjak ni bocah” kata gw sambil pergi kekamar. Terus pake baju, ambil sendal, keluar lagi. Gw nyusul tuh monyet. Dijalan ada plastik asoy, ya udah gw ambil aja, gw isi kayu..hehe
“eh,,monyet..dibilangin turun ya turun...”
“ogah..”
“kalo lu turun, gw kasih pisang” kata gw sambil nunjukin plastik asoy. Baru juga gw ngmg, tuh anak langsung turun sambil nyengir. Gw serahin tuh asoy, langsung dibuka ma dia..
“hahahahaha....satu monyet tertipu..” kata gw sambil ngakak parah..
“ahhhhhh....!!!” dia teriak sambil nyubit tangan gw...
“aduuuhhh...ampun nyet,,ampunn...!!”teriak gw nahan sakit,,,sumpah..cubitan cewe emang luar binasah sakitnya...
“makanya gak usah iseng..”ucapnya ketus.
“lagian, cewek manjat pohon, siang-siang lagi..gak solat lu..?”
“lagi dapet..” katanya sambil duduk dibawah pohon.
“makan..?”gw
“gak nafsu..”
“pantes lu pendek,, jarang makan soalnya..hahahaha”kata gw sambil lari,,,takut kena cubitan tuh monyet..”kak bay,,,awas aja klo ketemu..”teriak monyet sambil ngelempar kayu+asoy.wkwkwk...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh odhonk91
Halaman 1 dari 2
TELUR CEPLOK

Malam hari, saat usai sholat isya + makan malem, gw ikut aji kekosan temennya. Sambil mengendap-endap takut ketahuan ustad, gw ma aji jalan kaki. Gak jauh sih,,Cuma 15 menit jalan..

Sampailah kami di kos-kosan temennya aji. “Roby” katanya sambil mengulurkan tangan. “Bayu” kata gw sambil menyambut tangan roby. Kemudian gw ngobrol basa-basi ma dia, sedangkan aji, langsung ngambil komik di meja belajar roby. “Weh..otaku juga nih anak” tanya gw ma roby.”ie..ketularan aji nih..” balasnya.”hehe..”nyengir aja si aji. Kampret emang..

Usai ngambil komik, aji buat kopi, gw kluarin rokok yg gw beli tadi. “nah..cocok..malem minggu, dikosan, sambil ngopi, ngudut juga,..”kata robi dengan senyum ceria..”keliatan klo jomblo yak..”kata gw nyaut..alhasil,,ketawa semua kita..nasip..nasip..

1 jam sudah gw dikosan roby, ternyata enak juga nih anak diajak becanda. Apalagi kalo ngomongin komik,,,beh..masuk pak eko...
Gak lama kemudian, ada yg dateng manggil roby,,
“rob,,roby,,,jadi gak..?”
“oii..jadi bro..tunggu bentar..”
“siapa bre..?”aji
“biasa,, anak sebelah,,,tadi janjian mau konser..”roby
“konser..?dimana..?”kata gw penasaran..perasaan gak ada promo konser nih kota.
“tawuran maksutnya,,”kata roby sambil nyengir..”lu ikut..?”
“gw ikut..”aji..”ogah” gw
“ya udah,,lu sini aja bre,,gw gak lama..” roby
“emang dimana..??”gw
“disimpang 3..”roby “ya udah,,gw otw dulu” sambil pergi bareng aji.

Gw males mau ikutan, gw disini disuruh tobat, eh diajak maksiat lagi. Batin gw saat tuh anak dah pergi. 10 menit kemudian, gw masem, pengen udut. Tapi gak ada, tadi masih ada banyak masa ia ilang sendiri tu udut. Gw inget-inget, inget-inget lagi, siall...udut gw dibawa aji..mana uang gw abis lagi. Gak mungkin gw beli lagi. Akhirnya gw nyusul tu anak, sambil pulang. Gak jauh dari ponpes soalnya.

Saat keluar gang dari kosan roby, gw liat beberapa orang yang lagi berdiri berputar. Seperti orang liat judi ayam, gw perhatiin , ada roby, aji, dan entah siapa lagi tu anak, ada 5 anak termasuk yg tadi manggil robi. gw liat lagi dengan lekat,,beh..tu anak dikepung ternyata. Aji cs ber5, sedangkan musuhnya kurang lebih 15..mampus..untung gw gak ikut..

“bu, ngutang telor 3”kata gw, kebetulan ada warung deket gang tadi.”ntar roby yang bayar”. Setelah itu, gw langsung berjalan mendekati tu konser..”kok belum mulai yak..”batin gw. Padahal gw pengen liat tu anak konser, tapi klo 5 vs 15 mah,,dah pasti bukan konser lagi,,tapi pembantaian..wkwkwk
Begitu dah deket ma tu konser, gw ambil 1 telur, gw lempar,,ploook...!!

Tepat kena kepala plontos musuh aji,,gw lari sembunyi.
“woooiii...!!!siapa tu..??!!”
Gw bekap mulut gw, nahan tawa. Gw ngintip, gw lempar lagi,,,ploookkk..!! double kill..!! ngumpet lagi...
“Anjing..keluar kalo berani..!!!”

Untung aja suasana remang-remang. Jadi gak ada yg liat gw. Saat musuh lagi clingak-clinguk nyari orang yg ngelempar telur,,gw lempar lagi..
Ploookkk...!!!
kena lagi tu plontos...wkwkwkwk...triple kill....

gw ketawa sambil lari. Otomatis tu orang liat gw dan ngejar gw. Bodo amat,,yg penting hokii...wkwkwk..saat gw kabur,,gw sengaja muter lewat gang kecil,jadi bisa dipastiin, jalan buntu.

Sampe jalan buntu, gw ngos-ngosan, si plontos dkk dah nyampe juga, “banci lu,,klo melawan sini lu,,jangan main curang..”si plontos garang juga yak,,baru aja gw mau ngmg, tiba-tiba dari arah belakang ada yg teriak-teriak..

Bag,,bug,,bag,,bug..ternyata anak buah plontos dihajar ma roby cs, saat plontos noleh kebelakang, gw tepuk pundaknya..”lawan lu, gw..” kata gw sambil narik lehernya kebawah, disambut lutut gw,,duaakkhh..!! gw tambahin tinju didagu.. dugg..!! bruuk..!! tepar 1.. gw maju lagi, lgsg gw hajar anak buahnya,,2..3..4..5..yah.. gw kira kuat-kuat nih musuh, gak taunya lempem..

“oiii...mana lagi..??sini maju..!!” aji
“lah, kok habis..?” roby
“telat lu pada” kata gw santai sambil duduk di atas badan plontos yg tepar.
“anjir,,gw baru dapet 2..”aji, “sama bre..”roby.
“udah, mana rokok gw..?masem..” sadar klo rokok gw dibawa aji, dia langsung nyari tu rokok di celana, tpi gak ada. “jatoh bre..hehe..maaf” aji..”kampret lu bre..!!” maki gw sambil berdiri, baru aja mau melangkah, si roby lgsg ngasih gw rokok, tepat dimuka gw, gak lupa juga si roby ngidupin korek,,kek bos-bos dah,,wkwk

“langsung pulang keasrama bre..?”roby, “gw laper, balik keasrama aja dah” kata gw sambil jalan keluar gang.
“tidur dikosan gw aja dah, ntar kita masak mi”, “okslah..sekalian lu bayar telor tdi..”kata gw tanpa dosa..wkwkwk

Akhirnya gw ma aji nginep tempat roby, lumayanlah dapet mi gratis. Wkwkwk. Siangnya baru gw pulang. Sampe asrama sepi, gw wudhu, blum solat dzuhur soalnya, saat keluar asrama, ada monyet lagi nyetrika.

“ngapain lu nyetrika disini..?”tanya gw heran. Padahal diasrama kan bisa. Ini nyetrika kok dimasjid.
“diasrama ngantri kak, jadi nyetrika disini aja,,hehe..”
“ya udah, gw nitip ye..”males nyetrika gw,,wkwkwk
“ie dah,,sini..”
“bentar gw solat dulu..”

Habis solat, gw ambil seragam putih abu-abu, langsung gw kasih tuh monyet.. sambil duduk deket dia. Lagian bingung mau ngapain.

“semalem kemana kak..?”
“gak kemana-mana kok nyet..”
“bohong..!!”
“lah,,gak percaya ni anak,,”
“kok gak ikut ngaji..??”
“lah,, kok tau??”
“tau lah,,soalnya semalem dicari ustad somat, dipanggil pake mik..”
Mampus gw,,bisa kena strap ntar malem..
“hehe,,gw main ma aji..”
“main apa main..??”godanya sambil senyum-senyum..
“main yo,,klo gak percaya tanya sama aji..”
“ie,,ie..”jawabnya sambil senyum lagi..
“jangan senyum teruslah, ntar gosong tu baju gw..”
“gak lah kak,,tenang aja..”masih senyum aja nih monyet. Akhirnya selesai juga baju gw digosok, “ makasih ye,,lain kali nitip lagi,,hehe” kata gw sambil masuk asrama.

Malamnya, setelah solat isaya,gw dipanggil ustad killer,,untung gak sendirian, masih ada aji dan 4 anak lain. Setelah diintrogasi, kami dihukum buat bersihin sumur, besok. Soalnya sumur yang dipojok masjid kotor dan airnya bau. Mampuss..!!

Setelah makan, seluruh siswa/i ngumpul lagi dimasjid, jam belajar malam. gw, aji dan ke 4 anak yg dipanggil tadi kumpul buat acara besok, acara apa lagi kalo bukan bersihin sumur..hadeh,,akhirnya kami sepakat, besok habis solat ashar kita mulai acaranya..

Jam 09.00 semua anak balik ke asrama masing-masing, gw langsung kekamar, ganti baju, makan. Aji da molor duluan, hadeh,,ni anak, yg laen belajar dia dah tidur duluan, cepet amat. Habis makan gw keluar kamar, masuk kemasjid. Dimasjid juga ada yg uda pada tidur, busseett..mudah amat ni orang tidur, gw mah..habis baca komik 2 baru bisa merem. kampreet bener ni anak-anak, lampu masjid lantai 2 belum dimatiin, pintu belum ditutup.

Hadeh,,mau gak mau ya harus mau,, gw naik ke lantai 2, matiin lampu. Ngecek pintu 1/1, saat mau nutup pintu yang diujung, gw gak sengaja liat asrama putri,,astaghfirulla,,apaan tuh dijendela..??kok kaya kepala yak,,??gw liatin terus,,ia itu kepala,, tapi kok Cuma muka doang yang keliatan..?gw liat sambil mikir,,masa ia hantu kepala..? gak lama, tu kepala nyengir...suueee....itu mah bukan hantu,,itu monyet...sueee...!!

Sesuai kesepakatan, hari ini gw, aji, ma 4 anak laen bersihin sumur. Setelah semua sampah dah dibersihin, sekarang giliran nguras sumur,,hadeh...semoga gak masuk angin ya allah..untung aja sumurnya gak dalem, sekitar 7 meterlah. Sambil nguras sumur, gw godain anak-anak lain, biar gak kerasa capeknya.
2 PENGUASA


Seminggu setelah kejadian plontos, roby main ke ponpes gw. Habis solat isya, gw liat aji ma roby lagi nongkrong di depan masjid.

“pa kabar bre..?”sapa gw ke roby.
“alhamdulillah sehat, lu gimana kabar..?masih jomblo..??wkwkwk”
“sueee ni anak..dateng-dateng da buat masalah..” jawab gw ketus
“hehe,,canda aja bre..eh,,dapet salam dari plontos,,wkwkwk”
“anjiirrr,,,gw jomblo bre,,tapi masih doyan harim..”
“wkwkwkwk,,ntar plontos mau kesini,,kangen ma lu..”
“wah,,lama-lama gw plontosin juga lu rob,,wkwkwk”
“lah,,kaga percaya lu bre..?tanya ma aji noh..”
“ie bre..tadi udah kesini, tapi balik lagi beli udut..”jawab aji.
“ya udah,,gw ganti baju dulu,,lu tunggu dibawah,,gak enak ma ustad klo ngobrol disini”jawab gw trus pergi.

Setelah ganti baju + ambil jatah makan, gw lgsg turun, disana udah ada aji, roby, plontos cs.
“ciee,,diapelin cie...” aji mulai mancing emosi,,”lu bedua belum pernah gigit monyet yak...?” tanya gw sama roby n aji. “nyet,,gigit..!!” kata gw sambil nunjuk plontos..wkwkwk ngakak bareng tuh orang...

“kenalin bre,,gw donny” ucap plontos sambil ngajak gw salaman. “bayu” jawab gw singkat. “ngapain lu kesini,,??belum puas makan telur lu,,?”jawab gw sambil nahan tawa.
“anjaayy,,baru salaman ngajak konser lagi lu bre..”donny “gw udah nyerah bre, makanya gw kesini, gw mau nyerahin jabatan gw ma elu..”
“jabatan,,??jabatan plontos kah..wkwkwk”
“bukanlah bre, emang roby belum cerita ma elu..?” tanya donny heran,” cerita apaan?”jawab gw sambil liat roby yg asik udut. “ketemu aja baru sekarang” yang gw liat jawab sambil pamer asap rokok..
“jadi gini bre,,disini, setiap sekolah pasti punya geng. Tpi yang suka tawuran Cuma 4 sekolah. Stm 1, stm 2. Stm pgri, sama sma 8” ucap donny sambil ngambil udut, sekalian gw minta, masem,,hehe
“si roby, megang stm pgri, gw megang sma 8”
“beh,,hebat juga lu rob” gw baru tau klo temen gw jadi kepala suku,,wkwkwk
“nah,,kemaren,, gw mau rebut posisi si roby,,makanya kmren kita konser..”
“bukan konser kalo itu mah,,pembantaian” aji langsung nyaut..
“yah,,namanya juga konser jalanan, mana ada kata adil bre,,yg ada Cuma kalah atau menang.” Donny gak mau kalah saingan.
“terus,,terus..”
“gw yakin bakalan 100% menang lawan roby, tapi sialnya,,lu dateng bawa telor ceplok..” ngakak dah semua yg disitu,, ni plontos doyan juga makan telor ceplok..
“sesuai aturan, yg kalah harus nyerahin posisinya pada yg menang,,tpi yg ngalahin gw kan elu,,bukan roby. Jadi ya mulai sekarang gw serahin ni jabatan sama elu” sambil nunjuk gw..
“gila lu don, emng aturan dari mana..??”
“dari nenek moyang stm,,udah dari dulu itu mah,,”
“ie,,itu udah tradisi disini..”tambah roby.
“kalo gw gak mau,,gimana..?”tanya gw..”mau gak mau,,lu harus mau..”kata donny agak maksa.
“hem...bentar gw mikir dlu...”jawab gw bingung. “lah ini apaan..?” tanya gw liat plastik dideket aji. “amer bre,,lu mau..?” jawab donny. “pantes diem aja lu ji,, dah teler lu..?” yang ditanya malah cengar cengir,,suee ni anak. Ngakunya santri,,tapi mabok amer...hadeh,,,
“ya udah,, sekarang lu beliin gw kopi,,sambil gw mikir..”kata gw ke donny..

Saat donny pergi, gw minta pendapat roby, yah..gw baru tau kalo ada kaya gituan di kota ini, emang sih, gw udah 2 taun disini, tapi gak pernah tau kalo ada tawuran dan perebutan kekuasaan. Kek film mavia yak...

“saran gw,, lu ambil aja bre,,sekalian punya gw,,gw dah males ikut gituan” jawab roby “emang sih,,gak ada manfaatnya, tpi sapa tau ni kota jadi aman kalo lu pegang, udah dari dulu tradisi tawuran antar sekolah disini, gw dah bosen,,muak..”

Gak lama kemudian donny dateng, bawa kopi hitam + gorengan, manstaf dah..malem-malem, nongkrong, ngudut,,ngopi,,gorenggan juga..nikmat mana lagi yang kau dustakan,,hahahah
“gimana bre..?” tanya donny penasaran
“gini aja dah bre, gw gak mau dianggep jadi pentolan, gw juga yakin lu bakalan maksa gw, jadi gw terima tawaran lu berdua. Tpi posisinya tetep lu berdua yg pegang. Gw main aman aja. Gw rasa lu berdua tau maksut gw dah..”
“kalo lu mau gitu sih,,gw ok aja,,” jawab donny lesu. “siip, gw setuju..” roby ikutan.
“tosss dulu dah..” kata aji sambil angkat botol amer.. roby, donny ikutan, gw juga ikut, tapi pake kopi item dalem plastik..”kampreeett..”wkwkwkwk
“bre,,kok lu bisa hoki banget yak,,?”tanya roby heran “kok bisa lu ngelempar telur pas kena kepala..wkwkwkwk”
“ie nih anak,,mana telornya busuk lagi..”donny ngmg sambil manyun..
“hehe,,gw sering main kehutan bre,,nyari burung ma buah..”jawab gw sambil ketawa inget kejadian kemaren.
“emang rumah lu dimana..?”donny
“rumah gw dikebon teh..”gw
“pantes lu gak tau masalah tawuran,,orang gunung ketinggalan jaman,,,wkwkwkwk”
“gak apalah,,yg penting gak bau telor busuk..wkwkwk”jawab gw gak mau kalah...
“suuuee lu bre...” si donny dongkol denger jawaban gw.
“eh don, lu gak pantes dipanggil nama, gak sesuai ma plontos lu,,” tambah gw panasin nih anak “lu pantesnya dipanggil plontos, lord of plontos..wkwkwkwk”
“kamprett lu...ini gara-gara gw ketangkep waktu tawuran ma anak sma” plontos mengelak.
“bodo amat, mulai sekarang gw ama yg laen manggil lu plontos”kata gw sambil ngelus-ngelus tu plontos, yg lain pada ketawa,, kecuali aji..dari tadi gak ada suaranya, waktu gw toleh,,da tidur tuh anak...kampret dah..
“eh,,dah malem,,gw keasrama dulu,,aji angkut ke kosan lu aja rob,,berabe kalo dibawa keasrama”
“siiiap kakak ketua” jawab mereka kompak sambil ketawa..
“emang gw sun go kong..”jawab gw sambil pergi..

Sampai dimasjid, ternyata dah sepi, anak-anak dah balik keasrama masing-masing, tapi ya seperti biasa, lampu ma pintu belum diberesin. Yah,,lagi-lagi gw yg urus,,tapi gak papalah,,gw belum ngantuk juga.

Gw liat jam didinding masjid udah jam 11.00, gw duduk di pintu pojok,,gw liat jendela si monyet,,gak ada penampakan, dah tidur kali tuh monyet,,udah seminggu ini gw liat penampakan,,yup,,penampakan kepala monyet sambil senyum..baru malem ini gw gak liat tuh monyet,,ada rasa gimana gitu,,hehehe,,lebay.

Baru aja gw mau nutup pintu, eh,,nongol lagi tuh kepala,,sambil nyengir..gw ikutan nyengir sambil angkat bogem gw,,nihh...gw kasih kode nyuruh tidur tuh monyet,, eh dia nyengir lagi sambil dadah ma gw,,,ya allah..ni anak bikin gw salting,,gw pacarin juga ntar...hehe
LESTARI ALAMKU


Setelah insiden kakak pertama, gw lalui hari seperti biasa, hanya ada tambahan dikit sih,,gw jadi makin deket ma monyet. Pulang sekolah kita nongkrong dulu dibawah pohon, gak berduaan ye,,ada aji dan temenya si monyet yg jadi obat nyamuk,,hehe..malemnya gw tetep matiin lampu n nutup pintu sambil liat penampakan,,hehe..

Si plontos ma roby juga sering nongkrong di lapangan basket, Kadang malah bawa bola. Gw sering ikut nongkrong, klo main basket gw gak bisa, Cuma aji yg ikut main. Seperti malam ini,,sabtu malam habis isya, plontos cs pada main basket. Habis pengajian gw samperin tu anak-anak. Tapi gak jadi,,soalnya gw liat si monyet lagi duduk sendirian di pinggir jalan depan mesjiid.

“oii..ngelamun aja lu nyet..”gw

“eh,,kak..nggak kok..”katanya sambil menghusap matanya.

“elu nangis nyet..?”

“gk kok kak,,kelilipan doank..”

“ie,,kelilipan kodok,,”jawab gw asal, tumben ni monyet galau..

“hehe,,bisa aja kk..”

“kalo ada masalah cerita nyet,,jangan dipendam sendiri..”

“bingung mau cerita sama siapa kak..”

“ya udah,,cerita aja,,gw dengerin..”

“beneran kak..?”

“nih monyet dibilangin gak percaya..”

“hehe..”nyengir doank..suee

“kak,,gw pengen hilang ingatan” katanya pelan

“gw pengen move on dari mantan gw, tapi gak bisa” ada yang mengalir, tapi bukan sungai,”sebenernya gw masih sayang ma dia, hati gw sakit kalo inget dia”

Ya allah,,cobaan apa lagi ini. Gw liat orang yg gw sukai nangis gara-gara orang yang dia sayang,,parahnya,,cowo itu gak sayang ma dia..parah bre,,parah... gw hanya diem,,kecut..

“tolongin gw kak,,tolong bantu gw ngelupain dia”katanya penuh iba.

"hemm..gw yakin setiap orang punya cara tersindiri buat move on nyet, cara gw move on belum tentu bisa lu pake, setidaknya bisa lu jadiin pelajaran "jawab gw slow "dulu, waktu gw putus ma dia, gw selalu kebayang-bayang wajah dia, senyumnya, tawanya. Entah brapa lama gw kek gitu..gw coba benci ma dia, tpi semakin gw benci, semakin gw inget ma dia. Gw coba marah ma dia, tpi makin besar sayang ma dia. Gw coba menyibukan diri, tpi malah selalu kepikiran dia"

"Hingga akhirnya, gw ikhlas. Gw ikhlasin semua tentang dia. Gw berdamai dengan hati gw. Entah mengapa, cara ini ampuh buat gw. Gw jadi lebih tenang, perlahan gw lupa ma dia. Gw bener-bener lupa ma dia saat gw deket ma lu.." jawab gw jujur.

"Maksutnya kak..??"mulai bisa nenaangin diri nih anak.

"Gimana jelasinnya yak..pertama gw terima keadaan gw, gw sadar diri. Meskipun gw sayang ma dia, gw selalu inget dia, tapi gw dah gak sama dia lagi. Dan dia dah jadi milik orang lain. Dia dah bahagia. Gw juga harus bahagia. Meski bukan ma dia"

"Yg kedua..sejak deket ma elu..sering nongkrong bareng, tertawa bareng..akhirnya hati gw yg kosong ada yg ngisi..meskipun kita blum ada status.tapi gw suka kita kek gini.." kata gw sambil senyum.."akhirnya gw sadar, cara ke dua buat move on adalah adanya orang lain yg ngisi hati gw"
Pengen gw langsung nembak nih monyet,,tpi gw sadar. Waktunya belum tepat.

"Makasih dah dengerin gw curhat kak..makasih juga sarannya dan semangatnya" jawabnya sambil senyum..

Ya allah..manis amat senyum nih monyet..pengen gw ajak pulang kenalin ke ortu..wkwkwk

"Misami nyet..jangan pernah ngerasa sendiri nyet..masih ada ortu lu yg rela banting tulang buat sekolah lu. Gak seharusnya lu sedih cuma karena cowok.." sok bijak dikit lah..wkwkwk

"Dan satu lagi.."kata gw sambil megang tangannya.."kalo pacaran jangan sekelas. Biar gak makan ati kalo dah putus..wkwkwk"

"Ihhhh....orang serius juga.." sambil nyubit tangan gw..

"Wkwkwkwk..ampooonnn...""kata gw sambil meringis..

"Breee....!!ngapain lu disana..??" Kek kenal nih suara. Gw tengok ke lapangan basket..siaall..plontos cs tau gw disini. Padahal dri tadi gw ngumpet biar gk ketahuan. Gara-gara gw teriak tadi jadi ketahuan dah..

"Udah,,anak kecil gak usah ikut campur urusan orang tua"jawab gw."sueee lu boss.." jawab plontos cs.

"Siapa kak..?" monyet ikut ngeliat ke lapangan, "biasa,, orang gila" jawab gw asal..

"Lah..kalo tu orang gila kk juga gila yak..?kan hanya orang gila yang berteman dengan orang gila..hehehe?" Anjir..bisa juga nih monyet.."ia..lu juga gila..wkwkwk" kata gw sambil megang kepala monyet.."dah..makan sono..terus belajar.."

"Hehe..bentar lagi lah kak.."sambil senyum.."lu mau gw kutuk jadi batu..??"gw

"Kenapa gak jadi pacar aja kak..??" Ya allah..ini kode apa kode.."masih kecil pacaran..ntar kalo da kelas 3" gak sadar gw ngmg gitu.. "janji yak..??" Sambil angkat kelingkingnya..whatt..??
"ie dah..asal lu seneng nyet" jawab gw sambil gw angkat kelingking juga. Entah perjanjian apa ini..."oh ya kak..ini no hp gw" katanya sambil nyerahin selembar kertas kecil.."katanya gak ada hp lu nyet??"dulu gw pernah minta, tpi gak ada hp katanya. "Minjem sama ibu asrama..hehe.."sambil pergi ke masjid..tinggalah gw yg bengong ngeliat kelakuan tu anak.

Saat monyet da pergi,, gw langsung kelapangan basket. Kebetulan ada anak buah plontos yg baru dateng pake motor..

"Bos..bahaya bos.." baru dateng aja udah nerocos nih anak.."si roby dikroyok sama anak stm sebelah.." katanya sambil megap-megap.." dimana..?" Kata gw spontan."dilapangan sono bos". Tanpa komentar lagi, gw, aji, plontos langsung gas poll kesana.
TEMAN LAMA, AIB TERBUKA


Sampainya disana, keadaan pas seru-serunya, roby pake rompi yg ada lambang komunitas motor, ada 8 orang dengan rompi yang sama. Sedangkan musuh pake baju biasa, beh..banyak juga..sekitar 25 orang. "Wooii...konser gak ngajak-ngajak lu rob" si plontos teriak sambil lari ke arah musuh. Gw tarik bajunya.. "lewat belakang" kata gw sambil lari kebelakang musuh.

Aji, plontos cs langsung ikutan lari.
Untungnya, musuh gak sadar kalo kami datang, langsung aja gw terjang musuh diikuti plontos cs..bak buk bak buk pun terjadi..gak lama, musuh dah tepar,,ada yg lari, ada yg tiduran, ada yg pingsan..

"Lu gak papa rob?"aji

"Gak..cuma benjol doank"jawab roby sambil nunjukin mukanya yg benjol kena bogem musuh.

“gimana ceritanya lu bisa dikroyok bre..?”gw

“tadi, gw kopdar ma anak-anak motor. Biasalah, keliling kota. Waktu sampe di MTQ, ada yg nantangin gw. Ya..gw mau lah..hehe”roby

“lah, trus kok bisa disini..?kan diMTQ nantanginnya” plontos

“gile lu bre,,klo di sana rame, mana deket asrama tentra lagi, bisa-bisa gw dihajar om gw” roby

“terus,,?” aji

“ya gw ajak kesini aja, lumayan sepi..hehe”

Masih terdengar suara kesakitan dari musuh yang terbaring di tanah, gw deketi,

“anak mana lu..?”gw

“stm 2 bang”

“siapa bos lu..?”

“hendra bang..”

“hendra siapa..?” gw

“hendra tok bang..”

“lu panggil bos lu dah,,suruh kesini..kalo gak kesini,, gw bantai temen-temen lu” sambil nunjuk temennya yang masih pingsan.

“ie bang,,gw panggilin bang..” katanya sambil pergi.

“kok dilepas bre..?” aji

“biarin dah, biar cepet kelar urusan. Bentar lagi ulangan bre,,” jawab gw sambil nyari kertas dari monyet tadi.

“siall...pake ilang lagi tu kertas..”umpat gw dalem hati.

“nyari paan lu bre,,?nih udut nih,,masih banyak..” plontos ngomong sambil ngasih gw udut.

“ogah ah,,gk ada aer..seret..”gw

“lu kira makan nasi pake seret,,wkwkwkwk..eh jon,,beli minum geh,,kopikop aja..” sambung roby sambil ngasih duit ke temennya.. jono pun langsung pergi beli minum.

Sekitar 20 menit, terlihat beberapa lampu motor mendekat, 1, 2, 3, 5, 8, 10 motor. Setiap motor ada 2 – 3 orang.

“dah dateng noh..” kata jono sambil nunjuk ke arah jalan.

Tak lama kemudian, motor-motor itu berhenti sekitar 15 meter dari rombongan gw. Semua pada berdiri, gw doank yg masih duduk sambil minum kopikop. Gw masih kepikiran kertas dari monyet tadi. Nyesek juga yak..
Roby, aji, plontos cs da siap-siap mau konser lagi. Rombongan yg baru dateng juga da pasang kuda-kuda siap menyerang. Tapi salah seorang dari mereka tampak santai, sambil melihat temennya yg masih tepar.

“weh,,lumayan juga kalian..anak buah gw sampe tepar kek gitu”

“makanya, anak buah lu dididik yg bener, biar gak asal keroyok aja” plontos

“keroyok,,?kalo elu dikroyok, kok anak buah gw yg tepar..?”

“anak buah lu lemah sih..wkwkwk” plontos cs ketawa.

“anjing lu pada..!!” teriak musuh sambil maju. Ploookkk....!!!!! kopikop mendarat dengan mulus diwajahnya..”wooiii anjiiiing...siapa yg ngelempar..?!!” teriak lagi ni orang.

“gw..” kata gw santai sambil maju, yg lain pada noleh kebelakang sambil geser perlahan ngasih gw jalan. Gw berhenti tepat didepan orang yg gw lempar kopikop tadi. Bisa gw rasakan nafasnya meburu nahan emosi.
Mata kami saling menatap tajam, dia emosi gara-gara gw lempar kopikop, gw emosi gara-gara kertas tadi hilang.

Lama kami saling tatap..sampai akhirnya tangan gw narik kerah baju tu orang, dia juga melakukan hal yg sama. Kami saling menarik kerah, mata saling menatap, nafas saling memburu..hingga akhirnya gw dah gak sanggup lagi...

Wkwkwkwk...hahahahaha..

Kami berdua bukannya berantem malah ketawa. Otomatis yg laen pada bingung melihat tingkah kami. Mereka saling pandang. Dikira gila kali..wkwkwk

“hadeh,,sakit perut gw..”

“sama bre..” gw

“hahaha, elu kenapa disini bre.?.”

katanya sambil mengankat godem,
“lu juga ngapain disini..?” balas gw sambil angkat tinju gw..tosss..!! salam persahabatan.

“tadi gw lagi diwarnet, terus ada yg dateng ngasih tau kalo gw ditantang ma orang, ya gw lgsung kesini..”

“wkwkwk,,masih aja main onet diwarnet lu bre..?” ejek gw. “kenali bre,,ni temen gw smp, hendra doank” kata gw sambil nunjukin dia ke rombongan plontos cs.

“kenalin juga coy,,ni bayu odhonk..temen terkampret gw waktu smp” ucapnya pada anak buahnya.

“urus dulu anak buah lu noh,,kasian dari tdi tidur doank” gw

“kan elu yg bikin kek gitu” hendra “ben, duluan aja ama anak-anak. Ntar gw nyusul”.

Si ben langsung cek kondisi temennya yg lagi tepar, dibantu temennya yg lain. Mereka pun pergi dengan suara motornya yg cempreng.

hendra langsung kenalan satu-satu ma temen-temen gw, gak lupa juga dia minta maaf ma roby, “maafin anak buah gw bro, gw gak tau kalo anak-anak udah ngeroyok elu”

“biasa aja dah bro. Anak-anak gw juga suka gitu” balasnya sambil salaman ma hendra.

“kita ngobrol di markas aja bro, gak enak disini” kata gw sambil pergi ambil motor. Entah motor siapa..wkwkwk
Sesampainya dimarkas, hendra pamit ke warung. Kami menunggu sambil duduk santai di dekat ponpes. 10 menit kemudian, hendra balik sambil membawa gorengan, udut, kopikop. Ngerti banget ni temen dah..

“gak nyangka lu mau sekolah di ponpes dhonk” ucapnya heran.

“yah,,mau gimana lagi,, kalo bonyok dah ngmg A ya pasti A bre..” jawab gw pasrah.

“dhonk..?eh,,lu gimana ceritanya bisa dipanggil dhonk..?” aji

“wkwkwkwk,,,emang odhonk gk cerita ma kalian..?” hendra

“kaga, baru tau sekarang kalo ni orang punya julukan” jawab aji sambil nunjuk gw, gw senyum doank,,sambil udut.

“wkwkwk,,emang dah lu donk, nama bagus-bagus gak dipake..wkwkwk”

“sue lu ndra,,”gw

“dulu, waktu smp, gw ma nih anak maen kepasar malem. Gw tantangin naek kora-kora. Yg muntah berarti kalah. dan yg kalah kena hukuman” hendra

“ie,,kita naik kora-kora 5 kali..” sambung gw sambil ketawa, inget kejadian kocak yg bikin gw geli sendiri.

“akhirnya odhonk kalah,,wkwkwkwk” ngakak bener nih komodo gurun “gw suruh naek odong-odong..wkwkwk” yg laen pada ikut ketawa. Biasanya yg naek odong-odong anak kecil, lah ini,,gw yg kelas 3 smp ikutan naek. Apes..apes..

“jadi sejak itu, gw panggil dia odhonk,,alias odong-odong..wkwkwkwk” yg laen ikut ngakak. Plontos ketawa sampe nangis-nangis, aji sampe batuk-batuk, roby sampe nyembur dah kopikopnya,,gw..??gw dongkol setengah mati..suueee...!!!

“hadeh,,dhonk-dhonk..lu inget gak tukang odong-odongnya bilang apa..?” tanya hendra sambil nahan tawa.

“emang bilang apaan ndra..?” aji kepo..

“perlu topeng gak dek..katanya..wkwkwkwk”..hadeh,,nih anak buka aib gw,,,yg laen ngakak lagi,,gw jg ikutan ngakak. “ie,,gw mau pake topeng..eh dikasih topeng monyet,,siial tuh mamang..”tambah gw sekalian,,sekalian kebuka aib gw...wkwkwk

“wkwkwkwk...udah bre,,udah,,gw gak sanggup ketawa lagi..wkwkwkwk” plontos menyerah..

“waktu gw pake, langsung naek tu odong-odong. Beh,,,rame bre,,rame yg liatin,,jadi laris tu mamang odong-odong..malah gw disawer ama bapak-bapak. Dikasih 50 ribu..wkwkwk..gw ambil,,gw sambil joget2 india..tambah rame yg nonton,,tambah banyak yg nyawer...wkwkwkwk”

Tak terasa udah jam 2 kami ngobrol, ketawa-ketiwi, saling buka aib, saling hina. akhirnya plontos pamit pulang, dah gak sanggup ketawa, hendra ma roby juga ikut pamit. Gw ma aji juga masuk asrama. Masih aja aji ketawa-ketawa inget cerita si hendra. Alhasil, mulai saat itu gw dipangil odong-odong ma yg laen. Kampret emang..
LESTARI CINTAKU


Esoknya, sepulang sekolah gw sengaja nunggu monyet dijalan, sambil duduk dibawah pohon. 5 menit duduk santai, monyet lewat.

“eh nyet..”gw

“hem..”

“lu kenapa..?” gw heran ma ni anak, tumben jutek.

“hemm..”

“heemmm,,,hemmmm,,aing macan...”kata gw sambil ketawa..

“ih..apaan sih..”jawabnya sambil nyubit lengan gw

“aduh,,ampun nyet,,ampun..”

“rasain..”beh,,ketus amat nih anak

“ya maaf nyet, semalem kertasnya ilang. Jadi gak bisa sms elu” kata gw sambil elus-elus lengan gw,,atiittt bre...”ihhhhh.....” dikasih bonus dah...udah nyubit langsung pergi lagi,,,hadehhh...gw ikutin dah,,,”nyet,,,lu marah beneran yak..?”

“bodo”..ya allah..nih anak kecil-kecil pinter merajuk..”ya udah lah..nih nomer gw..ntar sms aja kalo kangen..hehe”gw catetin dikertas,,gw pegang tangannya, gw selipin ditangan. Lah,,,tambah marah...bodoh ah...kabur aja udah..

Malemnya, si hendra, roby, plontos dah ngumpul main basket. Gw ma aji nonton doank. Gw clingak-clinguk nyari monyet, tumben gak keliatan tuh anak. Gw panggil temen seasramanya.

“liat mbak lestari gak dek..?”gw

“mbak tari di rumah sakit kak..”

“lah,,ngapain tuh anak..?” gw

“bukan mbak tarinya kak, tapi mbak fera. Tadi minum wipol”

“hah..??wipol..??emang bisa mati kalo minum wipol..?”

“ya gak tau juga kak..tadi sore mbak tari ikut nganter kerumah sakit”

“ya udah..makasih ya dek..” gw “ia kak”

“ke rs yuk ji..” gw..”ngapain??” aji,,”ikut aja dah..”gw

Gw langsung otw, minjem motor hendra. Dijalan, gw jelasin ma aji kalo si fera coba bunuh diri, minum wipol.. sebenernya bukan mau jenguk sih, Cuma pengen ketemu monyet doank,,hehe

Sampe dirumah sakit, gw liat ada anak ponpes lagi makan bakso dikantin, gw tanyain dah dimana kamar si fera..

“assalamualaikum” gw

“waalaikum salam..” yg didalem bales salam.. setelah itu, kami masuk.

Dikamar Cuma ada fera sama si monyet. Aji pake jurus kuno, basa-basi ala bapak-bapak. Heran,,masih aja dipake tuh ilmu.

“emng knpa lu minum wipol fer?”gw

“lagi stres kak..hehe”malah nyengir..

“kenapa gak ngomong ma gw..?dikamar noh,,ada baygon..”gw

“husst..orang sakit juga masih aja digangguin..”monyet gak terima sambil nyubit lengan gw..”ya maaf..kebiasaan nyet..”si fera malah ngakak..

“kok lu gak sms gw nyet..?” tanya gw bisik-bisik. Si aji lagi caper ma fera. Bodoh amat dah..

“lupa nomornya kak,,hehe..”..bletak...!!gw jitak juga tuh monyet,,”ya udah, mana nomor elu..?” kata gw agak dongkol..

”0878 yang lain kapan-kapan..hehehe..” ya allah nih anak...”ini rumah sakit oi..” kata gw sambil nepok jidat...hadehhh..bocah..bocah.. “pulang yok ji..” tobat gw ngadepin nih anak..”kok cepet banget kak..?” fera..”ia. itu tadi minjem motor temen, gak enak lama-lama.”

“lu nginep nyet..?” tanya gw sebelum pulang..”ia kak,,kasian fera sendirian..” jawabnya sambil nyodorin hp..”catetin no kk aja dah,,hehe..

”ya allah,,pengen rasanya gw kasih balon nih anak..gw ambil hpnya langsung gw catet no hp. “awas kalo gak sms” kata gw sambil pergi “donk, tungguin euy..”aduh,,gw lupa kalo aji ikut...bodo amat dah..

Sampainya dimasjid, plontos cs da pulang, tinggal hendra sendirian bengong di depan masjid..”sorry bre..kelamaan dijalan” kata gw sambil turun dari motor..”biasa kalo elu mah..gw langsung cabut yak..”..”okslah,,maksih ndra,,kapan-kapan minjem lagi..hehe”..”okslah..gw balik bre..”

Masjid dah sepi, pintu belum dikunci..sambil ngunci pintu gw liat kamar monyet..kangen lu nyet,,gw liat hp blum ada sms masuk, telpon juga gak ada..mau nelpon gak tau nomernya,,hadeh,,hansip..hansip...

“nanti sore, ada razia hp. Tidak boleh bawa hp kecuali hp Asia” itulah pengumuman hari ini yg bikin anak-anak kebakaran jenggot. Ada yg disimpen di sepatu, ada yg dititipin sama ibu kantin, ada yg disimpen dikolor, ada-ada aja nih penghuni ponpes. Aji juga bingung masalah hp, soalnya hp dia bukan Asia, tpi nokia udah ada kamera meski hasil foto pecah..hahaha..akhirnya dia kabur,,pulang kerumah...

Sementara gw yg masih dongkol gak ada kabar dari monyet gak mau pusing, gw lepasin casingnya, batre, memori, sim dan gw masukin ke plastik. “bayu, mana hp kamu” ustad killer langsung kekamar gw..”ini tad” jawab gw sambil ngasih buntalan plastik. “lah..hp kamu kenapa..?”..”rusak tad..kemaren kemasukan aer..”kata gw dengan nada lesu..”ya udah,,dibuang aja..ustad males liatnya..” katanya sambil pergi kekamar sebelah...aman..aman..kata gw sambil nahan ketawa.

Langsung gw pasang lagi dah tuh hp..gw aktifin,,ada sms masuk..yess..ada sms,,monyet sms...yessss...!!! begitu gw buka smsnya “selamat, anda mendapatkan....” belum sempet baca semua gw hapus dah..monyyyeeeetttt....!!!!

Saat belajar malam, gw belum lihat tuh monyet. Betah amat dirumah sakit lu nyet..gw jadi males ikut belajar. Aji juga gak ada lagi, akhirnya gw keluar masjid. Untung ada pasukan kopikop main basket, jadi ada hiburan gw..

“sendirian aja donk..?” plontos

“berdua..lu gak liat apa..”gw

“gak..satunya setan kah..?” plontos

“ie,,setannya elu..wkwkwk” gw duduk ditangga. Plontos, hendra, roby, dkk ikutan duduk.

“gimana kabar anak-anak bre..?masih konser..?”tanya gw sama yg lain..

“gak bre..gak ada musuh..”kata roby lesu..”lah..kok bisa..??” tanya gw heran.

“biasanya, yang tawuran itu Cuma geng gw, roby, hendra..lah sekarang, kepala sukunya aja duduk bareng gini,,gimana mau tawuran..hahahah..”plontos mulai koar-koar.

“emang bener roby ma donny jadi anak buah lu dhonk..?”hendra

“hem..gw diponpes bre,,masa ia gw megang stm, 2 lagi..”jawab gw jujur..
“ya udah, gw tambahin 1 biar jadi 3,,wkwk..?” hendra..”maksutlu ndra..?”gw

“gw bosen tawuran mulu bre,,gw pengen sekolah aman, damai.. gw lihat si roby ma donny aman-aman aja. Ternyata ada elu dibelakang” ucap hendra sambil menghisap udutnya. “ gw dah ngmg sama anak-anak, dan mereka setuju”

“yah..gw udah insaf bro..gw udah gak mau main kek gituan..”jawab gw menolak permintaan hendra..

“mau gak mau, lu harus mau bre..gw maksa..hahaha” hendra gak mau kalah..” terserah lu aja bre..”gw pasrah,,percuma juga gw ngmg lagi..

“yeee....nambah anak buah lu dhonk..” si plontos girang..”kampret lu tos,, ini gara-gara elu nih..dasar telur ceplok..wkwkwkwk” akhirnya ngakak semua..

“sebenernya seluruh sekolah disini udah kita kuasai dhonk..” roby mulai beraksi. “gw ma plontos udah keliling tiap sekolah..ada yg konser dulu, ada yg langsung nyerah..”

“lah..kapan lu konser bre..??kok gw gk diajak..?” tanya gw dengan nada agak tinggi..”dah lama ye,,lu sih..jaga masjid terus..sekalian jadi marbot noh..wkwkwkwk”..”ah..sial lu pada..konser gak ngajak-ngajak, sekarang malah dibully..” umpat gw sambil acak-acak rambut roby.

“tinggal 1 lagi yg belum bre..sekolah elit..yg ada diseberang..” hendra ikutan berkicau. “bossnya anak org elit, sekolah aja pake mobil..”

“ie bre,,gw pernah liat dia jalan-jalan ma harim,,cantik banget lagi..”plontos

“udah,,biarin aja,, jangan kita yg mulai..”kata gw kalem..”kalo dia yg jual,,ya kita beli..”

“siiiaaappp..kakak pertama..!!”..”lu kira gw kera sakti...!!” wkwkwkwkwk

Lagi asik bercanda,,hp gw bunyi,, nomor baru..

“gw cabut dulu bre,,makasih udutnye..” kata gw sambil pergi keasrama.

“haloo..!!”

“hallo..”gw

“ini kak bayu yo..”

“ie..ini siapa yak..?”

“io mbak, ini kak bayu,,mbak aja yg ngmg..”lah,,malah ribut sendiri..

“hallo...”gw bingung dah..

“halo..!!” gw kenal nih suara,,,

“dimana lu nyet..?”

“mudiik kak,,hehehe..kangen ye...?hahaha..”

“sangat...wkwkwkwk..” tut tut..lah mati...oalah kampret,,kampret...

Gw coba tlpn balik gak bisa, emang susah hidup di pedalaman...
Malam minggu tiba,,monyet entah kemana,,aji sibuk dengan pacarnya,,plontos sibuk dengan gengnya,,roby sibuk dengan motornya,,hendra sibuk dengan onetnya..GW SENDIRIAN OIIIII....!!!
SATRIA BERGITAR


Gw diasrama Cuma baca komik, itu aja dah gw baca berulang-ulang sampe gw bosen. Akhirnya gw nongkrong didepan masjid sendirian, sambil dengerin lagu dari hp. Gw baru inget kalo dikamar sebelah ada gitar, gw ambil lalu nongkrong lagi. Saat asik main gitar, ada 5 motor datang dan parkir di depan masjid.

“lu anak sini ya..?”..siapa nih orang,,??dateng-dateng langsung nanya..gak salam dulu..

“ie bang,,gw sekolah disini..kenapa bang..?” gw coba buat sabar..

“lu kenal ma orang yg namanya bayu gak..?”

“bayu siapa ya bang..?ada banyak disini yg namanya bayu..?” tahan emosi dhonk,,tahan..

“bayu yg katanya jadi boss disini..” tanyanya lagi..”waduh,,yg megang disini kepala sekolah bang..”jawab gw polos..

“kampret lu,,lu mau gw hajar..?” lah..malah ngegas nih orang..”gak bang,,maaf..”kata gw pelan..

“ lu bilangin ma orang yg namanya bayu,,gak usah sok jadi pereman dikota ini..ini kota gw..” sambil melotot-melotot nih orang..

”ie bang..ntar gw sampein bang..”.. mereka langsung balik ke motor. Pas mau naik motor, ada siswi lewat, mereka gangguin tu siswi.

Dicolek-colek, dipegang-pegang sampe nangis tu siswi. Gw yg kebetulan disana gak bisa diam aja. Gw udah sabar dari tadi, nahan emosi. Tapi beda cerita kalo udah ganggu siswa/i disini. Gw maju langsung gw pukul pake gitar tu anak yg nyamperin gw tadi..

DuaakkH..!!!bukk...!!bukkk...!!dreeenggg...!!

Gw hajar dah tuh orang, 5 vs 1 masih sanggup gw. Soalnya gw pake gitar hehehehe..gw gebukin sampe tuh gitar jadi kalung di leher orang tadi.. emosi gw.. akhirnya keributan dilerai sama ustad. Gw disuruh masuk kekamar, sedangkan musuh gw disuruh pergi.

“besok malem, gw tunggu lu dijembatan lematang” kata si bos musuh..”kenapa..??kurang gede kalungnya..??besok gw kalungin pake drum..”kata gw gak mau kalah..akhirnya mereka pergi,,gw langsung disidang sama ustad.

“kamu kenapa bisa berantem dengan mereka yu..?” tanya usatad ma gw..gw cerita kalo tadi ada siswi yg diganggu sampe nangis. “kalo ustad gak percaya, ustad tanya saja dengan adinda” kata gw sambil nunjuk adinda yg ada di belakang pak ustad.” Bener kamu diganggu din..?” tanya usatad..”ia pak,,tadi saya mau keasrama, tapi diganggu sama orang tadi. Untung ada kak bayu yg bantu dinda kabur..”. pak ustad percaya, tapi masih tetap gw yg salah karena main pukul..hasilnya gw kena hukum bersihin wc..hadehh..hansip..hansip..

Setelah gw diintrogasi ustad, semua bubar, gw masuk kamar mau tidur..terdengar ribut-ribut disebelah..”gitar gw mana..??gitar gw ilang..”. upss...gitarnya udah jadi kalung anak sok GG tadi..maafkelah...gw tidur tanpa dosa.

Minggu pagi, gw masih molor..habis sholat subuh gw tidur lagi. Sekitar jam 9 ada yg bangunin gw..”dhonk bangun dhonk..” gw males mau bangun..tapi masih aja dibangunin.. begitu gw melek, didepan muka gw ada kepala tanpa rambut,,reflek..gw jitak tu kepala...”aduuuhh...sial lu dhonk..”umpat plontos sambil usap-usap kepala yg gw jitak..”maafkelah,,hehehe..”gw bangun langsung kebelakang..cuci muka..
“denger-denger lu semalem dikeroyok bre..?”tanya plontos sambil ngasih gw kopi hitam..

“ie..lu tau dari siapa..?” gw
“jangan remehin gw bre,,lu gak papa kan..?” katanya sambil liatin gw dari atas sampe bawah..

“aman bre,,tenang aja..” jawab gw sambil nyeruput kopi..manstafff..

“siapa yg nyerang lu bre..?gak tau lu siapa apa..?” katanya penuh penasaran. Akhirnya gw cerita dari A-Z. “wah...gak salah lagi,,itu anak yg gw ceritain kemaren malem bre..anak orang elit..”..ikutan nyeruput kopi gw lagi..”jadi gimana ntar malem..?jadi konser..?”
“gw males bre..”jawab gw sambil selonjoran dikamar..”jangan gitulah..harga diri bre..harga diri..”plontos menggebu-gebu..”lu dah kasih tau anak laen belum..?” tanya gw sambil udut..”belum,,gw dapet kabar terus kesini..” “ya udah..lu anterin gw dulu..”kata gw sambil ganti baju..”kemana..?” plontos ikutan bangun..”potong rambut.”

Habis asar, gw balik keasrama dianter plontos..”gak usah ajak anak buah banyak-banyak bre..cukup jendralnya doank”pesan gw ke plontos..”siap bos,,gw balik dulu..ntar habis isya gw jemput lu..”

Dimasjid ada beberapa anak yg lagi nyantai dibawah kipas angin, maklumlah..panas..tapi ada yg lebih gw panas lagi..yup..tuh monyet lagi nyetrika seperti biasa..kapan balik keasrama nih anak, pikir gw sambil jalan keasrama.

Gw sengaja lewat masjid biar bisa liat monyet..hehe.. gw jalan pasang wajah pura-pura gak tau ada monyet..

”ciee,,,ngambek cie...hahaha” lah,,,malah gw yg digodain.. “maaf ya,,anda siapa..?” kata gw sambil nunduk, “ciee,,yg ditinggal sehari langsung lupa cie..hahahahaha”..”perlu diruqiyah ni anak” batin gw lgsg masuk asrama, masih gw denger suara monyet cekikikan.

Gw ambil wudhu, trus sholat ashar di kamar, males gw ketemu ma monyet, masih jengkol gw. Habis sholat, gw kemasjid, lah..dah pulang tuh monyet,,siaall...padahal dah gw siapin kerjaan buat dia, nyetrika baju..wkwkwk. terpaksa gw nyetrika sendiri.
Spoiler for dulu cerita ini adalah tugas kampus..serang gw coba buat versi cerbung..:
]

video
Diubah oleh odhonk91
kayak nya seru nih emoticon-Recommended Seller
nitip jejak dlu gan emoticon-Maaf Agan
sekalian emoticon-Rate 5 Star
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
nice.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
LAWANMU BUKAN AKU, TAPI MEREKA


Selesai sholat isya, gw langsung kedepan masjid, plontos, hendra, robi, dkk dah siap diatas motor. Si aji masih mudik, jadi gak tau kalo ada konser. Ada 7 motor siap berangkat, gw nebeng hendra dan langsung ke TKP.

15 menit perjalanan, sampailah kami di TKP, gw lihat jalanan masih rame, banyak anak muda yg nongkrong berpasangan. “dibawah dah rame noh” kata hendra sambil nunjuk kesebelah kiri bawah jembatan lematang. Dari atas, bisa gw liat musuh yg udah nunggu gw. Agak banyak sih, gw liat musuh udah siap konser, ada yg bawa pipa besi, kayu, balok, ada juga yg bawa celurit.

Gw ambil hp, “dimana lu,,??udah diposisi..” tanya gw setelah panggilan diterima..”siiap bos..”..”siiplah,,tunggu aba-aba dari gw..” lgsung gw matiin..

Hendra cs parkir motor agak jauh dari jembatan, biar gak kena amukan musuh. Kami berjalan dengan santai, bisa gw liat wajah-wajah tegang dari pasukan gw. Semua diem sambil nyari kayu buat senjata.” Gak perlu bre,,santai aja dah..” kata gw pelan..yah,,kami berjumlah 14 orang, sedangkan musuh lebih banyak. Mungkin ada sekitar 35 orang.

“wooii,,,masih hidup lu..” gw teriak ke musuh yg gak jauh dari gw.

“gak usah bacot lu, sini kalo berani..!!”

“hahaha,,,gitar gw balikin oi...” gw pancing emosi boss musuh, eh dia malah lari ke arah gw sambil teriak..”hajaaaarrr...!!”..”suuuuiiitttt...” gw siul keras.

Tiba-tiba dari kiri-kanan musuh keluar mahluk setengah-setengah. “ikutan dong cin..” “eke’ juga mau dihajar..”
Musuh berhenti mendadak, saling pandang dan liat sekeliling. Mereka baru sadar, ternyata dah dikepung oleh banban yg berdandan menoorr.. banban mulai mendekat dengan gayanya yg masa allahhuakbar.. ada yg pasang muka mesum, ada yg mainin lidah, ada yg main mata..hiiiihh...serem...!!

Musuhpun kocar kacir, menyebar ke segala arah, saling tabrak dan saling dorong, semua menyelamatkan diri masing-masing. “hhooiii jangan lari lo..!!” gila, suara asli banban keluar. Gw ketawa ngakak liat musuh lari pontang-panting. Hendra cs ketawa lebih keras. Sementar musuh kalang kabut, ada beberapa yg ketangkep, langsung dihujani cumbuan oleh banban, yg dihujani malah meronta-ronta kek kesurupan.

“ampun bang...ampun..gak lagi-lagi gw ikutan konser bang..” kata seseorang yg ketangkep banban,” bang-bang,,panggil gw beb dong ah,,,cup” kata banban sambil mengecup pipi,,yg dikecup nangis,,,wkwkwkwk..ternyata yg nangis adalah bos musuh. Sambil ketawa gw hampiri dia, “udah cukup re” kata gw ke banban yg lagi meluk dia.

“suuuuiitttsuuuuiitt..” si banban tadi langsung bersiul hingga temen selekongnya berhenti mengejar musuh dan mulai mendekat.

“amppuun bre,,ampun,,gw ngaku nyerah ma lu..tolong lepasin gw bre..gw masih normal..gw gak mau ditusbol ma ni mahluk..tolongin gw bre..” rengek si bos sambil nangis. Gw ketawa liat dia. Setelah gw kode ke banban, dilepaslah pelukannya tadi, gw tarik baju si bos..”makanya, jangan sok nantangin gw lu” kata gw pelan,,”ia bre,,ia,,maaf”.

Kasihan juga liat dia, badan gede kekar, kulit putih, badan tegap, dikecup banci nangis..wkwkwkwk

“makasih re,,lu dah bantu gw..” kata gw ke rere, bos banban. “ihh,,biasa aja deh..” katanya sambil nyolek-nyolek gw..”mau bogem mentah lu..” kata gw sambil angkat bogem gw..”ihh,,nggak lah,,eke takut...hehe”..ngakak gw liat tingkah mahluk setengah-setengah. Ngeri-ngeri gimana gitu..hiiii..

Kami dudu-duduk dipinggir jembatan sambil liat orang mancing. Banban udah pada bubar, tinggal bosnya doang ikut nongkrong. Si bos musuh udah diem, gak nangis lagi. Cuma diem sambil ngelap bekas lipstick dipipinya.

“ternoda sudah harga diri gw..”katanya pelan. Gw ketawa denger suaranya yg pasrah.

“kenalin bre, gw rangga” katanya sambil ngajak gw salaman. “bayu” jawab gw sambil angkat tangan. “sekarang sekolah gw milik elu bre..” rangga..”udah.lu pegang aja. Biar sama kek yg laen” jawab gw sambil nunjuk hendra cs. “maksut lu..?”..”lu tanya ma tuh anak dah,,sekalian kenalan..” kata gw sambil bakar udut.

Kemudian rangga nyamperin hendra cs, ngajak kenalan dan minta maaf. “enak aja lu minta maaf...beli kopikop dulu sono..” plontos sok garang. Rangga pergi ke warung yg gak jauh dari tempat kami nongkrong.

“gilla lu bre..punya kenalan mahluk kek gitu..” roby penasaran dengan rere..”tanya orangnya aja noh,,sekalian kenalan..” kata gw sambil nunjuk rere..”hiii..ogah gw..” roby bergidik ngeri..

“ogah apaan lu..?” kata rere dengan suara aslinya..yup..suara cowok tulen..
“lah..kok cowoknya keluar mbak,,eh mas..eh,,”kata hendra bingung.

“gw gak mau kena bogem mentah temen lu..cukup sekali dan terima kasih ”katanya sambil ngelirik gw. “loh,,emng knapa bang..?gimana ceritanya bisa kenal ma kakak pertama..” tanya rangga yg udah balik sambil ngasih kopikop ke gw.

“dulu, gw mangkal disimpang 3, terus ada temen lu sendirian, gw godain,,dia diem, gw colek-colek tetep diem. Terus dia pergi ketempat gelap, gw kira mau gw pake, gw ikuti..eh baru gw mau peluk,,udah dapet bogem mentah..” kata rere sambil ketawa kecut. Yg laen ikut ketawa..”terus..terus bang..?” roby..

“gw kaget kena bogem dadakan, gak sempet ngelak. Terus gw dihajar ma dia, digamparlah,, tinjulah,, tendanglah..ampun dah...terus gw diimasukin di got, terus dikencingin ma temen lu,,sadis dah..hiii..” rere cerita malah kek stand up komedi yg bikin penonton ngakak, gw ikutan ngakak kalo inget kejadian itu, salah sendiri gangguin gw..wkwkwk

Setelah tawa reda, rangga deketi gw..”sesuai omngan gw tadi bre,,sekolah gw punya elu..” sambil nepuk pundak gw..”gw gak mau jadi musuh lu lagi,,bisa-bisa gila gw..wkwkwk”..”serah lu dah..gw balik dulu,,sering-sering lu maen tempat gw..” kata gw sambil pergi,,yg lain ngekor sambil cekikikan..

Perlahan tapi pasti, hubungan gw ma rangga makin deket, dengan temen yg laen juga gitu. Sesekali gw ikut main basket bareng mereka, sesekali juga gw ikutan nongkrong rame-rame di MTQ..terus monyet gimana..?
LESTARI


Setelah 3 hari ngambek, akhirnya gw luluh juga. Yah..selain gw sayang ma dia, dia juga seperti penyemangat gw. Tiap hari kita ketemu, tiap hari bercanda, kadang kirim surat, kadang kirim santet..hehehe

Hingga akhirnya kenaikan kelas tiba,, yah sesuai janji. Gw bakalan nembak dia. Setelah bagi rapot, gw ngajak dia ke belakang asrama, tapi sial,,dia dah dijemput bapaknya..gw nembak pake surat aja dah,,gak laki emang..tpi ya gimana lagi,,keadaan..hehe..Bodohnya, gw nembak pas bagi rapot, pake surat lagi..jadi hari ini gw nembak. 2 minggu kemudian gw diterima..soalnya gw pulkam,,monyet juga mudik,,sedangkan libur sekolah lumayan lama,,2 minggu..nasip..nasip..

Sebelum pulang, gw dah pamit sama anak-anak. Siplontos maksa ikut gw, jadi ya udah,,gw pulang ber 3,,gw,,plontos,,hendra.

Setelah puas gw ajak keliling desa dan menhinap 2 hari, plontos pulang sendiri naek angkot. Gw anter sampe terminal doank. Gw belum balik ke ponpes. Gw masih betah dirumah, menikmati pemandangan kebun teh yg hijau, gunung yg menjulang tinggi, udara yg masih bersih...paket komplit dah.

2 minggu kemudian, gw balik lagi ke ponpes..seneng banget rasanya, setelah sekian lama gw Cuma angkrem dirumah, sekarang gw bebas lagi,,hahaha..gw bebas tapi masih terkekang juga,,tau sendirilah kalo di ponpes..hehehe

Seperti biasa, sehabis sholat isya siswa/i ngatri makanan,, gw ikutan antri sambil nyari si monyet,,kangen banget dah,,,apa lagi gw belum dapet jawaban juga..setelah makan, proses belajar malam masih berlanjut, meskipun baru masuk tapi banyak juga yg perlu disiapin, bukulah, penalah, pensillah,,dan mental juga.. yah sekarang gw udah kelas 3, udah gk ada waktu buat main-main..kata orang sih,,klo gw mah bodo amat..wkwkwk

“ kak,,ada titipan nih..” kata nanto, posloper gw...hehe..sambil nyerahin bungkusan ke gw..”dari siapa tok..” sambil nerima bungkusan..”dari pacar kakak lah..” katanya sambil nyengir.

Gw buka ternyata isinya makanan,,ya udah,,gw makan berdua sama nanto..gw ambil ketas sama pena,,gw tulis KANGEN LU NYET..!! gede-gede,,gw lipet trus gw serahin ke nanto, “kasihin ke mbak lu tok..”hehe,,”mbak...? jadian aja belum...” ejeknya sambil pergi..siall ni anak..

Alhamdulillah,,setelah 2 minggu gw bisa ketemu monyet lagi,,hehe...sekarang gw dah resmi jadian ma dia,,aseeekk..tpi gw tetep manggil dia nyet..bodo amat dah gw dibilangin pacaran ama monyet,,tapi kalo dia monyet,,berarti gw monyet juga donk...!!!

Hari-hari gw seakan lebih ceria dari biasanya, senyumnya,, candanya,, tawanya,, marahnya,,cubitannya,, bikin gw terlena..hahaha.. maklumlah dilanda asrama..eh salah..asmara..wkwkwk..lestari alamku,,lestari pacarku...

Roby, hendra, rangga, plontos juga sering nongkrong di ponpes, kalo aji jangan ditanya mah, dia udah semakan seminum ma gw, seiring sejalan ma gw, dia disiring gw dijalan maksutnya..wkwkwk

Waktu berlalu, bulan berganti. Hubungan gw ma monyet masih baik-baik aja. Sesekali ada cekcok, tapi biasalah. Namanya aja hubungan pasti ada saatnya marahan, cuek-cuekan, terus baikan. Anehnya, kalo udah marahan terus baikan, pasti gw sakit. Entah demam lah, jatoh lah, ada-ada aja dah..

Sampai akhirnya memasuki semester 2, gw dipanggil guru BK. Padahal gw gak ngelakuin kesalahan. Sampainya di ruang BK, gw liat ada monyet dan beberapa siswa/i. Sial..ada apa lagi ini ya allah..

“sudah berapa kali bapak katakan, dilarang pacaran disini..”itulah inti dari permasalahan yg gw hadapi sekarang, yah,,gw yg salah sih,,gak ikuti aturan,,tapi namanya juga cinta,,mau gimana lagi,,hehe..”kalo kalian masih pacaran, bapak akan laporkan ke orang tua masing-masing..”gw diem aja. Gak masalah sih bagi gw. Tpi lain hal bagi monyet,,dia nangis,,takut..

Sebenarnya, gw termasuk beruntung bisa dapetin dia, selain cantik, dia juga berprestasi, juara kelas, juara tartil al-quran se-kota kabupaten, juara ceramah smp se-kota kabupaten. Sedangkan gw,,??gw hanyalah,,hanyalah,,bos preman sekolahan yg bergerak dibelakang layar..beda jauh pokoknya..

Sepulang sekolah, gw nunggu monyet ditempat biasa kita bertemu, masih sendu mukanya, senyumnya yg ceria berubah jadi duka..

“elu gak papa nyet..?” tanya gw setelah dia dateng..”gak tau kak..” hilang sudah senyumnya,,

“hem,,ya udah,,lu pikir-pikir aja dulu,,jangan diambil pusinglah..” gw
“gw sayang banget ma lu kak..sayang banget..”

“gw juga sayang elu nyet..” kata gw sambil menghusap pipinya..

“tapi gw takut dilaporin sama bapak..” katanya sambil terisak..

“udah ah,,jangan nangis lagi,,senyum geh,,senyum..” gw

“kalo kita putus gimana kak..??” katanya pelan..

“jujur,,gw sayang banget ma elu nyet..gw gak mau kita udahan hanya karena masalah kek gini..”

“tapi kalo dilaporin gimana..??apa lagi sekarang udah mau UN..?”

“ya udahlah,,terserah elu aja..”kata gw sambil pergi,,perihh...

gw masuk asrama, ganti baju. Terus keluar masjid, gw liat monyet jalan sambil nunduk. Ya allah,,sedih banget gw,,pengen gw samperin,,tapi gw masih jadi pantauan guru..gw biarin kok ya kasihan..akhirnya gw Cuma bengong liat di jalan...

usai sudah hubungan gw, usai sudah kisah asmara gw. Setelah kejadian itu, ada jarak antara kami, jarang ngobrol,kalo ketemu Cuma senyum-senyum doank. Terkadang ingin mengulang seperti dulu, dimana kami duduk bersama, tertawa, saling menghina..tapi biarlah,,yang lalu biar berlalu..

Sering gw nulis-nulis gak jelas di sekolah, terkadang buku gw habis karena gw sobek trus gw coret-coret. Biasanya gw nulis inisial monyet ma gw.. terus gw tinggal dilaci meja, gak ada faedah banget dah.. anehnya setiap yg gw tulis dan gw tinggal, pasti hilang pagi harinya. Siapa yg ngambil yak..?masa ia ada orang yg hoby ngoleksi sampah batin gw.. Setiap hari gw coba ngelupain dia, tapi gak bisa, gw selalu inget dia. Terkadang gw menyendiri dibelakang asrama,,sambil udut..

Kacau,,hidup gw sekacau-kacaunya.. Tak terasa, air mata menetes perlahan, sendiri menerungi, diujung malam duduk sendiri, perih dihati tak kunjung pergi. untung aja geng gw masih sering ngumpul,,ngasih saran ke gw..entah mengapa, gw bisa se rapuh ini,,biasanya mah kalo putus ya udah,,putus..tapi ini kok beda...biarlah,,waktu yg menyembuhkan lukaku.
TUJUAN


Akhir semester telah tiba, kulalui hari-hari dengan hati hampa, hingga akhirnya UN, US dan Ujian praktek telah tertinggal lama, tinggal menunggu pengumuman lulus tidaknya seorang anak sma.

“bre,,bangun bre..”

Gw masih males melek, tapi masih aja diganggu. Akhirnya gw bangun, gw lihat aji udah pake baju abu-abu dengan coretan-coretan dari cat yg membentuk tanda hati. Oh ia,,hari ini pengumuman.

“kemana ji..?” kata gw setelah cuci muka..”bukannya kita gak boleh corat-coret yak..?” kata gw heran..

“kita udah lulus bre,,bukan siswa lagi.. emang siapa yg bakal ngelarang..hehehe..udah ganti baju lu..ikut gw..”

Dengan malas, gw ganti baju, masih putih belum ternoda. Gw ikuti aji, berjalan perlahan. Keluar kamar, keluar masjid,turun tangga, lapangan basket, sampai akhirnya gw tercengang..

Disana, terkumpul puluhan,,tidak,,tidak..ratusan anak muda dengan seragam putih abu-abu yg telah ternoda. Ternyata seluruh siswa/i sma se-kota berkumpul bersama. Hingar bingar Cumiikkan telinga. Hingga satu suara menggema memberi aba-aba..

“kepada, kakak pertama, hormat grak..!!” suara cempreng yg sangat gw hapal mengejutkan semua yang ada disana. Serentak, mereka menoleh kearah gw dan langsung memberi hormat. Cowok cewek semua sama, menatap gw yg berdiri melongo..suara tawa memecahkan suasana..”kita lulus....!!!!” kata mereka bersama.

Hendra, rangga, roby, dony,dan masih banyak lagi yg berlari menuju arah gw. Diiringi tawa dan canda mereka berlari, memegang kaleng cat beraneka warna,,tercoreng sudah baju dan celana gw. Gw mau lari, tapi ada aji disebelah gw nahan gw. Kamprett dah...

Setelah puas corat-coret, kami keliling pakai motor, berhubung gw gak punya jadi ya nebeng dah..untung hendra jomblo,,jadi gak ada yg bonceng..jalanan jadi macet saat kami lewat, tak peduli sumpah serapah,,kami tertawa melepaskan beban yg ada. Selamat tinggal putih abu-abu.

Selepas isya, kami merapat lagi ke ponpes. Tinggal gw n gang, yg lain udah pada pulang. Begitu sampai dimasjid, gw langsung naek ke atap, diikuti oleh yg lain. “wehh..bagus juga spot disini bre..” plontos bergumam sambil melihat sekitar. Nampak jelas lampu-lampu jalan di kota, bangunan bertingkat menambah eloknya suasana. Ditemani udut yg tersisa, kami bercengkrama bersama.

“gak terasa kita dah tamat sekolah bro..”kata hendra sambil geleng-geleng.

“ padahal kerjaan gw keluar masuk ruang BK. Tapi alhamdullah selesai juga..”

“kita semua sama bro,,kecuali anak elit noh..hahaha” jawab gw sambil nunjuk rangga.

“habis ini mau kemana lu bro..?” tanya rangga.

“gak tau dah,,bingung gw..” hendra

“sama” plontos..

“gw ma roby udah didaftarin polisi ma bokap” aji. Mereka masih ada hubungan darah sih.

“elu dhonk..?” rangga menatap gw yg masih diam memandang sudut kamar asrama. Yup,,kamar monyet.

“gw,,gw mau pulang,,trus tidur,,wkwkwkwk”..”suee lu dhonk..” rangga..

“yah,,kalo gw mah ngejar mimpi kali yak,,hehe”

“emang mimpi lu apa dhonk..?” plontos..”kepo banget lu bre..gw malu mau cerita”

“yaelah,,biasanya juga malu-maluin” wkwkwkwk...”suee lu pada..” giliran gw yg dongkol.

“ eh,,tapi beneran dah,,seekor odhonk mau ngejar mimpinya..?rasanya kok kayak denger anak kecil jadi pilot yak,,,mustahill...wkwkwkwk” giliran aji yg bully.

“ie bener banget ji,,kalo sekarang dah agak sadar ni anak,,waktu smp lebih parah..” tambah hendra

“wah,,sial lu pada,,sengaja bully gw yak,,kompak banget dah..” gw

“wkwkwk,,maklum dhonk,,mimpi lu apaan sih..? nikah ma artis yak,,wkwkwkwk” rangga ikutan bully gw..” bukan bre,, mungkin impan odhonk nikah ma ratu bajak laut..” roby gak mau kalah bully gw..kampret dah..

Saat yg laen ketawa ngakak,,gw Cuma nyengir sambil udut,,suee emang..saat ntawa mereka mulai mereda, sekarang giliran gw yg beraksi..

“sebenernya, impian gw sederhana..gw hanya ingin nurunin jendral dari jabatannya” jawab gw santai..

Bluurrrppp....!! uhhuukk,,,!! Uhuukk...!!

kopi yg diminum hendra nyembur lagi.. aji batuk karena asap rokok yg tak sengaja tertelan, begitu juga dengan roby. Sedangkan plontos wajahnya basah oleh semburan hendra. Semua terkejut dengan omongan gw barusan.

“ sederhana tai kucing,,itu bukan impian lagi bre,,itu bunuh diri..” rangga ngmg sambil melotot...

“ ia,,gw tau..gw dah siaap mati..”jawab gw mantap. “ gw sedih liat negeri ini bre. yg kuat yg berkuasa,,jendral memerintah seenaknya. Tangkap, bunuh, hilang. Seakan-akan, tak ada harganya nyawa warga. Gw pengen merubah itu semua” yg laen pada diem.

“tinggi banget mimpi lu,,awas jatuh..”wkwkwk

“yah,,ini hanyalah mimpi anak desa. Emang tinggi sih,, setidaknya mau gw coba dulu meskipun hasilnya entah gimana.” gw..

“terus caranya gimana bre..?”hendra..

“kalo sendirian mustahil bre..impian gw bisa tercapai kalu sekutu gw lebih banyak dan lebih kuat dari pada musuh gw”

“emang ada yg lebih kuat dari jendral..?”aji

“ada..yg lebih kuat dari jendral adalah kita. Para pemuda bangsa indonesia. Kalau gw bisa ngumpulin pemuda-pemuda yg sepemikiran ma gw, gw yakin, jendral akan turun dari singgasananya..” gw “ coba lu bayangin bre,, gak perlu muluk-muluk. Kalo orang sebanyak tadi (pelulusan), demo disekolah nuntut kepala sekolah mundur, kepala sekolah mau nurut gak..?” tanya gw sambil menatap satu persatu wajah sahabat gw. Nampak mereka berpikir sambil mengeluarkan asap di kepala.

“ tapi sekolah kan beda dengan negara bre..” plontos. “ kan perumpamaan botak..” kata gw sambil jitak kepala plontos.

“ bisa aja sih..tapi pertanyaannya, kita mau ngumpulin orang sebanyak itu gimana ceritanya bre..?” rangga.

“ emng gw ngumpulin orang-orang tadi,,? Emang gw kenal orang tadi..?” gw balik nanya sama rangga. “enggak..” jawabnya sambil geleng..” yupz,,gw gak kenal dan gw gk ngumpulin mereka, gw hanya kenal sama lu pada, dan kalianlah yg mengundang mereka kesini.”

“ ohh,,,begoto,,,mulai paham gw dhonk..” hendra sambil manggut-mangut, yg lain juga ikutan.

“gw punya rencana, tapi gak bisa kalo gw pake disini, jadi gw harus pergi ke kota yg lebih besar, palembang misalnya.”

“lu yakin berjalan 100% bre..?”

“yah,,gw belum tau. Soalnya belum gw coba”

“kayaknya lu dah tambah gila dhonk..” roby.

“lah,,baru tau lu bre,,??kemana aja lu..wkwk?negara kita butuh orang gila untuk ngelakuin hal yg gila juga.. dan biasanya, orang gila hanya akan berkempul bersama orang gila juga..ya kek kita ini..wkwkwk” jawab gw sambil ngakak.

“kalau bukan kita yg merubah, siapa lagi..? kalau para pemuda hanya mikir tawuran terus, hura-hura, bisa gulung tikar nih negara,,hahaha..” yg lain pada nyengir doank sambil malu-malu.

“gw boleh ikut bre..?”, plontos,, ” yah boleh lah bre,,sebenarnya gw berharap lu semua pada ikut. Biar gak pusing nyari sekutu yg sehati ma gw..wkwkwk..”

“gak nyangka lu punya pemikiran kek gitu dhonk..jujur..gw sangat terkejut..dan gw jadi membara denger khotbah lu tadi..”rangga.

“gw pengen ikut sih,,tapi gw ma roby udah terlanjur didaftarin polisi,,jadi mngkin gw Cuma bisa dukung lu bre..”aji ngmg sambil menatap langit tak berbintang,,gelap,,

“gw juga bre,,maaf..” roby menunduk,,,ambil udut..

“ tenang aja bre..gw malah seneng lu jadi polisi,,bisa jadi mata-mata gw..wkwkwk”

“terus rencana lu sekarang apa dhonk..?” hendra

“yg jelas, gw harus pindah ke kota yg lebih besar, mungkin gw kuliah di palembang..” gw

“ya udah,,gw ikut juga,, gw disuruh kuliah,,sebenernya males..tapi kalo ada elu, gw ikut,,hehehe” hendra

“gw gak maksa kalian buat ikut ide gw..gw hanya cerita..tapi kalo mau ikut ya gak papa..hehe”

“ya sama aja dodol...hahaha...gw ikut juga, gw dah lama disuruh pulang ke palembang, ortu gw disana..”

siip..dengan ikutnya rangga, maka sahabat gila ane ikut semua.

“okslah,,sebulan lagi kita kumpul disini, kita bareng aja ke palembang,,” ucap gw sambil rebahan,,” besok gw mudik dulu bre,,inget..komunikasi penting,,jadi kalo ada apa-apa kasih kabar..”. tapi gak ada jawaban, mungkin dah ngantuk nih anak-anak,,akhirnya kami tidur disana, beralaskan atap masjid, dan beratapkan langit yg gelap.
profile-picture
fadlost26 memberi reputasi
emoticon-Toast lanjutkan gan, baru mau di mulai nih kek nya yg seeu2 emoticon-Shakehand2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
PENYUSUP


Dinginnya angin pagi membuatku enggan beranjak dari kasur + selimut yg membalut tubuh. Setelah pelulusan dan mudik, gw hanya rebahan doank dirumah. Sesekali keluar main kerumah tetangga, kerumah hendra. Sesekali juga dia maen ketempat gw, kadang nginep malah.

Hari ini gw udah janjian ma hendra mau ke kota sebelah, ngambil ijasah sambil menyusun rencana. Pukul 08.00 gw otw ke rumah hendra. Sejam kemudian kami pergi naik motor berboncengan.
Setelah sampai, gw langsung dianter keponpes, hendra juga lgsung pergi kesekolahnya. Suasana ponpes yg sepi membuat kesan tersendiri. Gw masuk keasrama, ganti baju kemudian bergegas ke sekolah.

Setelah ijasah ditangan, gw berpamitan dengan guru dan beberapa siswa/i yg lain. Maklumlah, entah kapan kami akan bertemu lagi.

“jangan bolos terus tok, inget ortu lu nyari duit susah” pesan gw ke nanto. Mantan posloper gw..” ia kak..maaf kalo ada salah kak” katanya sambil mengulurkan tangan. Kamipun bersalaman.

“gw juga ya tok,,maaf kalo udah sering nyuruh-nyuruh lu” kata gw sambil senyum.

“ia kak, gk papa kok. Oh ya..masih sama mbak kak..?” yaelah masih inget aja nih anak ma monyet..” udah lama gak kali tok..”gw..”ia tah,,kok gak tau yak..?” katanya sambil makan buah alpokat yg gw bawa dari rumah. “ mbak masuk sma mana tok..?” tanyaku sembari menghisap udut. “sma 4 kak.. wajar sih masuk sma unggulan, soalnya pinter”.

“ sma 4 bukannya sekolahnya si rangga yak?” kata gw dalem hati, entah mengapa gw ada ide dadakan, segera gw ambil hp lgsg gw tlpn si rangga.

“elu dimana bre..?” tanya gw begitu panggilan diterima.

“dirumah, elu dimana..?”

“gw diasrama. Jemput gw yak..” gw..”oksdah,,gw kesana sekarang” kemudian panggilan dimatikan. Sambil menunggu rangga gw ngobrol ma nanto, sesekali bercanda sambil menyapa penghuni asrama yg sedang ambil jatah makan.

“gw cabut dulu tok, jemputan gw dah didepan.” Kata gw sambil berdiri..” oh ia,,nitip salam buat bonyok lu”..”okslah kak,,nitip salam juga buat embak..hehe” ah,,suee ni anak..udah dibilang gw udah putus masih aja diingetin..

“sendirian aja lu dhonk..?” kata rangga saat gw datengi..” ie,,aji dah kemaren ngambil ijasah..” kata gw sambil masuk ke mobilnya.

“lu dah makan..?” rangga

“belom..”

“ya udah,, kerumah gw aja, kebetulan mama gw pulang,,tadi da masak banyak..”

“okslah..” kata gw sambil sms hendra..”gw dirumah rangga”.

Sampailah kami dirumah rangga yg lumayan wah, maklumlah ortunya banyak duit. Ayah pengusaha, ibunya dosen di palembang, entah di kampus mana.

“ma, kenalin temen rangga..” katanya sambil menghampiri seseorang yg tengah duduk di sofa sambil menonton drakor. “bayu tante..” kataku sambil mencium tangan ibunya rangga.

“oh,,jadi ini yg sering diceritain ma kamu ngga?” ucapnya dengan nada ramah. Kampret nih anak,,jangan-jangan cerita tentang rere..kata gw dalam hati..

“ia ma, dia juga mau kuliah dipalembang” ucapnya sambil duduk disebelah ibunya.

“oh ya,,mau kuliah dimana..?”

“belum tau te, nanti mau lihat-lihat dulu” kataku sambil ikut duduk di sofa.

“ikut masuk di muhammadiyah saja, biar rangga ada temennya. Ibu juga ngajar disana” katanya sambil mengambil brosur yg ada dibawah meja dan memberikannya kepadaku.

“bentar tante buat minum dulu”.

Brosur tadi lgsung gw baca, banyak jurusannya. “lu ambil paan ngga..?” kata gw sambil melihat rangga yg asik nonton anime. “matematika bre..”..gw baca lagi brosurnya, “bagaimana,,? Dah pilih amu masuk jurusan mana..?” kata nyokap rangga sambil meletakkan nampan diatas meja.

“belum tau te, nanti tanya orang tua dulu..” kataku sambil meletakkan brosur dimeja. “bagus itu, restu orang tua itu penting.” Katanya sambil mengambil minum diatas meja..”silahkan diminum, mumpung masih hangat”. Terlihat ada kopi dan cemilan, tanpa pikir panjang ku ambil kopi dan kuseruput perlahan,,maknyuuss...!!

Kemudian kami ngobrol ngalor ngidul, ku kira orang kaya seperti nyokap rangga enggan berbicara dengan orang miskin sepertiku. Ternyata dugaanku salah, ibunya rangga tak seperti itu, ia baik, ramah, dan juga sedikit humoris.

Ibunya juga cerita kalau inginjalan-jalan ke kebun teh, tapi karena pekerjaannya niat itu belum bisa diwujudkan.

“makan dulu kita bre,,ntar lagi ngobrolnya..” kata rangga yg sedari tadi diam mematung menonton tv.
Setelah makan, rangga mengajakku kekamarnya.

“gila lu bre..lu apain nyokap gw,,?” katanya setelah menutup pintu.

“lah,,gw gak ngapa-ngapain kok..emng kenapa..?” tanya gw heran

“nyokap gw gak pernah ngobrol kek gitu. Bahkan temen-temen gw takut kalo gw ajak maen kerumah. Dikampus juga dianggap dosen killer..”

“beneran lu ngga..?”

“bener dah,,baru kali ini gw liat nyokap gw akrab dengan temen gw,,lu pake pelet kah..?” katanya sembari menyalakan tv dan ps.

“dih,,ngapain pake gituan...mungkin nyokaplu kasihan ma gw..”

“ia yak,,wajah lu kan wajah-wajah memelas..hahahaha..”..”suee lu ngga..” kataku sambil melempar bantal kearahnya.

“eh..lu masih ada kontak anak sma lu gak..?” tanya gw sambil mengabil stick ps.

“ada, kenapa bre..?” tanyanya tanpa melihatku. “gw pengen ketemu seseorang” jawab gw..

“siapa,,??pacar lu..?”

“bukan, mantan gw”

Rangga menghentikan permainannya, kemudian menoleh kearahku “ ngapain lu cari mantan..? ngajak balikan kah..?” tanyanya heran

“pengen ketemu aja, gw mau minta maaf ma dia” kataku sambil menyenderkan badan didinding. “lu tau sendiri, gw udah ada rencana kedepannya. Dan rencana gw pasti akan banyak rintangannya, nyawa taruhannya. Gw gak mau merasa bersalah selamanya ma dia”

“kan bisa sms atau tlp bre..?”

“gw gak tau nomernya..” kata gw lesu

“terus lu mau apa..?”

“gw pengen ketemu ma dia, makanya, gw nlpn lu tadi.”

“yaelah,,tinggal lu samperin dia disekolahnya kali..”rangga

“mana bisa dodol,,sekolah lu kan elit..masak ia gw asal nyelonong masuk aja.. bisa-bisa digebukin satpam gw” kata gw sambil menyalakan udut.

“hehe..ia yak..ya udah ntar malem aja kita kesana..” katanya sambil melanjutkan lagi game yg tadi.

“lah,,sekarang ajalah,,ntar sore gw pulang ma hendra..”

“sekarang masih jam belajar dodol..” jawabnya sambil beranjak membuka jendela kamar. “lu nginep sini aja ma hendra..”

“siiap bos..” kata gw sambil mengambil hp dan menelepon hendra.

Malam harinya, selepas sholat isya, gw ma rangga pergi menuju sekolah. Hanya kami berdua, si hendra sedang sibuk pacaran, plontos sibuk latihan karate, aji ma roby dah ikut seleksi polisi di pulau seberang.

“ lu tunggu aja, biar gw ngmg sama satpam” ucapnya saat kami sampai digerbang sekolah. Kemudian dia turun membawa makanan yg kami beli dipinggir jalan tadi. Tak lama kemudian, dia masuk mobil lagi, dan langsung melajukan mobil di parkiran.

“pakai nih..”seraya melempar almamater berlogo sekolah. “bau amat baju lu bre,,” kata gw protes,

“yaelah,,mau ketemu gak..?” katanya sambil keluar dari mobil.

Kemudian kami masuk ke halaman sekolah, besar juga nih sekolah batinku berteriak, beda jauh ma ponpes gw. Bangunannya tingkat semua, ditengah-tengah ada lapangan basket, volly, dan juga bulu tangkis. Terlihat masih banyak siswa/i dikelas, “buseeet..doyan amat nih anak jam segini masih belajar” gumam gw perlahan. Kemudian rangga berjalan ke arah barat, gw ngekor aja, orang gw gak tau..hehe..

Lama kami berjalan, berjalan menyusuri tiap kelas. Hingga sampailah kami di sebuah bangunan yg bertuliskan asrama laki-laki. “lu tunggu disini aja bre, gw masuk bentar..”..tanpa jawaban, gw duduk di bangku depan asrama. 10 menit kemudian rangga keluar. “mantan lu ada di perpus..” katanya sambil berjalan.

“ kok lu tau bre..??” gw

“yaelah,,lu bego apa bego sih bre,,ini kan wilayah gw, jelas gw taulah..”rangga menepuk jidatnya, gw nyengir malu. “jangan lupa pake masker lu”.

Sampailah kami disebuah ruangan yg bertuliskan perpustakaan, kami masuk, tak jauh beda dengan dikelas tadi, disini malah lebih banyak peghuninya. Gw pura-pura nyari buku sambil celingak-celinguk nyari monyet, rangga ngikutin gw sambil jaga-jaga, kali aja ada yg mergokin kami berdua.

Sekilas gw liat seseorang yg gw cari, dia sedang duduk sambil membaca buku, entah buku apa. Disebelahnya ada seorang cowok yg ikutan baca buku, dan disebelahnya lagi kosong, cepat-cepat gw langsung berjalan ke arah bangku itu.

Gw duduk disebelahnya, dia gak sadar kalau ada gw disana. Ingin gw sapa, tapi ini diperpus, ntar kena marah + ketahuan kalo gw bukan siswa sini. Gw ambil buku dan pena ditas yg gw bawa dari rumah rangga.

“pa kabar nyet..?” gw tulis dibuku sebelah kiri dan gw geser kesebelah, dia kaget, terus baca..

“sehat” jawabnya dilembaran sebelah kanan,

“alhamdulillah kalo gitu..”

“ia”

“bapak/ibu sehat..?”

“alhamdulillah” ya allah,,sadis amat yak,,singkat padat jelas. Gw muter otak mau ngomong apaan.

“maafin gw nyet”

“sama-sama”

“nyet..”

“hem”

“dhonk..” bisik rangga

“hem”

“gw lupa ngmg sama elu”

“paan?” kata gw tanpa menoleh ke rangga

“jam 9 gerbang ditutup, gak boleh keluar lagi” gw liat kedinding dah lewat jam 9.

“bego dipelihara..” kata gw agak keras.
“ssttttt....!!!” seluruh mata menatap gw, mampus dah..!!

“ tunggu bentar..” bisik gw kerangga.

“nyet, gw tau gw banyak salah ma elu. Jadi wajar kalo elu tinggalin gw. Gw terima. Maaf nyet..bukannya gw mau ganggu kehidupan lu, gw hanya pengen liat lu terakhir kali. N makasih udah mau jadi temen gw. Semoga mimpi lu bisa tercapai. Aamiin”. Gw sodorkan lagi buku tadi, dia menoleh ke gw, gw buka masker dan tersenyum..

“ooii...siapa lu..???!” teriak cowok yg disebelah monyet..

“siial..ketahuan..lari bre..” kata gw sambil bergegas keluar, rangga ikutan lari. Kami berlari sampai keparkiran, langsung masuk mobil dan cabut. Bener kata rangga, gerbang dah ditutup..sial..sialll..sialll...!!

Gw keluar dari mobil langsung kepos satpam, “permisi pak, kami mau keluar” kata gw ke satpam yg jaga.

“kamu siapa? Gak boleh keluar kalo gerbang sudah ditutup”

“saya anak baru pak, tadi saya lupa ngambil baju buat besok pak”

“ambil saja saat subuh, kalo sekarang gak bisa lagi..”

“oh begitu ya pak,, pak,,bapak tau siapa saya..?” gw

“enggak, emang kamu siapa..?”

“saya penyusup pak..” kata gw terus lari kearah pagar, panjat dan lompat..

satpam ikutan mengejar, karena gerbangnya dikunci jadi terpaksa buka pintu gerbang dulu. Dibelakangnya rangga da gas mobil pelan-pelan, begitu gerbang di buka, gw lari kearah satpam, gw peluk erat-erat sampai mobil rangga keluar. Gw lepas pelukan gw kemudian lari kearah mobil...

“bocah edan..!!” teriak satpam tadi.

“hahahahaha...gila lu dong,,bener-bener gila..” kata rangga saat gw udah di dalam mobil.

“bodoh amat” jawab gw sambil mengatur nafas.

“jadi gimana tadi..?” katanya kepo,,

“gw da putus ma dia”

“elu yg mutusin..?”

“ia lah,,gw mutusin nerima kenyataan kalo sebenernya gw diputusin ma dia”
“wkwkwkwkwk...gila-gila...” rangga ngakak sambil melajukan mobilnya.

Esoknya, jam 09.00 hendra jemput gw dirumah rangga, setelah pamitan dan sedikit basa-basi dengan nyokapnya rangga, gw pulang kampung.

Sebenarnya, gw diajak ke palembang, tapi gw belum cerita ma ortu gw, jadi terpaksa gw tolak halus permintaan nyokapnya rangga. Tapi gw janji akan ngasih kabar ke rangga kalo gw udah laporan sama ortu.
profile-picture
fadlost26 memberi reputasi
makasih update nya bre emoticon-Toast
PALEMBANG


Seminggu sejak kepulangan gw dari ponpes, gw bersiap-siap mau ke palembang. Alhamdulillah ortu setuju gw kuliah disana. gw, hendra, plontos dan rangga da sepakat bakalan kuliah dikampus yg sama, meskipun jurusannya beda-beda.

Gw dan hendra ambil bahasa dan sastra, plontos matematika, dan rangga gak jadi ambil matematika, tapi berubah menjadi ekonomi. Hari ini gw siap berangkat, bersama hendra tentunya, naik bis. rangga dah duluan, mau daftarin kami ber 4, plontos hari ini juga berangkat.

Sesampainya di palembang, kami turun di loket, nunggu rangga jemput. Untung aja gw punya kenalan anak orang tajir, jadi gak perlu bingung mau kemana kalo da nyampe palembang. Setengah jam menunggu rangga datang pakai mobil, maka kami bergegas masuk mobil dan pergi ke rumah rangga.

“plontos da nyampe bre..?” tanyaku pada rangga.

“udah dari tadi nyampenya,,sekarang masih molor dirumah” jawab rangga.

Begitu sampai di rumah rangga, gw ma hendra melongo, baru kali ini gw liat rumah orang kaya, pagar tinggi, rumah 2 tingkat, ada kolam renang, maklumlah, gw orang desa,,jadi masih katrok..wkwkwk

Kamipun masuk, sampainya didalam gw clingak-celinguk, ni rumah apa istana..? batin gw..hendra lebih heboh lagi waktu liat aquarium isinya ikan arwana yg lumayan besar.

“bre,,kita bakar aja yuk..?” katanya sambil mengelap air liur..

“ ie,,sekalian lu juga gw bakar..wkwkwk” rangga yg jawab, gw ketawa doank,,

“bonyok lu kemana ngga..?” kata gw sambil berjalan ke arah sofa,

“ bokap ma nyokap lagi keluar bre,, ntar juga balik..kekamar aja dah,, sekalian bangunin plontos..” yaelah,, baru juga gw mau duduk.. setelah itu, gw ikut rangga ke lantai 2, hendra masih aja plonga-plongo.

Di kamar rangga, plontos masih tidur di lantai, gak pake baju, ngorok, ngiler lagi,,paket komplit dah,,

“ ssttt..!!” bisik gw sambil berjalan pelan ke arah plontos. Gw ambil botol minum di tas gw, gw buka, gw masukin ke mulut plontos yg terbuka lebar...

“glokglokglok...”...“glokglokglok...”

gw tutup mulut nahan tawa, hendra dan rangga ikutan, heran nih anak, masih gak bangun juga. Rangga keluar kamar, ambil garam, kemudian dimasukin ke mulut plontos.

“glokglokglok...glokglokglok...uhuk,,uhuk..huuuueekkkk..”

wkwkwkwk.. tawa kami pecah liat plontos yg dikerjain.

“siiiall lu pada..” teriaknya,,wkwkwk..

“lu tidur apa latihan jadi mayat..? susah amat dibangunin..” kata gw sambil ikutan buka baju,,panas.. biasa didaerah dingin, trus didaerah panas rasanya nona-nona,,wkwkwk

“istirahat dulu aja bre,, ntar malem kita acara” kata rangga seraya ngidupin ac..

“ dari tadi kek..” umpat plontos sambil ngelap ilernya yg netes kelantai.

Selepas adzan isya, gw bangun. Mandi lanjut sholat. Rangga cs gak ada dikamar, mungkin dibawah pikir gw, gw turun masih pake sarung. Kebiasaan di ponpes.

Di bawah lagi rame, kirain ada apaan, ternyata rangga sedang ngerayain ultah, soalnya lagi nyanyi happy brithday to you(l) dan banyak tamu dengan pakaian rapi. Begitu gw turun tepat di anak tangga terakhir, semua mata melihat ke arah gw.. gw heran,,kok gitu amat liat gw..

“ wkwkwk....hahahah..”..

” abis sunat lu bre..?” teriak seseorang dikerumunan, gw langsung liat kebawah..kamprettt...!! gw masih pake sarung + kaos doank..

” maafkelah” kata gw malu sambil lari keatas, sumpah malu-maluin aja dah,,mana rangga gak ngmg kalo ada acara lagi,,siaallll....!!

Gw gak berani keluar, diem aja dikamar nonton tv. Mau keluar malu, gak keluar malu juga, masa ia yg punya rumah lagi ada acara gw dikamar aja.. tapi bodoh amat dah,, gw dah gak ada muka mau ketemu mereka. Tapi seseorang manggil gw dari luar..

“donk,,!! Oi donk..!!” setelah pintu dibuka ternyata ada rangga,

“siall lu bre,,kok gak bilang-bilang lu ultah..? kan gw gak tau kalo ada acara segala..”

“lah, tadi kan gw dah bilang kalo kita ada acara..”

“ya gw kira acara jalan-jalan,,kalo tau gitu mah, gw gak tidur aja tadi,,kampret lu bre..”

“wkwkwk,,ya maaf bre,,ya udah turun yok,,di cariin mama noh..”

“malu bre..” gw

“tadi aja udah malu-maluin,,wkwkwk,,biasa aja dah,,”

“bentar, gw ganti dulu,,” kata gw sambil berjalan menuju tas.

Ternyata acaranya dah selesai, jadi da banyak yg pulang. Tinggal beberapa orang yg masih ada di ruang tamu. Gw liat plontos ma hendra lagi duduk di sofa sambil nahan tawa, sedangkan di sampingnya ada bonyoknya rangga. Gw langsung kesana dengan wajah merah nahan malu.

“ om,,te..” kata gw sambil mengulurkan tangan buat salaman.

“ jadi,,kamu beneran baru sunat ya..?” tanya bokap rangga seraya nahan tawa,

“eh engga kok om,,” jawab gw sambil garuk-garuk

“hahahahaha,,hahahahah...wkwkwkwk”

pecah sudah tawa mereka,, bahkan bonyok rangga ikutan ketawa.
Gw Cuma bisa duduk diem,,sambil ngaca dimarmer,,

“ maaf om,,tante,,tadi dah buat malu di depan tamu-tamu” kata gw setelah tawa mereka mereda..

“ udah,, gak papa.. malah saya senang, ada hiburan geratis..hahahaha..” masih aja ketawa nih bapak-bapak..

” udah pa,,kasihan bayu..” nyokap rangga menghentikan tawa mereka semua.

“ lucu juga temen kamu ngga, tinggal disini aja yu, biar rangga ada temennya..” katanya setelah mengusap air mata yg keluar saat tertawa tadi.

“ hwaduh,,makasih om,,tapi kayaknya saya mau ngekos aja om, bareng hendra dan plontos” gw

“plontos...?? siapa plontos..?” tanya bokap rangga

“saya om,,” jawab plontos sambil angkat tangan,

“wkwkwkwk,,hahahaha,,” tawa kembali pecah di ruangan tamu,

“hadeh,,ada-ada aja anak muda sekarang, nama bagus-bagus kok mau dipanggil plontos...” kata bokap hendra,

“ kerjaan odhonk itu pa..” kata rangga yg duduk disebelah gw..

“ odhonk,,?? Siapa lagi itu,,?” kali ini nyokap rangga yg kepo..

Hendra, rangga, plontos nujuk gw bareng,,

“hahahahah,,wkwkwk,,” pecah lagi tawa mereka..

“kok bisa kamu dipanggil odhonk yu,,?” tanya bokap rangga disela tawanya.. gw melotot ke arah plontos dan hendra, soalnya hanya mereka yg tau cerita gw.

“ia yak,,kok gw belum pernah denger ceritanya..?” tambah rangga,

“ dulu lu belum kenal ma gw, jadi lu gak tau dan gak perlu tau” jawab gw..

“ayoolah,,cerita sama om,,,om penasaran..”..”tante juga” hadeh,,,sekeluarga kepo semua...

“ayoolah bre,,,itung-itung ngasih kado buat gw..” kata rangga sambil main mata ke gw..

“bentar om,, hape saya ketinggalan di atas, saya ambil dulu. Takut orang tua saya tlp” kata gw mencoba mencari celah buat kabur.. tapi rangga dengan sigap narik tangan gw, jadi gw duduk lagi dah..

“dulu waktu smp,,” plontos yg mulai buka aib gw,,

” eh,,tos..lu mau gw ceplokin telor lagi..?” potong gw,,

” bodoh amat..” jawabnya..

” elu mau apa dah,,?gw turutin asal gak buka aib gw..” sambung gw,,gw da cukup malu-maluin hari ini,,jgn lagi ditambahin dah..

“panggil gw donny, jangan panggil pelontos lagi” jawab plontos..

“deal” kata gw sambil tos persahabatan. Bonyok rangga geleng-geleng lihat tingkah kami berdua..

“dulu, waktu smp..” hendra..

” lah,,kok lu cerita ndra..?” tanya gw sambil melotot liat hendra..

“ lah,,yg gak boleh cerita kan donny,,bukan gw..jadi ya gak pap lah gw cerita,,ya gak om..?” tanyanya ke bokap rangga.

“ya gak papalah,,om juga penasaran ma cerita kalian..”

Maka turun sudah harga diri gw, tercoreng sudah nama gw, gara-gara si hendra cerita dari A-Z bonyok rangga ikut-ikutan manggil gw odhonk.. hansip,,hansip.. sial amat gw hari ini..diketawain mulu,,,
AMPERA


Esok harinya, kami ke kampus untuk daftar ulang, soalnya nyokap rangga dah daftarin kami duluan. Setelah itu, kami keliling kampus, lihat pengumuan di mading, sekalian cuci mata. Capek keliling kampus, kami jalan-jalan keliling kota palembang. Kami ber- 3 diajak muter-muter sama si rangga, maklumlah, dia anak sini,, kami ber-3 baru kali ini menapakan kaki di jembatan ampera.

Sore hari kami pulang, kebetulan ada bokap rangga sedang santai di dekat kolam ikan..

“nyantai aja om..” sapa gw pelan,

“eh kamu donk,, ia nih,, mumpung lagi ada di rumah.. jalan kemana tadi..?” tanyanya setelah liat kami ikutan duduk di pinggir kolam ikan.

“muter-muter om,,cuci mata..hehe..” donny

“haha,,ada yg kecantol..?”

“ada om,,nih,,dapet satu..” kata hendra sambil mengangkat ikan yg ditangakapnya,

Bletakk...!!

gw jitak aja dah,,ndeso amat nih anak..
“hahaha,,kalian ini ada-ada aja tingkahnya..oh ya,,gimana tawaran om semalem,,? Mau kan tinggal disini..?”

“maaf om, kayaknya gak bisa om. Nanti ngerepotin om dan tante. Kami ngekos aja om, tadi juga da liat-liat kosan yg deket kampus” gw

“yah,,sendirian lagi gw donk..!!” rangga

“elu kan bisa maen kekosan gw bre..”

“gw ikut ngekos aja dah..” manja juga nih anak..

“ ngontrak rumah aja, biar bisa rame-rame, kebetulan ada rumah temen om yg deket kampus kalian. Kalau mau, nanti om tanyain ke temen om..”

“mahal gak om,,?” hendra

“ya kan belum ditanyain,,gimana toh ndra..”

“hehe,,ia yak...hehe”..

Bletakk...!! “ aduh..!” nih anak asal nyeplos aja gw jitak dah.

“ kalian kan bisa patungan bayarnya, atau mau om bayarin semuanya..?”

“iya om,,bayarin sekalian..” hendra..”bletaaakk...!!”

“ kan lumayan bre,,” donny “ bletoookk...!!” nih anak gak ada sopannya dah..

“ maafin temen saya om, mungkin belum puas makan bangku sd..hehe” “bletaakk..!!” “aduh..” giliran gw yg dijitak rangga.

“haha,,kalian sama aja rupanya..wajar rangga nempel terus ma kalian..hahaha.. ya udah,,kalian istirahat dulu,,om mau tlp temen om dulu..” sambil beranjak masuk ke rumah.

Kami pun ikut masuk, tapi langsung ke kamar rangga. Mandi, sholat dan istirahat.

“ bre,,gw minjem motor yak,, gw mau beli udut” gw

“pake aja dah,, kuncinya di laci depan” rangga

“gw ikutan donk” hendra.

Setelah ambil kunci dan ke garasi di samping rumah, gw nyerahin kunci motor ke hendra.

“ elu yg bawa ndra”

“lah, gw gak bisa motor kopling donk”..

” yaelah, preman bisanya motor matic doank” ejek gw sambil naik motor yamaaf bysoll.. hendra nyengir doank sambil bonceng.

Gw inget ada minimarket di depan, gw langsung gas dah, pelan-pelan sambil lihat pemandangan kota yg sesak.

Setelah beli udut, gw ma hendra gak langsung pulang, tapi muter-muter dulu. Setengah jam kemudian, niat gw mau pulang, tapi malah nyampe di jembatan ampera, sedangkan rumah rangga berada diarah berlawanan.. langsung aja gw puter balik tepat ditengah-tengah ampera..

Tiiiiiiinnnn...!! tinnnnnn....!!

“oiii...Gile..” teriakan dan suara klakson berbarengan dari kendaraan belakang motor gw...”bodo amat” kata gw sambil tarik gas kenceng-kenceng.

“kita nyasar ya bre..?” tanya hendra sambil gemetaran.

“kayaknya ia bre..” jawab gw sambil mengingat-ingat jalan,

“bisa pulang gak kita bre..?” hendra..

”gak tau..” jawab gw sambil terus tarik gas. Lumayan lama kami tersesat di kota, gw gak bawa hp juga, ampun dah.

Perasaan jalan dikota sama semua.. hingga akhirnya gw liat ada angkot dengan warna cream, gw inget tadi didepan rumah rangga ada mobil dengan warna yg sama melintas. Gw deketi, gw baca, pak jo-ampera, alhamdulillah..akhirnya bisa pulang walaupun ngikuti angkot,,hehe..

“ elu beli rokok dimana bre..? di lahat ye,,?” donny

“odhonk ni,,ngajak muter-muter malah nyasar ke ampera” gerutu hendra.

“hehe,,sesekali bre..”

“sesekali mata lu budeg,,untung aja kita bisa pulang, kalo gak bisa pulang gimana coba,,?” hendra

“tidur di ampera bre,,wkwkwk” gw

“nyantai aja ndra,,toh sekarang lu udah dirumah” rangga

“ tau gak bre, pas ditengah-tengah ampera nih anak maen puter balik langsung, untung gak ditabrak dari belakang,,geblek emang ni anak..” kata hendra sambil dorong kepala gw..yg laen ketawa

“anjiiirrr,,,kalo itumah beneran gila lu dhonk,,untung gak ada polisi..wkwkwk”

“lah,,kalo ada polisi,,sekalian gw tanyain jalan pulang bre..” gw jawab sambil menikmati udut dan secangkir kopi yg disiapin rangga..

“ogah lagi gw ikutan elu donk..cukup sekali dan terima kasih..wkwkwkwk”
Saat sedang enak-enaknya ngopi + ngudut, bokap rangga ikutan nyantai di luar.

“dari mana lu dhonk..?”

“eh om,,tadi dari ngajak hendra jalan-jalan,,hehe”

“ngajak mati ia,,” hendra masih aja uring-uringan,,

“hahaha,,oh ia,,om tadi tlp temen om yg punya rumah tadi, katanya disewakan 10 jt setahun, gimana mau gak..?”

“murah atau mahal itu om..?”

“ya gak tau,,kita lihat aja rumahnya,,gimana..?”

“ia dah om,,kita lihat aja dulu..” hendra

“ya udah,,yuk..?”

“sekarang om..?” donny

“ntar,,nunggu kamu nikah,,hahaha” bisa juga ni bandot tua..
MARKAS BARU, TEMAN LAMA


Maka berangkatlah kami ber-5. Rangga nyupir, bokapnya di depan. Gw dibelakang ber-3. Agak jauh dari rumah rangga, berhentilah kami di sebuah rumah minimalis. 2 kamar tidur, 2 wc, ruang tengah, ruang tamu, dapur. Yah lumayanlah..

“gak salah harganya segitu om..?” tanyaku setelah muter-muter rumah.

“ kalau orang lain bisa lebih mahal yu,, tapi temen om kasih murah buat rangga..gimana,,?kalian mau tinggal disini..?”

“mau om,,” hendra..”gw juga..” donny..” gw ikut aja dah..” gw..

“ya udah sekarang kita pulang aja dulu,,nanti biar om yg urus sisanya..”

“ia om,,makasih banyak om,,dan maaf dah ngerepotin om..”

“sama-sama, tapi nanti sering-sering main kerumah ya,,”

“siap om” jawab kami barengan.
Esoknya, setelah berpamitan dengan bonyok rangga, kami pergi kekontrakan nurunin barang terus ke kampus lihat-lihat pengumuman untuk MABA.

Terpampang jelas dimading jadwal OSPEK yg akan dimulai 1 minggu lagi, sepertinya semua jurusan dicampur jadi 1. Ada juga keterangan alat-alat yg perlu disiapkan. Setelah itu, kami pergi ke pasar untuk belanja sayuran dan perlengkapan dapur dan juga alat-alat untuk ospek.

“ jadi gimana rencana lu dhonk..?” rangga memulai percakapan saat kami sedang bersantai ria di ruang tamu.

“rencana yg mana bre..?” gw

“yaelah,,belum lupa dah tua lu..” katanya sambil jitak kepala gw..

“hehe,,buat kopi dululah,,biar enak kita ngobrol..” jawab gw sambil pergi kedapur. Gw buat kopi pake teko, soalnya kalo pake gelas suka rebutan + kurangan,hehe.. maklumlah,,gw ma geng hoby ngopi..wkwkwk

“untuk sekarang, gw fokus kuliah dulu, sekalian liat-liat kondisi..” kat gw saat dah duduk lagi di ruang tamu “ mungkin sebulan lagilah gw mulai rencana gw..”

“yah terserah lu aja dah,,kita ikut aja..” rangga

“santai aja bre,, rencana gw jangka panjang,,mungkin 3-4 tahun baru bisa siap semua”

“beh,,lama dhonk..” donny

“ya jelas lama bre,,lu kira mudah apa ngumpulin sekutu..?” gw

“pake cara lama aja..”

“tawuran antar kampus maksut lu..?”

“ia,,kan biar cepet..”

“gak bisa gitulah bre,,daripada tawuran, orang-orang lebih suka demo + tawuran ma polisi..mahasiswa beda ma lu yg anak stm..hehe”

“ terus gimana donk..?kalo gak tawuran susah cari sekutu” hendra

“kita liat aja ntar dah..” jawab gw

“terus apa hubungannya ngumpulin sekutu dengan nurunin jendral bre..?” rangga

“gw gak bisa jelasin lebih jauh rencana gw bre, maaf. Bukannya gw gak percaya ma kalian. Tapi demi keselamatan kalianlah gw gak bisa cerita. Gw takut kalian jadi incaran kacung jendral” gw isap dalam-dalam udut ditangan.

“lu tau sendiri, banyak orang yg menentang jendral berakhir hilang atau nyawa melayang, gw gak mau kalian jadi salah satu dari mereka. Jadi kita bergerak pelan aja..”

“terserah lu aja dah,,tapi inget, setiap lu bergerak,,gw akan selalu ikut..” rangga

“gw juga..” donny..” sama” hendra..

“ gw bersyukur punya sahabat kek kalian..makasih bre..” sungguh anugrah terindah memiliki sahabat yg siap mati demi rencana gw.

“ya elah,,kek cewe aja lu bre..huuu” rangga

“ ya udah,,sekarang siapa yg mau dikamar ujung..?” tanya gw mengalihkan topik..

“gw ma rangga didepan” donny

“ya udah kita diujung bre..” hendra
Setelah itu, kami mulai beres-beres kamar,dapur, pembagian jadwal bersih-bersih rumah, jadwal masak. Kalau masalah cucian, kita sepakat untuk laundry, biar mudah..padahal males nyetrika,,wkwkwk

Malam harinya, sambil rebahan kamipun menyalakan tv. Kebetulan ada berita tentang demo dibeberapa kota besar di Indonesia. Mulanya demo beraksi damai, namun setelah itu menjadi kacau dan terjadilah kerusuhan antara pendemo dengan pihak kepolisian.

“lihat bre,,ada konser dadakan,,wkwkwk” kata gw sambil membesarkan volume suara.

“ia bre,,kapan kita kek gitu..?” donny

“besok ada demo di gedung DPRD bre..” rangga

“tau dari mana lu bre..?” tanya gw heran,

“jangan remehin gw bre,,gw anak sini..” cih,,sombong nih anak..

“ya udah besok kita liat ja dah,,gw pengen ikutan..” donny

“siiip..jam berapa bre,,?” gw “agak siang kayaknya..” rangga

Kemudian kami fokus nonton konser di tv, terlihat jelas awalnya mahasiswa saling dorong dengan polisi. Kemudian menjadi aksi saling lempar batu dan bom asap. mahasiswa bergerak menyuarakan pendapat mereka sedangkan polisi bergerak karena tuntutan pekerjaan.

“liat bre,,liat yg luka-luka..gak ada yg nolongin..” kata gw pelan “misi pertama, selamatkan yg luka dan selamatkan orang yg mau ditawan polisi”

“gw apaan dhonk..?” rangga

“lu cari info dimana ada demo aja bre..hendra ma donny bantu gw nyelametin mahasiswa. Kita mulai ospek 1 minggu lagi, daripada bengong dirumah lebih baik kita mulai perlahan” gw

“siiap kakak pertama..!!” donny

“suuee lu don..”
DEMO

Panasnya matahari tak menyurutkan mahasiswa untuk turun kejalan demi suara mereka, hingar bingar penuh sesak jalanan dibuatnya. Berjalan bersama entah darimana, berbondong-bondong membawa masa depan bangsa.

Sebuah mobil pick-up berjalan pelan didepan, dengan membawa sound system dan beberapa orang yg mengenakan almamater kuning.

“TURUNKAN JENDRAL..!! TURUNKAN JENDRAL..!!”..

sedangkan orang yg mengikutinya berteriak sama kerasnya. Kemudian mereka bernyanyi INDONESIA RAYA dan INDONESIA PUSAKA.

Tak terasa sampailah rombongan di tempat tujuan mereka gedung DPRD. Kemudian mereka menyebar membentuk formasi bulan sabit.

Mengepung gedung yg sudah dijaga ratusan polisi. Mmengepung gedung yg telah dipasangi kawat duri. Mobil patroli, mobil anti huru hara telah bersiaga, bahkan mobil water canon telah berjaga.

Seseorang memegang toa, berteriak menyuarakan tuntutan mereka. Tapi apalah daya, suaranya tak mampu menembus tebalnya dinding gedung yg berjarak 50 meter dari mereka.

“jadi gini yak rasanya ikutan demo..” donny yg sedang duduk ditengah rombongan berbicara dengan wajah sumringah.

“ie bre,,enak yak,,banyak yg bening..hehe” hendra

“lah,,elu mau demo apa cari jodoh..?” rangga

“ingat pepatah bre,,sambil nyelam minum aer,,wkwkwk” jawab hendra yg mengundang tawa.

“eh,,bagi minum bre..” ucapnya sambil ngelitin gw yg lagi minum mijon. Gw buka tas dan ambil 2 botol..

“mijonnya berapa kak..?” tiba-tiba terdengar suara dari samping gw..

“oh,,maaf,,gak dijual..” jawab gw sambil menoleh kekiri. Ternyata ada seorang cewe yg sedang duduk bersama temannya.

“oh kirain dijual,,hehe” suara lembut dan senyumnya membuat gw terpana.

“ ya udah kalo lu mau,,nih ambil satu,,” kata gw sambil nyerahin 1 botol. 1 nya lagi gw kasih ke hendra yg udah pindah posisi duduk didepan gw. Kebiasaan ni anak, kalo liat yg bening dikit langsung SKSD. Maka dimulailah jurus-jurus andalannya, mulai dari nanya nama, alamat, kuliah dimana, dengan siapa, semalam berbuat apa.

“ kalo gw jualan disini laku gak ya bre,,?” tanya gw ke rangga yg sedang fokus baca tulisan di karton yg dibawa rombongan demo.

“emang lu mau jualan apa..?” rangga

“mijon,,” kata gw sambil buka tas gw dan menunjukan isinya..

“banyak amat donk..?”

“yah,,gw sengaja beli banyak tadi,,takut gak ada yg jualan..hehe” dan ternyata benar. Tak ada yg jualan air minum ditengah demo. Bahkan sepanjang jalan tadi, tak terlihat ada warung atau toko yg buka. Mungkin takut kerusuhan terjadi.

“lu coba aja dah,,” donny

“okslah,” kata gw sambil menutup mulut gw dengan kain yg gw bawa dari rumah.

“mijon,..mijon...” kata gw sambil keliling dikerumunan mahasiswa yg sedang duduk selonjoran dijalanan. Ternyata laku keras dagangan gw, belum lama gw teriak-teriak tas gw dah kosong, yah lumayanlah,,buat beli sembako,,,wkwkwk

Saat dagangan gw da habis, gw jalan muter-muter sambil baca tulisan-tulisan dikertas karton. Kemudian gw keluar dari rombongan demo, posisi gw sekarang ada disamping rombongan, duduk sembari menikmati udut. “alhamdulillah,,gak ada konser” batin gw.

Saat gw mau balik kerombongan, ada seseorang yg sedang ditarik menjauh dari keramaian. Tangannya menjepit leher dan tangan satunya membekap mulut orang yg ditarik. Ada 2 orang yg menutupinya, jadi tidak ada yg tahu bahwa ada seseorang yg sedang akan diculik dari kerumunan. Setelah gw perhatiin, ternyata orang yg akan diculik itu adalah orang yg teriak pakai toa tadi. Anehnya, orang yg menculik menggunakan baju almamater yg sama.

Tanpa pikir panjang, gw berlari dan langsung menerjang orang yg menarik tadi, mereka terjatuh. Kuncian dileher terlepas hingga orang yg ditarik tadi bisa bernafas meskipun sambil terbatuk-batuk. 2 orang yg menutupi tadi langsung menerjang gw..

Duukk...!! bruukk..!!

“sial..” desis gw. 1 vs 3. Posisi gw kalah jumlah, tapi bodoh amat dah.. maju duluan,,kalah menang belakangan,,wkwkwk

Mereka mengepung, namun saat mereka akan menyerang, gw serang duluan orang yg ada disebelah kiri gw. Orang yg tadi gw terjang duluan. Sadar menjadi target, kakinya berusaha menendang langsung kekepala gw, gw merunduk dan langsung melayangkan tinju ke arah dagu,..

Duuk..!! buuukk..!! buuukk..!!

1 tinjuan di dagu,, 2 di perut..1 tumbang.

Melihat temannya tergeletak, 2 orang maju bersamaan. Tinjuan dan tendangan berbarengan. Gw mengelak kesamping menghindar dari tinjuan, sedangkan tendangan musuh gw tangkis pakai kaki disusul tendangan dilutut musuh..

Krakkkk,,,!! Ahhhhh...!! patah,,patah tu kaki,,,bukan kaki gw juga,,wkwkwk. Sisa satu, bukannya menyerang malah lari tunggang langgang,,mungkin nyari bantuan pikir gw.

Puk..!!

Seseorang menyentuh bahu gw, gw kaget..menoleh kebelakang sambil mengarahkan tinju.. eiittsss...hampir aja tinju gw bersarang, ternyata orang yg mau diculik tadi. Untung bisa direm..hehe

“ngagetin aja lu..” kata gw sambil menurunkan tinju gw.

“ya maaf,,hehe..makasih dah nolongin gw bro..” katanya sambil mengulurkan tangan “Dani” katanya pelan..”bayu” jawab gw sambil menerima uluran tangannya.

“untung ada elu,,kalo gak,,mungkin gw gak ada lagi didunia ini..” katanya sambil berjalan menjauh dari orang yg berusaha menculiknya.

“biasa aja bre,,kebetulan tadi gw lagi udut dipojok” kata gw mengikutinya..

“nih..” katanya sambil menyodorkan sebungkus rokok mild,

” makasih,,gw ada kok” jawab gw sambil memegang saku depan.

“gak boleh nolak rejeki” katanya sambil duduk ditempat gw tadi. Yah,,terpaksa gw ambil dah. gw ambil 1 batang dan gw kasih ke dia. Sisanya gw masukin kantong..wkwkwk

Dia melongo, lalu tertawa terbahak-bahak..

” ada juga mahluk kek lu..” katanya sambil mengambil rokok yg tadi gw kasih. Tapi gw tarik lagi dan gw jepit dimulut gw..

“hehe..” gw sambil bakar udut

“elu anak mana..?” dani

“STKIP” gw singkat

“lah,,ngapain lu disini..??kan bukan kampus lu..” katanya heran

“gw jualan tadi..”

“jualan apa..?”

“mijon..”

“wkwkwkwkwk” ngakak lagi nih orang, gak inget tadi hampir mati.

“ada-ada aja lu..”katanya sambil menyalakan udut yg udah gw balikin.

“gw balik dulu” kata gw sambil berlalu. Karena gw males mau balik kerombongan gw langsung pulang kekontrakan. Rangga cs,,??bodoh amat dah,,, palingan gw yg kesasar...wkwkwk
OSPEK


Hari senin berikutnya, kegiatan ospek dimulai. Kami, mahasiswa baru dikumpulkan di sebuah aula yg lumayan besar. Setelah beberapa pidato yg membosankan, akhirnya kami dibagi menjadi beberapa kelompok.

Gw kelompok akhir, yaitu kelompok H yg berisi 50 orang, beruntung gw sekelompok dengan hendra. Sedangkan rangga dan donny saling terpisah.
Setelah diberi arahan oleh mahasiswa senior yg menjadi panitia, kami pun dipersilahkan untuk pulang. Dengan catatan besok harus membawa beberapa perlengkapan dan perlengkapan itu akan terus kami gunakan selama masa ospek berlangsung.

Masa ospek berjalan seperti biasa, datang, kumpul, pidato, istirahat. Kumpul lagi, kena sembur lagi, kena hukuman lagi, pulang. Begitu terus sampai akhir masa ospek. Dan hari ini adalah hari terakhir ospek, setiap kelompok diwajibkan melakukan pertunjukan, entah itu nyanyi, nari, baca puisi, dll.

Karena gw orangnya bodoh amat, jadi gw gak ada niat mau usul apa, beda cerita dengan hendra yg kebetulan menjadi ketua kelompok, menawarkan diri untuk menjadi perwakilan kelompok untuk bernyanyi. Sepertinya semua anggota kelompok setuju dengan ide tersebut, hingga giliran kelompok kami dipanggil oleh panitia, hendra maju dengan langkah penuh keyakinan.

“assalammualaikum, selamat sore semuanya, saya hendra perwakilan dari kelompok H akan menyanyikan lagu dari ARMADA”

Tepuk tangan meriah saat hendra dengan Pe-De nya berdiri diatas panggung yg menjadi sorotan banyak mata, terutama mata harim yg sedikit berbisik-bisik tentang hendra, yah.. diantara kami ber-4 hendralah yg memiliki wajah lumayan tamvan.

Suara musik mulai terdengar, awalnya para penonton mendengarkan dengan seksama, hingga akhirnya lagu memasuki bagian reff..

“aku hanya ingin setia...”

“huuuuuu....”..”huuuu”....”bohong..bohong...”

Seluruh penonton berteriak-teriak, terutama para harim, yg mulanya memandang hendra dengan tatapan kagum, sekarang berubah menjadi tatapan benci. Karena menurut mereka, semua lelaki itu sama, tukang selingkuh, tukang modus, tukang gombal. Padahal tidak semua lelaki itu sama, ada yg stm, ada yg smk, ada juga yg ponpes kek gw..hehe

Gw geleng-geleng doank melihat hendra masih Pe-De menghabiskan lagunya tanpa menghiraukan cacian dari penonton. Setelah lagu selesai, hendra turun kembali ke kelompok dengan sejuta cacian dan hinaan.

“beh,,capek bre,,,” katanya setelah duduk disebelah gw.

“maaf,,anda siapa..?” kata gw, gw gak mau ikutan kena efek ingin setia..

“kampret lu bre..” jawabnya sambil jitak kepala gw..

Setelah itu, acara penutupan ospek dimulai. Setelah pidato yg cukup panjang, akhirnya seseorang memukul palu yg disambut tepuk tangan seluruh mahasiswa. Yup..kami telah resmi menjadi mahasiswa. Setelah keramaian telah mereda, seseorang yg berbeda memberikan info bahwa besok akan dimulai proses belajar mengajar. Bahkan pembagian kelaspun telah ditentukan dan ditempel dipapan informasi.

Sebelum pulang, gw ma hendra melihat papan informasi. Nama gw tercantum disalah satu kolom kelas yg berjumlah 30 mahasiswa, tak ada satu namapun yg gw kenal, selain nama seseorang yg sekarang disebelah gw sambil senyum-senyum.

“aahh..siaal..kenapa gw harus satu kelas ma anak setia kek elu..” grutu gw sambil ngeloyor pergi..

“hahahaha...terimalah takdirmu kakak pertama” jawabnya sambil terkekeh..

Esokan harinya, setelah muter-muter keliling kampus mencari kelas, akhirnya kami sampai dipintu yg bertuliskan 1.D Bahasa dan Sastra Indonesia. Kelas yg berada dilantai 1 ujung, berdekatan dengan toilet. Kamipun masuk, sudah banyak maba yg duduk disana. tanpa pikir pajang gw masuk dan duduk di pojok kanan bagian belakang, hendra disebelah gw dan didepan kami sudah ada 2 orang yg duduk.

“ jay “ orang yg duduk didepan gw mengulurkan tangan setelah ia berbalik melihat gw,

“bayu”

“hendra”

“ari” kata orang yg duduk didepan hendra.

“orang mana es..?” tanyanya lagi.

“pagar alam es” jawab hendra

“deket es, gw orang empat lawang”

Tak lama kemudian, seseorang datang dan langsung duduk di meja dosen. Kemudian ia memperkenalkan diri dan mengabsen mahasiswa. Dari absen inilah gw tau nama-nama mahasiswa, tapi gak semuanya gw hapal, mungkin hanya 5..hehe

Dan dari absen inilah gw tau bahwa nama jay sebenarnya agus wijaya, mungkin dia gak mau dipanggil agus kata gw dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.

Kemudian proses belajar mengajar berjalan sebagaimana mestinya. Hingga akhirnya diujung materi kami disuruh membuat makalah. Makalah..??makanan apa lagi ini..?

Beruntung tugas yg diberikan adalah tugas kelompok, 1 kelompok 3 orang, akhirnya gw sekelompok dengan hendra dan juga ari.

“makalah tu apa ndra..?” tanya gw

“emang lu gak tau..?” hendra,

gw geleng-geleng doank. “Soalnya gw sering tidur saat belajar bahasa indo” tambah gw.

“lu anak sma aja gak tau, apalagi gw anak stm” jawab hendra..

“yah sama aja oon..” kata gw sambil jitak tu kepala

“tenang es..” ari

“elu bisa bisa ri..?” hendra

“bisa,,,bisa tanya sama yg laen..hehehe”

Yaelah..sama aja nih anak. Akhirnya setelah kompromi panjang kami memutuskan untuk ke kantin karena masih ada mata kuliah yg lain sedangkan tugas makalah biarlah nanti anak elit yg turun tangan sepulang kuliah nanti. Yup..masih ada rangga anak sekolah unggulan,,hehe.
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di