- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
3 Cerita inspiratif dan kisah inspiratif
TS
c.inspiratif
3 Cerita inspiratif dan kisah inspiratif
Kita Ada Bukan Karena Suatu Kebetulan
Anda adalah Anda karena suatu alasan,
Anda adalah bagian dari rencana yang kompleks,
Anda adalah rancangan yang unik yang berharga dan sempurna,
yang disebut lelaki atau perempuan istimewa milih Tuhan.
Anda bertampang seperti Anda karena suatu alasan,
Tuhan tidak membuat kesalahan,
Dia merajut Anda menjadi satu di dalam kandungan,
Anda benar-benar apa yang ingin Dia ciptakan.
Orangtua yang Anda miliki adalah orangtua yang Dia pilih,
bagaimanapun perasaanmu Anda,
mereka dirancang dengan rencana besar Tuhan,
dan mereka memikul segel Tuhan.
Tidak, trauma yang Anda hadapi tidaklah mudah,
dan Tuhan menangis karena trauma itu begitu menyakitkan Anda,
tetapi itu diizinkan untuk membentuk hati Anda,
supaya Anda bertumbuh menjadi serupa dengan-Nya.
Anda adalah Anda karena suatu alasan,
Anda telah dibentuk dengan tongkat Tuhan,
Anda adalah Anda, Sayang,
sebab Tuhan itu ada.
_________________________________________________________
Just Do It
Ada seorang pelari amatir di kampusnya. Dia bernama Phil Knight. Sebagai pelari, sepatu menjadi hal yang sangat krusial.
Selama bertahun-tahun, dia terus mencari sepatu apa yang paling ringan, tahan lama, dan paling enak untuk dipakai lari.
Sampailah kemudian, dia mendengar kabar bahwa di Jepang ada yang membuat produk sepatu dengan sangat baik, ringan, dan pengerjaan nya perfect.
Singkat cerita, saat lulus kuliah, sebelum sibuk mencari kerja dia memutuskan untuk travelling ke berbagai negara, dan salah satu tujuan utamanya adalah…. Jepang.
Dia kemudian mengajak pelatihnya Bill Bowerman untuk membuat bisnis sepatu dengan pembagian saham 51% : 49%.
Dia membeli sampel produk jepang itu, dan akhirnya meng-importnya ke Amerika. Sepatu tersebut (Onitsuka Tiger).
Phil Knight tahu, pelatihnya ini sering memotong-motong dan menjahit ulang sepatu anak didiknya, karena merasa sepatu mereka kurang ideal untuk dipakai lari.
Dengan profesi yang sangat bergantung pada sepatu lari, sebagai pengguna kelas berat, dia tahu persis sepatu lari harusnya seperti apa.
“bodoh banget sih yang bikin sepatu, harusnya kayak gini lho sepatu biar enak dipakai lari” begitu dia sering berpikir dalam hati.
Phil juga tahu, bahwa penggemar lari sangat “mengidolakan dan suka meniru” para juara.
Dari situ pula Phil menemukan satu jurus promosi yang diulang-ulang terus dilakukan sampai puluhan tahun kedepan: endorsement para juara. Mulai dari juara kampus sampai juara nasional diminta pakai produk dia.
Setelah jalan beberapa tahun, Phil dan Sang pelatih terus mengajukan usulan-usulan perbaikan desain kepada produsen-produsen dan penjualan sepatu tersebut terus menanjak, sampai akhirnya melakukan re-branding dan tidak lagi mengimpor produk Onitsuka.
Mereka membuat produk sendiri, sekarang kita mengenal sepatu tersebut dengan merk NIKE.
Phillip Knight bukan seorang product designer. Dia bukan fabric dan material expert. Dia juga bukan juara Olimpiade.
Dia hanya pengguna sepatu, dan dia tahu sepatu seperti apa yang paling diinginkan oleh seorang pelari.
“Life is growth. You grow or you die.”― Phil Knight, Shoe Dog
_________________________________________________________
Kalah Sepikul Kayu
Seorang guru muda pulang dari memotong kayu di gunung. Di perjalanan, ia berjumpa seorang pemuda yang baru saja menangkap seekor kupu kupu di genggamannya.
Pemuda ini dengan jemawa menantang sang guru, “Bagaimana kalau kita bertaruh?”
“Bagaimana taruhannya?” tanya sang guru.
“Coba tebak kupu-kupu dalam genggamanku ini, hidup atau mati? Kalau Anda kalah, sepikul kayu itu jadi milik saya!” Demikian kata si pemuda, lantang.
Sang guru mengangguk setuju. Lalu katanya menebak, “Kupu-kupu dalam genggamanmu itu mati.”
Pemuda itu tertawa puas, “Guru… Anda salah.” Sambil membuka genggamannya, kupu-kupu itu pun terbang lepas ke alam bebas.
Sang guru berkata, “Baiklah, kayu ini milikmu.” Setelah itu, ia pergi dengan gembira.
Pemuda itu tidak mengerti kenapa sang guru terlihat begitu gembira. Tapi di lain pihak, ia mendapat sepikul kayu bakar tanpa perlu bekerja keras. Dengan gembira, kayu itu dibawanya pulang.
Setibanya di rumah, ayah si pemuda pun lantas bertanya tentang sepikul kayu itu. Pemuda itu bercerita dengan bangga, kisah kemenangannya dengan sang guru.
Tanpa disangka, ayahnya sangat marah. Beliau berkata, “Kamu mengira kamu betul-betul menang? Kamu itu kalah, tapi tidak mengetahui bagaimana kalahnya.”
Pemuda itu sangat bingung. Ayahnya langsung memerintahkan si anak memikul kayunya. Berdua mereka bergegas mengembalikan sepikul kayu bakar itu ke kediaman sang guru, sambil meminta maaf.
Beliau hanya mengangguk dan tersenyum, tanpa mengatakan apapun.
Dalam perjalanan pulang, pemuda itu minta penjelasan kepada ayahnya. Sang ayah menarik napas panjang, menerangkan, “Begitu guru itu bilang kalau kupu-kupu itu sudah mati, baru kamu mau melepaskan kupu-kupu itu, sehingga kamu 'menang'.”
“Kalau guru itu bilang kupu-kupunya masih hidup, kamu pasti meremas hewan lemah dalam genggamanmu itu, hingga mati. Kamu juga yang menang taruhan!”
“Anakku. Kamu mengira guru itu tidak tahu kelicikanmu? Sebenarnya beliau kalah sepikul kayu, tapi memenangkan cinta kasih. Cinta kasih yang murni memikirkan kebahagiaan semua makhluk tanpa pamrih. Bagi yang egois? Hanya memikirkan apa yang akan ia dapatkan.”
_________________________________________________________
Gan tolong follow akun kaskus saya gan : @c.inspiratif@c.inspiratif
Sama instagram pribadi saya: @damarcode
Shilakan coment dibawah dan minta cendolnya ya gan



kakakaisyah002 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
499
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan