CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
I'm not Your F*cking Clown (18+++)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fd339dc9f6aa07f0e584f3a/im-not-your-fcking-clown-18

I'm not Your F*cking Clown (18+++)

I'm not Your F*cking Clown (18+++)
pic source google.com

Im Not Your F*cking Clown


Balik lagi nih sama gua, Mungkin beberapa dari penghuni forum SFTH ada yang udah kenal sama gw lewat thread gw sebelumnya, tapi untuk yang belum kenal anggap aja ini perkenalan awal kita. 


Kenalin dulu nama gua romi umur gw sekarang anggep lah 24 tahun. Gua anak bontot dari 3 bersaudara, gua tinggal di sebuah kota kecil yang ada di jawa tengah, dan di kota ini gua perantauan. Orang bilang gua hitam manis ada sedikit lesung pipi yang menambah ketampanan gw  emoticon-Cool


Cerita kali ini mengisahkan saat gua lulus SMA, yang sedang indah indahnya masa muda dan mencoba menitih masa depan yang gemilang. Dibalut dengan kisah cinta,kisah sedih (bukan dihari minggu),.


Untuk beberapa reader yang udah pernah baca thread gw sebelumnya mungkin bakalan tau tokoh tokoh yang ada, namun untuk yang baru gua bakalan sisipkan secercah quotes untuk mendeskripsikan karakter tersebut, kali ini di tambah foto diawal, (bisalah buat dibawa ke kamar mandi) emoticon-Betty (S)


Kalo ada yang tanya ini fiksi atau real life, anggap aja fiksi biar lu gua enak yee kan. 


Thread ini gw bikin untuk mudah dimengerti bagi pemabaca, dengan gaya tulisan gua sendiri, jadi Mohon maaf kalo masih ada banyak typo, atau ada kalimat kalimat dalam bahasa inggris masih blepotan, anggep aja gw belajar bikin thread ye gan maafkeun. satu lagi gan yang gw minta gan , tetep ikutin rules yang ada di SFTH be a smart reader. Oiya untuk komen gua prioritasin nick cewe gua bales, kalo batangan gua bales ntaran. emoticon-Blue Guy Peace, demi  kenyamanan privasi nama nama tokoh disini udah gw samarin ya gan, jadi ga ada pertanyaan lagi tentang Sosmednya si tokoh dalam cerita disini.

Udah ada batasan usia, merasa belum cukup umur leave, merasa sudah cukup umur tapi tidak suka dengan chapternya ga usah di baca. take it easy bro

 


Jangan lupa buat tinggalin coment ,cendol, rate, share kalo menurut agan sista cerita gua menarik untuk bacaan ringan sela-sela padatnya gawean.


  


Genre: Romance, Comedy, Adventure


Duration: on going



Update: Tuesday, Thursday (Depend on the real life)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zafranramon dan 53 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh romiir
Halaman 1 dari 11
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tomie210586 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh romiir
ILUSTRASI KARAKTER


Spoiler for Kak risma:



Spoiler for Dipta:


Spoiler for Fanny:


Spoiler for Mila:



Semua gambar hanya ilustrasi, asal gua ambil dari google. gua pilih yang menurut gua mirip mirip emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
idner69 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh romiir

Part 1. The Beginning

Sore itu... gw mengendari sepeda motor dan menuju kearah pantai di dekat rumah gua,
Wuhhhhsssss wuhssssss wuhssss , suara angin yang meniup kencang pohon pinus yang tumbuh di pingir pantai membuat sore ini semakin dingin. Kala itu gua hanya ini menyendiri dan dudukdi pinggir pantai.

“terimakasih tuhan kau telah mendengarkan doaku saat itu, entah kalo engkau tidak mendegarkan doaku, aku masih terus berjuang menuju garis finish yang tabu didepan”

flashback: setelah gua lulus dari SMA gua, gua mencoba beberapa Universitas dari Swasta hingga Negeri, dengan hasil gua diterima disalah satu Unversitas Pertamabangan swasta kala itu, namun kedua orang tua gua menentang dengan keras apa dengan jalan gua pilih itu, mereka tidak mau melihat gua menjadi mahasiswa mahasiswa yang hanya sekedar mahasiswa, yang mereka inginkan gua harus masuk ke salah satu Sekolah kemiliteran atau Sekolah Kedinasan. Namun saat itu gua menentang keras apa yang orang tua gua inginkan.

Hingga saat gua sadar bahwa jalan hidup gua, sukses berasal dari ridho dan restu orang tua gua. yang teringat saat itu gw yang udah membentak bapak dan sempat terjadi perdebatan hebat antara kita berdua membuat gua mengerti akan dosa besar yang telah gua perbuat. Pada akhirnya gua meneruti kemauan bapak untuk mencoba mendaftar di Akademi Kepolisian.

Semua syarat syarat sudah gua lengkapi dan tahap tahap proses seleksi cata pun sudah dimulai. Dimana proses seleksi sudah mengharuskan kita untuk berangkat ke polda di masing masing daerah, karna gua berdomisili di jawa tengah, gua harus ke semarang untuk melanjutkan proses seleksi. Beberapa tahap sudah gua lalui dan setiap satu tahapnya itu kurang dari 1 hari proses dan nanti di persilahkan untuk pulang kembali ke daerah masing masing, dan akan di infokan untuk tahap selanjutnya.

Nah disini gua prihatin sama keuangan kedua orang tua gua, karna di setiap kami pergi untuk 1 tahapnya itu bisa menghabiskan ongkos kurang lebih 2-3 juta untuk sekali tahap, biaya hidup, hotel, transportasi, dll. Dimana kondisi keuangan saat itu sedang susah. Gua merasa kasihan karena mereka harus meminjam uang kesana kemari untuk menutupi kekurangannya.
Lalu saat itu gua putuskan untuk berhenti disini karna semua ini semu, kenapa gua bilang semu ? saat itu gw satu kos dengan seseorang anggap saja aziz, dia orang salatiiga. Saat itu di tahap Seleksi Akademik awal, dia gagal untuk melanjutkan (tidak lulus).

Namun di tahap berikutnya nama dia kembali mucul. Sungguh keanehan saat itu ,dimana kala itu sistem gugur (lu ga lulus ya lu gagal, lu baliik sonoh) namun dia tidak .

Gua: “njir kok lu balik lagi?” tanya gua ke aziz

Aziz: “kemaren gw lulus”

Gua: “ah engga orang muka lu tes kemaren murem”

Aziz:”hehe iya bang, gua ada orang dalem”

Gua:”siapa?”

Aziz:”om gua”

Gua: “pangkat?”

Aziz: “adalah”

Gua: “mmm keren” (fk of bij)

Ya begitulah kenepa gua bilang semu. Saat orang orang yang memiliki kekuasan, dan harta bisa merubah nasib mereka. Haha

Tuhan mendengengarkan doa gua dan mungkin dia punya jalan yang terbaik untuk hambanya ini. Dengan berat hati langkah gua harus berhenti di tahap Psikotes, kedua orang tua yang mengetahui itu pun mereka merasa sedih, namun mereka tetap memberikan semangat dan meyuruh gua untuk mempersiapkan Tes di Sekolah Perikanan dan di Sekolah Pelayaran.

Hari sudah semakin sore dan gua pun beranjak untuk kembali kerumah

“hah, gua harus bisa masuk antara kedua sekolah itu, gw ga mau nganggur” gumaman dalam hati yang membuat gua bimbang

Time Skip......

Datang hari dimana gua harus berangkat ke Jakarta untuk mendaftar sekolah saat itu , gua harus datang ke sekolah perikanan yang ada di pasar minggu, namun untuk pelayaran karna berbasis online jadi gua mendaftar via website mereka.

Gua berangkat ditemani oleh bapak gua, beliau menyuruh gua untuk mendaftar disini karna ini adalah sekolah beliau dulu, dan gua mendaftar disini hanya untuk berjaga jaga bila di sekolah pelayaran gua tidak di terima.

8 jam perjalanan di tempuh menggunakan travel dari kota gw, hingga pagi hari gua sampai lah di Jakarta, kita turun di depan campus yang hendak gw daftar “Sekolah Tinggi Perikanan” capus yang lumayan besar menurut gw, lalu kami berdua menuju lokasi pedfataran yang ada di aula gedung. Gua melihat taruna taruna dengan postur tubuh tegap, baju ketat dan menggunakan seragam, berjalan rapih dengan langkah sergam. “hah berat nih sekolah” gumam gua saat itu.

Bapak seperti sedang reuni dia bertemu dengan beberapa dosennya dulu, dan bertemu dengan beberapa teman seangkatan atau bahkan ade angkatannya dulu. Lalu gua berjalan menuju loket pendaftaran, disana ada taruni yang menjaga tiap loket pendataran.

Gua: “selamat pagi mba saya mau daftar” (tanya gua lempeng)

Taruni: “oh iya mas, ini dokumen pendaftaranya. Syarat syarat sudah di bawa semua?”(memberikan secarik kertas pendaftaran)

Gua: “sudah mba,”

Taruni: “oh ini tolong dilengkapin dan diisi mas !, nanti kalo sudah di kumpulkan kembali kesiini!! ”

Gua: “baik mba!” lalu gua pergi dan menghampiri bapak gua

Gua: “pak ini romi mau daftar di jurusan yang mana?” tanya gua kebingungan emoticon-Bingung (S)

Bapak: “terserah kamu mas”

Gua: “orang romi ga tau jenjang kedepanya”

Bapak: “yaudah teknik perikanan aja”

Gua: “oke deh”

Kebetulan teknik perikanan adalah jurusan yang diambil oleh bapak gua dulu, bapak sibuk berbincang bincang dengan teman dan dosenya sewaktu masih menjadi taruna, ada beberapa temannya yang mendaftarkan anaknya di sekolah ini juga.

“pak heru” seorang taruna memanggil nama bapak gua, dan dia menghampiri kami berdua

Bapak: “oh iya siap, siapa yah?” (dengan senyum kebingungan)

Taruna: “bayu pak, anaknya bapak tohir PPC”

Bapak: “oh iya pak tohir, wah kamu disini sekarang mas?” tanya bapak gua yang sembari
menepuk pundaknya

Gua mencoba mengingat wajahnya , karna orang ini tidak asing buat guaemoticon-Cape d... (S)
Bayu: “iya pak, ini romi daftar sini juga pak ?’

Bapak: “iya mas, saya suruh daftar sini, kemarenn di akpol gagal”

Bayu: “rom ora kelingan po ?” (rom, inget ngga?)

Gua: “sopo sih njenengan mas ?” (kamu siapa sih mas ?)

Bayu: “bayu ceper” melepas mud(tutup kepala)

Gua: “astaga mas bayu, wkwkw rupamu ga ono rambute pangling aku”(mukamu ga ada rambutnya kaget aku)

Bayu: “hahasem, sesuk awakmu juga bakalan di gunduli”(besok juga kamu bakalan di gundulin)

Bapak: “loh udah kenal mas ?”

Bayu: “iya pak romi ade kelas saya di SMA, sama dulu kita satu Organisasi”

Bapak: “pecinta alam yah”

Bayu: “iya pak, pak heru nginep dimana ?”

Bapak: “belum tau ini mas, paling nanti di hote deket deket sini”

Bayu: “oh nginep di kosan saya aja pak nanti saya anterin sama si miftah”

Bapak : “loh mas miftah dsini juga?”

Bayu: “iya pak Cuma dia sekarang lagi ada kelas jadi belum bisa kesini”

Bapak : “wah hebat hebat kalian, nanti kalo romi masuk sini dibimbing yah, jangan di tempelengi” kata bapak gua sambil tertawa

Bayu: “siap pak”

Lalu kami diantarkan mas bayu menuju lokasi kos-kosannya. Entah dari mana bayu dan miftah bisa kenal bapak gua, yang jelas disini gua ada temen semisal bapak gua balik ke kampung.

Sesampainya di kosan gua langsung beristirahat dan bayu berpamitan untuk kembali ke kampusnya.

Di kosan itu gua bersama para calon pendaftaran yang berasal dari beberapa daerah, dengan tujuan yang sama kami pun tak lama untuk mengakrabkan diri.


Keesokan harinya kami harus daftar ulang di sekolah pelayaran yang sudah gw daftar via website kemaren, Bapak menjelaskan kalo sekolah pelayaran itu ada di daerah jakarta utara. Menggunakan bis primajasa kami menuju tanjung priok. Riuk pikuk ibukota membuat gua ga betah berlama lama disini. Setelah dari terminal tanjung priok kami melanjutkan melanjutkan dengan metromini 23, dan setelah itu kita harus melanjutkan dengan angkot 05.

di-eling eling yo mas !, sesuk nek bapak muuleh kudu isoh tekan kene !” (di ingat ingat mas, besok kalo bapak pulang, kamu harus bisa sampai disini)

Sampailah gua di depan campus pelayaran yang selalu di bicarakan oleh bapak, sebelumnya gua pernah kesini waktu liburan semester kala masih SMP, ga nyangka gua kembali dan mendaftar disini.

Sama halnya di Sekolah perikanan kemarin, disini mereka juga berseragam berbadan tegap dan raut wajah yang sanggar sangar menurut gua :lol

Lalu gua menuju ke auditorium untuk menukarkan kartu pendafataran gua dan kwitansi pembayarannya. . Setelah mendaftar ulang dengan formasi nautica dan tes tahap pertama tanggal 13 juli 2013, selang 2 hari setelah tes tahap pertama di perikanan.

Bapak mengajak gua berkeliling lokasi kampus yang gua beliau sendiri juga belum pernah kesini. Melihat wajahnya dia seperti kagum melihat kemegahan kampus ini, dan seperti menaruh harapan besar untuk gua bisa masuk sini, dan siang hari kami kembali pasar minggu, karna nanti malam bapak harus kembali ke kota asal karna esok hari beliau harus kembali bekerja.

Bapak: “yowes bapak tak pulang dulu mas, kamu disini baik baik yah”

Gua: “iyo pak”

Bapak: “ini bapak pegangin atm buat makan sama buat ongkos daftarnya”

Gua: “ngeh pak suwun”

Bapak: “nanti kalo ada apa apa tanya sama mas miftah sama bayu”

Gua: “ngeh pak”

Bapak: “yowes bapak pulang besok kalo pas Tes di pelayaran bapak dateng”

Gua: “ga usah dateng juga gapapa pak, romi bisa sendiri”

Bapak: “wes gampang!”

Kemudian bapak menutup pintu travel dan menurunkan kaca jendela, gua cium tangannya dan meminta doa agar di beri kemudahan dan kelancaran disini, dan mobil elf itu pun berangkat. Yap! gua sendiri disini. what should i do


Disaat gua lagi dikamar kosan yang sedang asik memainkan FB, tiba tiba dateng mas bayu dan miftah

Gua: “loh kok keluar mas?” (njir gua nulis ini berasa cowo ga beres)

Bayu: “iya rom kabur, bosen di kampus”

Gua: “njiirrrr”

Miftah: “bapak mana rom?”

Gua: “tadi magrib pulang mas”

Miftah: “inget ga sama aku ?”

Gua: “paham mas paham, cah ips kan ?”

Miftah: “wasuu seng diinget ips’e”

Gua: “hahah yo sory” emoticon-Ngakak

Lalu kami berbincang bincang tentang kehidupan di dalam sana seperti apa.
Miftah: “lu kalo bikin salah langsung masuk kamar rom”

Gua: “buset ngapain dikamar?” (tanya gua kebingungan)

Miftah: “habis deh lu pokoknya!”

Gua: “ya habis di apain njirrrr”

Bayu: “wes wes ntar juga romi tau sendiri”

Gua: “cok kok mrinding aku”

Bayu, miftah tertawa. Karna diotak gua pasti kehidupan disana sangatlah keras dan sangatlah membosankan, karna harus dikurung didalam asrama dan hanya di beri waktu sabtu minggu untuk keluar asrama.

“jadi gini rom” bayu mencoba mengatakan sesuatu

Gua: “gimana mas ?” (tanya gua)

Bayu: “jadi gini, dulu sewaktu masuk sini kita di bantuin sama bapak mu. Dia bikin memo untuk pemimpin disini, nah berkat beliau lah kita masuk sini.”

“ssssttttt wuuhhhhh” asap rokok keluar dari mulut miftah.

Mifta: “jadi sekarang giliran kita buat bantuin lu disini rom”

Gua: “oh gitu, ya terimakasih sebelumnya udah mau bantuin saya disini. Cuma saya bisa sendiri kok”

Miftah: “tenang rom kita bantuin sebisa kita, gua tau kemampuan lu kok”


Gua: “siap makasih mas”

Jadi mereka berdua saat hendak mendaftar disini mereka mampir main kerumah gua, mungkin saat itu gua lagi keluar,lalu mereka minta bantuan bapak untuk bantu mereka biar bisa masuk di Sekolah Perikanan jakarta, Karna mereka tau kalo bapak alumni dari sana.

Miftah: “rokok rom” (menyodorkan sebungkus sampoerna mild)

Gua: “engga mas, gua ngga ngerokok”

Miftah: “keren, pisik udah di latih ?”

Gua: “udah sama bapak”

Miftah: “pasti keras ajaran dari bokap lu”

Gua: “haha kok tau?”

Miftah: “ya sama kaya kehidupan didalam sana”

Bayu: “selain disini daftar mana?”

Gua: “itu pelayaran yang di priok”

Bayu: “oh pelayaran Jakarta”

Gua: “yoi”

Bayu: “keren, ambil apa?”

Gua: “nautica”

Bayu: “keren tuh, lu lulus dari situ banyak duit”

Gua: “masa sih?”

Bayu: “ya hidupnya pelaut kan di luar gaji dolar”

Gua: “keren”

Lalu perbincangan kami dilanjutkan seputar kehidupan kampus, dan sedikit banyak gua ngerti cara hidup dan istilah istilah didalam sana.

Tak terasa sudah 2 hari gua disini, dan banyak kegiatan yang kami habiskan di kosan guna mempersiapkan tes akademik tahap pertama yang akan diselenggarakan beberapa hari kedepan. Rata rata dari temen kosan gua banyak yang belajar,sedangkan gua ? gua memilih hanya sekedar review materi saja tidak sampe menghabiskan waktu .

Sore itu hari terakhir sebelum esok hari kita semua bersaing untuk menjadi salah satu taruna disana. Awan terlihat gelap dan air hujan pun, turun menghiasi sore itu.

Gua: “woi ayo main keluar, belajar mulu” ( gua memecah keheningan disini)

Uzul: “pan ngendi rom?” (mau kemana rom)

Gua: “ya kemana kek”

Rendi: “udan ki lo aneh aneh wae” (ujan ini , ada ada saja)

Lalu gua melihat di ujung ruangan kosan ada sebuah bola sepak

Gua: “ayok main bola itu disana ada bola”

Uzul “cakep tuh, gas lah”

Gua: “besok ujian jangan di buat stress, lepasin aja semuanya”

Rendi: “boleh juga tuh, ayo”

Dan kami pun keluar kosan menuju lapanganyang ada di dekat kosan, kami semua bermain bola karna hanya 10 orang jadi kami bagi dua. Mereka terlihat senang seakan mengenang kembali masa kecilnya.

Disini mereka dari berbagai macam daerah dan berbagai macam latar belakang, gua termasuk salah satu yang berungtung karna masih memilki kedua orang tua lengkap dan mendukung gua untuk perkembangan hidup gua, sebut namanya Uzul dia hidup dengan ibunya karna bapaknya sudah lama meninggal, dan ibunya memiliki usaha warteg di kotanya. Terbilang sukses saat gua melihat foto rumah makan itu yang terlihat ramai pembeli.

Gua: “wah keren zul, lu bantuin emak lu ?”

Uzul: “iya rom kalo pagi gua harus nemenin dia kepasar beli beberapa bahan masakan, untuk
masaknya sih emak punya tenaga sendiri”

Gua: “sukses dong”

Uzul: “alhamdulilah rom, kemaren itu taruna temen lu rom ?”

Gua: “oh bayu, mifta kakak kelas gua di SMA”

Uzul: “enak yah udah ada yang jagain dulu”

Gua: “jagain apaan njir”

Uzul: “ya setidaknya ada yang ngajarin”

Gua: “semua bisa karna terbiasa zul”

Uzul: “buset keren tuh kata kata”

Gua: “hahaha”

ya semua bisa karna terbiasa,

"sesulit apapun hal itu kalo kita mencoba membiasakn diri dengan keadaan pasti akan mudah untuk melakukannya"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
daniadi123 dan 20 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh romiir
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Ijin Ngebokef sampe klimaks ya om emoticon-Hammer2
profile-picture
anonymcoy02 memberi reputasi
Parkir gan
profile-picture
profile-picture
bucinslayer dan anonymcoy02 memberi reputasi
Izin nenda di mari gan, biar ga kepanasan heuheu
profile-picture
anonymcoy02 memberi reputasi
Ok tandain dulu
profile-picture
anonymcoy02 memberi reputasi

Part 2. The Exam

Hari yang di tunggu tunggu sudah datang dimana dihari ini kami semua bangun lebih awal untuk memepersiapkan Ujian hari inii, Ujian dilaksanakan pukul 08.00. dengan kemeja putih dan celanan hitam serta sepatu hitam, kami pun keluar kosan bersama sama menuju Area Campus

“njir deg degan gw” kata rendi yang sambil memegang dadanya

Uzul : “koyo bar metengi wong wae deg degan” (kaya habis ngehamilin orang aja deg degan)

Hari: “ngehamilin anak mah bukan deg degan lagi cuk”

Uzul: “oh gitu, gua belum pernah sih”

Rendi: “yee uzul pea, semua juga ga pengen teek dung duluan”

Gua: “haha biadab”

Obrolan ringan untuk mencairkan suasana. Sesampainya di area campus kami pun menuju area lokasi tes masing, gua seruangan dengan Uzul, dan Hari. Kami pun masuk keruangan dan mencari kursi kami masig masing.

Tepat pukul 08.00 kami diminta untuk masuk ruangan karna ada arahan dari taruna .

“Perhatian ! yang ada diatas meja hanya alat tulis selebihnya dimasukan ke tas, dan diletakan di depan !” dengan tegas dan lantang suaranya menggema

Soal pun dibagikan.

“persis kaya ujian nasional” kata gua dalam hati yang sekilas mereview secara keseleruhan lambar soal itu ,

Kami di beri waktu 120 menit untuk menyelesaikan tes tahap 1 ini. dengan yakin dan pasti gua menjawab satu persatu isi soal tersebut. Suasana menjadi hening para calon taruna dan taruni terfokus pada secarik lembar di meja mereka, mencoba memecahkan satu persatu isi soal tersebut.

Tak butuh waktu lama untuk gua menyelesaikan soal soal ini, dan disisa sisa waktu gua sempatkan untuk kembali mengecek satu persatu .

“tennnngggg” suara lonceng yang di pukul dengan keras dan mengngagetkan kami semua, ada beberapa dari kami yang latah dan mengucap kata kata tak sronoh. Gua hanya tertawa mendengar kalimat itu keluar karna terkejut.

Lembar jawabanpun di kumpukan secara estafet, dan tak lama kami di persilahkan meninggalkan tempat ujian kami, dan hasil akan di umukan 2 hari kedepan.



“gimana rom bisa ngga ?” uzul menepuk pundak gua

Gua: “alhamdulilah bisa zul, lu gimana ?”

Uzul: “alhamdulilah lancar gua rom”

Gua: “ya semoga membuahkan hasil yang terabik zul”

Uzul: “aamiin”

Kami pun pergi meninggalkan lokasi ujian dan langsung menuju kosan, tak lupa gua menelfon kedua orang tua gua sekedar memberi kabar karna hampir seminggu gua disini.

Sore itu gua berkemas.

Uzul: “loh lu mau kemana rom ?”emoticon-Bingung (S)

Gua: “oh gua mau ke Tanjung Priok zul”

Uzul: “ngapain ? nemuin sodara?”

Gua: “engga , gua masih ada tes di sekolah pelayaran yang disana”

Uzul: “oh pelayaran jakarta, keren tuh. Kapan tesnya?”

Gua: “lusa sih zul”

Uzul: “jadi lu berangkat besok pagi ?”

Gua: “iyalah sekarang ke sorean, yang ada gua nyasar. Lu ga balik tegal zul?” tanya gua

Uzul: “engga keknya rom, nanggung juga sih”

Menurut jadwal tes, pengumuman hasil akan diumumkan pada 2 hari setelah tes akademik disini. Dan kawan kawan kosan yang lain pun mereka yang berasal dari luar daerah memilih untuk tinggal disini sampai hasil pengumuman lulus tidaknya.

Malem hari miifta dan mas bayu pun keluar asrama lagi untuk sekedar nongkrong di kosan dan membeli beberapa alat mandi.

Bayu: “gimana tesnya bisa ?” tanya bayu sambil membakar rokoknya

Gua: “alhamdulilah lancar mas”

Mifta: “percaya gua sama lu rom, besok jadi ke Priok ?”

Gua: “jadi mas,”

Bayu: “mau di temenin ga ?” pinta bayu

Gua: “ga usah mas bisa sendiri , kemaren bapak udah ngasih tau . lagian besok kan kalian
harus ngampus”

Bayu: “yakin gapapa ?”

Gua: “kalem mas.”

Mifta; “wokebos”

Pagi harinya gua berpamitan dengan yang lain, tak lupa untuk bertukar nomer hape dan akun FB.

Gua: “yo wes cah tak pamit sek yo” (yaudah semuanya aku pamitan)

Rendi: “sido budal tah” (jadi pergi ?)

Gua: “sido iki mas” (jadi ini mas)

Uzul: “yowes ati ati rom, salam nggo bapak ya”

Gua: “siap,”

Uzul: “kalo disana lulus disini lulus lu pilih mana rom ?”

Gua: “kalo gua ngga balik lagi kesini ya berati gua pilih sana”

Uzul: “wah keren. Semangat rom”

Gua: “siap”

Lalu gua berjalan kaki keluar area perumahan, dan mendapati jalan raya. Melihat angkot 05 gw stop

Gua: “bang, ke priok?”

Abang abang: “bukan bang, priok pake PJ”

Gua: “oh ok bang”

Ternyata angkot disini beda angkot yang ada di daerah gua, kkalo di daerah gw nomer 05 dengan jurusan yang sama. Ternyata di jakarta nomer 05 itu banyak trayek tergantung di kawasan mana dia beroprasi.emoticon-Ngakak (S)

Kepolosan ketidak tauan gua saat itu mungkin bisa membuat gua celaka, apalagi ditambah dengan barang bawaan yang banyak. Mungkin bandit diluar sana berfikir gua ada santapan empuk.

Setalah gua muter muter naik busway yang gua sendiri ga tau tujuanya kemana akhirnya gua diarahkan untuk ke halte harmony. Untuk menunggu busway dengan tujuan terminal tanjung priok, namun disaat gua menunggu di halte harmony gua melihat bis dengat tujuan tanjung priok, tanpa pikir panjang, gua lompat dari peron dan langsung melambaikan tangan ke bis tersebut. Bis itu kemudian menepi dan masuk gua disana.

Singkat cerita gua sudah sampai di depan campus pelayaran, lalu gua mencari kos kosan yang hitunganya perhari di depan area campus, gua menemukan kos kosan 2 lantai yang menurut gua nyaman untuk gua tinggal beberapa hari disini, disini sudah ada beberapa calon taruna dari daerah jawa barat yang gua rasa mereka satu SMA karna keharmonisan mereka sangat terjalin.

Sebut mereka iqbal, febri, fahmi, guntur dan furqon (not pukon) emoticon-Cape d... (S) , gua sebatas berkenalan dengan mereka gua menepati kamar tengah yang didalam sana sudah ada penghuni sebelum gua, namanya barito dia orang dari nusa tenggara barat.

Gua: “oh jadi lu dari NTB bang ?”

Barito: “iya rom, ”

Gua: “njir jauh juga yah”

Barito: “ya begitulah rom”

Gua: “udah dari kapan disini ?”

Barito: “seminggu yang lalu sih udah di jakarta Cuma gua baru kesini kemaren, sebelumnya gua dirumah sodara”

Gua: “oh enak punya sodara”

Barito: “iya abang gua sendiri”

Gua: “di daerah mana ?”

Barito: “pasar minggu”

Gua: “oh kemaren gua juga habis tes disana”

Barito: “perikanan ?”

Gua: “iya bang, lu tau ?” (tanya gua heran)

Barito: “abang gua lulusan sana sekarang kerja di kementrian kelautan dan perikanan”

Gua: “njirrr”

Barito: “terus hasilnya ?”

Gua: “hasilnya masih besok diumumin bang”

Gua pun mulai akrab dengan barito ini, ini kali keduanya dia mencoba mendaftar di campus ini. mungkin ini menjadi kesempatan terakhir mengingat umurnya dia sudah hampir 22.

Malam hari pun kami berkumpul di ruang tv di lantai dua ini, kami berbincang bincang bersama para calon taruna yang lain.

Time skip....

Datang di mana hari ujian di kampus pelayaran ini tiba, sama seperti halnya waktu di perikanan kami di haruskan mengenakan baju kemeja putih putih dan celana hitam beserta sepatu putih, gua berangkat bersama bang barito dan kawan kawan yang lain. Sekali lagi gua melihat kartu ujian gua, disana sudah tertulis letak ujian tes akademik, kali ini gua dan bang barito mendapatkan ruangan ujian yang sama yaitu di gedung olahraga Cuma beda blok saja.
Kita pun berpisah dan gua langsung menuju tempat duduk gua,lalu gua mengeluarkan papan ujian yang gua bawa dari rumah serta pensil dan tak lupa penghapusnya.

“kenalin bro gua alam” tiba tiba calon pendaftar disebelah gua menyodorkan tanganya

“oh iya gua romi bang” menjabat tanganya

Alam: “asli mana bro? Jawa yah”

Mungkin dia paham dengan logat medok gua

Gua: “iya bang”

Alam: “daftar dijurusan apaan rom ?”

Gua: “nautica lam, lu ?”

Alam: “sama rom, bisa nih kerjasama haha” (katanya sambil mengedipkan kedua matanya)

Gua: “liat nanti soalnya lam, siapa tau ada paketanya”

Alam: “iya juga sih”

Lalu kami diarahkan untuk menumpuk tas ke depan barisan paling depan, dan soal pun di bagikan secara estafet. Dari sini gua bisa menebak kalo ujian soal ini ga ada pakek paketnya semua sama.

Tes tahap pertama ini ada dua tes, pertama tes akademik dan tes psikotes. Untuk jam pertama kami mengerjakan tes akademik dengan waktu 90 menit, dan dilanjutkan dengan tes psikotes dengan waktu 90 menit juga.

Setelah mereview secara singkat , masih sama seperti tes di perikanan berisikan materi saat gua SMA kemarin.

Alam: “rom, sama aja kan soalnya?”

Gua: “mana gua coba liat punya lu, harusnya sama”

Alam memberikan lembar soal ke gua, dan gua melihat secara cepat dan benar semua soal itu sama persis tidak ada yang dibedakan bahkan nomornya pun sama

Gua: “iya lam sama aja,”

Alam: “yaudah rom ayok”

Gua: “lu ngerjain yang mana ?”

Alam: “gua bahasa inggris biologi, lu matematika fisika”

Gua: “anjrit bagian gua ga enak”emoticon-Hammer (S)

Alam: “gua ga begitu lihat matematika”

Gua: “sama njir gua ga begitu lihai fisika”

Alam: “yaudah kerjain dulu fisika ntar matematika gua bantuin”

Gua: “serius ga nih?”

Alam : “ya serius dong, buruan dah percaya sama gua”

Gua: “okeh”

Lalu dengan persengkokolan kami mengerjakan sesuai dengan pembagian materi yang sudah di sepakati. Ya lumayan susah gua kedapetan matematika fisika karna gua sendiri bisa dibilang buruk di matematika, tapi melihat soal soal ini gua merasa yakin meskipun ya bakalan lama gua membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya.

Setelah kurang lebih 60 menit ...

Alam: “udah selese belom ?”

Gua: “fisika udah , matematika nih masih kurang 15 soal”

Alam: “gua udah selese nih, salin dulu aja”

Gua menyalin jawaban dari lembar jawaban alam, dan begitupun sebaliknya.

Gua: “kok lu cepet banget ngerjainya”

Alam: “bahasa inggris sama biologi gua 9 bro di un”

Gua: “busettttt,” (gua terkaget mendengar nilainya)

Alam: “udah bagi dua aja ini yah?”

Gua: “ok”

Lalu kami mengerjakan kembali soal yang tersisa dengan waktu yang semakin menipis. Bel berbunyi dan tepat kami sudah menyelesaikan semua soal.

Gua: “mana buktinya lu dapet 9”

Alam: “ ya di tas lah”

Gua: “oiya,”

“bang” sesorang menepuk bahu gua dari belakang, sebut saja (CATA= Calon Taruna)
Lalu gua menoleh

Gua: “kenapa bro ?”

CATA: “lu ngerjainnya cepet banget, keknya buat lu gampang yah ?”

Gua: “engga sih ini kan sama aja soal soal UN kemaren”(padahal gua Pete pete ngerjain semua soal)emoticon-Ngakak (S)

CATA: “UN gua tahun 2011 bang”

Gua: “lah?’

CATA: “iya ini kesempatan terkahir gua daftar disini”

Gua: “oh” gua coba untuk cuek

CATA: “lu bisa ga bantuin gua buat masuk sini?”

Gua: “ya gimana sih, gua juga belum tentu bener”

CATA: “gapapa gua percaya sama lu dah”

Gua: “ga sayang sama kemampuan lu sendiri ?” tanya gua memastikan ?

CATA: “gua udah nyoba 2x dengan kemampuan gua sendiri, gw pengen yang pasti”

Gua: “apa imbalanya kalo lu bisa masuk ?”

CATA: “ntar kita omongin diluar”

Gua: “ok jadi,”

Mungkin terdengar jahat gua memanfaatkan situasi seperti ini untuk mendapatkan keuntungan secara sepihak, namun gua juga butuh dana untuk gua bertahan hidup disini

Alam: “serius lu rom bisa masukin dia?”

Gua: “serius gua lam,tes kedua itu tes psikotes. Udah sering gua tes psikotes”

Alam: “gua nyontek boleh ?” tanya alam dengan halus

Gua: “yakin lu mau nyontek ?”

Alam: “jangan di duitin”

Gua: “ya kaga lah, Cuma sayang ga sih lu psikotes nyontek ?”

Alam: “ga tau gua rom”

Gua: “yaudah gini aja lu kerjain dulu yang gampang gampang karna itu kan kepribadian lu”

Alam: “ok”

Tak lama setelah kami berbincang bincang soalpun di bagi dan gua meilihat secara singkat soal soal psikootes itu dan ternyat soal soalnya hampir sama persis seperti soal saat abang gua daftar di AAL dulu.

Dengan yakin gua berkata “ah gampang ini” para CATA disekitar gua pun mendengar perkataan gua.

Alam: “gila anak kampung otaknya ga ada batas”

Gua: “bangke”

Lalu gua mencoba mencuri start dan mengerjakan soal demi soal tersebut, demi mendapat hasil yang sempurna gua mengerjakan soal dengan hati hati. Sistem tes disini di bagi menjadi dua tahap sama seperti di perikanan, setelah tahap pertama ini nanti akan di umumkan nama nama yang lolos dan bisa mengikuti tahap kedua.

Setelah gua mengerjakan semuanya lalu gua meletekan pensil dan menoleh kebelakang.

Gua: “gua udah , silahkan diliat . awas keliatan yang lain!” seru gua agak sedikit memperingati

CATA: “ok rom siap”

Tak butuh waktu lama untuk di mencontek semua hasil kerja keras gua

CATA: “oek udah rom”

Gua: “ok”

CATA: “nanti dilur yah”

Gua: “siap”

Alam: “kelar rom ?”

Gua: “kelar”

Alam: “gua liat dong”

Gua: “monggoh”

Dan tak lama bel berbunyi dan kami semua di minta untuk keuar dari ruang block agar terlihat rapi dan tidak sembrawut.

Gua: “mana coba liat ijazah lu”

Alam mengerluarkan ijazah, dan benar gua terheran dia mendapatkan nilai bahasa inggris 98 dan biologi di 90.

Gua: “anjir, bocoran yah ?”(gua curiga)

Alam: “kaga lah, mana punya lu liat”

Gua: “gua ga bawa njir”

Alam: “tapi aman kan rom?” (rasa tidak percaya alam timbul)

Gua: “aman cok”

Alam: “haha cok jancok”

Lalu setelah gua keluar ruangan, cata tadi mengejar dan menghampiri gua.

“rom tar”

Gua: “oi “

Junias: “jadi gimana ?” tanya junias

Gua: “yaudah gini aja, kalo ternyata di tahap satu ini lu lolos lu ngasih gua uang sebesar 5jt”

Junias: “ga kebesaran 5jt ?”tanya dia

Gua: “mungkin lu kalo pake orang dalem 5 juta itu kecil, dan gua tau kok lu ngopek jawaban gua dari tes akademik tadi”

Junias: “hah kok lu tau”

Gua: “gerak gerak lu kebaca pas gua nutupin lembar jawaban gua, lu mulai gelisah karna lu belum ngerjain satupun soal”

Junias: “hehe iya gua ngopek semua jawaban lu”

Gua: “nah dengan nominal segitu menurut gua kecil, apalagi gua harus bagi hasil sama alam temen sebelah gua, karna gua ngerjain kerjsama sama dia”

Junias: “okeh deal, uangnya gua kasih cas waktu gua lulus tahap 1 ini”

Gua: “okeh,”

Junias: “gua minta nomer lu”

Gua: “0812xxxxxxxxxxx”

Junias: “oke liat besok”

Lalu junias meninggalkan kita, dan berkumpul dengan teman temannya.

Alam: “lu ga salah rom ?”
Gua: “kalem aja sih, bagi dua ntar kita. Lu mau duit kan?”
Alam: “ya mau lah”
Gua: “haha dasar manusia”
Alam: “yaudah bagi nomer lu rom siapa tau kita ketemu di tahap kedua”
Gua: “siap”

Alam pun pergi dengan motornya dan gua lanjut jalan menuju kosan gua, ternyata dikosan sudah ada bang barito yang seperti juga baru sampai.

Barito: “gimana rom bisa ?”

Gua: “alhamdulilah bisa bang, lu gimana ?”

Barito: “iya sama rom, ya tunggu lah hasilnya gimana”

Furqon: “anjrit susah eui tesnya” dengan logat sundanya

Gua: “hahaha sama aja lah kaya UN”

Furqon: “masa sih rom?”

Gua: “iya sama aja kan mapelnya haha”emoticon-Ngakak (S)

Furqon: “yee setann kalo mapel mah semua sama”emoticon-Mad (S)

Gua: “yaudah tinggal liat hasil akhirnya besok, eh bener besok kan pengumumannya ?”

Furqon, barito : “iya bener rom”

Gua: “oiya gua hari ini juga ada pengumuman tes di perikanan”

Barito; “oiya rom coba lu cek”

Lalu gua mengambil laptop dan hape, banyak panggilan masuk dari uzul dan bayu dan menyalakan laptop tak lupa menancapkan modem model usb (dulu belum begitu tenar model modem yang bisa untuk hotspot juga, masih menggunakan modem usb). Gua masuk ke situs kampus tersebut dan mendapati pengumuman hasil seleksi tahap 1 yang sudah di selenggarakan kemarin, lalu gua unduh file pdf dan gua mencoba mencari nama gua

Barito: “mana nama lu rom”

Gua: “ya sabar bang ini aja gua cari satu satu”

Furqon: “ngapain satu satu CTRL-F aja sih”

Gua: “oiya gua ngga kepikiran”

Furqon: “yee si geblek”

Gua: “halah herem bacot”

“ih nama gua ada bro, Romi Teknik Perikanan!!” seru gua setelah gua menemukan nama gua di kolom jurusan Teknik Perikanan

Barito: “weh selamat rom”

Furqon: “weh item selamat yah”

Gua: “makasih makasih bro”

Barito: “terus gimana ? lu ambil itu ?”

Gua: “ya tunggu di sini lulus kagaknya”

Barito: “iya juga sih, Cuma lebih jelas disana ga sih menurut gua? karna bokaplu lulusan sana”

Gua: “mau sampe kapan gua di bawah ketek bokap gua terus” kata yang langsung memberi keheningan sesaat

Furqon: “keren lu rom”

Gua: “benerkan ? mau sampe kapan coba ?, banyak jalan menuju roma, banyak jalan juga menuju kesuksesan,” (mencoba mengaskan apa yang gua sudah katakan tadi).

Furqon: “salut gua sama lu, lu daftar kesini sendiri, daftar di sana sendiri. Lu bisa hidup mandiri”

Gua: “haha terbiasa qon”

Tes tahap kedua di perikanan dilaksanakan 2 hari kedepan, sebelumnya gua membalas telfon dari uzul, dan ternyata dia juga lulus tahap pertama. Dia menanyakan apakah gua bakalan kesana lagi atau milih disini, namun gua sendiri masih belum bisa memberi jawaban karna

gua masih menunggu hasil disini .

“halo pak” setelah nada sambung berhenti

oh iyo piye le” (oh iya gimana nak)


“bapak sehat?” tanya gua mengakhawatirkan kondisinya

alhamdulilah sehat mas, lah koe neng kono pie ?, duite cukup kan ? di cukup cukup sek yo mas, sesuk nek enek tambahan bapak transfer”( alhamulilah sehat mas, kamu disana gimana?, uangnya cukupkan ? dicukup cukupkan dulu yah , besok kalo ada tambahan bapak transfer lagi)

Gua mendengar kata kata beliau membuat hati gua terenyuh dan membuat mata gua saat itu berkaca kaca, karna sampai saat ini gua masih menggunakan uang gua sendiri, dan gua masih belum menyentuh uang yang ada di atm, “gua harus berhemat” kata gua dalam hati.

iya pak romi hemat kok neng kene” jawab gua yang menahan diri agar tidak menangis

“iyo , lah pie ?” (iya terus gimana ?)

“ngenten pak, niki romi pun rampung tes neng pelayaran, alhamdulilah romi isoh ngarap. Nah iki seng neng perikanane juga wes pengumuman tahap pertamane romi lulus” (gini pak romi baru saja selese tes di pelarayannya dan romi bisa ngerjain, terus yang di perikanan juga udah pengumuman tahap pertama romi lulus)

“alhamdulilah mas, bapak yakin kamu bisa kok, ngga ada yang sulit” kata bapak yang nada bicaranya mulai naik

iyo paling romi ngenteni pungumamn seng neng pelayarane sek pak , nek lulus yo mangke di rembug malih” ( ya paling nunggu pengumuman dipelayaran dulu pak, kalo lulus nanti di bahas lagi)

“yowes mas semua terserah kamu aja, bapak Cuma bisa ngarahin”

ngeh pak, ngeh nek pun, ngenjang kulo kabari malih pak” (iya pak, yaudah pak udah dulu besok saya kabarin lagi)

“yowes le, seng ati ati yo neng kono” ( yaudah nak, ati ati kamu disana yah)

nggeh pak, asalamualaikum

“walaikumsalam”

Keesokan harinya.......

“rom bangun rom” seseorang mencoba membangunkan gua

“apaan sih to” jawab gua

“mau sampe kapan lu tidur , hari ini pengumumannya ayo buka laptonya kita chek”

“iye iye bawel bentar”

Gua pun bangun dari tidur, dan melihat kearah jam dinding ternyata sudah jam 10 pagi, gua cuci muka agar mata gua terbuka lebar.

Gua: “websitenya apaan ?” tanya gua

Barito: “lah lu ga tau ?”

Gua: “lupa wkwkw”

Barito: “sinih gua aja”

Dia langsung mengambil alih laptop dan gua hanya terdiam disampingnya melihat dia memakai laptop gua

Barito: “ini laptop apaan siih lemot amat” (sambil memiring miringkan laptop gua)

Gua: “udah gua pinjemin masih aja lu nyela”emoticon-Mad (S)

Barito :”banyak bokephnya pasti nih ?”

Gua: “iya lah, perantauan butuh teman”emoticon-Ngakak (S)

Barito: “haha sue lu rom”

Lalu barito mengunduh file daftar nama yang ada di website kampus itu.

Gua: “jangan pake CTRL –F to”

Barito: “kenapa emang ?”

Gua: “ga surprise lah”

Barito: “ini masih 650 peserta cok, nyari nama kita susah”

Gua: “ye ga percaya”

Barito: “yaudah gua ikutin caralu”

10 menit berlalu

Barito: “ah kelamaan ini kampret”emoticon-Marah

Gua: “iya hahaha” (dengan polosnya gua menjawab)emoticon-Ngakak

Barito: “wooo raimu koyo kirik” (dengan logat bahasa jaawa yang masih seperti orang belajar”

Gua: “wooo telek lencung”

Barito “apaan itu artinya”

Gua: “aku ganteng, bahasa alusnya"

Barito: “oh telek lencung aku ganteng” (angukan kepala menandakan kalo dia paham)

Gua: dalam hati “haha mampus lu gua tipu”



Bersambung........
profile-picture
profile-picture
profile-picture
daniadi123 dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Part 3. The Exam '2


Quote:


Akhirnya kita menggunakan CTRL-F dan langsung menemukan nama kita, kami pun
mengucap “alhamdulilah” karna kita masih diberi kesempatan untuk ikut tes tahap dua.

Barito: “alhamdulilah rom kita masih lanjut”emoticon-Ultah

Gua: “iya bang”

Barito: “iya, semangat bos masih ada hari besok untuk tes tahap kedua”

Gua: “ok, coba ketik nama Junias bang”

Barito: “siapa emang rom temen lu ?”

Gua: “buset udah kaya cewe gua aja lu tanya tanya. Buruan ketik aja” Sahut gua sinis

Barito lalu mengetik nama junias

Barito: “ada nih”

Gua: “dia lolos ?”

Barito: “iya rom”

Gua: “hahasik, lu mau makan apa besok gua bayarin bang”(gua ikut seneng dia lolos, bukan seneng karna dia lolos, gua seneng karna duit gua lolos wkwkwemoticon-Betty (S))

Barito: “siapa sih rom cewe lu ?”

Gua: “mata kau itu cewe, itu liat kelaminya L” dengan nada sedikit ngegas

Barito: “wkwkwkw iye selow setan”



“brakkkkkkkkkkk” pintu kama gua tiba tiba di buka secara paksa dan menghantam ke tembok dengan keras

“asuuuuuuuuuuuuu” gua terkagetemoticon-Mad (S)


Furqon: “gimana gimana lulus ga?”

Gua: “njir lu qon, salam kek. Harus banget pake ndobrak pintu ?” (sedikit emosi gua terpancing)

Furqon: “iye sory gua seneng banget gua lanjut tahap 2”

Gua: “iya sama gua juga”

Furqon: “keren, masih lanjut ngekos disini kita”

Gua: “iye iye cabut sonoh”


Dia pun beneran cabut, padahal gua hanya bercanda, lalu gua mengambil hape gua dan menelfon bapak.


“tut.....tutttt....tuuuuu” (loh kok kaya kereta nada tunggunya)

“asalamualaikum pak”

walaikumsalam, piye rom, wes pengumuman le ?” (gimana rom, sudah pengumuman ?”

sampun pan niki pun wonten hasil npun” (sudah pak ini udah ada hasinya)

terus lulus po ra ?” (terus lulus ga ?)

“alhamdulilah lulus pak”

alhamdulilah rom, bangga bapak krungune” (alhamdulilah bapak bangga dengernya)

terus niki pripun pak, romi mlebet teng pundi ?” ( terus ini gimana pak, romi masuk dimana ?)

“kalo bapak pengennya kamu lebih maju ketimbang bapak dan kakak kakakmuu, kamu di pelayaran itu kamu 5 langkah di depan bapak, dan hanya 1 langkah ada didepan kakak kakamu, tapi kalo kamu di perikanan kamu sama kaya bapak, dan karirmu pun mentok mentok PNS kaya bapak sekarang ini semua serba cukup, tapi kalo kamu di pelayaran kamu serba kecukupan”

Kata kata bapak membuat gua berfikir keras

“tapi ya itu, kalo kamu milih di pelayaran bapak ga bisa bantuin, semua murni kemampuanmu” sambungnya


Tiba-tiba terbesit ingatan saat gua smp dulu, bapak sering mengajak gua untuk liburan ke jakarta dan pernah kita datang ke depan kampus ini bersama kaka gua yang ada di mabes saat itu. Bapak pernah bilang “nih lo rom, bapak dulu pengen sekolah disini, bapak ke jakarta jual cincinya embah, tapi ya gitu bapak tau embah ga bisa bayarin sekolah kalo bapak masuk sini,yaudah bapak masuk di perikanannya yang lulus jadi PNS sekolah juga gratis,”


“yaudah pak kalo gitu, romi pilih di pelayaran aja, biar romi lanjutin mimpi bapak”

“bapak ga bisa bantu loh mas”

“gapapa pak, tes tahap dua tinggal kesemaptaan aja, insyalloh romi bisa” (karna beberapa bulan sebelumnya gua di latih keras sama bapak)

“yaudah, nanti bapak transfer uang buat bayar tes tahap kedua nya”

“ga usah pak, ini uang di atm masih ada kok belum kepake”

“loh kamu disana makan pake apa?”

“kemaren pake tabungan romi pak”

“ga usah kaya gitu mas, bapak masih sanggup cariin kamu uang buat pendidikan mu, bapak punya tanggung jawab buat pendidikan kamu,yang penting kamu serius kamu milih yang bapak bakalan terus dukung”

“yaudah pak romi milih yang pelayaran aja”

“tapi bapak ga bisa bantu loh mas ?” sahut dia dengan nada pasrah

“iya pak gapapa, romi bakalan usaha”

“yaudah kalo gitu , intinya tetep semangat. Bapak ibu selalu doain keputusanmu”

ngeh pak” (iya pak)

“yaudah kalo gitu, jaga kesehatan disana, makan jangan telat”

“ngeh pak, yaudah pak besok romi telfon lagi”

“ya mas, asalamualaikum”

“walikumsalam mas”


Gua menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, seakan gua berpasrah dengan apa yang sudah gua putuskan, ya! Gua memilih untuk melanjutkan di pelayaran ini, entah seperti apa kedepanya gua berfokus untuk dapat lulus di beberapa tes selanjutnya.

Gua: “bang coba lu liat jadwal tesnya”

Barito: “oke”


kami pun melihat daftar tes yang ada di beberapa hari kedepan, tes tahap kedua memakan waktu kurang lebih seminggu, karna di satu hari hanya dilakukan beberapa tes kesemaptaan saja. Tes tahap kedua terdiri : tes Jasmani, tes kesehatan, tes wawancara.


Gua: “waduh seminggu lagi kita disini”

Barito: “iya ketabrak puasa juga disini”

Gua: “astaga iya puasa, gua lupa”

Barito: “ye kafir”

Gua: “anjir gua lupa, kapan puasa”

Barito: “3 hari depan”

Gua: “anjir pass gua tes jasmani dong”

Barito: “iya gua sama”

Gua: “insyalloh sanggup lah”

Barito: “keren”


Setelah itu gua menelfon uzul dan bayu memberitahu kalo gua memilih melanjutkan di pelayaran, ya sedikit terdengar rasa kesal dari mereka karna memilih disana. Namun ya inilah jalan yang sudah gua pilih semoga ada kabar bagus di akhir nanti.

Timee. Skippp....

Hari yang ditunggu pun datang, dimana hari ini gua sudah bergegas bersiap untuk melakukan tes jasmani yang terdiri dari lari, pull up sit up,push up dan renang.


Gua: “ayo berangkat” ( gua mengajak beberapa teman kosan gua utuk berangkat bareng)

Barito: “ayo”


Sampai di depan kampus gua ketemu si junias


Junias: “rom” dia meneriaki gua dari kejauhan


Gua melambatkan langkah


Junias: “bro makasih yah udah bantuin kemaren”

Gua: “siap jangan lupa”(kata gua sambil mengingatkan perjanjian kita)

Junias: “iya minta no rek aja. Siangan gua transfer”

Gua: “oke”

Junias: “lu tes apaan hari ini ?”

Gua: “lari ini, lu apaan ?”

Junias: “sama gua, kan kita satu blok”

Gua: “iya bener juga”


Sampailah kita di lapangan dan diarahkan untuk mengganti pakain hitam putih kita dengan seragam olahraga yang sudah di siapkan dari rumah. Lalu gua menuju koridor dan mengganti pakaian gua.


“lah lu pake calana renang bro” sesorang dengan badan besar kekar bertanya

“iya gua adanya Cuma ini” jawab gua merendah (karnasaat itu gua salah bawa celana)

“haha aneh mau lari kok pake celana renang” dia menertawakan gua

“masalah buat lu ?” jawab gua dengan tegas

“lah ngegas!” sahutnya

“kenapa ga suka lu” jawab gua

“yah anak kampung aja belagu banget lu” menghampiri gua

“lah kenapa emang gua kalo anak kampung, liat siapa yang lebih baik, anak kota yang ngandelin ototnya, atau anak kampung yang ngandelin kemampuanya” (serius si orang ini berbadan kekar seperti binaragawan)


Tiba tiba alam datang dan memisahkan kita.


“untuk nomer urut 50-60 harap kelapangan” terdengar suara dari toa


Gua berjalan kearah lapangan, dan ternyata gua sebaris sama orang berbadan besar kekar tadi, dia mengenakan kaos superman (lets we call superman). Pelatih pun memberikan instruksi bahwa kita diberi waktu 12 menit untuk dapat menyelesaikan 6 putaran lapangan bola, ya setara dengan lari 2,4 km.


“prrrrriiiitttttttt” suara peluit pun menandakan bahwa kita di haruskan untuk berlari
Di putaran pertama gua masih berlari ringan, namun superman berlari sprint seperti balapan, sampai di putaran ke empat gua mulai berlari kencang mengejar waktu yang tersisa.


Si superman pun sudah gua selip dua kali yang artinya dia baru menyelesaikan putaran sedangkan gua sudah 6 putaran.

“priiiiiittttt” terdengar lagi suara peluit menandakan kalo waktu sudah habis dan kita di harap untuk kembali ke garis finish, dan membuang nomer dada di titik terakir kita saat peluit itu ditiup

Gua menyelesaikan 12 menit dengan 7 putaran lebih, dan superman hanya menyelesaikan 5 putaran, dia nampak ngos-ngosan. Gua sengaja mengahampiri dia


“kenapa mau mati lari 5 puteran doang?” kata gua yang berdiiri disampingnya

“bacot lu” jawab dia

“lemah” gua pergi meinggalkan dia


Lalu tes dilanjutkan dengan sit up dan push up. Kali ini kita di beri waktu 1 menit dan di haruskan mendapatkan sebanyak banyaknya. Gua pun menyelesaikan semua dengan mendapat skor tertinggi dibarisan nomer urut gua, kembali si superman masih di bawah gua jauh di berada di peringkat 8.

Tes di lanjutkan dengan pull up,Sistem masih sama seperti push up kita di beri waktu 1 menit dan diharuskan mendapatkan sebanyak banyaknya .


Pelatih : “nomer urut 52 sama nomer urut 59 maju kedepan
Ternyata itu nomer urut gua dan si superman, tuhan seperti mempertemukan kita.

Gua: “lah elu, paling juga 7 ga sanggup lu” ( mencoba menantang dia)

Superman: “liat aja berapa gua dapet yang jelas gua lebih banyak dari lu kampung”

Gua: “ngimpi jangan ketinggaian bos”emoticon-Cool

Pelatih: “udah buruan”

“pritttt” gua pun langsung melompat untuk menggapai tiang pull up dan gua langsung tancap gas.


Total gua mendapatkan 20 dan superman hanya 9


Gua: “udah bangun ? 9 wkwk anak sd juga bisa”( gua terus memancing superman untuk terpancing emosinya)

Superman: “anj*ng lu”(dia mulai terpancing, dan terusulut emosinya)

Gua: “apa lu ga trima!”tegas gua


Namun kali ini pelatih melerai kita, setelah mengambil tas dan beranjak untuk melihat hasil penilian karna banyak kerumunan para CATA disana.


Gua: “otot di gedein otak di kecil, iya anak kota kebanyakan kaya gitu”


Superman kali ini terdiam melihat hasil gua yang berada di peringkat peserta dari keseluruhan calon taruna yang tes di hari itu.. Tersisa renang untuk tes jasmani kali ini, gua pun bergegas untuk ke kolan renang


Alam: “anjir lu peringkat pertama rom”

Gua: “haha anak kampung bro”emoticon-Cool

Alam: “apaan sih lu, gua ga kaya superman”

Gua: “kirain sama aja”

Alam: “kagak lah, anjir keren lu tapi asli” dengan sedikit terkagum kagum

Gua: “gua latihan sebelum tes ini”

Alam: “pantes sih”


Lalu kami diminta untuk melepas baju untuk tes berenang, disni gua merasa malu karna harus melepas baju d depan orang banyak, karna gua punya jerawat punggung, ga terlalu banyak Cuma berbekas seperti cacar.


Taruna: “kamu mau renang ga ?”

Gua: “siap kak mau”

Taruna: “yaudah lu lepas baju lu”

Gua: “siap kak”


Gua pun melepass baju gua


Alam: “anjir sixpact”

Gua: “apaan sih lu”

Alam: “itu lu punya sixpact keren anjjir”

Gua: “ ya gua kurus wajar lah punya” (gua merendah)

Alam: “gua kurus gua ga punya rom”

Gua: “ya lu jarang olahraga”


Gua melihat beberapa peserta ada yang tidak bisa berenang, ada yang baru nyemplung langsung tenggelam, emoticon-Wakaka ada yang di tengah tengah mengalami kram, dan gua sendirii tidak begitu bisa berenang.

Lalu gua berjalan keraah garis start, seketika para calon taruna melihat kearah gua . gua merasa malu karna dissini gua jadi bahan tontonan.

10 orang pertama menaiki balkon sistemanya simple kita harus sampai garis finish.

Tanda start pun sudah di bunyikan gua langsung melompat dan berenang gaya bebas, peserta di samping gua mendempel gua dengan jarak yang tidak terlampau jauh. Namun sayang hanya kurang beberapa meter saja gua merasakan kesakitan yang amat di ginjal kanan gua, (sengkil) masih gua paksakan namun gua sudah tidak sanggup akhirnya gua memegang pembatas dan tetap melanjutkan perlahan.

Sesampainya di garis finish gua pun langsung keluar dari kolam, saat itu sebelah gua pun dia keluar dari kolam, mungkin kita yang pertama dan kedua yang berhasil sampai di garis finish. Namun kami sama sama langsung batuk batuk karna terlalu banyak minum air kolam.

Tes jasmani ini pun ditutup, gua masih berada diperingkat pertama. Gua ga nyangka kalo gua bisa berada di peringkat pertama, namun hasil ini belum final karna ada beberapa jurusan yang belum melakukan tes jasmani.

Sesampainya di kost.....


Barito: “anjir rom gua liat nama lu di urutan pertama”

Furqon: “iya loh keren, temen sekost kita ada yang diurutan pertama”

Gua: “ah biasa aja,itu juga belum semua ikut tes”

Barito: “kalo kek gitu terus lu ngantongin tiket lulus”

Gua: “amiin semua disini bisa lulus”

Barito : “aamiiin, masih puasa rom ?”

Gua: “masih bang kalo ga makruh tapi”

Barito: “kenapa emang ?”

Gua: “tadi gua minum air kolam ga sengaja”

Barito: “ya alloh hualam deh rom”


kala itu gua puasa hampir tidak pernah bolong, sekarang ya jangan di tanya emoticon-Cool


Hari demi hari tes tahap kedua pun gua lalui, tingal hari ini hari terakhir gua tes wawancara, dan niat hati setelah tes ini gua ingin langsung pulang ke cilacap, karna gua sudah jenuh beraada di jakarta, dengan keramaiannya.

Pagi sekali gua berangkat dan menuju ruang auditorium. Banyak calon taruna yang juga sudah datang. Sekilas gua melihat wajah cantik seorang calon taruni, dia mengenakan kerudung di balut dengan baju hitam putih lengan panjang, serta wajah manisnya membuat gua terpana dan melihat terus kearahnya.

Sesekali dia melihat juga kearah gua, mungkin dia risih karna terus gua liatin, namun gua buang muka saat dia melihat kearahgua. seakan orang yang sedang curi curi pandang denganya, gua hanya berharap Semoga kita lolos dan kita lebih mengenal kedepanya.

Ruang auditorium pun sudah dibuka dan kita masih harus menunggu sampai seluruh pewawancara datang, hampir satu jam kami menunggu mereka. Sekarang tinggal menunggu satu persatu kita dipanggil masuk kedalam.

Junias datang menhampiri gua.


Junias: “rom udah gw transfer yah”

Gua: “oh udah gw ga tau?”

Junias: “ini bukti transfernya”

Gua: “oh iya, makasih banyak” sahut gua mengambil struk

Junias: “gua yang makasih rom, kalli ini gua yakin masuk berkat bantuan lu”

Gua: “gua ngga bantu, kan gua ngasih harga ke elu”

Junias: “iya gapapa, intinya gua yakin bisa lulus”

Gua: “semangat yah, tinggal kita berjuang bareng”

Junias: “eh nama gua di panggil, gua masuk yah rom”

Gua: “oke semangat”


Junias masuk, dan alam keluar


“lam” gua meneriaki alam dan melambaikan tangan

“oi rom” dia datang menghampiri gua

Gua; “gimana tesnya ?, susah ga ?”

Alam: “biasa aja sih di wawancarain pake bahasa inggris”

Gua: “buat lu gampang bahasa inggris, nahh buat gua anak kampung susah”

Alam: “gua yakin lu bisa kok, orang ditanya seputar lu sama kenapa lu masuk sini”

Gua: “oh semoga deh”


Alam pun pamitan meninggalkan gua, dan tak lama gua pun dipanggil masuk ke dalam ruangan, lalu gua diarahkan menuju meja.

Pewawancara: “selamat pagi “

Gua: “selamat pagi pak”


Wawancara gua awal disuruh mempresentasikan diri, dan ditanya seputar alasan kenapa masuk sini, dan gua diminta untuk menuliskan rumus hukum archimedes dan rumus tentang arus listrik, ya semua itu fisika gua sedikit paham, dan bisa menjelaskan.

Pewawancara: “nice to meet you romi, thanks see you on the campus”

Gua: “with my pleasure sir”

Lalu gua meninggalkan ruangan, dan sedikit terbang gua mendengar “see you on the campus” ya mungkin di tes wawancara ini gua lulus, karna disetiap pertanyaan yang ditujukan ke gua semua bisa gua jawab. semua tes tahap 2 sudah gua jalanin tinggal gua menunggu hasilnya kurang lebih 2 minggu kedepan, gua memutuskan untuk langsung pulang kerumah.

sepulang di kost'an gua merapihkan barang barang.


Barito: “lu mau kemana rom ?”

Gua: “gua mau balik bang”

Barito: “ngga nunggu pengumuman?”

Gua: “gila kali nunggu pengumuman 2 minggu kedepan gw disini”

Barito: “iya sih,”

Gua: “lah lu ga balik ?”

Barito: “engga rom, gua besok mau kerumah abang gua di jaksel”

Gau: “oh yaudah,” gua memasukan baju baju ke tas gua


Setelah semua siap


Gua: “yaudah bang gua cabut dulu yah, takut kemaleman ga dapet bis ntar”

Barito: “lu mau naik dari mana?”

Gua: “kampung rambutan paling”

Barito:”buset jauh amat”

Gua: “yang gua tau itu doang”

Barito: “coba ke pulogadung aja”

Gua: “iya deh, yaudah gua balik yah”

Barito: “iya lu ati ati yah , salam buat bapak”

Gua: “siap, sampe ketemu di dalam sana” (senyuman gua memastikan kalo kita bakalan masuk kesana)

Barito: “iya siap”

Sebuah pelukan perpisahan membuat gua terasa berat meninggalkan kamar kost yang sudah gua tinggali kurang lebih 1 minggu lebih ini.


gua pun bergegas untuk mengejar bis pulang.



End of The Exam....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
idner69 dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Mantaps bang, udh curi2 pandang aja nih ama itu calon taruni wkwkw emoticon-Wowcantik ini rencana sehari bakal update brp kali bang?
Quote:



Sampe crit gaemoticon-Ngakak (S)

Quote:


Hari ini dua dulu. Besok apdate lagi. Kejar deadline wkwkw
emoticon-Cendol (S)
Uang nya Gak jadi dibagi sama alam gan....??
ninggalin jejak dulu,,
semangat buat teesnyaa.

Part 4. Home Sweet Home's


“kamu sampai mana ?” sebuah pesan masuk yang menggetarkan hape jadul gua

“ga tau” jawab gua singkat

“yaudah, kalo udah di terminal bilang aku jemput”

“ga usah, ngerepotin”

“gapapa, aku pengen ketemu kamu”

“gw nya engga” jawab gua ketus

“jahat banget kamu,pokoknya aku jjemput”

Gua meilhat layar hape gua “ada cewe model begini!”emoticon-Mad (S) ya dalam hati gua teriakan itu.


Sesampainya di terminal

“bis kamu yang SJ itu kan ?” kembali pesan masuk

“iya”

“iya aku udah di depan”

Niat hati gua tidak memberi kabar kalo gua udah sampe, tapi ya begitulah dia. Apa yang dia mau harus terpenuhi, dengan cara apapun. Gua berjalan keluar terminal dan menunggu di pinggir jalan, tak lama sebuah mobil matic dan datang menghampiri gua. Sebetulnya jarak rumah dan terminal tidak begitu jauh, namun si cewe ini memaksa gua untuk di jemputnya.

Ya dia mantan gua yang udah gua putusin beberapa waktu yang lalu, namun karna dia bilang masih teramat sayang jadi dia belum bisa move on dan meminta gua untuk menemaninya hingga dia benar benar bisa move on, atau mendapatkan seseorang pengganti gua. (tapi menurut gua, semakin sering kita berhubungan dengan seseorang yang sudah bukan menjadi milik kita pasti akan ada timbul rasa kembali ddiantara kita, kalo menurut kalian gimana ?)

Kak Risma: “ayo rom,” dia turun dari mobil dan memberikan gua kunci mobilnya. Lalu gua pun berinisiatif mengambil alih kemudi

Kak Risma: “mampir makan dulu yah, aku laper”

Gua: “gua cape kak”

Kak Risma: “ayolah, aku laper nih, lagian udah aku jemput juga jadi gantian lah sekarang temenin aku”

Gua: “kan yang inisiatif buat njemput elu, gua ga minta”

Kak Risma: “masa sih,, engga ah?” (jari telunjuknya di tempelkan kearah dahi, dan muka imutnya membuat gua ga sanggup memandangnya terlalu lama)

Gua: “suka suka lu, tapi sebelum magrib balik yah”

Kak Risma: “ok bos”

kami mencari sebuah cafe, untuk makan malam kita.

Kak Risma: “jadi gimana kamu lanjut dimana”

Gua: “pelayaran Cuma masih belum ada hasilnya” jawab gua yang sambil ngunyah makanan

Kak Risma: “wih keren jadi pelaut”

Gua: “kan belum tentu masuk”

Kak Risma: “pasti masuk kok”

Gua: “aamiin”

Kak Risma: “ceritain dong kamu disana ngapain aja, aku sms ga pernah bales, sombong banget”

Gua: “ya maaf gua sibuk belajar” ( padahal gua sengaja nyuekin dia biar dia lupa sama gua)

Kak Risma: “oh ok, jadi ?” (memiringkan kepalanya dengan wajah yang antusias)

Gua lalu menceritakan kisah hidup gua di jakarta, demi melanjutkan sekolah dan menggapai masa depan #hasek
Setelah kita berbincang bincang, lalu Kak Risma mengantarkan gua pulang.

Gua: : “makasih yah, ga mampir dulu”

Kak Risma: “engga ah rom, udah magrib ga enak mertamu”

Gua: “iya gua juga Cuma basa basi”emoticon-Ngakak (S)

Kak Risma: “ih nyebelin bangettttt” emoticon-Embarrassment (nada manja terdengar lagi)

Kak Risma : “yaudah aku pulang yah,”

Gua : “iya ati ati”

Kak Risma: “mana ?”

Gua: “apanya njir ?”

Kak Risma: “tangannya mau salim”

Gua tak bisa berkata kata dan memberikan tangan gua untuk diciumnya, hati gua bergetar karna melihat hal itu, dia masih mengingat kebiasaan kita saat saat bersama dulu. Perlahan dia pergi dan melambaikan tanganya, Gua bales dengan lambaian tangan.

Gua mengetuk pintu rumah, dan ibu menyambut dengan pelukan hangat, terlihat wajah senangnya melihat anaknya pulang kerumah dengan selamat, setelah beberapa waktu menguji nasib di jakarta.

Ibu: “pie le sehat?”(gimana nak sehat?)

Gua: “ngeh bu alhamdulilah sehat” (iya alhamdulilah sehat bu)

Ibu: “alhamdulilah nek ngono, duite cukup kan ?” (alhamdulilah kalo gitu, uangnya cukup kan ?)

Gua: “ngeh cekap niki, niki atme. Kangge ngge tumbas tiket bis

Ibu: “lah maem karo opo neng kono ?” (makan sama apa disana)

Gua: “tabungan romi buk” #njir gua makan tabungan

Ibu: “kok ga di jupuk duite neng atme” (kenapa ga diambil uang di atm)

Gua: “atme tebih bu, wontene teng terminal” ( atmnya jauh harus keterminal) gua beralasan

Ibu: “owes ibu ganti” (Ibu ganti)

Gua: “mboten sah bu, bapak pundi” (ngga usah bu, bapak mana ?)

Ibu: “bapak lagi dines keluar kota, sesok paling muleh” (bapak lagi dines diluar kota)

Gua: “yaudah bu, romi tak bersih bersih dulu”

Ibu: “yo ndang maem kae bue masak kerang” (iya habis itu makan, ibu masak kerang)


Setelah sehari berlalu dan bapak pun sudah pulang, malam ini gua ada janjian untuk kumpul dengan teman teman gua di sebuah cafe.

Yusuf, yanto,jodi, Dipta, rekas, rido mereka ada sahabat gua. Mereka sudah datang di cafe yang kita janjikan, biasa kebiasaan gua yang selalu ngaret ketimbang mereka.

Dipta: “buset dari mana aja bos, sampe berjamur nunggunya” (mak mak ngomel ngomel)

Gua: “haaha bisa mandi dulu”

Dipta: “emang habis ngapain mandi bang?” (tanya dia sembari mengedipkan mata)

Gua: “lah lupa kan semalam kita habis intehoy” emoticon-Wowcantik

Dipta: “oiya lupa 7 ronde yah bang”emoticon-Malu

Lalu gua memesan makanan karna mereka semua sudah memesan makanan, mi goreng andalan gua, di tambah capucino cinco 5ribuan.

Yanto: “jadi ngelanjutin di pelayaran rom?”

Dipta: “hah pelayaran ??emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) ” terkaget mendengar kata pelayaran

Gua: “mbaru mau mnyoba” ,mmulut penuh mi

“pletaaaakkkkkkkk” sebuah pukulan keras mendarat di pundak gua

Dipta: “telen dulu baru ngomong”

Gua: “lu reseh banget asli”emoticon-Mad sedikit emosi gua ngomong

Dipta: “lagian ga sopan, ngomong sambil makan”

Gua: “bodo ahh” sahut sinis gua

Dipta: “kamu ngelanjutin di pelayaran rom ?”

Gua: “iya”

Dipta: “katanya di perikanan ?”

Gua: “ga gua ambil”

Dipta: “terus ambil di pelayarannya ?’”

Gua: “iya”

Dipta: “di jakarta ?”

Gua: “iya” ketus gua jawab masih dongkol ini perasaan

Dipta: “kok lu ga bilang sih”

Gua: “lah emang lu emak gua” jawab gua ngengas

Dipta: “ wah nantangin”

Dipta sosok wanita yang sudah menjadi seperti ibu dari persahabatan kita, dia selalu membina kita. Di balut dengan wajah cantik,kulit putih, body yang kaya biola spanyol ga gendut ga kurus (pas lah pokoknya :ngkaks) dan rambut yang sepanjang bahuya serta selalu menggunakan ikat rambut, membuat dia terlihat cantik meskipun kelakuanya seperti preman pasar.

Rido: “ya ilah ribut mulu”

Rekas: “biasakan mreka berdua”

Jodi: “ntar ada yang cemburu”

Yusuf: “apaan sih anjir”

Dipta dan yusuf mereka pernah menjalin hubungan, karna kesalahan yusuf membuat hubungan mereka pun berakhir konyol.

Dipta: “biasalah anak bayi minta di ajarin tatakrama”

Yanto: “lah kamu daftar mana dip?”

Dipta: “aku penerbangan to”

“hah penerbangan ?emoticon-EEK! jangan bilang yang ada di tanggerang,” gumaman gua dalam hati namun gua enggan untuk mengutarakanya dan lebih memilih melanjutkan makan mi goreng gua

Yanto: “wah cocok tuh pelayaran sama penerbangan”

Gua: “cocok raimu su, ora tau ena ena ngko” emoticon-Big Grin (cocok muke lu, ga pernah nge*w* tar)

Mereka semua tertawa, tapi tiba-tiba

“praaaaaaakkkk”
Dipta: “apaan” membanting garpu yang dia pegang

Gua jiper, gua takut perkataan gua barusan menyinggung perasaanya. Raut wajah Dipta berubah, dia sepertinya marah

Dipta: “apaan rom?” njewer kuping gua

Gua: “ampun dip ampun”

Dipta: “engga barusan ngomong apaan ?’”

Gua: “engga ngomong apa apa dip” gua menahan kesakitan

Dipta: “ngomong ga” sekarang kuping gua di plintir

Gua: “cocok muka lu ga pernah k*w*n tar” bibir gua terbata bata mengucapkanya

Dipta: “mulut kalo ngomong asbun aja, ya masih bisa lah kan ketemu langsung ga keluar
keluar kamar, bahahahha” dengan ketawa khasnya .

Gua: “syukurlah dia ga marah”emoticon-Amazed dalam hati gua berkata


Malam itu kami habiskan untuk bercengkrama... dan menikmati masa masa muda kita yang akan terpisahkan karna harus mengapai cita cita,


Dipta: “anterin aku pulang rom”

Gua: “lah lu kesini naik apaan ?”

Dipta: “tadi kebetulan akku juga habis main sama temen temen cewe dan berangkat bareng dian,”

Gua: “lah ya lu pulang sama yanto lah”

Dipta: “yanto sama jodi,”

Gua: “ya sama yusuf siapa tau bisa terulang kisah cinta diantara kalian”

Yusuf: “t**** kena lagi”

Dipta: “moh!, sama kamu aja”

Gua: “kalo gua ya harus muter muter Diptaaaaaaa” dengan sabar gua menjelaskan

Dipta: “yaudah gw bensinin”

Gua: “ok jadi”

Dipta: “kan kalo ada duitnya baru mau”

Gua: “wkwkw kebutulan pas bensin motor udah tinggal sesetrip”


Akhirnya kami meninggalkan cafe itu dan gua mengantarkan Dipta pulang. Di sepanjang jalan kita habis kan untuk mengbrol, karna banyak lobang saat itu gua berusaha menghindari dan sesuatu bulat tapi bukan tekad terasa di punggung gua, dan ukuraunya itu ..... hmmmm emoticon-Malu


Dipta: “sengaja pasti ini”

Gua: “sengaja apaan sih, ngindarin lobang noh”

Dipta: “alesan”

Gua: “Yaudah kalo ga percaya duduk aja diujung behel motor”

Dipta: “ ok”
Lalu gua menoleh kebelekang “suee beneran” hilang sudah buah pepaya gua.


Sesampainya di rumahnya, gua diajak untuk mampir namun karna malam sudah semakin larut gua pun menolak ajakan itu, dan gua langsung pamitan untuk pulang.


Gua: “gw duluan yah”

Dipta: “iya ati ati di jalan, makasih udah dianterin”

Gua: “iya makasih juga bensinya”

Dipta: “semoga kita berdua lulus yah rom”

Gua: “aamiin”
profile-picture
profile-picture
profile-picture
daniadi123 dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Goks nih, ada Kak Risma sama neng Dipta heheu emoticon-Genit selonjoran dulu sambil nunggu update selanjutnya emoticon-Ngacir
profile-picture
anonymcoy02 memberi reputasi
Wihh aseekk gan romi balik lagi emoticon-2 Jempol, tandain dulu ahh, pastikan ditrit kali ini ampe tamat ya bang hehe
profile-picture
profile-picture
romiir dan anonymcoy02 memberi reputasi
Pantau terus
profile-picture
profile-picture
Dion212 dan anonymcoy02 memberi reputasi
Izin bangun tenda gan....
profile-picture
anonymcoy02 memberi reputasi
Masa muda masa yg paling indah....emoticon-Bola
profile-picture
anonymcoy02 memberi reputasi
Part 5. Good News Or the Bad one

Sore hari saat gua mandi, hape gua terus terus berbunyi entah siapa yang menelfon gua secara terus menerus. Akhirnya gua pun menyudahi mandi sore tanpa sabunan, lalu bergegas melihat hape gua. “Dipta 7x missed call”, ini kenapa lagi nelfon sampe 7 kali, lalu gua telfon balik.

“tuuuutttt....tuutttt...” nada tunggu panggilan

“DARI MANA AJA SIHHH!!!emoticon-Marah ” suara lantang terdengar hingga membuat speaker hape pun sampe bergetar.

“mandiiiiiiiiii”emoticon-Mad

“mandi kok lama banget”

“ya orang mandi ya lama lah, kenapa nyet ?” jawab gua

“udah pengumuman rom”

“masa serius?” gua kaget menedengarnya

“iya kamu lulus juga, yey kita lulus romemoticon-Peluk ” terdengar teriakan bahagia darinya

“masa sih, orang temen temen gua belum bilang kalo pengumuman”

“orang kok di kasih tau ngeyel” sewot

“yaudah aku cek dulu, penasaran gw ”

“kalo lulus beliin aku eskrim nanti malem main” pintanya

“lah kok gitu?” tanya gua karna dia mengambil keputusan secara sepihak

“bodo amat, asalamualaikum nanti aku kerumahmu jam 7. Bye”

“tuuuttt.ttuuuuttt.tutttt”


Dia menutup telfon secara sepihak, gua hanya tertawa dengan kelakuanya. Lalu gua membuka laptop gua dan mengetik nama situs campus itu,pada homepage mereka tertulis dengan huruf kapital “PENGUMUMAN HASIL SELEKSI SIPENCATAR 2013”, lalu gua unduh dokumen berbentuk pdf itu.

Halaman demi halaman gua scroll ke bawah, nama demi nama gua coba cari, gua sekilas membaca nama alam dia berhasil masuk, junias pun ada disana. Seharusnya nama gua ada di bagian mreka, namun kali ini tidak. Jantung gua mulai berdebar karna gua sudah melewati beberapa nama nama orang yang gua kenal, namun gua tak kunjung menemukan nama gua disana.

Ada kurang lebih 14 halaman, hinggal di jurusan terkahir gua juga tidak menemukan nama gua. Di halaman terkahir “NAMA NAMA BERIKUT LOLOS SELEKSI DAN DITERIMA” dan gua pun scrol kebawah lagi dan mencoba peruntungan gua di lembar terkahir ini.

“Romi I lulus Diterima di jurusan teknik”

Tak lupa gua mengucap hamdalah dan sujut sukur dengan nikmat yang alloh berikan pada gua, doa doa gua dan orang tua serta kerja keras, usaha diterima dan memberikan kabar baik di akhirnya.

Nama gua ada di lembar terakhir ini, membuat perasaan gua ga karua-karuan senengnya, namun gua masuk tidak sesuai dengan jurusan yang gua pilih, gua saat itu mendaftar nautica Cuma gua masuk di teknika

“bodo amatlah, yang penting gua masuk” gua print hasil pengumuman ini

Lalu gua pergi menemui bapak ibu gua yang berada di rumah sebelah. Gua melihat mereka sedang santai bapak yang sedang menonton tv, ibu yang sedang memasak untuk makan malam.


Bapak: “ngopo sih rom playon” (ngapain sih lari lari)

Gua: “niki sampun pengumuman pak bu” (ini sudah keluar pengumumanya)

Bapak: “terus piye hasile ?” (terus gimana hasilnya?)”

Gua: “mboten lulus niki pak bu” (engga lulus pak bu), dengan wajah tertunduk lesu gua utarakan.

Bapak: “yowes pie meneh , semangat seng penting kamu sudah berjuang” (yaudah mau gimana , semangat yang peting kamu sudah berjuang)

Ibu: “iyo wes rapopo le, semangat nyobo meneh tau depan” (yaudah mau gimana lagi nak, semangat, nyoba lagi taun depan)


Sama sekali tidak terlihat raut kekecawaan dari wajah mereka, mungkin mereka tau kapasitas gua, dan ga mau memperlihatkan wajah kekecewaannya.


Gua: “iyo bu pak, romi nyuwun pangapuntene, romi mboten melebt teng nautica, tapi mlebet teng tekhnika” (iya pak bu, romi minta maaf , romi ga masuk di nautica tapi masuk di tekhnika)

Bapak: “tenane?, coba liat” waja bapak berubah, dia lebih antusias

Gua: “iyo pak, niki malah kulo melebet teng teknikane” (iya pak romi masuk di teknikanya ) sembari gua memberikan kertas yang sudah gw prin tadi

Bapak, ibu : “alhamdulilah”


Gua melihat senyum bahagia yang terpancar dari raut wajah mereka, anak bontotnya masuk di sekolah pelayaran yang dulu bapak tidak sanggup untuk masuk disana, sekarang anak itu meneruskan impian bapaknya.


Bapak : “bapak percaya kamu pasti bisa”

Gua: “iya semua djjuga berkat bapak ibu dukungannya selalu menjadi semangat tiap langkah romi”

Ibu: “selamat ya rom, sekarang harus mempersiapkan semua kebutuhan mu” (naluri seorang ibu-ibu)


Perasaan gua sore itu sangatlah campur aduk disatu sisi gua masuk di pelayaran itu, disatu sisi yang lain gua harus pindah jurusan. Namun tak apa gua bersyukur karna bisa lolos dan bisa membanggakan kedua orang tua. Melihat senyuman bahagia mereka kala itu membuat gua menangis bila mengingat kejadian itu.

Malam pun tiba.... Dipta sudah ada dirumah gua dan mengobrol dengan ibu . Sedangkan gua masih bersiap siap. Sekilas terdengar Dipta bercerita klao dia juga berhasil lolos di sekoklah penerbangan, satu departemen dengan sekolah gua.


Gua: “ayo”

Dipta: “tante kita pergi dulu yah”

Gua: “bu pamit yo”

Ibu: “jangan kemaleman pulangya, kasian Dipta jauh rumahnya”

Gua: “siap”

Dipta: “iya tante,”


Lalu kami pergi, baru beberapa meter dari rumah tiba tiba cubitan keras mendarat di pinggang
sebelah kanan


Dipta: “yeeeey kita lulus rom”emoticon-Peluk

Gua: “sakit sakit”emoticon-Nohope

Dipta: “iya maaf habis aku seneng banget”

Gua: “iya tau Cuma ga nyubit juga”

Dipta: “beli eskrim pokoknya”emoticon-Wowcantik

Gua: “iya”


Tiba tiba hujan mengguyur malam ini, alhasil gua langsung menipikan motor di salah satu minimarket terdekat.


Gua: “sayang banget ujan”

Dipta: “padahal mau makan eskrim”

Gua: “sebentar”


Gua masuk kedalam minimarket dan membeli ice cream kesukaannya, dan satu buat coklat hangat.


Gua: “nih” gua memberikan coklat hangat yang gua beli tadi.

Dipta: “ih makasih rom” wajahnya berubah


Dia pun langsung menyeduh coklat itu pelan pelan


Dipta: "loh kamu ga beli ?"

gua: "gampang lu aja dulu,"

dipta: "ih beli aja sanah, nih pake uang ku"


gua masih menyembunyikan eskrim di belakang saku celana gua


gua: "lu tau kan gua ka suka yang anget anget"

dipta: "yaudah aku tiupin dulu ntar barengan"

gua: "ogah barengan sama lu"

dipta: "yakin nih ga mau?" dengan wajah menggoda , dan mengigit gelas kertas coklat panas itu

gua: "apaan sih tol*" gua menoyor kepalanya, karna dengan wajah seperti itu ingin rasanya langsung gua bungkus emoticon-Nohope


saat dipta sedang meniup niup coklat itu agar tidak terlalu panas, gua mengeluarkan eskrim yang mulai dingin dipantat gua.


dipta: "ih kok eskrim ku" mata nya tertuju ke es krim yang gua beli, dan terus memandangnya dengan pikiran kosong


saat gua membuka pelan pelan dan ingin memasukannya ke mulut.


"ROMIIIIIIIIIIIIII" seketika dia teriak dan semua orang yang berteduh di minimarket itu melihat ke arah kita.

"ITU ES KRIM KUUUUUUUUU" kalimat selanjutnya keluar dari mulutnya


gua malu, tensin, salting karna semua orang melihat kearah kita,


gua: "gila lu yah pake teriak teriak!!emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) "sahut gua tegas

dipta : "bodo amat, balikin es krim ku pokoknya"

gua: "nih ambil ambillllll" gua langsung memberikan eskrim itu, karna gua ngga mau ada perdedebatan yang membuat kita menjadi bahan tontonan.

Gua: “pelan pelan ah makanya” gua hanya memandangi dia memakan eskrim

Dipta: “he he heemoticon-Embarrassment ” dengan polosnya dia ketawa


Hujan makin deras.....


Dipta: “habissss”

Gua: “buset itu mulut blepotan”

Dipta: “masa sih?” mengelap dengan jaketnya

Gua: “jorok ah,”

dipta: "abang bersihin dong" emoticon-Stick Out Tongue


Lalu gua mengabil tisu yang ada dialam tasnya dan membersihkan sisa eskrim di mulutnya,


Dipta: “makasih” (senyum manis)

Gua: “iyaa”

dipta: "besok kalo kita udah masuk asrama, kamu sering sering main ke tanggerang yah"

gua: "ngapain ?"

DIpta: "ya maiin lah bod*h"

gua: "mager banget jauh jauh jakarta ke tanggerang"

dipta: "ummmm, gitu ?"

gua: "mending lu aja yang ke jakarta"

dipta: "siapppp, nanti aku main ke kosan deh"

gua: "anjir enak"emoticon-Wowcantik

dipta: "otak bok*p"


Saat itu kita hanya menghabiskan waktu di minimarket tempat kita berteduh malam itu, hingga saat langit sudah bersahabat, gua pun bergegas pulang untuk mengambil dan mengantarkan Dipta pulang.
Ya begitulah cara gua menjaga wanita, saat dia datang kita harus ada, begitupula disaat dia pulang. Tapi kali ini gua ga minta uang bensin lagi darinya emoticon-Ngakak (S)

Spoiler for So, Thats a Good News:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
daniadi123 dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 11


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di