CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Taji KPK Makin Menjadi, Dini Hari Kemensos Ditangkap Terkait Bansos Covid-19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fcc0ca426377252577ba5c2/taji-kpk-makin-menjadi-dini-hari-kemensos-ditangkap-terkait-bansos-covid-19

Taji KPK Makin Menjadi, Dini Hari Mensos Ditangkap Terkait Bansos Covid-19

Taji KPK Makin Menjadi, Dini Hari Kemensos Ditangkap Terkait Bansos Covid-19
SUARATURATEA.COM, JAKARTA - KPK membeberkan cara Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara (JPB) menerima uang suap dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) COVID-19. Duit yang diterima mencapai belasan miliar dalam dua periode.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, pada periode pertama pengadaan paket bansos pihak Kementerian Sosial (Kemensos) menerima fee berupa uang Rp12 miliar. Duit itu dibagikan kepada Mensos Juliari Batubara diduga korupsi, Matheus Joko Santoso, dan Adi Wahyono. Dua nama terakhir adalah pejabat pembuat komitmen dalam program bansos COVID-19.

"Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS kepada JPB (Juliari Peter Batubara) melalui AW dengan nilai sekitar Rp8,2 miliar," ujar Firli dalam jumpa pers di gedung KPK, Minggu, 6 Desember dini hari.

Duit yang diperuntukkan bagi Mensos Juliari dikelola oleh Eko dan Shelvy yang menjadi orang kepercayaan dari Mensos. Uang korupsi dari bansos COVID-19 disebut KPK digunakan untuk keperluan pribadi Mensos Juliari Batubara.

"Uang tersebut selanjutnya dikelola oleh EK dan SN selaku orang kepercayaan JPB untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi JPB," ungkapnya.

Untuk pengadaan paket bansos kedua, uang yang diterima mencapai Rp 8,8 miliar. Duit itu juga diterima Mensos Juliari dan digunakan untuk kepentingan pribadinya.

"Terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB," kata dia.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan 5 orang tersangka. Tiga orang tersangka penerima duit hasil korupsi yakni Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB), pejabat pembuat komitmen di Kemensos Matheus Joko Santoso (MJS) dan AW.

Sedangkan dua orang tersangka lainnya sebagai pemberi dari pihak swasta yakni Ardian IM (AIM) dan Hary Sidabuke (HS).

OTT KPK dilakukan terkait pengadaan bansos COVID-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp5,9 Triliun dengan total 272 kontrak dan dilaksanakan dengan 2 periode.

“JPB (Juliari P Batubara) selaku Menteri Sosial menunjuk MJS danAW sebagai PPK dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan dan diduga disepakati ditetapkan adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui MJS,” ujar Firli menyebut modus korupsi bansos COVID-19 di Kemensos.

KPK menyebut untuk fee tiap paket Bansos disepakati oleh MJS dan AW sebesar Rp10 ribu per paket sembako dari nilai Rp300 ribu per paket bansos.

Selanjutnya oleh MJS dan AW pada bulan Mei sampai dengan November 2020 dibuat kontrak pekerjaan dengan beberapa suplier sebagai rekanan yang di antaranya AIM, HS dan juga PT RPI (Rajawali Parama Indonesia) yang diduga milik MJS.

“Penunjukkan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui JPB (Juliari Peter Batubara) dan disetujui oleh AW,” ujar Firli.

SUMBER
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Suaraturateacom
Halaman 1 dari 5

Mantap

Taji KPK Makin Menjadi, Dini Hari Kemensos Ditangkap Terkait Bansos Covid-19
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 2 lainnya memberi reputasi
Wow 2 menteri kena, bakalan ada yang kena lagi kayaknya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Muantappp... habis sudah duit negara... emoticon-Recommended Seller
profile-picture
profile-picture
PROSAV dan Habibananasuper memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ratakan semua om kapek.... (y)
Taji KPK Makin Menjadi, Dini Hari Kemensos Ditangkap Terkait Bansos Covid-19
Hukum mati..
Hukum mati..

Wekeekee.. emoticon-Wkwkwk korupsi duit bencana kudu dihukum mati.

Percuma KPK tajem kalo pengadilan tumpul.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Gede ini cuk..
Korupsi dana wabah kan bahaya..
Gila emg rakus nya org2 sekarang..
Hajar terus KPK...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
bagus hukum mati. sy apresiasi kerja kpk om firli👍👍👍
profile-picture
Habibananasuper memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Trit sepi.. trit sepi..


emoticon-Ngacir
ada lagi yang ketangkep

bansos emang gede sih anggarannya, tapi yang sampe ke masyarakat yang kedata aja.

isinya susu, minyak, beras, sarden kaleng, laporannya satu kantong berapa itu ?

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
stomap dan Habibananasuper memberi reputasi
puju tuhan, partai idola nya kaum domba pemuja si bangke tarzan shemale 🤣🤣🤣🤣
profile-picture
profile-picture
profile-picture
venom123 dan 12 lainnya memberi reputasi
Korupsi paling sinting sih ini ,gilak
Ga punya hati dan amoral ,asliii bisa gt ya sampe terbersit buat koruptodz.

Padahal dr awal khan udah d wanti2 uang bansos jangan d korupsi in,klo ketauan d ukum matiii.

Tau deh apa bener bakalan d ukumm matii apa enggaknya nie mantri

Pantes aja besek bansos yg d terima ala kadarnya ,dan banyak gelombang yg g sampe.

Gw aja baru 1x dapetnya dari sekian banyak bansos yg udah ada.

Jangan2 next BSU nie apa yg d bidik ,krn smpe skarang bsu untuk 1,4 juta orang belum pada masup .... 1,2juta ruoiah X 1,4 juta orang = berapa tuh mampuss .
Alasannya duidnya masih dalam proses pemadanan data d ditjen pajak. Udah 3 mingguan,sangsi gw sama alasannya,taik lah bangke.

Makanya mantrinya kena covid,entah alasan spy bisa mabur atau beneran kena.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh 7p tyo
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Kalo udh ada yg ketangkep dari klannya big mom, udh mulai percaya deh gw sama kpkemoticon-thumbsup
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Yang penting proses hukumnya..berani hukum.mati gak nih...emoticon-Betty
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Mampus kau
emoticon-Taiemoticon-Taiemoticon-Tai
profile-picture
vegasigitp memberi reputasi
Hukum mati aja model begini
emoticon-Cape d...
profile-picture
anu.ku.l memberi reputasi
Diubah oleh converti
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Katanya KPK dilemahkan... Ini bukti KPK "nampar" Pendukung & oposan pemerintah...

Pembantu² jokowew yg lain bakal ketar ketir nih
Emang masa jabat periode ke-2 biasa yg gede² ketangkep emoticon-Wagelaseh


Sikat terooos bos... Jgn kasih kendor...
Jgn kalah di sidang nanti, hukum mati sekalian emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kalau mau diusut nih, di semua instansi pemerintah banyak korupsi dana COVID.

Bayangkan lo dikasih dana gede ratusan milyar disuruh beli barang2 obat, disinfektan, sembako segala macem harus tersedia dalam waktu singkat sementara payung hukumnya ga tersedia karena kondisi darurat, panik, pemerintah ga siap tiba2 covid meledak di sini, akhirnya celah begini banyak dimanfaatin buat korup
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Klo penunjukan perusahaan itu membuat perkerjaan pembagian bansos lebih efisien di masa pandemi karena kemungkinan dia kenal baik ama CEO nya dengan memperpendek cin cong birokrat ngapa gak ?

Nah fee 8 milyar itu nanti digunakan sbg apa masuk kantong pribadi dan benar-benar digunakan untuk kepentingan pribadi si mensos atau digunakan untuk kinerja Depsos juga.

Negara ini semua transaksional dari legal sekalipun butuh duit. Lapor polisi pun sekali mencari keadilan sbg pembayar pajak pun harus ready kasih fulus.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Hukum mati dong...

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hhendryz dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di