CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Daging Ayam Buatan Lab, Pertama Kali Akan Di Jual Di Singapura
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fc8ad2665b24d3bc7444b2e/daging-ayam-buatan-lab-pertama-kali-akan-di-jual-di-singapura

Daging Ayam Buatan Lab, Pertama Kali Akan Di Jual Di Singapura



Daging Ayam Buatan Lab, Pertama Kali Akan Di Jual Di Singapura

Ketika Indonesia masih sibuk dengan berita hal-hal yang tak perlu seperti meributkan kata anjay hingga tumpeng, bahkan saling sikut antara ormas yang digawangi Habib Rizieq hingga para petinggi di lingkaran Istana yang korupsi dan tertangkap KPK, bahkan keadaan semakin memanas dan membuat pusing dengan tingkah OPM dan MTI yang sering bikin ulah.

Hingga berita orang berprestasi di Indonesia tenggelam dengan berita penggiringan opini yang tidak menambah ilmu dan juga harapan agar masyarakat Indonesia semakin maju. Selalu saja masyarakat di cekoki hal-hal yang tak membuat mereka makmur dan nyaman apalagi kenyang, karena berkutat pada hal yang seharusnya bisa ditangani tanpa harus ada pertikaian dan debat yang tak perlu diketahui publik.

Daging Ayam Buatan Lab, Pertama Kali Akan Di Jual Di Singapura

Sedangkan di negara yang lain mereka sedang sibuk mengurusi hal yang diluar nalar, membuat daging yang dikembangkan dalam laboratorium. Jadi tidak perlu lagi susah-susah beternak, apalagi menyembelih hewan untuk dikonsumsi dagingnya karena para ilmuwan sudah mengembangkan daging buatan yang serupa.

Sebuah hal yang cukup membuat kita berfikir, apakah kita akan terus menjadi negara penonton? Sedangkan teknologi berkembang detik demi detik, hingga tak ada yang tak mungkin bisa diciptakan oleh para ahli untuk kemaslahatan orang banyak.

Daging Ayam Buatan Lab, Pertama Kali Akan Di Jual Di Singapura

Bayangkan daging tiruan sudah banyak dikembangkan beberapa tahun ini, daging ini dibentuk dari sel hewan yang dikembangkan hingga menjadi daging yang mirip dengan aslinya. Bahkan rasa daging pun sesuai dengan aslinya, baik itu ayam, sapi, dan daging hewan ternak lainnya untuk di konsumsi.

Tujuan penciptaan daging hasil dari lab ini agar kedepannya umat manusia lebih mudah untuk konsumsi daging, tidak harus menunggu masa panen dari hewan yang cukup umurnya.

Daging Ayam Buatan Lab, Pertama Kali Akan Di Jual Di Singapura

Walau saat ini penciptaan daging tiruan masih mahal biayanya, tapi di masa depan harga daging tiruan akan lebih murah dengan banyaknya produksi dan juga bila daging tiruan ini diminati masyarakat dunia.

Tak ada lagi hewan ternak yang dipotong serampangan, apalagi daging saat ini menjadi komoditi yang mahal dan tak terjangkau oleh masyarakat kecil.

Kondisi covid memaksa juga pengembangan daging tiruan yang sehat dan terhindar dari banyaknya bakteri dan virus pada hewan semakin diminati, salah satunya negara Singapura yang pertama kali memberikan izin untuk daging tiruan ini dijual ke publik.

Daging Ayam Buatan Lab, Pertama Kali Akan Di Jual Di Singapura

Daging Ayam Buatan Lab, Pertama Kali Akan Di Jual Di Singapura

Kemungkinan besar akan banyak negara yang mengikuti langkah Singapura, sepertinya di masa depan nanti daging tiruan akan semakin mudah dicari.

Yang jadi pertanyaan, apakah daging manusia bisa ditiru? Jawabnya iya, ada peneliti yang membuat daging manusia tiruan dengan metode ini mungkin kedepannya untuk transplatasi operasi atau dijadikan konsumsi juga nih?

Ihh, ngeri banget ya gan kalau di konsumsi tapi itulah sains dan teknologi tak bisa dibendung perkembangannya. See u next thread.

emoticon-I Love Indonesia

Daging Ayam Buatan Lab, Pertama Kali Akan Di Jual Di Singapura

"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2020
referensi : klik,klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star

profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 44 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
Halaman 1 dari 7
Kalo dikonsumsi terus²an apakah ada efek belakangnya? emoticon-EEK!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mechanoid dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 30 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 30 balasan
Makin mudah dapetin daging tanpa ternak yaaaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rejectedkids dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 18 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 18 balasan
bagaimana dengan peternak ayam
bisnisnya bisa terpengaruh oleh daging ayam buatan laboratorium
profile-picture
profile-picture
profile-picture
KOROZOM dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Prosesnya gmn?
profile-picture
profile-picture
choelansky dan c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Mesti tetap enak dan aman. Bakalan jadi makanan masa depan


emoticon-Ngakak
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Prosesnya gimana ya ...
Harom halal ...
Lastcar demo ga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
murayh0 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Quote:


Quote:


Caranya tak cari2 ga nemu mungkin dirahasiakan pembuatnya 😂

Tapi dari media seperti ini,
Pada 5 Agustus 2013, keduanya mendapat kehormatan untuk mencicipi burger berbahan daging laboratorium pertama di dunia dalam sebuah konferensi pers di London, Inggris. Penciptanya turut hadir, yakni para ilmuwan asal Universitas Maastricht, Belanda, yang dipimpin oleh Profesor Mark Post.

Post dan kawan-kawan telah membudidayakan daging laboratorium untuk burger tersebut sejak Mei 2013. Ada pendonor dana anonim bagi proyek tersebut, dengan besaran sekitar Rp4,7 miliar. Belakangan diketahui si penyumbang adalah Sergey Brin, salah satu pendiri Google.

Post mengambil sel induk dari seekor sapi, lalu menumbuhkannya menjadi potongan-potongan otot yang digabungkan menjadi burger. Di dalam satu burger terdapat kurang lebih 20.000 jaringan otot kultur dengan berat sekitar140 gram. Secara biologis sama dengan daging sapi konvensional, dan tanpa rekayasa genetika.
Satu dekade setelahnya penelitian terkait daging laboratorium makin meluas. Pada 2012, ada kurang lebih 30 pusat penelitian di seluruh dunia yang mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan daging laboratorium versinya sendiri-sendiri.

Perkembangannya juga cukup pesat. Pada Februari 2016 Memphis Meats, start-up Silicon Valley yang didirikan oleh seorang ahli jantung, meluncurkan daging laboratorium dalam bentuk bakso sapi goreng. Pada Maret 2017 mereka giliran memperkenalkan daging laboratorium ayam dan bebek.

Maret lalu CNN Health meminta pendapat Joe Tetrick, CEO produsen daging JUST. Ia meramalkan konsumsi daging laboratorium oleh masyarakat akan terwujud “sebelum akhir 2018". Beberapa produk, dimulai nuget ayam, sosis, dan “foie gras" akan ditawarkan di beberapa restoran di Amerika Serikat dan Asia, imbuhnya.

Perusahaan lain memperkirakan penjualan daging laboratorium baru akan dimulai beberapa tahun lagi. Paul Shapiro, penulis "Daging Bersih: Bagaimana Menumbuhkan Daging Tanpa Hewan Akan Mengubah Makan Malam dan Dunia", memperkirakan produk dari daging laboratorium akan menjejali rak-rak toko mulai tahun 2021.

Selain perlu menyempurnakan tampilan dan rasa, kendala terpokok dari pemasaran daging laboratorium bagi korporasi adalah harganya. Sepotong burger yang Post pamerkan pada tahun 2013 berbiaya $330.000.

Namun, kabar baiknya, harganya terus turun dengan cukup pesat. Bakso Memphis Meats, misalnya, dua tahun lalu dibuat dengan biaya $18 ribu/pon. Pada Februari 2017 A Bit of Science melaporkan harga burger berdaging laboratorium turun dari $300.000 ke $11,36 hanya dalam waktu 3,5 tahun. Kini biayanya hanya 9-10 kali lebih mahal (per pon) dari daging sapi standar.

Jika dari segi kualitas dan harga sudah oke, pertanyaan selanjutnya adalah apakah daging laboratorium aman serta menyehatkan?

CNN Health mengutip pernyataan resmi Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA), bahwa “tampaknya masuk akal untuk berpikir bahwa daging laboratorium dapat dikonsumsi dengan aman jika dibuat sesuai dengan standar keamanan yang telah ditetapkan dan melalui semua aturan terkait."

Marta Zaraska dari Washington Post melaporkan pendapat sejumlah ilmuwan yang menyatakan bahwa dalam beberapa aspek daging laboratorium bisa lebih menyehatkan bagi manusia. Penyebabnya daging ini diproduksi dalam lingkungan yang steril, sehingga akan lebih bebas dari bakteri jahat.

Riset soal dampak buruk dari kandungan antibiotik pada daging konvensional telah lama bergulir. Baik tim peneliti daging laboratorium dari Belanda maupun Memphis Meats tidak memasukkan kandungan antibiotik dalam dagingnya. Ini juga dinilai sebagai kabar baik lain dalam wacana kesehatan mengonsumsi daging laboratorium.

“Mereka juga tidak menggunakan hormon untuk meningkatkan pertumbuhan hewan ternak. Menurut laporan Komisi Eropa, hormon ini punya efek merugikan pada manusia, yakni pada perkembangan fisik, neurobiologis, genotoksik dan efek karsinogenik," tulis Zaraska.

Karena bisa dikontrol jumlah dan jenis lemaknya, daging laboratorium juga bisa lebih menghindarkan konsumen dari kolesterol yang dikandung daging konvensional. Kolesterol ini lah yang meningkatkan risiko stroke hingga penyakit jantung bagi para pemakan daging di berbagai negara.


Sumber https://tirto.id/siapkah-anda-mengon...ingkungan-cN66
Diubah oleh c4punk1950...
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Tanpa ada proses menyembelih auto harom buat lastcar takeabeer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
atmajazone dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Negara tetangga dah pada maju ngembagin ginian yak .. di mari masih sibuk debatin tumpeng yg memiliki agama
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh indra.blora
Lihat 20 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 20 balasan
waaah kereen sih ini risetnya gan
mau ga mau mungkin dimasa depan bakalan dikonsumsi manusia yaa
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kaya daging2an ala orang vegan ya.
profile-picture
profile-picture
c4punk1950... dan agshdhfjfjfj memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
buseedd .. ampe daging ayam aja ada yg buatan lab emoticon-Hammer2
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Gak heran
10 tahun lagi juga ada manusia sintetis.
Tanpa membutuhkam rahim dan sperma

Manusia udah gak perlu lagi menikah

Mank indonesia
Masih sibuk bahas tumpeng kafir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hfs. dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh PewarisSundaEmp
perkara daging kalau sama kadrun mereka bilang auto haram, kecuali dah kasih setoran ke m**k
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
Diubah oleh jerrystreamer1
awas efek samping.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
c4punk1950... dan 2 lainnya memberi reputasi
Hmmm suatu inovasi baru apa gimana ya ini kedepannya, bisa juga untuk pertumbuhan ekonomi nih
profile-picture
profile-picture
mintcandy12 dan c4punk1950... memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Bayangin makan makanan rekayasa laboratorium emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
c4punk1950... dan agshdhfjfjfj memberi reputasi
mahal. mendingan beli ayam biasa aja emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cowekgopel dan 2 lainnya memberi reputasi
Padahal ayam tuh masih banyak, kopyor kok.
Bikin daging yg kagak ada alias hewannya sudah mo punah, coba nah bikin daging burung dodo.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cupu1971 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Uwiiiw... GanCap udah di Singapura...
emoticon-Wow
Daging Ayam Buatan Lab, Pertama Kali Akan Di Jual Di Singapura
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mabuhaybetty dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di