CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Menanti Kiprah Pasukan Khusus TNI Buru Ali Kalora cs
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fc6935bf4d69568a974778e/menanti-kiprah-pasukan-khusus-tni-buru-ali-kalora-cs

Menanti Kiprah Pasukan Khusus TNI Buru Ali Kalora cs

Menanti Kiprah Pasukan Khusus TNI Buru Ali Kalora cs

Menanti Kiprah Pasukan Khusus TNI Buru Ali Kalora cs

Jakarta - Sepak terjang kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah (Sulteng) licin bagai belut. Pasukan khusus TNI telah diterjunkan untuk memburu teroris pimpinan Ali Kalora itu. Akankah Ali Kalora cs tertangkap?
Awalnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk pembunuhan sadis yang menewaskan empat orang di Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat (27/11) sekitar pukul 10.00 Wita.

Empat anggota keluarga itu ditemukan tewas mengenaskan di sekitar rumahnya. Mereka diduga dibantai oleh kelompok Ali Kalora.

Kapolri Jenderal Idham Azis kemudian diperintahkan Jokowi mengusut tuntas jaringan pelakunya.

Selain itu, ada perintah kepada Panglima TNI. "Saya juga sudah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk meningkatkan kewaspadaan," tambahnya.

Bagi Jokowi, peristiwa keji ini adalah tragedi kemanusiaan. Dia mengucapkan dukacita kepada keluarga korban. Dia menegaskan tidak ada tempat untuk terorisme di Indonesia.

Menindaklanjuti perintah Jokowi, TNI telah memberangkatkan pasukan khusus ke Sulteng. Pasukan tersebut dikirimkan dalam misi memperkuat pasukan Satgas Tinombala, yang merupakan gabungan TNI-Polri, yang telah ada.

Menanti Kiprah Pasukan Khusus TNI Buru Ali Kalora cs
Sat Gultor 81 TNI AD

30 Personel Pasukan Khusus TNI Dikirim ke Poso

Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberangkatkan pasukan khusus untuk memburu kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah (Sulteng). Pasukan diterbangkan menggunakan pesawat TNI AU dari Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Puspen TNI dalam keterangannya, Selasa (1/12/2020), menerangkan pasukan tersebut dikirimkan dalam misi memperkuat pasukan yang sudah ada di Poso, Sulteng.

TNI akan menindak tegas pelaku pembunuhan warga sipil di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, pada Jumat (27/11). Pengerahan pasukan ini dilakukan untuk menumpas kelompok MIT.

"TNI akan menindak tegas atas pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh MIT," tegas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI mengharapkan doa seluruh bangsa Indonesia agar operasi ini bisa berjalan dengan lancar. Dia juga berharap masyarakat mendukung operasi menangkap kelompok MIT pimpinan Ali Kaloraini.

"Dengan dukungan operasi tersebut, saya yakin kelompok MIT yang melakukan kejahatan atas penduduk yang tidak berdosa segera tertangkap," ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Suparnoto mengatakan pasukan TNI dari Jakarta sudah tiba. Ada sebanyak 30 orang yang dikirim ke Poso.

Menanti Kiprah Pasukan Khusus TNI Buru Ali Kalora cs
Sat Bravo 90 TNI AU

Jejak Ali Kalora Diburu di 3 Titik Pegunungan

Kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terus dikejar tim gabungan TNI dan Polri di pegunungan di Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Seperti kemarin tim masih melakukan pengejaran. Jadi kita sama-sama doakan untuk hal tersebut karena memang permasalahan yang seperti kemarin saya sampaikan bahwa rentang wilayahnya memang mereka selama ini dari Poso, kemudian Parimo (Parigi Moutong), kemudian Sigi di pegunungan di atas 2.500 mdpl," kata Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, Selasa (1/12/2020).

Saat ini jumlah pasukan yang dikerahkan juga semakin banyak. Pasukan khusus TNI yang dikirim dari Jakarta ikut memburu kelompok yang dipimpin Ali Kalora tersebut.

Menanti Kiprah Pasukan Khusus TNI Buru Ali Kalora cs
Den Jaka TNI AL

"Mulai dari kemarin saya sampaikan Satgas Tinombala, Densus 88 Antiteror Polri, Satbrimob Polda Sulawesi Tengah dibantu oleh TNI. TNI juga ada disana. Bahkan hari ini ada informasi tambahan dari TNI AD dan Marinir Angkatan Laut sebanyak 30 orang baru tiba digeser dari Poso," kata dia.

Selain operasi penegakan hukum, penanganan situasi di Sulteng juga melibatkan pihak lain termasuk tokoh agama. Karo SDM Polda Sulteng pun memberi pemulihan kondisi psikis warga yang jadi korban kelompok teroris.

Moeldoko Ungkap Kendala Tangkap Ali Kalora cs

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan kendala menangkap kelompok teroris Ali Kalora cs.

Moeldoko, yang pernah menjabat Panglima TNI, mengatakan wilayah kekuasaan MIT pimpinan Ali Kalora adalah medan yang berbukit-bukit. Ditambah lagi, vegetasi yang masih lebat.

"Intinya bahwa saya tahu persis medan di sana, medannya, gunungnya berlapis-lapis, itu sangat luas. Hutannya masih cukup lebat dan masyarakat itu tinggal cukup berjauhan sehingga untuk menjaga rasa aman mereka tidak mudah," ujar Moeldoko di gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2020).

Aparat yang tergabung lewat Satgas Tinombala sebenarnya sudah berhasil melawan Santoso--pemimpin MIT sebelum Ali Kalora--hingga tewas. Rupanya, MIT tetap masih melancarkan sejumlah teror saat berganti komando ke Ali Kalora.

"Kalau kita gambarkan di sini mungkin kok susah amat sih nggak bisa diberesin. Tapi kalau teman-teman melihat medannya di sana yang gunungnya itu berlapis-lapis seperti itu memang tidak mudah, apalagi mereka dalam jumlah yang kecil," ujar Moeldoko.

Moeldoko menambahkan hambatan lainnya adalah kelompok Ali Kalora bisa membaur dengan masyarakat. Mereka juga tergabung dalam kelompok kecil dan sudah menguasai 'daerah operasi'-nya.

Anggota kelompok Ali Kalora tercatat tinggal 11 orang.

"(Anggota) Ali Kalora ada 11 orang, termasuk Ali Kalora," ujar Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Suparnoto saat dihubungi, Selasa (1/12/2020).

Didik mengatakan kelompok Ali Kalora diperkirakan memiliki 2 senjata api. Rinciannya, 1 senjata laras panjang dan 1 laras pendek.

Sementara itu, pemasok amunisi ke kelompok Ali Kalora masih diselidiki. Didik menuturkan kelompok Ali Kalora berada di kawasan Gunung Biru.
sumber

*********
Sebenarnya, semenjak Revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme disahkan menjadi Undang-Undang, payung hukum penanganan tindak terorisme makin kuat, jelas, dan pasti. Dan TNI pada akhirnya bisa dilibatkan secara penuh dalam pemberantasan terorisme ini.

Setelah sekian lama revisi UU itu mandeg sejak tahun 2016, pada akhirnya rakyat bisa menilai, mana pihak yang sengaja menunda dan tidak setuju dengan berbagai macam alasan, mana yang setuju dengan alasan kepentingan bangsa yang lebih besar.

Dan berbicara mengenai terorisme, selalu ada pihak yang bermain aman, memakai dua kaki. Ada politikus busuk yang bermuka dua. Ada partai oportunis yang sensi. Ada ormas munafik. Atau orang-orang busuk yang mempunyai standar ganda berlindung atas nama HAM. Kita tak perlu menyebut satu persatu siapa mereka, ormas apa, partai apa, LSM apa. Yang jelas pointnya sama, beroposan terhadap pemerintah. Dari yang tersinggung atas nama agama, teriak soal HAM, keberatan pada fungsi TNI, badan pengumpul dana sosial yang membantu kelompok teroris luar negeri dan dalam negeri, sampai ormas yang bangga dengan ISIS dan meminta kaum muslim memotong hewan qurban untuk menghormati kematian beberapa teroris.

Jihad. Satu kata itu yang selalu jadi pertentangan ummat muslim di Indonesia. Dan ummat muslim tak bisa mengelak, bahwa doktrin jihad hanya ada pada agama Islam. Jihad yang mempunyai banyak arti, dikerdilkan oleh sebagian muslim hanya demi pertumpahan darah. Amar Ma'ruf Nahi Munkar katanya. Menghalalkan darah lawan, entah sesama muslim atau diluar muslim. Dan ketika terorisme yang lekat dengan dunia Islam disandingkan dengan Islam itu sendiri, mereka tersinggung. Mereka bilang bahwa terorisme tidak mengenal agama. Terorisme bukan ajaran agama. Terorisme tidak bisa disamakan dengan agama. Membantah yang lain, tapi membenarkan yang lain, meskipun dalam ruang yang berbeda. Ini menggelikan. Coba tanya kepada si laknat Ali Kalora ini, yang mungkin bagi sebagian orang, diam-diam dan malu-malu, menganggap manusia laknat ini sebagai pahlawan. Atas dasar apa dia melakukan semua ini? Pasti mereka akan mengatakan : Jihad! Apa tujuan mereka? Satu kata : Menegakan Khilafah! Atas dasar apa mereka melakukan semua itu dalam sebuah negara yang punya pemerintahan yang sah? Jawabnya : Ini pemerintah Thagut! Jika kita runut semuanya, maka hal ini sama dengan mereka yang ada dalam ormas keagamaan macam FPI, GNPF, atau PA 212, meskipun formatnya berbeda.

Ada hal yang terlupa. Bahwa dengan UU hasil revisi UU nomor 15 tahun 2003 mengenai Terorisme ini, sebenarnya Bachtiar Nasir, Munarman, Rizieq Shihab, dan seluruhnya yang menjalankan Ormas FPI, GNPF, dan PA 212, sudah bisa dipidana dan diseret ke meja pengadilan dan diganjar hukuman berat. Kenapa? Karena jejak mereka mendukung terorisme sudah nyata dan terang benderang. Bachtiar Nasir jelas mendukung pemberontak FSA di Suriah. Munarman berbaiat dengan ISIS. Dan FPI yang dipimpin Rizieq Shihab pernah mengeluarkan statement berpihak kepada ISIS. Sementara yang lain? Berkolaborasi dengan FPI. Benang merahnya ada. Dan definisi terorisme itu luas. Menebar teror di masyarakat dengan statement berisi ancaman-ancaman sudah termasuk dalam definisi terorisme. Meskipun bukan melalui senjata, tapi teror akal, teror moral, teror logika, terus mereka sebar ke masyarakat. Dan ini sangat membahayakan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Lalu siapakah yang bisa dikatakan sebagai pendukung terorisme ini? Mereka yang kemarin bersuara keras pada penurunan baliho, yang mendadak bangga dengan OPM dan mengkerdilkan TNI. Dan soal penurunan baliho, jangan terlalu bodoh hanya melihat sebagai penurunan baliho. Bahwa pada dasarnya sebuah baliho yang diturunkan itu adalah ancaman jangka panjang keutuhan bangsa dan negara ini. Dan manusia-manusia durjana yang melakukan pembiaran sebenarnya adalah penghianat. Mereka merasa besar, punya kedudukan, tapi nyalinya macam marmut.

Kembali kepada soal Ali Kalora ini yang ditenggarai hanya mempunyai 2 senjata api, sebenarnya ini seperti kumpulan kecoa yang diburu oleh kawanan harimau yang garang dan ber armor lengkap. Tidak sebanding. Tapi sebenarnya TNI dan POLRI patut "berterimakasih" kepada kelompok teroris dan OPM. Kenapa? Karena mereka punya sasaran hidup untuk latihan tembak yang dihalalkan negara. Dan berburu kawanan unta atau kunyuk tak perlu bicara soal HAM. Kesampingkan saja dahulu. Toh bagi mereka juga tak ada HAM. Lantas buat apa peduli pada HAM?

Segeralah habisi. Bukan jamannya lagi mengais rejeki dari dana opsus seperti jaman Orba. Ingat, satu nyawa prajurit itu tidak sebanding dengan 100 nyawa politikus kardus.

Kejar sampai dapat, dan habisi!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 65 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh i.am.legend.
Halaman 1 dari 5
Sudah mampus 1
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan scorpiolama memberi reputasi
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Menunggu juga kiprah yg sama buat membasmi monyet2 OPM
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 10 balasan
masyarakat sekitarnya mendukung teroris
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Mujahir itu semua bisa terus bertahan krn dukungan dari masyarakat uclim jg. Personilnya dari situ jg. Soal dana saja. Kalau dananya superbesar, para mujahir bisa dilipatgandakan dlm hitungan minggu.

Silent majority is batshit.
Manual book is the root of evil.

Take it or leave it once for the rest of your life.



emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kuyakzzz dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 62 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 62 balasan
udah latian nyopotin balehoemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jerrystreamer1 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Di sigi Itu kelompok ecek2.... yg di papua kapan diurusin?
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Nama TNI ato polri bakal meroket kalo bisa brantas bbrp kelompok kecil di papua, mereka udah jelas anarkis, jelas teroris, tapi kesannya malah dipelihara alias ga sepenuh hati ngebasminya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:

Opini bau lendir ini mah. Ini opini kayak niki lonte hooker,
Niki, nikmati isi
Lonte, lontong sate
Hooker, nyahok boker.

Noh buru OPM di Papua sono, yang jelas jelas ngancam integrasi NKRI, ada dukungan dari luar negri, ada kelompoknya berada di luar negri.

Quote:


Baru diduga ternyata. Jadi siapa pelaku sebenernya.
Baru diduga aja, opininya elu udah belendir begitu.
Lendirnya itu akibat elu kelewat batas maui niki lonte hooker.
Niki, nikmati isi
Lonte, lontong sate
Hooker, nyahok boker

Quote:

Makin aneh aja, masa’ sih segitu aja perlengkapan MIT, nggak bisa dikelarin. Taunan udah. Masa’ sih densus 88 nggak sanggup ngatasi 11 orang dengan perlengkapan segitu, yang segitu aja harus nurunin TNI.

Quote:

Bah, lambat banget, masa’ belum diketahui siapa pemasoknya, udah taunan ini kelompok, masih juga belum ketauan. Ngapain aja densus 88.

Bubarin aja densus 88 kalo nggak sanggup ngatasi beginian doang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
DoDoLanDoDoL dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 28 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 28 balasan
Semoga sukses operasinya... Medan berat itu...
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
fansboy teroris pada keluar
kagak suka kalo idolanya diburu emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
14145 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Alay lu ya..

Proyek abadi nih, buru belasan org aja butuh belasan taun emoticon-Leh Uga
Menanti Kiprah Pasukan Khusus TNI Buru Ali Kalora cs


Quote:


profile-picture
Habibananasuper memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ane doain cepetan mampus deh
dua kelompok pengganggu ntu
profile-picture
Habibananasuper memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ada yg terguncang? emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
Habibananasuper dan scorpiolama memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Subannalloh, semoga terorisnya mati dalam keadaan suul khotimah ya akhi emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
chevelle16 dan Habibananasuper memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Turunkan shukoi, F-16, Apache, kapal.induk bom atom dll untuk membantai si Kalora.. ane jamin kalau berhasil karangan bunga akan berjejer kembali
profile-picture
profile-picture
angga_nero dan supriyono1989 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
udah lari masuk hutan harusnya gampang ya gan, nyarinya.
pake drone + thermal camera + malam hari.
ketemu koordinat, kirim bom pake heli.

emoticon-Traveller
profile-picture
saokuda memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Yak akhirnya dpt lawan Sparing... brimob minggir dlu saatnya TNI yg beraksi
profile-picture
profile-picture
viniest dan tepsuzot memberi reputasi
cuman ngirim 30 orang
kyknya benar2 pasukan khusus neh

kerjanya pake unit2 kecil
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
gua minta bukti aja lah jangan cuma jadi jagoan di jalanan nguing2 minta ngasi jalan. tentara oh tentara, habitat mu itu di batas negara sama kawasan pemberontak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di