CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
KPK: ATM Jadi Bukti Vital Ungkap Kasus Menteri Edhy Prabowo
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fbf1bdeaf7e9343e67c31ef/kpk-atm-jadi-bukti-vital-ungkap-kasus-menteri-edhy-prabowo

KPK: ATM Jadi Bukti Vital Ungkap Kasus Menteri Edhy Prabowo

KPK: ATM Jadi Bukti Vital Ungkap Kasus Menteri Edhy PrabowoMenteri KKP Edhy Prabowo berada di dalam mobil tahanan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020). (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)


Pantau.com - Deputi Penindakan KPK Karyoto menyatakan satu kartu ATM bank atas nama sekretaris pribadi istri Edhy Prabowo menjadi bukti vital yang mengungkapkan aliran dana kasus dugaan suap yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

"Orang-orang yang ditetapkan sebagai tersangka jelas perbuatannya, tinggal pembuktian legalitas. Alat bukti juga sudah cukup banyak baik yang dikloning, fisik dan ada alat yang sangat vital yaitu kartu ATM," kata Karyoto di gedung KPK Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Kartu ATM atas nama Ainul Faqih yang merupakan staf istri Iis Rosyati Dewi tersebut adalah ATM dari rekening bank BNI yang diduga sebagai penampung dana dari beberapa pihak yang sedang dipergunakan bagi kepentingan Edhy untuk pembelian sejumlah barang mewah di luar wilayah Indonesia.

"Dari sisi perbankan akan ketahuan kalau dilihat dari transaksinya kartu ATM. Kita dapat melihat dan akan dikembangakan tapi dari profile awal sudah jelas pelaku-pelaku dalam aliran (penerimaan dana) itu sudah tergambar," tambah Karyoto.

Baca juga: Menteri Edhy Prabowo: Ini Kecelakaan, Saya Bertanggung Jawab

Dalam perkara ini, Edhy selaku Menteri KKP pada 14 Mei 2020 menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster.

Edhy menunjuk Andreau Pribadi Misata selaku staf khusus Menteri juga selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) dan Safri selaku Staf Khusus Menteri untuk menjabat sebagai Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas.

Salah satu tugas dari tim adalah memeriksa kelengkapan administrasi dokumen yang diajukan oleh calon eksportir benur. Selanjutnya pada awal Oktober 2020, Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) datang ke kantor KKP di lantai 16 dan bertemu dengan Safri.

Dalam pertemuan tersebut, diketahui bahwa untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT Aeor Citra Kargo (ACK) dengan biaya angkut Rp1800/ekor yang merupakan kesepakatan antara Amiril Mukminin (Sespri menteri KKP) dengan Andreau dan Siswadi (pengurus PT ACK).

Atas kegiatan ekspor benih lobster tersebut, PT DPP diduga melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp731.573.564.

Selanjutnya PT DPP atas arahan Edhy melalui Tim Uji Tuntas (Due Diligence) memperoleh penetapan kegiatan ekspor benih lobster/benur dan telah melakukan sebanyak 10 kali pengiriman menggunakan perusahaan PT. ACK.

Berdasarkan data kepemilikan, pemegang PT ACK terdiri dari Amril Mukminin dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nominee dari Edhy Prabowo serta Yudi Surya Atmaja.

Baca juga: Menteri Edhy Prabowo Ditetapkan Tersangka Kasus Suap Benih Lobster

Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening Amril Mukminin dan Ahmad Bahtiar masing-masing dengan total Rp9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, diduga terdapat transfer dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Fiqih sebesar Rp3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan Edhy Prabowo, Iis Rosyati Dewi, Safri dan APM antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh EP dan IRW di Honolulu AS.

Belanja tersebut dilakukan pada 21 sampai dengan 23 November 2020. Sejumlah sekitar Rp750 juta diantaranya berupa jam tangan rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy. Di samping itu pada Mei 2020, Edhy juga diduga telah menerima sejumlah uang sebesar 100 ribu dolar AS dari Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito melalui Safri dan Amril Mukminin Safri dan Andreau pada sekitar Agustus 2020 juga menerima uang dengan total sebesar Rp436 juta dari Ainul Faqih.

KPK telah menetapkan 7 orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Penyelenggara Negara terkait dengan perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 yaitu sebagai penerima:

1. EP (Edhy Prabowo), Menteri Kelautan dan Perikanan

2. SAF (Safri) Staf Khusus Menteri KKP

3. APM; (Andreu Pribadi Misata), staf khusus Menteri juga selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence)

4. SWD; (Siswadi) pengurus PT Aero Citra Kargo

5. AF; (Ainul Faqih), staf istri Menteri KKP

6. AM (Amril Mukminin), Sespri Menteri KKP

Selanjutnya sebagai pemberi

1. SJT (Suharjito) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 27 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 6
Lain kali jangan pake atm bree...

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
tai lah maennya beneran modus jaman orba yang pake monopoli menjijikan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kualitas gerindra breeee
Baru dapat jatah menteri langsung haus dan lapar
Baru juga setahun

Kapan ya ada hukuman mati buat koruptor laknat 😤😤
profile-picture
profile-picture
profile-picture
djendul dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
Nilai benih lobster ratusan triliun cuma dapet di bawah 10 m ? KPK: ATM Jadi Bukti Vital Ungkap Kasus Menteri Edhy Prabowo

Gak nutup sama kerugian immateriil dan materiil nya juga. KPK: ATM Jadi Bukti Vital Ungkap Kasus Menteri Edhy Prabowo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
strongs dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh donal.duck.
itu terlalu jumawa korupsi langsung via ATM/banking..

diputer dulu lah ke yayasan, ormas, proyek magabut, dll.. kalo bisa di turunin lagi yayasan bantu donasi aktivis.. ntar setor balik cash ato dibeliin rumah gedong atas nama sopir..

duit dapet, massa pembela diehard kalo disenggol juga dapet.. secara periuk nasi mereka kena senggol..

profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Pelajaran korupsi harus nya masuk kurikulum sekolah .

dulu sd kelas 5 bendahara kelas ada yg ngambil duit patungan. ada juga yg iseng buka buku tabungan teman sebangku nya kaget ternyata isi nya hampir 15 kali umr kota waktu itu buat anak sd.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
himkar18 dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
ATM dipake buat nampung duit milyaran emoticon-Ngakak

* nasib orang rakus ya gini, nalar nga ke pakeemoticon-Hammer.....klo dah milyaran ya otomatis masuk radarnya orang2 BI dll emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bstepanus dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kyk baru belajar korup... cupu banget..... emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan adrianfuzagame memberi reputasi
Adeknya wowo gak ikut diperiksa?
Perusahaan dia yg monopoli lobster
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kok bisa goblok begitu ya? emoticon-Bingung (S)

Apa doi gak tau aliran dana di bank itu gampang sekali ngelacaknya? emoticon-Bingung (S)














































emoticon-Ngacir Tubrukan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 2 lainnya memberi reputasi
bikin penampungan uang di bank, milihnya bank pemerintah pula emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


Ane setuju nih, biar kejadian serupa kayak begini gak terjadi lagi dimasa depan emoticon-Blue Guy Smile (S)

Harusnya ini udah jadi pengetahuan umum, kalau korupsi itu jangan lewat bank emoticon-Hammer

Ini sekelas menteri kok goblok bener, hal begini aja gak tau emoticon-Mad











































































emoticon-Amazed
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
level menteri kok gobloknya kebangetan, maen duit pke ATM emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan gabener.edan memberi reputasi
Saldo rekening jadi gendut secara drastis. Memangnya tidak mencurigakan ? emoticon-Big Grin Caranya kok terlalu amatir ya untuk sekelas menteri.
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan gabener.edan memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
jaman blockchain begini masih pake kartu atm
emoticon-Ngakak

jadi maling kok bodoh kebangetan
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan Rinka17 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Koruptor newbie..
Udh gitu sporadis lagi, tamak nya mnta ampun.
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
".jangan korupsi,"

bukan

" jangan lewat atm atau bank "
profile-picture
profile-picture
bstepanus dan nomorelies memberi reputasi
ini sih nubi cara mainnya, ya cepet kena trace lah emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Pesan moralnya:
Kalau mau korupsi jangan pake atm
emoticon-Traveller
Harusnya pakai kardus emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
setiapmenit dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh daddydaddydoo
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di