CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Apa Orang Barat Gak Malu Berpakaian Minim?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fbe6429c8393a2598130dd5/apa-orang-barat-gak-malu-berpakaian-minim

Apa Orang Barat Gak Malu Berpakaian Minim?

Quote:


Hai GanSis semua! Mohon untuk tidak buru bereaksi melihat foto diatas. Percayalah saya tidak akan mengungkit isu yang sudah berlalu, yang mana saya tidak memahami. Jadi kalem-kalem aja ya.

Saya hanya tertarik sama foto diatas bukan karena peristiwa yang melatarbelakangi. Mungkin kalau bule dalam foto tersebut cewek, ceritanya bakal lain lagi ya hehe. *Mending fotonya gw crop dan simpan sendiri. Gak jadi bikin thread ini*

Pemandangan yang kontras dalam foto tersebut, yang memunculkan pertanyaan dalam diriku. "Apa orang Barat atau Bule tidak malu memakai pakaian minim?".

Malu. "malu" ini relatif ya GanSis. Seseorang merasa malu dalam berbusana tergantung dari tempat, waktu, kebiasaan, budaya, kepercayaan dan faktor lainnya.

Saya sendiri terus terang merasa malu kalau ditempat umum cuma pakai celana pendek dan kaos doang. Bukan semata karena aurat, tapi takut dikira gembel. Beda dengan bule, pakai baju apa aja kayaknya pantes-pantes aja. Wkwkwk..

Menggali lebih jauh apakah orang barat atau bule tidak merasa malu memakai pakaian minim? Saya telah searching di internet terkait ini. Sayangnya saya tidak temukan artikel khusus terkait. Untungnya di Quara ada, meski ini pandangannya cukup subjektif. Tapi gak apa, ini sebagai referensi aja.

Kalau GanSis pernah ke Eropa, atau pernah melihat dari gambar atau video. Mungkin tidak heran lagi melihat gaya berbusana orang-orang disana yang kalau di kita menyebutnya sebagai pakaian kurang bahan. Tapi itu kalau lagi musim panas di sana.

Kalau alasannya karena musim panas, di Indonesia juga sama. Tapi orang-orang disini malah pakai jaket saat cuaca panas.

Memang kenyataannya begitu. Di Indonesia sering didapati masyarakatnya menggunakan jaket ataupun pakaian lengan panjang meski cuaca panas. Saya juga begitu. Alasannya karena takut masuk angin, kalau naik motor.

Nah itu dia, naik motor. Di Barat, masyarakatnya gemar jalan kaki, tidak selalu naik kendaraan. Jadi saat musim panas, jalan kaki disana memang lebih pas menggunakan celana pendek dan kaos doang, bagi bule-bule.

Sementara kita, lebih senang naik kendaraan. Beli cemilan di simpang depan saja naik sepeda motor. Nah, kalau naik motor pakaiannya minim, hmm… awaslo masuk angin.

Sebenarnya naik kendaraan ataupun jalan kaki bukan alasan mutlak orang barat atau bule berpakaian minim. Lebih tergantung lingkungan.

Ya kita-kita sendiri sendiri saja sih. Meski sekuat apapun kita tampil menjadi diri sendiri. Pada umumnya kenyamanan kita berbusana sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Seperti didalam rumah bahkan lebih privat di dalam kamar. Disitu kita bebas berpakaian apa saja. Terlebih tidak ada penolakan dari anggota keluarga lain. Maka kita akan nyaman dengan busana yang kita kenakan.

Namun saat memasuki ruang lebih luas. Maka akan ada penolakan terhadap gaya berbusana yang tidak sesuai nilai-nilai kearifan lokal. Jika demikian, mungkin tidak masalah. Semisal kita lagi Travelling ke suatu tempat, maka sewajarnya kita mengikuti peraturan setempat. Nah, yang jadi masalah karena "catcalling".

Orang barat atau bule menggunakan pakaian minim, ya karena lingkungannya menerima kondisi demikian. Dan faktor utamanya karena jarang didapati catcalling.

Tidak ada masalah jika kita memperingati gaya busana seseorang karena melanggar suatu norma. Tapi yang tidak bisa diterima ialah reaksi melihat orang berpakaian minim dengan melakukan catcalling. Semisal ada cewek berpakaian minim lewat, pasti ada saja yang nyaut "sexy banget",  "lepas aja sekalian mbak, nanggung" dan lain sebagainya. Sering terjadi di banyak kota di Indonesia.

Saya yakin orang-orang bule kalau terus menerus dilecehkan secara verbal begitu juga lama-lama risih. Juga bule-bule kalau di Indonesia, kecuali tidak sedang liburan, mungkin juga akan menyesuaikan diri. Apalagi kalau tahu tipikal masyarakat lokalnya sering melakukan catcalling.

Oke GanSis, saya pikir persoalan berbusana ini pembahasannya akan panjang. Dan sederhananya, mengapa orang barat tidak malu berpakaian minim, sementara adat orang timur lebih tertutup dalam berpakaian. Saya yakin diantara GanSis semua disini akan menjawab karena AGAMA.

Nah sampai titik ini, saya yakin pembahasannya makin melebar. Baiklah saya akhiri saja dengan sedikit pesan. Bahwa belajarlah untuk tidak selalu menilai seseorang dari busananya saja.


riandyoga @riandaprayoga
Binjai, 25 November 2020
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ladies.hunter01 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh riandyoga
Halaman 1 dari 2
Udah jadi hal yang biasa kalo di luar negeri mah, yang tabu kayanya cuma di sini aja sih
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Bukan gak malu sih, mungkin lebih tepatnya gk punya malu.. Beda sama orang sini yg bisanya malu maluin doang wkwk
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kalo di pantai / daerah pinggir laut sih menurut gw wajar. Tapi kalo di area2 sakral mbok ya pengelola harusnya mewajibkan orang2 bule pake pakaian tertutup.
Beberapa kali gw ke keraton, mesti ada mbak bule yg pake pakaian kurang bahan. Duh gilo, susunya gondal gandul.
emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
kikin24 dan riandyoga memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Biarkan aja boy jangan di lihatin apalagi sampai membicarakannya, bukannya sodara kita di timur nun jauh sana jg berpakaian minim,
Kecuali cewe2 sini yg lewat dan berminim ria, maka pelototin aja mubazir kan,,
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Malu itu kalau korupsi
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Gini bro. Malu nya orang barat itu terletak pada yg melihatnya. Kalo di luar negeri sono, orang bule liat bikini atau telanjang ya biasa aja. Karena otak mereka gak mikirin porn melulu. Makanya yg telanjang atau yg mini dress ya biasa aja.

Lah kalo disini yg liatin pada heboh. Mungkin karena jarang liat begituan, atau otak masih nemplok di selangkangan. Akhirnya yg pake bikini pada gak nyaman.
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kalau pakaian minim sich kemungkinan cuacanya beda jauh sama negara asalnta, misalkan deh sodara ane tinggal di swedia, cuaca disana biasa2 aja bagi dia, tp bagi kita dinginnya minta ampun. Pas dia kesini kitanya biasa2 tp di dianya merasakan PUANASNYA minta ampun. Jadi mingkin gara2 cuaca trpois. Mungkin loh ya emoticon-Big Grin
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Orang barat yg mana dulu? Kalau orang kebanyakan yg biasa keliaran di jalanan emang iya. Tapi royal families pasti beda. Kalian ga akan lihat raja, ratu, princess, prince, etc, pakai baju kurang bahan ke mana2.

Walaupun orang barat, kalau yg kalangan terhormat juga risih umbar2 bagian tubuh. Cowok2 sana juga masih ada yg menilai cewek2 dr cara berpakaiannya.
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Banyak budaya di negara kita juga yang pakaiannya minim kog. Kenapa malah malu mengakui dan bilang semua pakaian orang timur tertutup? Bahkan jaman dulu banyak perempuan ga make baju atau kutang.

Lalu budaya timur itu budaya yang mana? Yang menganggap budaya lain di timur yang ga ketutup bukan budaya timur?


emoticon-Traveller
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
SIMPELnya gini yaaa....

Klo ditilik dari latar belakang, itu namanya kebebasan berekspresi, lepas dari aturan kaku yg membelenggu...

Bila dikaitkan dengan iman, akan lebih cendrung terlihat tertutup sebagai bentuk kepatuhan terhadap iman Ketuhanan.

Terlihat dari pola pikir, memilih terikat atau kebebasan.
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
karna idup mreka santuy emoticon-Angkat Beer
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Mungkin western culture emang seperti itu emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
kikin24 dan riandyoga memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
kenapa harus malu? ide berpakaian tertutup itu ada karna islam, karna hukum menutup aurat

kalo bukan islam ngapain pake baju panjang nyeret2 jalan? mental indo kaget liat paha ya karna tiap kecil liatnya gamisemoticon-Najis (S)
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
orang sini fokusnya cuma dua:

agama, dan selangkangan
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
emoticon-Wow mereka nggak kepo busana breh emoticon-Cool
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
udah biasa itu mah, jadi mau seminim apapun gak wah banget. namanya juga beda budaya.
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ntar dikent*d nangis emoticon-Traveller
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
di Bali jaman dulu aj para wanitanya udah telanjang dada. Jadi budaya baju minim ga cuma ada di barat tapi timur jg
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Malah dianjurkan
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
yaa karena kebiasaan dan budayanya udah beda... paling bener ya saling menghormati, kalo mereka pake pakaian terbuka ya bukan berarti dimonggoin juga hehehe emoticon-Hammer2
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di