CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
Sinovac Pilih Metode Tradisional drpd Metode Modern utk Mengembangkan Vaksin Covid-19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fb3421b28c991185b4ea94d/sinovac-pilih-metode-tradisional-drpd-metode-modern-utk-mengembangkan-vaksin-covid-19

Sinovac Pilih Metode Tradisional drpd Metode Modern utk Mengembangkan Vaksin Covid-19

Sinovac Pilih Metode Tradisional drpd Metode Modern utk Mengembangkan Vaksin Covid-19

Mayoritas produsen vaksin di seluruh penjuru dunia yang sedang berlomba untuk menciptakan vaksin Covid-19 saat ini, memilih untuk menggunakan metode baru yang memanfaatkan kemajuan teknologi yang terkini dari teknologi rekayasa genetika dalam upaya mereka menciptakan vaksin covid-19.

Namun hal itu justru berbeda dengan pilihan perusahaan bio-teknologi Sinovac Biotech dari China. Mereka justru memilih metode konvensional, yang digunakan untuk menciptakan vaksin sejak dari jaman dahulu kala.

Menyitir Bloomberg, metode yang digunakan oleh Sinovac Biotech, masih berdasarkan prinsip yang sama yang digunakan oleh Edward Jenner, di abad 18, ketika dia menggunakan virus cacar sapi yang sudah dilemahkan untuk menciptakan vaksin cacar bagi manusia.

Sejak penemuan Edward Jenner itu, prinsip itulah yang digunakan untuk menciptakan vaksin yang sudah banyak beredar sampai sekarang ini.
Sinovac Pilih Metode Tradisional drpd Metode Modern utk Mengembangkan Vaksin Covid-19

Meskipun sudah ada lompatan kemajuan di dunia ilmu pengetahuan, tapi baru pada masa pandemi Covid-19 inilah, vaksin-vaksin yang dibuat dengan menggunakan metode mRNA (antara lain adalah vaksin milik Pfizer dan Moderna), bisa mendapatkan persetujuan untuk diuji cobakan pada manusia. 

Kelebihan metode mRNA antara lain adalah dari segi kecepatan waktu dan kemampuan para ilmuwan untuk berperan lebih besar dalam merancang sifat dan kemampuan vaksin yang mereka kerjakan.

Berbeda dengan metode lama, yang hanya melemahkan/mematikan sample virus yang dimiliki, untuk kemudian disuntikkan pada tubuh manusia. Dengan metode mRNA, maka para ilmuwan pertama-tama akan memetakan kode genetika dari virus yang menjadi target operasi.

Kemudian berdasarkan peta kode genetika virus itu, ilmuwan akan menyusun kode RNA yang memiliki ciri-ciri seperti virus tersebut, harapannya vaksin ini bisa memancing reaksi kekebalan tubuh, tanpa efek negatif yang mungkin bisa muncul dibandingkan bila menggunakan metode lama. Jadi yang dijadikan vaksin, bukanlah virus itu sendiri, melainkan susunan RNA yang dibuat oleh para ilmuwan ini.

Sinovac Pilih Metode Tradisional drpd Metode Modern utk Mengembangkan Vaksin Covid-19

Akan tetapi bukan berarti pilihan Sinovac Biotech ini tidak memiliki alasan-alasan tersendiri yang kuat. Sebagian ilmuwan justru mendukung pilihan metode tradisional Sinovac Biotech.

Mengutip dr bloomberg:
Michael Kinch, seorang ahli di bidang vaksin di Washington University, St. Louis mengatakan, “We’ve got to learn about history and not forget what’s worked in the past. Don’t get fancy when simple will do it for you just as well.”

Yang kurang lebih maksudnya : "Kita harus belajar dari sejarah dan tidak melupakan metode yang terbukti berhasil. Tidak perlu aneh-aneh, jika metode yang sederhana sudah efektif."

Selain itu, dengan menggunakan virus yang dilemahkan atau dimatikan, artinya seluruh rangkaian protein dari virus tersebut, diperkenalkan pada tubuh. Berbeda dengan metode mRNA yang hanya mengambil sebagian dari susunan RNA virus, sesuai apa yang dipilih oleh pembuat vaksin-nya. Tentunya menggunakan virus yang dilemahkan, dari satu sisi mengandung resiko, tapi di sisi lain tidak ada kemungkinan pembuat vaksin "kecolongan" atau "salah" mendesain vaksin.

Sinovac Biotech sendiri memiliki keuntungan dibandingkan perusahaan-perusahaan bio teknologi dan farmasi yang lain. Pertama-tama Sinovac Biotech sudah mencuri start terlebih dahulu karena mereka yang paling awal memiliki sampel dari Virus Covid-19.

Yang kedua, Sinovac Biotech mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah RRC. Bukan hanya suntikan dana dari pemerintah yang cukup besar, pemerintah juga membantu mereka pada tahap uji coba vaksin ke manusia.

Siapa yang terbukti benar? Mereka yang memilih pembuatan vaksin dengan metode tradisional? Atau mereka yang memanfaatkan kemajuan teknologi rekayasa genetika?

Vaksin produksi siapa yang akan anda pilih nanti saat vaksin itu sudah tersedia di pasaran? Vaksin yang menggunakan teknologi baru? Atau vaksin yang dibuat berdasarkan penemuan Eyang Edward Jenner?emoticon-Leh Uga


Sumber referensi :
1. https://navajotimes.com/ae/health/fa...ew-technology/
2. https://horizon-magazine.eu/article/...-vaccines.html
3. https://www.bloomberg.com/news/artic...force-approach
4. https://internasional.kontan.co.id/n...rtama-di-dunia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Daniswara92 dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh lonelylontong
Halaman 1 dari 3
Pertamax diamankan
profile-picture
profile-picture
lonelylontong dan androidiot memberi reputasi
Bubarkan FPI emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
inittial_D dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
lebih baik pakai cara tradisional tahnik (mencampurkan jigong dan kunyahan buah kurma) yg sudah dikembangkan agama ribuan tahun lalu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
inittial_D dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Ormas.Islam
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
mending pake kalung
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Oke..begitu rupanyaemoticon-Cool

El Psy Congroo

profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Diubah oleh egag
Tetap Kawal Nyai Nikita 🙈

Apa kabar HIV/AIDS?
Yaqueeen bisa selesai pakai teknologi baru?
profile-picture
profile-picture
666fapfap dan lonelylontong memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Satu yg bs kita petik pelajaran, dgn metode lm, sinovac trmsuk vaksin yg resiko efek sampingnya pling minim dr vaksin buatan lain. Made in China yg sllu d agp jelek mlh lbh ampuh emoticon-Leh Uga
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Apa bae lah
Nyang penting segera tersedia di pasar emoticon-Takut
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Mau modern ato tradisional yg penting hasilnya dah
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
metode modern berisiko tinggi dgn kemungkinan2 yang masih random emoticon-Cape d... tuh liat aja d inggeris ada yg kena penyakit tulang belakang misterius, sinovac di indonesia paling cuma positive koronak, ga ada penyakit2 aneh
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan lonelylontong memberi reputasi
Krn yg penting bagaimana cara "memasarkannya" ?
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Wuih dah genetic engineering bikin vaxin
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Apakah solusinya vaksin?
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Traditionist yaaa hehehehehe
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Pakai cara lama ya..
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Di tesnya ke orang lain dl aja coba emoticon-Ngakak
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Sinovac by ccp ?? CCP.... Si biang kerok penyebaran wabah virus ccp 19 dr kota wuhan..... Wowow..... Nice, trick n threat..... emoticon-Ngacir2

V
V
V

https://www.japantimes.co.jp/news/20...rona-vaccines/

Chinese officials have defended making vaccine candidates available. Zheng Zhongwei, a top official at China’s National Health Commission, said last month that the move was a “very necessary means of protecting peoples’ lives and health,” given outbreaks abroad. Last week, Sinopharm’s chairman, Liu Jingzhen, announced that some 100,000 people have taken the company’s vaccine and none have shown any adverse reactions so far. He said that 56,000 of them had traveled abroad after taking the vaccine and none had been infected.

China’s drive has taken nationalistic overtones, with many celebrating the fact that the country has candidates in late-stage trials.

Wang Mingtao, 43, an employee in a gold mine company in Ghana, posted a video on Douyin, China’s version of TikTok, of people lining up to get the vaccine at the Beijing headquarters of Sinopharm, the state-owned Chinese drugmaker, with the slogan: “My country is powerful.”

Wang, who traveled to Beijing from the northern city of Xian, said he was not worried about taking an experimental vaccine. He paid $150 for the vaccine, made by a Sinopharm subsidiary, the Beijing Institute of Biological Products.

The doses are not always being administered the way they should. On Sept. 26, Wang received two shots, one on each arm. The two doses are meant to be given 14 or 28 days apart. Wang said he was in a rush to travel and did not want to come back to Beijing. “The country says this vaccine is OK,” he said, “so I think it is better to just take it.”

Liu said that “under special circumstances,” the two doses could be delivered at the same time, on each arm, according to the Guangming Daily newspaper.

--- > kerennnn..... PKT itu selalu benar n tak pernah salah dlm mmberikan vaksin anti virus ccp 19 yg msh dlm tahap alpha ke ribuan org tanpa transparansi yg jelas bngt..... emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
lonelylontong dan ushirota memberi reputasi
Diubah oleh yoseful
Old-school nih bre ceritanya emoticon-Cool
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Enth itu tradisional atau modern yg pnting bsa buat ksmbuhan.dan g ada efek smpingnya.
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Kok aku ga pernah denger itu semua
Sebenernya aku orang Indonesia bukan sih
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di