ElodieYung
TS
ElodieYung
Jika Tak Ada Dia Mungkin Saya Gak Bisa Menulis Cerita Ini



(Dokpri)


Saya bersyukur tinggal di negara yang tidak lupa pada sejarah, tidak lupa pada para pahlawan bangsa yang sudah berhasil memerdekakan negeri ini, juga para pahlawan yang telah mempertahankannya. Terimakasih saya untuk para pahlawan bangsa.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga akan bertemu banyak para pahlawan. Yang tentu saja bukan berujud mereka yang menenteng senjata untuk berperang melawan penjajah, tapi jasa mereka begitu besar dalam kehidupan kita.

Dan saya ada kisah tentang kepahlawanan dari seorang rafting guide di Sukabumi, Jawa Barat. Di salah satu sungai yang cukup terkenal untuk kegiatan rafting. Namanya adalah Ziyo. Saya memanggilnya Mas Ziyo. Lokasi rafting ini sebenarnya tidak terlalu jauh dari posisi saya tinggal. Tapi percayalah, meski dekat dengan lokasi rafting, bukan berarti saya sering rafting. Bahkan seumur hidup saya rafting baru sekali. Kelelep pula!

Sebelumnya saya memang belum pernah rafting atau arung jeram. Ketidakmampuan berenang, trauma pernah tenggelam di sungai saat masih-masih kanak-kanak, dan trauma terseret banjir besar kala masih kecil, menjadikan saya takut sama yang namanya air. Berenang di kolam saja gak berani. Kalau main di pantai cuma berani main pasir gak berani nyebur ke air.

Tapi hari itu saya bertekad untuk mengalahkan trauma saya. Meski sempat ditawari untuk menunggu di finish point sambil menikmati kelapa muda sembari jagain barang berharga temen-temen yang sedang rafting, saya tetap memaksakan diri ikut pengarungan. Padahal saat itu debit air sedang tinggi. Bahkan pengarungan bisa saja dibatalkan di tengah trip andai air tiba-tiba naik. Dan jika itu terjadi, maka kami akan dievakuasi di tengah pengarungan dan harus berjalan jauh tergantung titik lokasi evakuasinya. Inilah konsekuensi melakukan kegiatan seru tapi berbahaya. Segala sesuatu bisa saja terjadi.

Setelah mengenakan perlengkapan rafting seperti pelampung dan helmet, kami pun diberikan safety brief oleh leader safety guard dari operator rafting. Kami pun naik ke perahu setelah safety brief selesai. Satu perahu diisi oleh 4-5 orang. Dan setiap perahu diguide oleh 1 orang instruktur. Nah, diperahu saya ini Mas Ziyo yang jadi instrukturnya.

Sebelum pengarungan kami safety brief lagi dan langsung praktek, seperti cara mendayung dan aba-aba apa saja yang akan diberikan. Bahkan di awal karena masih relatif tenang tanpa jeram, kami diberi kesempatan untuk menyebur ke air. Latihan tenggelam. Saya keburu shock, tenggelam saja ada latihannya! Saya gak berani nyebur. Pas dikasih tau kedalaman sungai sekitar 10 meter lebih!

Dan benar, pengarungan benar-benar mendebarkan. Beberapa kali perahu kami nyaris terbalik saking besarnya jeram. Belum bebatuan besar yang saya gak ingat berapa kali kami tabrak. Dan puncaknya, di sebuah jeram yang besar, perahu kami benar-benar terbalik. Saya dan teman satu perahu jatuh semua ke sungai!

Saya gak ingat kejadian detailnya, karena banyak yang bilang saya pingsan di air. Yang saya ingat kaki saya berusaha menjejak ke dasar sungai biar bisa mantul ke atas, tapi gak nemu dasarnya. Iyalah, kedalaman 10 meter!

Semua prosedur penyelamatan saat briefing buyar semua. Untung pelampung saya menjaga tubuh agar tidak tenggelam. Tapi dalam keadaan antara sadar dan tak sadar, banyaknya bebatuan di sungai mengancam keselamatan saya tentu saja.

Rupanya Mas Ziyo juga terpental dari perahu. Tapi jam terbang yang tinggi dan dibantu team rescue, dia menyelamatkan satu persatu peserta yang jatuh. Dan yang terlama adalah saya karena saya menghilang dibawa derasnya air!

Mas Ziyo yang mengejar saya dengan perahu kayak. Sementara yang di perahu kayak bergantian jadi guide di perahu kami sambil menunggu saya ditemukan.

Saya tak banyak mengingatnya. Tau-tau saya sudah di perahu. Tapi bukan perahu saya, perahu lain. Jadi Mas Ziyo berhasil menemukan saya dan menarik ke perahu kayak dan memindahkan ke perahu peserta terdekat. Dayung saya entah kemana. Tak lama saya pindah lagi ke perahu team rescue. Cuma duduk manis gak perlu ikutan dayung lagi.

Saat tenggelam di kala rafting, kita memang diajarkan gak boleh panik. Kita butuh ketenangan. Tapi terlalu tenang karena pingsan juga berbahaya! Saat itulah kita butuh pahlawan yang menyelamatkan nyawa seperti Mas Ziyo ini. Makasih ya, Mas... Semoga si Mas selalu sehat dan senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin.
Diubah oleh ElodieYung 14-11-2020 15:38
0
375
1
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan