CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / Wedding & Family /
Memantaskan Diri Untuk Menjemput Jodoh Sebelum Kata "Sah" mengikat
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5faa4d1f4601cf14f72ca014/memantaskan-diri-untuk-menjemput-jodoh-sebelum-kata-quotsahquot-mengikat

Memantaskan Diri Untuk Menjemput Jodoh Sebelum Kata "Sah" mengikat

"Hidup adalah tentang kemampuan menangkap sinyal dari semesta, memaknai setiap pesan ilahi yang disampaikan oleh-Nya dalam beragam cara"
Memantaskan Diri Untuk Menjemput Jodoh Sebelum Kata "Sah" mengikat

Setiap insan manusia yang menuju pada usia menikah biasanya berusaha mempersiapkan dirinya masing-masing untuk memantaskan dirinya sendiri. Karena, pastinya menuruti egonya manusia itu sendiri ingin memiliki jodoh atau pasangan hidup yang baik bagi dirinya dan keluarga. Jodoh yang baik tentunya tidak datang dengan tiba-tiba namun terkadang harus melalui berbagai hambatan di depannya. Baik agama, hukum negara, dan masyarakat memiliki kriteria-kriteria tentang ideal pantas untuk menikah. 

Menikah itu perlu, namun tidak dengan menggebu-gebu dan harus tergesa-gesa. Keinginan yang menggebu-gebu justru dapat berakibat kecewa jika ternyata kenyataan tidaklah sesuai dengan harapan. Muhasabah diri mungkin akan lebih baik, mempersiapkan diri pantas kita lakukan, karena saat kita berpasrah dan mengharapkan jodoh yang baik, mungkin akan datang menghampirinya.

Apa sih niat kita menikah?
Kenapa pula kita harus memantaskan diri?
Nah, jangan sampai kita terjebak dengan niat yang salah, jangan sampai pula kita memperbaiki diri ini hanya karena supaya mendapatkan calon suami yang baik, mari kita simak hadits dibawah ini :

Memantaskan Diri Untuk Menjemput Jodoh Sebelum Kata "Sah" mengikat

Dari sahabat Umar bin Khatab ra berkata : "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :'Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya dan sesungguhnya setiap orang itu akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak di nikahinya maka hijrahnya sesuai kemana dia hijrah'"(HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menjadi Self Reminderbagi kita, bahwa apa yang kita niatkan akan berbuah pahala, jika berniat baik maka hasilnya akan baik begitu juga sebaliknya. Jikalau niat diawalnya sudah buruk maka akhirnya akan buruk pula. Jadi kita perlu untuk menata niat sebelum bertindak agar semua hambatan yang akan datang nantinya tidak akan dapat menggoyahkan tekad kita. Jikalau kita sudah berniat untuk bersungguh-sungguh maka apa yang kita niatkan akan berhasil 100%.

Niatkan bahwa memantaskan diri hanya karena untuk meraih ridho Allah SWT. Jika Allah SWT telah ridho dengan kita, apapun yang akan kita minta pasti diberikan-Nya bahkan mendapat kemudahan serta solusinya. Jikalau kita berniat dengan ikhlash, segalanya kita jalankan hanya untuk mendapat ridho-Nya maka tuhanpun akan ridhlo dan memberikan suami atau istri yang baik untuk kita. Mencari jodoh yang terbaik janganlah dijadikan sebagai tujuan, tetapi kita berbuat baik supaya kita mendapatkan suami atau istri yang baik pula.

Banyak ditemukan kasus seperti ini : "dia udah cantik, pintar, shalehah, usia pas untuk menikah dan punya anak, karir bagus tapi sayang tidak nikah-nikah juga" pasti banyak juga yang pernah mendengar hal seperti ini, atau juga pertanyaan "kapan menikah?" , terkadang kita sudah merasa siap menapaki jenjang serius, untuk menikah. Namun ditengah jalan banyak sekali ditemui hambatan dari diri kita sendiri atau orang lain. Maka ber-husnudzan saja, Allah mungkin tidak ingin kita terluka karena belum siap untuk menikah, menghindarkan dahulu diri kita dari masalah rumah tangga. Menghindarkan diri kita dari pasangan yang suka berbuat maksiyat dan kasar pada istri, mungkin pula tuhan ingin memberikan waktu bagi kita untuk memantaskan diri kita sendiri supaya kita menjadi diri pribadi yang lebih baik lagi. Mungkin Allah SWT ingin memberi waktu bagi kita untuk lebih dulu dekat kepada-Nya, mendekatkan diri kepada yang Maha pemilik jodoh.

Memantaskan Diri Untuk Menjemput Jodoh Sebelum Kata "Sah" mengikat

"Hidup adalah sekumpulan impian dan ujian yang saling berkompromi membentuk sebuah harmoni, mencari titik keseimbangannya sendiri"

Mari kita kaum wanita untuk memanfaatkan waktu 'menunggu' dengan mempersiapkan dan memantaskan diri agar kita siap menjadi pasangan yang baik, pintar juga shalehah, agar siap menjadi ibu yang baik dalam mendidik dan membesarkan anak, agar siap menjadi menantu yang baik dan bisa menjadi wanita muslimah sejati. 

Ada beberapa hal yang harus kita pahami dalam rangka memantaskan diri, yaitu :
1. Harus punya Ilmu
Ikatan pernikahan bukanlah ikatan yang main-main apalagi untuk di permainkan, di dalamnya berjuta-juta keberkahan, pahala, mendatangkan kebaikan namun juga tidak lepas dari masalah-masalah yang harus dihadapi dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Sebelum kata "Sah" dua insan manusia hendaklah membekali diri dengan ilmunya untuk berumah tangga karena kita akan hidup berkeluarga maka banyak sekali ilmu yang memang harus kita pelajari, diantaranya :

- Ilmu menjadi istri yang baik
- Ilmu menjadi seorang ibu yang baik
- Ilmu menjadi menantu yang baik
- Ilmu agama, dan
- Ilmu sosial kemasyarakatan.

Memantaskan Diri Untuk Menjemput Jodoh Sebelum Kata "Sah" mengikat

"Duhai Allah yang maha pengasih dan maha penyayang, karuniakanlah kepada kami hati yang penuh cinta dan selalu condong pada kebenaran-Mu. Hati yang selalu ingin berbuat pada kebaikan, hati yang penuh dengan rasa kasih sayang seperti yang telah di contohkan oleh manusia terkasih, terhebat sepanjang zaman: Muhammad sang Rasul teladan"

2. Perbaiki apa yang ada di dalam diri kita
Sejatinya apa yang ada di dunia ini tidak ada yang sempurna, mencari yang sempurna hanya akan membuat kita tidak puas saja. Maka hendaklah kita perbaiki dulu apa yang ada di dalam diri kita, apakah sudah baik atau belum, sudahkah pantas ataukah belum. Carilah kekurangan yang ada dan tingkatkan lagi yang baiknya, karena merupakan suatu hal yang sangat disayangkan ketika kebanyakan kita melupakan aibyang melekat pada diri sendiri serta menutup mata dari kekurangan yang ada. Lebih parah lagi, ada yang justru bersikap sebaliknya yaitu berbaik sangka dan menganggap diri telah 'bersih' dan 'sempurna'. Sementara itu Allah SWT berfirman dalam surat An-Najm ayat 32 yang berbunyi :

Memantaskan Diri Untuk Menjemput Jodoh Sebelum Kata "Sah" mengikat

"Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci, Dialah yang mengetahui orang yang bertaqwa" 

3. Perkuat amaliyah ibadah
Perbanyaklah membaca Al-Qur'an, hapalkan ayatnya, tadabburi, amalkan ajarannya kemudian sampaikan apa yang kita ketahui. Biasakan untuk puasa senin dan kamis, kalau yang lebih bagus yaitu menjalankan puasa "Nabi Daud" jika sudah kuat, laksanakan shalat sunnat rawattib, dhuha, tahajud, hajat, shalat taubat karena mungkin saja rejeki salah satu jodoh kita terhambat karena banyaknya dosa yang telah kita perbuat selama ini, kita mesti sering berdo'a dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya apa yang kita inginkan segera di miliki serta mendapat ridho Allah SWT.

4. Selesaikan apa yang menjadi urusan diri kita sendiri
Apabila belum menyelesaikan pendidikan kita sebaiknya selesaikanlah terlebih dahulu. Selesaikan semua ambisi dan cita-cita diri kita dan jangan lupa untuk tetap bersyukur dengan apa yang telah kita miliki saat ini, cobalah untuk memaafkan diri kita sendiri dari kesalahan-kesalahan yang pernah ada di masa lalu. Bebaskan diri kita dari rasa penyesalan dan juga berdamailah dengan diri sendiri. Baru setelah urusan dengan diri kita selesai, maka ciptakan ruang untuk orang lain.

5. Belajar untuk mencintai diri sendiri
Bagaimana cara kita mencintai diri sendiri akan menjadi patokan bagi orang lain untuk mencintai diri kita, walaupun terdengar sangat klise tapi kata bijak tentang "Cintailah dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain" itu memang benar adanya. Kalau kita tidak mencintai diri kita sendiri maka bagaimana dengan orang lain bisa mencintai diri kita ini. Jangan pernah kita menempatkan diri sebagai obyek yang tersakiti dan selalu teraniaya, perlakukan diri kita dengan sebaik-baiknya, jadikanlah diri kita sebagai prioritas utama, baru kemudian kita bisa memprioritaskan orang lain.

Memantaskan Diri Untuk Menjemput Jodoh Sebelum Kata "Sah" mengikat

6. Tingkatkan kualitas diri
Catatlah apa yang menjadi impian terbesar kita, cobalah untuk bisa menggapainya, dengan sekuat yang bisa kita lakukan. Orang yang mempunyai tekad tinggi akan lebih menarik dimata orang lain, fokuskan diri kita untuk mengejar impian maka kita akan mengerti tentang apa yang harus kita lakukan dimasa yang akan datang, rencanakan bahagia kita dengan meningkatkan kualitas pribadi kita.

7. Jadilah seseorang yang konsisten
Konsisten ini merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh setiap orang. Konsisten merupakan usaha untuk dapat menyelesaikan semua pekerjaan yang sudah kita mulai dan memberikan kemampuan yang terbaik yang kita miliki, sama halnya dengan kita yang akan memilih pasangan, kita harus konsisten dalam memilih siapa yang akan kita nikahi. Jangan selalu bermain-main, karena kita akan mudah terjebak dengan kebahagiaan pasangan yang semu bila kitanya plin planterus.

8. Kendalikan emosi dan egoisme pribadi
Emosi yang selalu meluap-luap hanya akan mengakibatkan sesuatu yang buruk terjadi. Belajarlah menekan ego dari interaksi dengan keluarga dan teman-teman kita, emosi dan ego yang selalu meluap-luap hanya akan membuat kita rugi, akan menyebabkan pertengkaran, membuat kita gelap mata dengan yang ada sehingga kita pada akhirnya akan menyesal. Maka kita harus belajar untuk mengendalikan emosi serta egoisme dengan melakukan hal-hal yang telah dianjurkan oleh agama sehingga nantinya kita dapat menjadi orang yang bisa hidup tenang dan berhati-hati dalam melangkah dan melakukan tindakan.

9. Jodoh adalah cerminan diri
Jikalau kita ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka kita juga harus menjadi orang baik, yang memiliki kepribadian baik pula. Janganlah kita berbuat atau berperilaku jelek karena nantinya akan jelek pula perilaku dari jodoh kita.

Memantaskan Diri Untuk Menjemput Jodoh Sebelum Kata "Sah" mengikat

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (syurga)(QS. An-Nur ; 26).

Sebab demikian, sesungguhnya tanpa sadar kita telah membatasi karunia Allah SWT., kita kadang kurang bersyukur dan selalu menyalahkan takdir atas kekurangan yang kita miliki saat ini. Ingatlah jika Allah telah ridho, maka karunia yang akan diberikan-Nya bisa jauh lebih luas dari itu, apa yang kita pikirkan tidak mungkin! maka dengan kuasa-Nya bisa menjadi mungkin. Jadi janganlah kita berkecil hati dengan apa yang ada dalam diri kita. Marilah kita berbenah diri dengan ikhlash, niatkan hati dengan tulus, tekadkan dengan kuat agar tidak mudah goyah kala cobaan kembali datang menghampiri kita. 

Yuk! kita memantaskan diri kita sendiri sebagai hamba-Nya terlebih dahulu, baru kemudian untuk pasangan kita agar kelak kita dapat menggapai kemuliaan dan kehidupan yang terbaik dunia serta akhirat.

Memantaskan Diri Untuk Menjemput Jodoh Sebelum Kata "Sah" mengikat

"Ingatlah kita akan di uji oleh sesuatu yang benar-benar kita cintai. Bisa jadi sebab Allah SWT cemburu, hamba yang pada mulanya begitu mencintai-Nya sedang lupa dan lalai tanpa sadar"

Seandainya kelak kita dipertemukan dengan jodoh kita, maka berharaflah dan berdo'alah semoga kecintaan kepadanya (jodoh) tidak lebih tinggi dari kecintaan kita kepada-Nya, tuhan yang membolak-balikan setiap hati manusia. Sebab jika Allah SWT tidak ridhlo, tentu tak sulit baginya mengambil kembali, apapun yang kita rasa sudah menjadi milik kita sendiri. Maka undanglah keridhloan-Nya dengan tetap menempatkan Illahi Rabbipada posisi tertinggi di hati kita, karena walau bagaimanapun salah satu penyempurna ibadah bagi umat muslim, adalah menikah sebagaimana yang telah diterangkan dalam ilmu fiqh (fiqh munaqahat). 

Menikah selain untuk membangun rumah tangga yang sesuai dengan ajaran islam, maka dengan menikah ini akan mendapatkan banyak kebaikan, berkah dan berbagai rasa yang indah baik untuk dunianya maupun untuk akhiratnya.

emoticon-Kiss (S)emoticon-Big Kissemoticon-Selamat

Penulis : Evi Siti Maesaroh (Mahasiswi PAI FPIK Universitas Garut)
Editor : Anton Kaskuser
Diubah oleh anton2019827


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di