CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sri Mulyani ke Mahasiswa, Mau Tambah Utang atau Tarik Pajak?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f979b7cf0bdb27d432609d0/sri-mulyani-ke-mahasiswa-mau-tambah-utang-atau-tarik-pajak

Sri Mulyani ke Mahasiswa, Mau Tambah Utang atau Tarik Pajak?

 Sri Mulyani ke Mahasiswa, Mau Tambah Utang atau Tarik Pajak?

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi pertanyaan kepada para finalis Lomba Debat Hebat APBN yang diselenggarakan Kementerian Keuangan. Pertanyaan pertama dilontarkan kepada tim IDLS dari Universitas Indonesia.

Sri Mulyani menanyakan bagaimana cara pengelolaan APBN di tengah ancaman krisis akibat pandemi? Apakah ingin mendorong belanja, atau justru mulai melakukan efisiensi pada pos pengeluaran negara tersebut?

Sebab menurut Sri Mulyani, dalam menghadapi krisis pemerintah dihadapkan pada pilihan yang sulit dan cenderung tidak populer. Pasalnya, di sisi lain ekonomi Indonesia mengalami kemerosotan, masyarakat juga terancam terkena Pemutusan Hubugan Kerja (PHK).

Baca Juga: Presiden Jokowi Beberkan Indikator Kebangkitan Ekonomi RI

Namun, di sisi lain pemerintah juga perlu untuk mendorong belanja khususnya masyarakat yang terdampak pandemi. Namun konsekuensinya, utang pemerintah akan semakin meningkat.

"Di dalam menghadapi krisis pemerintah dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah dan tidak populer. Ekonomi masyarakat merosot, rakyat terancam keselamatannya karena pandemi dan juga karena kehilangan pekerjaan juga kemungkinan ancaman utang meningkat," ujarnya dalam acara Lomba Debat Hebat APBN secara virtual, Senin (26/10/2020).

Menurut Sri Mulyani, jika melihat hal tersebut pilihan yang dimiliki pemerintah tidak populer dan baik. Sebenarnya pemerintah ingin menaikan belanja negara namun pendapatan negara merosot.

Sebenarnya, ada pilihan untuk menaikan pajak kepada para pengusaha. Namun, jika hal tersebut dilakukan sangat sulit mengingat para pengusaha yang menjadi pembayar pajak tidak memiliki penghasilan akibat adanya pandemi.

"Jadi pilihan mau belanja nambah, atau belanja turun karena pendapatan lagi turun. Apakah harus menambah utang, dan juga tidak populer dan mungkin kita dalam hal ini tidak menginginkan memberikan warisan kepada generasi ke depan. Atau sebaiknya kita menaikan pajak dalam situasi pembayar pajak pun tidak mendapatkan penerimaan," jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya ingin mengetahui pilihan dari policy para peserta. Dan mengapa policy tersebut dipilih serta bagaimana pengimplementasiannya?

"Pertanyaan pertama saya. Coba jelaskan pilihan policy apa yang akan anda lakukan dan mengapa? Dan bagaimana menjalankannya," tanya Sri Mulyani.

Baca Juga: PSBB Transisi Diperpanjang, Pengusaha: Penyebaran Covid-19 Semakin Terkendali

Menanggapi pertanyaan dari Sri Mulyani, Tim A menyebut belanja harus tetap optimal dan menimbulkan manfaat bagi masyarakat. Meskipun saat ini kondisinya sedang tidak baik akibat pandemi covid-19.

Pria tersebut menambahkan, belanja harus tetap optimal dengan memprioritaskan sektor kesehatan. Di sisi lain belanja juga harus memperhatikan pemulihan ekonomi nasional dan bantuan sosial bagi masyarakat.

"Kami sangat sepakat saat ini sedang tidak baik dan dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Tentu sepakat juga tidak kebijakan yang bisa menyenangkan semua pihak sehingga akan muncul juga trade of dan juga pilihan-pilihan bagi pemerintah untuk memilih kebijakan mana yang bisa menghasilkan manfaat bagi masyarakat," ucapnya salah seorang pria dari Grup A.



Sementara itu, dari sisi pembiayaan, pemerintah tetap masih berutang. Namun dari tim A menyarankan agar utang yang ditarik berfokus pada protofilonya yang ada di dalam negeri.

Porsi portofolio dari utang pemerintah masih lebih besar yang berasal dari luar negeri. Wanita yang mewakili grup A ini menyebut Indonesia bisa mencontoh Jepang dan Amerika Serikat dalam penarikan utangnya.

Menurutnya, opsi ini memang tidak populer karena adanya pandangan miring dari masyarakat. Penyebabnya, ada beberapa masyarakat yang kurang memiliki pengetahuan tentang cara utang yang baik.

"Dari sisi pembiayaan pemerintah dapat berutang kami menyarankan portofolio diusahakan dari dalam negeri. Karena dari komposisi utang Indonesia sekarang masih di luar negeri. Jika berkaca pada negara yang rasio utang pada PDB-nya itu sangat meroket seperti seperti Jepang atau AS dan negara maju lainnya, mereka tetap bisa membayar utang secara berkelanjutan," jelasnya.

Dari sisi penerimaan negara, pemerintah dapat mengoptimalkan reformasi perpajakan. Misalnya dengan membuat sistem perpajakan lebih efisien.

"Sehingga mengoptimalkan jumlah pajak yang dapat diterima dan didapatkan oleh negara. Lalu juga diversifikasi dari pajak seperti penerapan pajak digital, pajak minuman manis, serta sektor-sektor produktif dapat diterapkan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional dari sisi pembiayaan," jelasnya

link


"Jadi pilihan mau belanja nambah, atau belanja turun karena pendapatan lagi turun. Apakah harus menambah utang, dan juga tidak populer dan mungkin kita dalam hal ini tidak menginginkan memberikan warisan kepada generasi ke depan. Atau sebaiknya kita menaikan pajak dalam situasi pembayar pajak pun tidak mendapatkan penerimaan," jelasnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 7 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
Utang nambah, ekonomi gak tumbuh
Pajak ditambah, ekonomi jg gak tumbuh

Terus saya harus gimana bu

Mending dijajah belanda aja bu sri

emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
She will do both
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 5 lainnya memberi reputasi
lah , memang tabungan orang indonesia pada mau di pindahkan ke surat utang negara ?

atau di buat kebijakan , kalau tabungan di atas 5 milyar , di endapkan selama lebih dari setahun , otomatis setengahnya terkonversi menjadi surat utang negara ?
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Diubah oleh ksatriabajaputi
Ga impor sesuatu y bisa bikin sdr.
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Subsidi ongkir export jadi 0 Rupiah untuk UMKM, naikin pajak dan biaya Import s/d 200%-300%
profile-picture
profile-picture
robert1995 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Menteri terbaik
ngutang di nyinyirin, ditarik pajak , mewek , dikira pemerintah duit nya dari langit emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Tambah utang, pengelolaannya oleh pemerintah boros gak efisien
Tambah pajak, daya konsumsi masyarakat tambah terpuruk

mau yang mana hayo...? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 3 lainnya memberi reputasi
Perjuangan jaman now bagi bangsa dan negara ada 2:
1. Bayar pajak
2. Mengurangi konsumsi produk impor bila memungkinkan
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan Mosta2011 memberi reputasi
Diubah oleh xrm
Karena omnibus law gaji buruh tahun depan belum tentu naik
Pariwisata mati suri krn pandemi
Harga2 cenderung gak naik krn daya beli turun

Koq ngimpi nambah narik pajak + pertumbuhan ekonomi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ngutang atau tambah pajak atau jual aset negara, pilih sendiri
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Kode itu, abis ini mahasiswa dipajakin emoticon-Ngakak
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Bayar PPH kaga tapi teriak paling kenceng ga boleh ngutang emoticon-Nohope

Yg paling penting negara harus berhemat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 3 lainnya memberi reputasi
Ga ada opsi penghematan pengeluaran negara bu?

Potong gaji PNS, kurangi gaji anggota DPR, kurangi pembelanjaan negara yang tidak perlu?

Daripada malak pengusaha terus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Yang jadi masalah org2 indo kebanyakan kerjanya nonformal kayak kuli, supir pribadi,pembantu tukang sayur/bakso/gorengan dll
Yg dimana mereka ga bayar pajak penghasilan
Istilahnya ada 100 org tapi yg bayar cuma 10

Kalo dibandingkan negara maju,perkerjaan kecil2 aja bakal dipajakin soalnya sistemnya udah bagus

Kebanyakan juga warung2 kecil juga apakah mereka bayar pajak penghasilan/usaha?

Paling yg dibayar sewa tanah/gedung ama bayar preman

Makanya selama ini utang terus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bedepur dan 5 lainnya memberi reputasi
jangan harap rakyat mau sukarela bayar pajak selama pemerintah masih ngasih gaji 13 dan THR jor joran ke PNS d kala pandemi gini. udah jadi rahasia umum tuh duit pajak di pake buat apaan selama ini. untuk mengamankan kekuasaan, dgn cara kasi duit gak kira kira ke PNS biar menang pilpres berikutnya.
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan rizaldi.sarpin memberi reputasi
Diubah oleh xanax..for.sale
Ngutang luar negeri aja tapi ngutangnya ke negara yang punya pajak2 tinggi..
Diubah oleh Monyetkelabu
kok pinteran mahasiswa ya drpd menkeunya😂😂😂
profile-picture
rizaldi.sarpin memberi reputasi
masa pilihannya utang atau tarik pajak..??

emng ga ada yg lebi produktif???

anehh
profile-picture
rizaldi.sarpin memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
utaaanggggggg trus jgn bayar utangnyaaa emoticon-Belgia
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di