CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Pelampiasan Tentang Ketiadaan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f962986a2d19552a37da229/pelampiasan-tentang-ketiadaan

Pelampiasan Tentang Ketiadaan



Pelampiasan Tentang Ketiadaan

Aku suka dengan guratan lipstik yang kau pamerkan hingga bibirmu bergincu dalam ruang hati yang sendu. Engkau sengaja lampiaskan malam-malam pesakitanmu dengan mencintai iblis yang selalu menjamah ranumnya tubuhmu.

Itu karena aku. Aku yang meninggalkanmu.

Aku selalu suka jika engkau pamerkan suaramu yang terbilang merdu untuk menemani rindumu. Rindu pada raga yang sudah tiada. Rindu pada batu nisan yang kau hias dengan sempurna.

Itu karena aku. Aku yang meninggalkanmu.

Terkadang, pelampiasan itu menyederhanakan sakit hati kita, mempersingkat waktu tempuh kita untuk memikirkannya.

Aku duduk di sampingmu. Selalu ada di sampingmu. Menunggumu. Memberi tahu bahwa engkau akan baik-baik saja. Meski kau tak akan pernah tahu hadirku.

***

Seperti biasa, pada malam-malam yang sunyi aku akan merasakan wangi tubuhmu. Menjamah hadirmu. Namun, apa daya. Aku hanya bisa menyaksikan tubuhmu dikoyak oleh lelaki lain. Lelaki sahmu sekarang.

Kau tidak lagi punya pelampiasan. Kekasih halalmu datang untuk meminangmu. Membiarkan dirimu berjalan menuju kebahagiaan. Membiarkanmu lupa pada batu nisan yang dulu sering kau temui.

Hingga kau tak lagi merasakan kehilangan dan sekarang aku yang merasa benar-benar kehilanganmu.

Tidak ada pelampiasan yang kau tunjukkan hanya padaku. Tidak ada lagi cerita tentang aku dalam hatimu.

Semua berubah.

***

Seorang anak lelaki tumbuh dengan sangat riang lagi menggemaskan. Berjalan menyusuri makam tua yang sudah kering. Ia tidak sendiri. Seorang wanita paruh baya yang sudah bahagia itu mengikuti dari belakang.

Hingga sampailah ia ke makam terakhir yang pernah ia temui. Makam yang sudah tua. Tidak terurus. Tulisan dari batu nisan juga memudar. Seiring dari panas dan hujan yang silih berganti menemani makam itu.

"Ini anak kamu, Mas. Kamu pernah mengharapkan anak dariku, kan? Aku memberi nama, persis dengan namamu. Sahid Rahman."

Wanita itu menangis. Menangis sejadi-jadinya. Ternyata aku salah. Pelampiasannya masih ada di hatinya. Anak itu. Ternyata anak itulah pelampiasannya. Sengaja ia pamerkan kepadaku, agar namaku tetap terpatri dalam hatinya.

Cinta memang serumit itu.

Selalu butuh pelampiasan. Agar ia tidak benar-benar pergi.

Sekian.

-Ikusha-

23 oktober 2020 18.00
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 6 lainnya memberi reputasi
Ijin nyimak di mari ya gans

@bata_only


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di