CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Terusiknya Sang Penunggu Wilayah Sungai Citarum
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f92999065b24d41cd0ef703/terusiknya-sang-penunggu-wilayah-sungai-citarum

Terusiknya Sang Penunggu Wilayah Sungai Citarum



Terusiknya Sang Penunggu Wilayah Sungai Citarum

Kisah Horror Nyata Yang Masih Menghantui

Assalamualaikum, Gan Sis... Ane mau berbagi kisah pengalaman ane saat menemukan hal-hal aneh dan ghaib.

Kejadian menyeramkan ini terjadi sekitar tahun 2005 di sebuah pabrik garmen PT. BGJ yang berada di wilayah Bandung Selatan. Lokasinya tepat dipinggir anak sungai Citarum. Pabrik pakaian jadi khusus ekspor perusahaan milik asing itu mempekerjakan lebih dari seribu karyawan. Termasuk ane yang menduduki posisi lumayan waktu itu.

Kejadian yang tak bisa ane lupakan sepanjang hidup karena mengalami sendiri kejadian yang tak masuk akal di mata ane. Hari itu ane kebagian lembur meski tugas ane hanya mengawasi tiap departemen. Kebetulan ada barang belum beres packing, padahal hari ini deadline shiftment. Truk peti kemas pun sudah berjejer menunggu muatan. Begitulah kalau telat, semua karyawan produksi harus kerja lembur hingga barang dipastikan berangkat menuju pelabuhan untuk diekspor ke negara pemesan.

Terusiknya Sang Penunggu Wilayah Sungai Citarum

Selama beberapa kali kerja hingga larut, ane tak pernah menemukan hal-hal yang aneh. Namun obrolan rekan, maupun karyawan di produksi sudah sering mengalami sesuatu yang menyeramkan di sekitar pabrik. Mungkin karena disibukkan pekerjaan, ane tak banyak memerhatikan hal lain selain pekerjaan.

Akan tetapi di malam itu, ane kaget sekaligus heran ketika memasuki toilet lantai atas khusus untuk staff. Dari salah satu pintu, terdengar suara perempuan seperti bersenandung tetapi kadang seperti menangis. Karena toilet ada dua, dan satunya terisi, maka ane menunggu pintu itu terbuka. Namun hingga teman keluar dan akhirnya ane masuk ke sebelahnya, pintu yang tadi ane tunggu tak juga terbuka. Namun di dalam masih terdengar suara semakin tak jelas karena suara air dari kran yang dibiarkan mengucur deras. Penasaran, maka ane ketuk-ketuk pintunya sambil menanyakan keadaan di dalam. Tak ada sahutan. Suara dengungan itu terhenti bersamaan dengan terhentinya suara air keran. Ane beranikan diri memutar pegangan pintu, namun masih terkunci dari dalam. Beberapa orang menyaksikan dengan heran. Kucoba memanggil petugas sekuriti karena khawatir terjadi apa-apa. Bahkan General Managerku yang orang asing, saat itu ikut mengawasi lembur, mendatangi toilet karena ribut-ribut. Ketika dibuka paksa, ternyata pintu tak terkunci, dan di dalam ... tak ada siapa-siapa!

Terusiknya Sang Penunggu Wilayah Sungai Citarum

Kami semua saling berpandangan. Hawa ruangan mendadak bikin bulu kuduk berdiri. Akhirnya semua pergi meninggalkan toilet dengan perasaan merinding dan bertanya-tanya.

Terusiknya Sang Penunggu Wilayah Sungai Citarum

Pukul 21.00 WIB, ane pulang karena tugas sudah selesai dan pagi-pagi harus sudah memulai mengerjakan proyek order yang lain. Sementara bagian produksi diperkirakan selesai pkl. 02.00 pagi.

Esok paginya ane bersiap untuk berangkat kerja kembali. Namun dikagetkan dengan SMS dari teman yang mengabarkan bahwa ane harus berhati-hati karena di pabrik telah terjadi kesurupan masal. Sontak ane merinding dan ketakutan. Tapi ane harus pergi karena turut bertanggung jawab atas keselamatan mereka. Diantar sekuriti, ane memasuki gerbang yang sudah dijaga ketat dan ramai oleh masyarakat sekitar yang sekadar menonton kejadian. Di klinik, sudah penuh dengan pasien yang rata-rata meracau, menangis dan berteriak-teriak tak jelas. Dokter dan petugas kesehatan yang biasa melayani di klinik itu pun belum tampak karena memang masih pagi. Ane menyuruh sekuriti untuk menelepon dokter dan perawat untuk segera datang.


Keanehan tiba-tiba menyeruak dari dalam ruang produksi. Satu orang terkena, maka yang didekatnya otomatis terkena pula. Kini bukan puluhan lagi, terapi ratusan pekerja yang kerasukan arwah setan. Begitulah kata yang ramai dibicarakan.

Menuju siang, semakin bertambah terus hingga kami kewalahan. Beberapa ustadz dan ahli ibadah berdatangan setelah dimintai tolong untuk menangani. Mereka dido'a-do'a, dibacakan ayat-ayat rukiyah, namun hanya sebagian yang sadar kembali. Sisanya masih saja meraung-raung, bahkan ada yang menyiksa dirinya sendiri. Suasana pun sungguh semakin mencekam. Ane pun langsung teringat kejadian semalam di toilet. Apakah itu firasat atau "kode"?

Beberapa pencari berita dari berbagai media berusaha menerobos area pabrik. Para petugas keamanan menghadangnya, namun pada akhirnya salah satu rekan public relations, diutus sebagai perwakilan untuk memberi keterangan pada para wartawan itu agar tak menjadi berita simpang siur.

Kami, semua staff perusahaan mengadakan meeting darurat untuk mencari solusi peristiwa yang masih berlangsung ini. Kami putuskan kepada karyawan yang belum sempat masuk, untuk tidak memasuki area dan kerja diliburkan untuk hari itu. Akhirnya kami sepakat ketika ada yang mengusulkan memanggil "orang pintar" atau dukun, di samping memanggil ustadz. Meski melalui perdebatan, mau tak mau kami mengikuti suara terbanyak untuk mengundang beberapa orang dukun.

Terusiknya Sang Penunggu Wilayah Sungai Citarum

Hingga sore, ratusan pegawai yang kesurupan mulai berkurang. Kebanyakan mereka kelelahan dan melemah, hingga tertidur di lantai klinik dan teras, juga koridor pabrik. Anehnya pula setelah dukun itu meminta kami menyiapkan sesajen berupa kopi hitam, cerutu, kelapa muda dan kepala kambing hitam yang ditanam di setiap penjuru bangunan pabrik, kesurupan masal itu langsung terhenti. Dukun itu melihat dengan mata batinnya, seekor ular besar bermahkota di kepalanya, melingkari bangunan pabrik. Konon dia adalah Si Buyung, ular raksasa tunggangan pemegang wilayah sekitar Sungai Citarum yang bergelar Raden Kalung. Dukun itu bilang bahwa Raden marah karena merasa terusik ketenangannya dengan kegaduhan yang berasal dari pabrik. Sang Panjaga meminta jangan ada lagi yang bekerja hingga larut malam. Dan yang terpenting jaga lingkungan sekitar, tidak membuang sampah atau limbah ke sungai.

Hingga pada kenyataannya, pabrik terkena krisis moneter dan kemudian memindahkan assetnya ke negara lain. Pada tahun 2007, pabrik tutup, dan hingga kini hanya meninggalkan puing bangunan tua yang tak terurus.

Demikian cerita horor ane yang membuat banyak pembelajaran buat ane khususnya, juga yang lainnya. Mengerjakan sesuatu jangan berlebihan dan sesuaikan dengan tenaga masing-masing. Terutamanya, jaga hati dan pikiran, hindari stress yang memudahkan diri terbawa aura negatif.


#oktoberhantu
Pertanyaan untuk Sista-sista yang Superb: Sis Frislly Herlind, Citra Prima, dan Rica Ardilla

- Apakah "penjaga wilayah" yang kita tahu keberadaannya hanya mitos atau legenda dari sebuah tempat, bisa benar-benar ada dan terusik, hingga muncul meski dipercaya untuk memberi peringatan kepada masyarakat yang tak menjaganya?
Terima kasih.


Wassalam


Sumber: opini pribadi
Gambar: dokpri, google pict, balebandung


profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
Serem
profile-picture
profile-picture
riwidy dan rinafryanie memberi reputasi
Yang berdomisisli di Bandung Barat atau Selatan pasti sedikitnya tahu atau pernag mendengar sejarah Penunggu Wilayah Citarum.
profile-picture
suciasdhan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kejadian yang ane alami ini benar-benar terjadi dan entahlah ini benar tidaknya berkaitan dengan mitos tersebut. Wallahu alam bissawab
profile-picture
profile-picture
suciasdhan dan riwidy memberi reputasi
Dan yang terpenting jaga lingkungan sekitar, tidak membuang sampah atau limbah ke sungai.


Quote ini ajah....lainya no koment
profile-picture
rinafryanie memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Syeremmm bikin merinding disko. Ah semoga semua tnang kembali ya
profile-picture
rinafryanie memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Makhluk halus aja ngga suka orang buang sampah sembarangan apalagi kita yg derajatnya lebih tinggi harus bs lebih jaga kebersihan
profile-picture
rinafryanie memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di