CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Education /
Suka Duka Belajar Daring di Masa Pandemi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f91048ea2d1953a8e5e8494/suka-duka-belajar-daring-di-masa-pandemi

Suka Duka Belajar Daring di Masa Pandemi

Suka Duka Belajar Daring di Masa Pandemi

Proses pembelajaran secara daring (online) dimasa pandemi ini, siap atau tidak siap tetap saja harus dilaksanakan oleh para guru, meskipun pada prosesnya tidak terlepas dari kendala dan permasalahan yang harus dihadapi terutama oleh siswa yang dianggap belum maksimal dengan suasana iklim digitalyang saat ini di berlakukan oleh pemerintah terutama dalam kegiatan proses belajar mengajarnya.

Perubahan proses pembelajaran dari oflineke online ini, membuat para pendidik dituntut untuk mampu menyelesaikan permasalahan yang ada dengan tidak melanggar aturan yang saat ini di berlakukan, guru berkewajiban untuk mampu menyampaikan pembelajaran secara tepat, mudah dipahami dan mudah pula diakses oleh siswa. 

Ketika dilakukan observasi danaudiensi  dengan cara berkunjung dan berinteraksi langsung dengan orang tua siswa, ternyata tidak semua orang tua dan anggota keluarganya memiliki telepon seluler (HP), kalaupun ada salah satu anggota keluarga yang memiliki HP, terkendala juga oleh pekerjaan orang tua atau keluarganya yang mengharuskan mereka untuk selalu membawa HP disaat berangkat untuk bekerja.

Suka Duka Belajar Daring di Masa Pandemi

Hal ini mengakibatkan sebagian besar peserta didik tidak biasa mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh sekolah. Kejadian seperti ini telah menyebabkan mereka yang seharusnya belajar dari pagi sampai siang, akhirnya seharian hanya bermain.
 

Suka Duka Belajar Daring di Masa Pandemi

Selain itu mereka yang memiliki HP sendiri masih ada kendalanya yaitu pengaruh ketersediaan jaringan dan kepemilikan kuota yang kadang ada, kadang juga tidak ada sehingga mereka kesulitan dalam mengaksesnya, pada akhirnya guru tidak bisa memonitor secara akurat apakah pembelajaran pada hari itu siswa bisa memahami atau tidak tentang materi yang telah disampaikan pada jam dan hari  itu.

Contoh sederhana media yang digunakan di MI Nurul Huda yaitu dengan membuat group di aplikasi Whatshap dalam perangkat telepon pintar (android). Para guru mengajar dan memberikan tugas harian kepada peserta didik pada grupnya masing-masing, tugas yang diberikan sesuai dengan jadwal pada hari itu  dan harus dilaporkan pada hari itu juga.

Namun apa yang terjadi? 
Para siswa dari 100% yang melaporkan tugas harian itu hanya 30%, yang tepat waktu dan mengerjakan tugas sepenuhnya, 20% telat dengan mengerjakan separuhnya dan sebanyak 50% tidak menyerahkan tugasnya, hal inilah yang membuat para guru merasa kegiatan belajar online ini tidak berjalan dengan baik dan maksimal. Begitupun ketika menggunakan media lainnya seperti Google Classroom, Facebook Mesenger dan lain-lainnya.

Suka Duka Belajar Daring di Masa Pandemi

Ketika guru melakukan penelusuran ke rumah-rumah orang tua siswa, mereka pada umumnya mengatakan bahwa "proses pembelajaran daring online dirasakan menjadi beban karena menuntut untuk mengajari anaknya, memberikan penjelasan dan membantu tugas-tugas anaknya, padahal merekapun tetap setiap harinya harus menyelesaikan pekerjaan rumah maupun bekerja lainnya". Dari segi biaya hidup yang harus dikeluarkan bertambah, salah satunya mengharuskan memiliki HP pintar (android) dan kuota yang wajib ada pada setiap harinya.

Suka Duka Belajar Daring di Masa Pandemi

Setelah pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan agar selain online, sewaktu-waktu dapat dilaksanakan secara luring, telah menyebabkan para guru merasa terbantu untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran terhadap siswanya, walaupun tetap saja protokol kesehatan harus diterapkan dengan baik, para guru pun melaksanakannya protokol kesehatan itu, meskipun dirasa aturan masa pandemi ini telah membuat kaku ketika komunikasi dan menjelaskan pelajaran, dengan memakai masker saat berkumpul menyebabkan pernapasan agak terganggu juga, menjaga jarak, rajin mencuci tangan pakai sabun dan peserta didik bergiliran 5 sampai 6 orang belajar secara tatap muka dirumah guru, jika gurunya berada dikampung yang sama. Akan tetapi jika guru yang rumahnya jauh dari rumah siswanya mereka datang kesekolah secara bergiliran untuk belajar dengan protokol kesehatan yang ketat, hal itu dilakukan agar tidak terjadinya kerumunan yang dapat mengakibatkan terjadinya penularan Covid-19.

Sekolah kami, MI Nurul Huda berada di kampung tegal kalapa Rt. 04 Rw. 04 desa sukasenang kecamatan banyuresmi Kabupaten Garut. Sekolah ini berada tepat di tiga perkampungan yaitu Kampung Tegal Kalapa, Kampung Pananggungan dan Kampung Bebedahan. Tingkat kesadaran dalam menggunakan media internet, komputer dan HP pintar untuk terselenggaranya pembelajaran jarak jauh secara baik, efektif dan akurat, masih terkendala dengan tidak tersedianya sarana belajar tersebut dan infra stuktur yang ada masih minim sehingga banyak kendala yang dihadapi ketika melaksanakan proses belajar dan mengajar ini.

Penulis : Lisnawati-Guru MI Nurul Huda (Mahasiswi PGMI-FPIK Universitas Garut)
Editor    : Anton Kaskuser   
Diubah oleh anton2019827


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di