CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jerinx Menangis Dengar Kesaksian Ibu Kehilangan Anak Gara-gara Rapid Test
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f8ec3115cf6c4709062f99f/jerinx-menangis-dengar-kesaksian-ibu-kehilangan-anak-gara-gara-rapid-test

Jerinx Menangis Dengar Kesaksian Ibu Kehilangan Anak Gara-gara Rapid Test

Jerinx Menangis Dengar Kesaksian Ibu Kehilangan Anak Gara-gara Rapid Test

Seorang wanita bernama Gusti Ayu Arianti (23) dihadirkan menjadi saksi meringankan pada sidang perkara 'IDI Kacung WHO' Selasa (20/10). Kesaksiannya membuat Jerinx pun meneteskan airmata.

Wanita asal Mataram, Lombok itu sempat kehilangan bayi dalam kandungannya, lantaran terlambat mendapatkan penanganan medis yang terhalang oleh prosedur rapid test.

Di hadapan majelis hakim, terdakwa, penasehat hukum, jaksa serta pengunjung sidang, Arianti menceritakan pengalaman pilunya, karena prosedur rapid test sebagai syarat administrasi ditengah pandemi COVID-19.

"Pada tanggal 18 Augustus 2020, saya pecah ketuban pukul 7 pagi, lalu saya bersama suami saya menuju RSAD di Mataram,"ungkapnya. Sesampainya disana, saat mengutarakan akan melahirkan, petugas rumah sakit yang memakai APD memintanya untuk melakukan rapid test terlebih dahulu sebelum bisa mendapatkan penanganan medis.

"Di rumah sakit kata petugas tidak ada layanan rapid test, lalu saya dirujuk ke puskesmas,"terang Arianti. "Padahal saya hanya ingin tau saya bukaan berapa, sementara ketuban yang bercampur darah terus keluar,"ungkapnya di iringi isak tangis.

Wanita itu hanya bisa mengikuti arahan petugas demi segera mendapat perawatan. Singkat cerita, ia bersama suaminya pun bergegas menuju puskesmas. Sesampainya disana ia mendaftar dan sempat mengantri selama sekitar 15 menit, sementara air ketuban terus keluar. Bahkan ia sempat pulang kerumah untuk ganti pembalut, sementara antrian digantikan ibu mertuanya.

Satu setengah jam kemudian, setelah mendapat hasil rapid test mereka menuju RS Permata Hati, Mataram. Singkat cerita, sesampainya di UGD, ia sempat menerima perawatan medis dan di operasi secara sesar.

Namun sayang rupanya bayi laki-laki yang berumur kandungan delapan bulan itu sudah tidak bernyawa. Ironisnya lagi, menurut pengakuaanya, petugas rumah sakit menutup-nutupi kenyataan bahwa anaknya meninggal. "Saya tahu setelah keluarga saya yang bilang, pihak rumah sakit bilang anak saya masih di panasin (dihangatkan-red),"ungkapnya.

"Saya sangat kecewa, saya tertekan, kenapa harus di oper sana sini, bahkan saya ingin diperiksa bukaan berapa pun tidak dapat,"ungkapnya sambil berlinang air mata.

"Kenapa saya tidak ditangani dulu. Biar anak saya lahir dulu baru dirapid. Tapi ini tidak, padahal petugas sudah pakai baju APD, dan kenapa ditutup-tutupi bahwa bayi saya udah meninggal,"ujarnya lagi.

Seisi ruang sidang nampak terenyuh mendengar cerita Arianti. Bahkan Jerinx sempat berlinang air mata mendengar cerita itu. Saat Penasehat Hukum Wayan 'Gendo' Suardana bertanya apakah merasa terwakili dari apayang disuarkaan Jerinx di Instagram, "saya merasa sangat terwakili,"tegasnya. ( kanalbali/WIB )

https://m.kumparan.com/kanalbali/jer...st-1uQW5FiUEXk

Sidangnya soal jerinx menghina idi,bukan soal korban prosedur terwakili/tidak

Lawyernya lg cari pembenaranemoticon-Smilie

Btw tuh jerinx koq nurut pk maskeremoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh singawallah
Halaman 1 dari 3
kenyot aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 3 lainnya memberi reputasi
udah sadar nih?
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan Kesakitan memberi reputasi
Biarpun gw gak suka sama si jerinx

Tapi kali ini gw support 100% buat bli jerinx

Tenang bli keadilan pasti akan tegak bli

The Exploited - Fuck the System
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mang.tap dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Simpati gue buat sang ibu,,,emoticon-Peluk

Tp tdk buat si jerinxemoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
air mata buaya..
fokus ke kasusnya dong..

kok malah melenceng..ke satu korban? ada ribuan yang bersalin dengan protokol yang sama biasa-biasa aja..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Itu ulah oknumb
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Kasus = menghina IDI
Saksi yg didatangkan = korban rapid test



???????
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
Air mata buaya
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Faktanya memang begitu, komennya dia alasannya karna kasus itu, saya setuju tidak boleh sampai korban nyawa gara2 harus rapid

Seharusnya kita semua marah tapi mana ada yg berani. Jerink frustasi di ungkap di medsos. Si ibu nya aja amini terwakili, padahal ibunya layak memposting kacung dan makian lainnya.
profile-picture
profile-picture
siberat.. dan nomorelies memberi reputasi
Diubah oleh kiryu06
Pesan moralnya tampang rambo hati romeo..emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
viniest dan nomorelies memberi reputasi
Tuntutannya apa malah bawa2 emak yg anaknya meninggal krn rapid test hasilnya positif
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan nomorelies memberi reputasi
bukannya dokter di RS pada takut tertular korona gara-gara penyebaran di masyarakat masif akibat tidak mematuhi protokol kesehatan ya
nah siapa nih tukang hasut anti protokol kesehatan? bilang korona cuma konspirasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh bellx
Klo masalah telat ditangani karna minta rapid duluan ya tenaga medis punya alasan kuat ketika mereka menangani ibu yang ternyata mengidap covid tapi tenaga medisnya gak tau malah bisa jadi lebih berbahaya lebh lagi klo tenaga medisnya tertular dari si ibu dan kemudian menulai ibu laen yang bersalin setelah itu.
Apakah salah tenaga medis ? Ga juga wong keamanan nomor satu koq.
Klo masih tanya knapa ga tangani dulu baru dirapid ? Ya bisa dibalik knapa ga siap siap dulu ga sampe ngerasa bukaan baru panik??
Stop ngancam siapapun dengan nyawa sendiri ato nyawa bakal anak namanya kehamilan ya harus disiapkan sebaik mungkin termasuk mengikuti prosedur yang berlaku update juga apa apa yang harus disiapkan jelang persalinan karna tanggung jawab terbesar persalinan berhasil ato gagal ya gimana ortunya dokter perawat dan tenaga medis cuma ngebantu doang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh namdokmai
Lihat 40 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 40 balasan
Nah gitu dong hadapin semua nya bli...


emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan nomorelies memberi reputasi
jet jet
jet jet
kumenangis......
profile-picture
profile-picture
jamban.bocor dan nomorelies memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Itu salah keadaan emoticon-Marah
Bukan salah pelaku ato kurban.
Korelasinya dengan tuduhannya apa????????
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan balineseryuu memberi reputasi
Padahal rapidtest doang ya emoticon-Cape d...
BEBASKAN JRX SEKARANG JUGA..
profile-picture
profile-picture
batosayyyy dan hbhbhb2008 memberi reputasi
mustinya yg didatengin, yg paham masalah ite

Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di