CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Sejatinya Cinta Memberi Yang Terbaik, Bukan Mencari Yang Terbaik!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f8951a1c8393a66b851e681/sejatinya-cinta-memberi-yang-terbaik-bukan-mencari-yang-terbaik

Sejatinya Cinta Memberi Yang Terbaik, Bukan Mencari Yang Terbaik!

Sejatinya Cinta Memberi Yang Terbaik, Bukan Mencari Yang Terbaik!

Makna 'Cinta' terus dicari dan digali, manusia dari zaman dahulu sampai zaman sekarang seolah tidak pernah bosan untuk membicarakannya, terutama pada generasi muda yang sudah mulai merasakan akan kehadirannya setelah usia mulai beranjak dewasa. 

Cinta itu apa?, mengapa ada yang namanya cinta? dan bagaimana menjalani cinta yang baik dan benar?

Menurut bahasa kata cinta memiliki makna 'suka sekali' atau 'senang sekali', sedangkan menurut istilah adalah rasa kasih sayang yang muncul dari lubuk hati yang terdalam, dengan rela berkorban tanpa mengharaf imbalan apapun, dari siapapun, kecuali ridhlo Allah SWT.

Cinta sejati adalah rasa cinta yang datang setelah menikah, jalinan kasih sayang ini  terbentuk dari restu dan ridhlo Allah melalui 'Aqad Pernikahan'. Tidak ada yang paling membahagiakan dalam hidup ini selain seseorang yang telah menemukan tambatan hati, tempat berlabuhnya rasa yang sejati untuk mempersunting pendamping hidupnya, bersama-sama membangun mahligai rumah tangga yang penuh rasa dan kasih sayang yang kekal dan abadi.

Sejatinya Cinta Memberi Yang Terbaik, Bukan Mencari Yang Terbaik!

Menikah merupakan sesuatu yang indah, karena di dalamnya terdapat kebahagiaan hidup yang bernilai ibadah. Namun dibalik keindahan itu tersimpan perjuangan yang bukan hanya harus kita jalani saja, melainkan harus disertai kepandaian dalam mengolah dan mengelolanya agar perjalanannya dapat berbuah manisbukannya miris
Pernikahan merupakan bentuk ibadah terbesar, karena dapat merubah sesuatu yang tadinya haram menjadi halal, sekecil apapun perbuatan positif yang dilakukan menjadi bernilai ibadah kepada Allah SWT.
Menikah membutuhkan kesiapan hati yang lapang untuk mau 'mengalah tanpa menyalahkan', untuk mau meminta maaf tanpa perlu mengungkit kesalahan dan untuk mau memberi tanpa menuntut berlebihan.

"Kita bukanlah untuk mencari cinta yang terbaik, akan tetapi menjadi yang terbaik untuk dicintai", dengan demikian untuk membina cinta tidak berorientasi pada penemuan seberapa banyak seseorang pantas untuk dicintai, tetapi justru berupaya keras agar diri sendiri mampu menjadi sosok yang terbaik untuk dipilih sebagai pendamping hidup dan memiliki cinta yang sejati berdasarkan tuntunan Allah SWT.

Semakin berusaha memperbaiki diri, berfikir sebelum berucap dan melakukan aksi, semakin mendekatkan diri kepada sang ilahi, maka akan semakin matang kedewasaan pola fikir dalam mewujudkannya dan memiliki kedudukan tertinggi di hadapan-Nya serta mendapatkan pendamping hidup terbaik menurut-Nya.

Yang perlu dipersiapkan sebagai tolak ukur dalam memilih seseorang pendamping hidup, sebagaimana dikatakan Dr. Beni Ahmad Saebani, M.Si. dalam bukunya Fiqh Munaqahat (Fiqh pernikahan), secara material kata Sulaeman Rasyid (Ahli ilmu Fiqh) bahwa "tujuan dari pernikahan yaitu karena ingin memiliki harta benda, kebangsawanan (jabatan), melihat kecantikannya, karena agama dan budi pekerti yang baik".

1. Perihal Harta Benda
Jadikanlah diri yang berharta melalui kesungguhan usaha yang dilandasi kesadaran melebihkan kerja, seorang pengusaha sukses mengatakan "lebih baik kehilangan masa muda, dari pada kehilangan masa depan". apabila dari muda sudah membiasakan diri bekerja dengan giat dan rajin, maka mental sukses telah mendarah daging dalam hidupnya sehingga kekuatan finansial saat berumah tangga akan baik.

2. Perihal Jabatan (kehormatan)
Jadikanlah diri terhormat menjadi peningkat derajat keluarga, tentunya melalui proses pendidikan yang dijalani, menjadikan diri kita berilmu, memiliki pengetahuan yang luas sehingga berwibawa dan menjadi jati diri sebenarnya yang mampu membuat orang lain takjub, menghormati, mencintai serta menjadi sosok teladan bagi semua orang terutama anak-anaknya, adik-adik kita, teladan bagi pasangan kita dan generasi penerus bangsa lainnya.

Seseorang yang berpendidikan tinggi biasanya ditandai dengan kepemilikan derajat, pangkat atau jabatan, akan tetapi banyak yang sombong dihadapan manusia maupun Allah karena merasa dirinya hebat. Padahal sesungguhnya gelar, jabatan maupun kehebatan hanyalah prioritas dunia saja dan bersifat sementara, tidak akan menolong kehidupan yang abadi diakhirat kelak kecuali amal ibadah dan ketaqwaannya.

3. Perihal Kecantikan
Salah satu yang harus diperhatikan oleh kaum pria yang mencari pasangan yaitu kecantikannya, maka untuk perempuan jadikanlah diri sendiri secantik mungkin, bukan hanya sekedar cantik rupanya saja akan tetapi kecantikan hati juga sangat penting untuk selalu di hias agar tidak pudar karena ditelan usia.

Meskipun kecantikan jasmani (rupa) itu bersifat relatif dan sementara yang bisa pudar ditelan masa karena semakin bertambah umur akan semakin tua, kulit yang tadinya kencang menjadi keriput, langsing menjadi gendut dan besar, putih menjadi hitam dan tadinya bugar menjadi bungkuk, kewajiban kita adalah memeliharanya sebagai tanda rasa syukur terhadap sang pencipta, yaitu Allah SWT.

Sedangkan kecantikan rohani (hati) akan kekal abadi, karena kecantikan yang sebenarnya akan selalu dihiasi oleh iman, kelembutan sikap, berfikir sebelum berucap maupun bertindak, mempertimbangkan nilai kemaslahatannya, mengedepankan kasih sayang sesama manusia dan memiliki ilmu yang bermanfaat.

4. Perihal Agama dan Budi Pekerti
Anak-anak merupakan keturunan yang akan meregenerasi kehidupan kita, yang harus di didik oleh orang tuanya terutama oleh seorang ibu sebagai madrasah utama dan pertama bagi anak, maka calon seorang ibu harus memiliki ilmu pengetahuan yang baik terutama pendidikan agamanya.

Selain dilatar belakangi oleh pendidikan, bukti cinta orang tua terhadap anak dapat diperlihatkan dengan cara memberikan contoh budi pekerti yang baik, sebab kecantikan yang sebenarnya terdapat dalam kepemilikan akhlaknya.

Sejatinya Cinta Memberi Yang Terbaik, Bukan Mencari Yang Terbaik!


Sejatinya Cinta Memberi Yang Terbaik, Bukan Mencari Yang Terbaik!
"Barang siapa menikahi seorang perempuan karena hartanya, niscaya Allah akan melenyapkan harta dan kecantikannya dan barang siapa menikahi karena agamanya, niscaya Allah akan memberikan karunia kepadanya dengan harta dan kecantikannya

emoticon-Kiss (S)emoticon-Big Kissemoticon-Kiss (S)

Penulis : Indri Nurul Azmi (Mahasiswi PAI-FPIK Universitas Garut)
Editor    : Anton Kaskuser
profile-picture
aan.ismanto memberi reputasi
Diubah oleh anton2019827


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di